Dalam Can This Love Be Translated?, cinta tidak selalu diungkapkan lewat kata-kata. Kadang, justru tempatlah yang berbicara lebih dulu. Jalanan sunyi, stasiun kecil, dan bentang alam yang luas menjadi saksi perasaan yang belum selesai—atau mungkin, baru saja dimulai.
Menariknya, lokasi syuting Can This Love Be Translated? ini bukan sekadar latar fiksi. Mereka adalah tempat nyata yang bisa dikunjungi, dirasakan, dan dimaknai ulang. Dan seperti di dalam ceritanya, tempat-tempat ini bisa terasa sangat berbeda ketika kamu datang bersama pasangan, atau justru sendiri.
Jepang: Awal Pertemuan yang Pelan dan Intim
Jepang menjadi salah satu lokasi penting dalam series ini—menghadirkan suasana pertemuan awal yang canggung, hangat, dan penuh jeda.
Kamakura & Enoshima

Photo: Md Farhabi Helal via Pexels
Kota pesisir seperti Kamakura dan kawasan Enoshima menghadirkan suasana yang tenang, dengan laut, jalur pejalan kaki, dan ritme hidup yang tidak tergesa-gesa.
Datang berdua:
Tempat ini terasa romantis tanpa harus dramatis. Cocok untuk berjalan berdampingan, berbagi keheningan, dan membiarkan percakapan mengalir pelan.
Datang sendiri:
Suasana pesisirnya memberi ruang untuk berpikir. Duduk menghadap laut, berjalan tanpa tujuan, dan pulang dengan pikiran yang lebih ringan.
Gokurakuji Station (Enoden Line)
Stasiun kecil yang sederhana, namun emosional. Dalam series, tempat ini menjadi simbol pertemuan dan perpisahan yang tidak selalu perlu penjelasan.
Baca Juga: 8 Tempat Wisata Jepang yang Muncul di Demon Slayer
Italia: Romantis, Tapi Juga Melankolis
Italia dalam Can’t This Love Be Translated? tampil bukan hanya sebagai negeri romantis, tapi juga tempat di mana perasaan diuji oleh waktu dan jarak.
Civita di Bagnoregio
Desa di atas bukit dengan satu jembatan panjang ini terasa hampir seperti dunia lain.
Datang berdua:
Dramatis, sinematik, dan sangat romantis—tempat yang terasa pas untuk momen-momen besar.
Datang sendiri:
Keheningannya justru kuat. Cocok untuk refleksi, berjalan pelan, dan menyadari hal-hal yang sering terlewat.
Gokurakuji Station (Enoden Line)
Kota-kota Italia ini menghadirkan gang berbatu, piazza luas, dan cahaya sore yang lembut—latar yang sempurna untuk percakapan penting, atau keheningan yang penuh arti.
Baca Juga: Di Mana Lokasi Syuting Emily in Paris? Menjajaki 7 Lokasi Syuting di Kota Asalnya
Kanada: Alam Besar untuk Perasaan yang Dalam
Berbeda dari lokasi lain, Kanada menghadirkan alam yang luas dan megah—seakan memperkecil manusia dan perasaannya, namun sekaligus membuat segalanya terasa jujur.
Banff National Park & Lake Louise
Pegunungan, danau jernih, dan udara dingin menjadi latar banyak adegan reflektif.
Datang berdua:
Alam yang besar sering kali mendekatkan. Di tempat seperti ini, kehadiran satu sama lain terasa lebih berarti.
Datang sendiri:
Sangat cocok untuk perjalanan personal. Alam Banff memberi ruang untuk diam, bernapas, dan berdamai dengan pikiran sendiri.
Canmore & Calgary
Kota kecil dan area urban di Kanada menyeimbangkan cerita antara kehidupan sehari-hari dan momen kontemplatif.
Korea Selatan: Kembali ke Kehidupan Nyata
Meski ceritanya banyak bergerak lintas negara, Korea Selatan tetap menjadi titik pulang emosional.
Samcheong-dong, Seoul
Jalan-jalan kecil di area ini menghadirkan suasana urban yang hangat dan manusiawi—tempat percakapan sehari-hari terasa lebih jujur.
Di sinilah cerita kembali membumi yang mengingatkan bahwa cinta juga hidup di antara rutinitas.
Baca Juga: Nggak Usah Jauh-Jauh, Ini 7 Tempat Wisata ala Korea Selatan di Indonesia
Tempat yang Sama, Perasaan yang Berbeda
Lokasi-lokasi syuting Can This Love Be Translated? mengajarkan satu hal penting:
tempat tidak pernah netral.
Ia akan terasa berbeda tergantung dengan siapa kamu datang—atau apakah kamu datang sendiri. Tempat yang sama bisa menjadi ruang untuk mendekat, atau justru ruang untuk memberi jarak.
Yuk, Keliling Mengunjungi Lokasi Syuting Can’t This Love Be Translated?
Mengunjungi lokasi syuting Can This Love Be Translated? bukan hanya tentang mengikuti jejak karakter, tapi tentang memberi ruang pada perasaan kita sendiri. Jepang, Italia, Kanada, dan Korea Selatan hadir sebagai latar yang membantu kita memahami bahwa tidak semua cinta perlu diterjemahkan.
Ada yang cukup dirasakan—saat berjalan berdua.
Ada juga yang baru terasa jelas—saat kita berjalan sendiri.
Dan mungkin, itulah arti sebenarnya dari perjalanan.

Photo: Bobobox Internal Asset
Kalau perjalanan lintas negara dalam Can This Love Be Translated? bikin kamu ingin mulai melangkah, semuanya bisa dimulai dari satu titik keberangkatan yang praktis. Bobopod Airport CBC, Tangerang hadir sebagai tempat singgah sebelum terbang—nyaman, strategis, dan efisien untuk kamu yang siap menjelajah dunia.
Book Bobopod Airport CBC sekarang, dan mulai perjalananmu ke Jepang, Italia, Kanada, hingga Korea Selatan—tempat kisah dan perasaan diterjemahkan lewat perjalanan.
Header: Netflix Indonesia (https://www.instagram.com/netflixid/)