6 Jalur Pendakian Rinjani, Pilih Mana?

19 Aug 2026

6 Jalur Pendakian Rinjani, Pilih Mana?

Penulis

Bobobox

Kamu suka petualangan yang bisa menguji nyali sekaligus memanjakan mata? Jika iya, maka mendaki Gunung Rinjani bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun, sebelum itu, tentunya kamu harus tahu apa saja jalur pendakian Rinjani yang tersedia agar penjelajahanmu jadi sempurna.

 

Berdiri megah di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Gunung Rinjani menjadi salah satu destinasi pendakian yang banyak menarik perhatian pendaki dari berbagai daerah hingga mancanegara. Ketinggiannya dan medan yang menantang membuat perjalanan menuju kawasan gunung ini membutuhkan persiapan yang matang.

 

Menariknya, kamu tidak hanya bisa memilih satu rute untuk menjelajahi Rinjani, lho! Pasalnya, ada beberapa jalur pendakian Rinjani yang menawarkan karakter medan, durasi perjalanan, serta panorama yang berbeda.

 

Kamu bisa memilih rute sesuai pengalaman, kemampuan fisik, dan destinasi yang ingin kamu  tuju selama pendakian. Jadi, sebelum menyiapkan carrier dan perlengkapan lainnya, kenali dulu jalur yang akan kamu lewati.

 

Baca Juga: Wisata Gunung Mas Puncak: Itinerary Liburan Keluarga 3 Hari

 

6 Pilihan Jalur Pendakian Rinjani

 

Nah, bagi kamu yang sedang merencanakan pendakian ke Gunung Rinjani, yuk, simak beberapa pilihan jalur berikut ini!

 

1. Jalur Sembalun (Akses Bawak Nao), Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur

 

jalur pendakian rinjani
Photo: ROMAN ODINTSOV via Pexels

 

Jalur ini akan membawamu melewati berbagai macam pemandangan. Mulai dari persawahan, padang rumput, hutan, sabana, hingga danau.

 

Di awal pendakian, kamu akan disuguhi pemandangan persawahan dan padang rumput yang hijau dan luas. Kamu juga bisa melihat warga sekitar yang tengah menggembala sapi.

 

Makin jauh berjalan, kamu akan melewati beberapa pos pendakian dan kawasan sabana yang terbuka. Karena minimnya naungan di area ini, jangan lupa membawa pelindung dari sinar matahari, ya.

 

Waktu tempuh menuju Pelawangan Sembalun bisa berbeda-beda, tergantung kondisi fisik pendaki, cuaca, dan kecepatan berjalan. Jadi, sebelum berangkat, cek informasi jalur dan estimasi waktu perjalanan dari sumber resmi agar persiapanmu lebih matang.

 

Pos 1

 

Pos 1 Pemantauan menjadi salah satu titik untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Setelah cukup beristirahat, kamu bisa melanjutkan perjalanan dari Pos 1 ke Pos 2 Trangejang Sembalun. Di sini, kamu akan melihat pemandangan yang berubah menjadi sabana yang indah dan eksotis.

 

Oh ya, waktu tempuh menuju pos berikutnya bisa berbeda-beda, tergantung kondisi jalur dan kecepatan pendakian. Namun, dari Pos 1 ke Pos 2, setidaknya kamu harus berjalan sekitar 1-2 jam.

 

Pos 2

 

Di Pos 2, kamu bisa istirahat lagi dan mengisi air minum di bawah jembatan sebelum melanjutkan pendakian. Jangan mengandalkan ketersediaan sumber air di sepanjang jalur tanpa memastikan kondisinya terlebih dahulu. Bawalah persediaan air yang cukup sesuai dengan kebutuhan perjalananmu.

 

Jika kamu sampai di Pos 2 pada sore hari, ada baiknya kamu menginap di sini untuk menghemat energi. Adapun dari Pos 2 ke Pos 3, yang sekiranya membutuhkan waktu tempuh 2-3 jam, kamu masih akan menikmati pemandangan sabana yang memesona.

 

Pos 3

 

Pos 3 Padabalong menjadi salah satu titik istirahat sebelum pendakian berlanjut menuju Pelawangan Sembalun. Di Pos ini, kamu bisa mendapatkan air dengan menggali kali mati yang ada.

 

Namun, dari Pos 3 ke Pos Pelawangan, kamu akan menghadapi tantangan yang lebih berat. Jalur ini cukup terjal dan membutuhkan waktu sekitar 4-5 jam. Oleh karena itu, di tengah perjalanan, kamu bisa beristirahat sejenak di tempat yang aman tanpa menghalangi jalur pendaki lain. Misalnya di bawah pohon cemara yang rindang.

 

Baca Juga: 12 Tips Mendaki Gunung bagi Pemula agar Tetap Aman dan Nyaman

 

Pos Pelawangan Sembalun

 

Setelah sampai di Pos Pelawangan Sembalun, kamu akan dibuat terpesona dengan keindahan Danau Segara Anak yang tampak dari ketinggian 2.400 mdpl. Jika cuaca cerah, kamu juga bisa melihat puncak Gunung Rinjani yang menjulang tinggi!

 

2.  Jalur Senaru, Desa Senaru, Kabupaten Lombok Utara

 

jalur pendakian rinjani
Photo: Karolina via Pexels

 

Jika kamu suka berpetualang di hutan, Jalur Senaru di Gunung Rinjani bisa jadi pilihan yang tepat. Jalur ini dikenal dengan lintasan hutan tropisnya sebelum pendaki mencapai kawasan yang lebih terbuka.

 

Kamu bisa memulai pendakian dari pintu masuk resmi jalur Senaru yang dikelola Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), di desa wisata yang terkenal dengan air terjunnya. Dari sana, kamu akan memasuki Hutan Senaru yang lebat dan hijau.

 

Pos 1

 

Dari basecamp Senaru ke Pos 1, kamu harus berjalan melewati kawasan hutan dengan medan yang bervariasi. Waktu tempuh bergantung pada kecepatan berjalan dan kondisi jalur. Namun, umumnya sekitar 1-2 jam.

 

Dari Pos 1 ke Pos 2, kamu masih akan berjalan di kawasan hutan selama kurang lebih 2-3 jam. Meski beberapa bagian jalur terasa landai, kamu tetap perlu menyiapkan stamina untuk perjalanan panjang menuju Pelawangan Senaru. 

 

Pos 2

 

Di Pos 2, kamu bisa beristirahat di salah satu dari dua gazebo yang ada. Dari Pos 2 ke Pos 3, jalur akan mulai menanjak dan membutuhkan tenaga lebih besar dengan waktu tempuh sekitar 4 jam.

 

Kamu akan melewati sela-sela Hutan Senaru yang masih asri dan alami. Di sini, kamu harus berhati-hati karena ketersediaan sumber air di sepanjang jalur tidak selalu bisa diandalkan. Jadi, sebaiknya bawalah air minum yang cukup dari Pos 2.

 

Pos 3

 

Pos 3 berada di kawasan peralihan menuju Pelawangan Senaru. Dari sini, kamu akan berjalan di jalur berpasir serta berbatu yang cukup curam dan licin. Untuk sampai ke Pos Pelawangan Senaru, kamu setidaknya harus berjalan sekitar 1-2 jam.

 

Pelawangan Senaru

 

Sesampainya di Pelawangan Senaru, kamu akan terpesona dengan pemandangan Danau Segara Anak yang biru dan indah. Kamu bisa mendirikan tenda di area perkemahan yang diizinkan oleh pengelola dan bermalam di sana. Jika cuaca cerah, kamu juga bisa melihat puncak Gunung Rinjani yang megah.

 

3. Jalur Aik Berik, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah

 

jalur pendakian rinjani
Photo: R.Praditya Trias Herlambang via Pexels

 

Jalur pendakian Rinjani di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, terletak di lokasi yang sama dengan Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu. Dari basecamp Aik Berik, kamu harus berjalan sekitar 2 kilometer sampai ke pintu hutan atau menggunakan jasa ojek.

 

Pos 1

 

Perjalanan dari pintu hutan ke Pos 1 Aik Berik memakan waktu 2–3 jam melewati kebun kopi, jeruk, dan pisang milik warga setempat. Di Jalur Aik Berik, di Pos 1 dan Pos 2, sumber air dilaporkan melimpah. Adapun perjalanan dari Pos 1 ke Pos 2 memakan waktu sekitar 3-4 jam melewati Hutan Aik Berik.

 

Pos 2

 

Perjalanan dari Pos 2 ke Pos 3 memakan waktu sekitar 2–3 jam melewati hutan belantara. Kamu disarankan menggunakan sepatu dan getter untuk melindungi kaki dari pacet. Oh, ya, sebelum tiba di Pos 3 Aik Berik, kamu akan disuguhi pemandangan Air Terjun Umar Maya.

 

Pos 3

 

Di Pos 3, kamu dapat beristirahat atau memasang tenda untuk bermalam. Jika ingin melanjutkan perjalanan, kamu dapat menuju Plawangan Umar Maya melewati padang sabana selama kurang lebih 2–3 jam. 

 

Pelawangan Umar Maya

 

Di Pelawangan Umar Maya, kamu dapat melihat keindahan danau dari sebelah barat-selatan Gunung Rinjani dan puncak Rinjani yang tinggi menjulang.

 

Baca Juga: Trekking Sunrise Gunung Batur: Panduan & Tips Biar Nggak Kaget

 

4. Jalur Timbanuh, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur

 

jalur pendakian rinjani
Photo: Yub 12 via Unsplash

 

Pendakian Gunung Rinjani melalui Jalur Timbanuh dimulai di Pos Pendakian Balai Taman Nasional Gunung Rinjani di Desa Timbanuh. Dari sini, kamu akan berjalan sekitar 1–2 jam melewati hutan Timbanuh dan perkebunan warga setempat menuju Pos 1

.

Pos 1

 

Perjalanan dari Pos 1 ke Pos 2 memakan waktu 2–3 jam melewati hutan yang rindang. Di Pos 2, terdapat shelter untuk beristirahat dan sumber air yang bisa diambil. Namun, pastikan ketersediaan sumber air sebelum pendakian dan jangan mengandalkannya tanpa membawa persediaan sendiri.

 

Pos 2

 

Perjalanan dari Pos 2 ke Pos 3 memakan waktu sekitar 2–3 jam melewati hutan belantara.

 

Pos 3

 

Di Pos 3, kamu dapat beristirahat atau memasang tenda untuk bermalam di dekat sumber air di bawah lembah Pos 3. Perjalanan selanjutnya menuju Pelawangan Timbanuh kurang lebih memakan waktu 2–3 jam.

 

Pelawangan Timbanuh

 

Sesampai di Pelawangan Timbanuh dengan ketinggian 2.700 mdpl, kamu dapat menikmati kawah Rinjani yang menyimpan Gunung Barujari di tengahnya. 

 

Perlu diketahui, pendaki dari jalur Timbanuh hanya diperbolehkan mencapai Pelawangan Timbanuh. Kamu tidak diperkenankan turun ke Danau Segara Anak melalui jalur ini karena medan yang sangat terjal dan berbahaya. Jadi, pastikan kamu mengikuti aturan pendakian terbaru dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

 

5. Jalur Torean, Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Lombok Utara

 

jalur pendakian rinjani
Photo: Danny Schleicher via Unsplash

 

Jalur Torean berada di Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Jalur ini dimulai dari ketinggian sekitar 600 mdpl dan berakhir di Danau Segara Anak di ketinggian sekitar 2.000 mdpl.

 

Setelah melewati hutan lebat dan perbukitan, kamu akan sampai di Plawangan, sebuah cerukan di ketinggian 1.200 meter yang dipenuhi batu-batu besar dan kecil. Meski menawarkan pemandangan indah, lintasan jalur Torean cukup berbahaya dan ekstrem.

 

Terutama saat menuju lembahan serta saat berada di punggungan gunung. Zona lembahnya terjal dan jalurnya hanya memuat jalan setapak sempit. Lantaran medannya menantang, pendaki perlu mempersiapkan fisik dan perlengkapan dengan matang serta mengikuti arahan petugas atau pemandu.

 

Pendakian melalui jalur ini berakhir di Danau Segara Anak, sebuah kaldera purba di ketinggian sekitar 2.000 meter. Danau ini juga merupakan titik pertemuan jalur Torean dengan jalur Sembalun dan Senaru.

 

Waktu pendakian melalui jalur ini kurang lebih 14 jam. Oleh karena itu, jalur ini tidak disarankan untuk pendaki pemula atau untuk dilewati pada malam hari.

 

Baca Juga: Mengintip Kehangatan Bobocabin Gunung Rinjani: Cerita dari Kaki Gunung Lombok

 

6. Jalur Tetebatu, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur

 

jalur pendakian rinjani
Photo: Quang Nguyen Vinh via Pexels

 

Pendakian ke Gunung Rinjani dari Tetebatu dimulai dari Desa Tetebatu pada ketinggian 700 mdpl. Perjalanan dimulai di Monkey Forest, hutan yang dihuni oleh monyet hitam dan abu-abu.

 

Setelah berjalan selama sekitar 30 menit dari Monkey Forest, kamu akan memasuki hutan lebat. Setelah 90 menit, kamu akan tiba di tempat istirahat pertama, yaitu Pondok Belanda atau Netherland Huts.

 

Setelah melanjutkan perjalanan selama kurang lebih 15 menit, kamu akan memasuki padang rumput. Setelah 90 menit sejak meninggalkan Pondok Belanda, kamu akan tiba di Pos 2 untuk makan siang dan istirahat.

 

Lalu, setelah makan siang dan cukup istirahat, perjalanan akan dilanjutkan ke area perkemahan dengan trek yang cukup terjal. Kurang lebih setelah dua jam, kamu akan tiba di area campground di Puncak Kedua Gunung Rinjani.

 

Di sini, tenda akan didirikan untuk istirahat, makan malam, dan bermalam dengan pemandangan indah puncak Gunung Rinjani dan Sangkareang, serta Gunung Agung di Bali. Kamu akan disuguhi pemandangan indah matahari yang terbenam melalui awan.

 

Perlu diingat, durasi perjalanan di atas merupakan perkiraan dan dapat berubah sesuai kondisi jalur, cuaca, serta kecepatan pendakian. Maka dari itu, sebelum berangkat, cek informasi terbaru dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), termasuk kondisi jalur dan fasilitas keselamatan.

 

Main ke Rinjani? Nginap di Bobocabin Gunung Rinjani Aja!

 

Bobocabin Gunung Rinjani Lombok
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Petualangan seru tentunya juga membutuhkan akomodasi yang berkualitas. Misalnya, Bobocabin Gunung Rinjani, Lombok, menawarkan tempat menginap eksklusif dengan pemandangan Gunung Rinjani tepat di depan mata.

 

Di sini, nikmati kabin modern dengn jendela pintar yang tingkat transparansinya bisa kamu atur sesuai keinginan. Jadi, kamu bisa menikmati pemandangan alam dengan lebih nyaman. Selain itu, ada juga mood lamp yang bisa kamu atur kalau mau suasana istirahat yang lebih cozy.

 

Jadi, kalau kamu berencana main ke Rinjani, jangan lupa untuk menginap di Bobocabin Gunung Rinjani, ya! Yuk, unduh aplikasi Bobobox dan booking cabin pilihanmu sekarang juga!

 

Featured photo: Eric Jo via Pexels