Kalau bicara soal pemandangan yang identik dengan daerah Sumba di NTT, sudah pasti jawabannya padang sabana! Keindahan panorama tersebut semakin menonjol di objek wisata Bukit Wairinding.
Awalnya dikenal sebagai hidden gem, kini Bukit Wairinding Sumba sudah menarik perhatian semakin banyak turis. Memang, apa saja yang membuat tempat ini begitu menarik? Yuk, kita cari tahu bareng-bareng!
Tentang Bukit Wairinding di NTT

Photo: Bobobox Internal Asset
Bukit Wairinding adalah objek wisata alam yang terletak di Desa Pambota Jara, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Karena lokasinya berada di tepi jalan raya lintas Sumba, mencapai Bukit Wairinding terbilang mudah. Dari pusat Kota Waingapu, jaraknya sekitar 25–30 km dengan waktu tempuh mencapai 30–45 menit.
Berdiri di ketinggian 100–200 mdpl, Bukit Wairinding menyajikan padang savana luas yang begitu memesona. Sesuai namanya, padang rumput ini tumbuh di tanah berbukit yang berundak-undak sehingga membuatnya terlihat bergelombang, tidak datar seperti kebanyakan sabana.
Selain bergelombang indah, Bukit Wairinding juga bisa terlihat seperti raksasa yang tidur telentang. Jika kamu perhatikan, ada bagian sabana yang tampak seperti tubuh utuh yang meliputi kepala, rambut, wajah, leher, dada, tangan, hingga kaki. Bentuknya yang unik tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Tak heran, banyak pengunjung kerap menjadikannya salah satu spot foto favorit saat berkunjung ke Sumba.
Selain panoramanya yang indah, Bukit Wairinding juga hampir setiap hari menjadi lokasi bermain anak-anak warga sekitar. Bukan cuma bermain, anak-anak ini juga kerap terlihat sedang bernyanyi dan bahkan menggembala hewan ternak mereka, seperti kuda dan domba.
Mereka terbilang ramah pada pengunjung dan bahkan tidak akan segan menemani kamu selama berada di bukit tanpa mengharapkan imbalan. Senyuman, antusiasme, dan ketulusan mereka bisa memberi warna baru pada liburanmu di Sumba.
Baca Juga: Cocok Untuk Liburan, Inilah 10 Tempat Wisata Sumba yang Menarik
Rute Menuju Bukit Wairinding
Untuk berkunjung ke Bukit Wairinding, kamu dapat mengikuti rute berikut:
Dari Kota Waingapu, kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan sewaan, dan bahkan bus umum. Harga sewa mobil biasanya berada di kisaran Rp500.000–1.800.000 per hari lengkap dengan supir. Sementera itu, harga sewa untuk motor kurang lebih sebesar Rp100.000–250.000-an per hari.
Medan jalan yang akan kamu lalui sudah terbilang bagus dan beraspal halus, tapi berkelok-kelok dan menanjak layaknya jalan pegunungan. Untuk rutenya sendiri, dari pusat Kota Waingapu, ambillah jalur menuju jalan trans Sumba Waingapu-Waikabubak. Di sepanjang perjalanan, kamu akan menjumpai dua danau di sisi kiri jalan.
Kamu akan sampai di Bukit Wairinding dalam waktu 30–45 menit. Patokannya adalah sebuah warung kecil berwarna biru persis di kanan jalan. Parkirkan kendaraan di tempat yang sudah tersedia. Dari tempat parkir, kamu masih harus berjalan sejauh 500 meter (sekitar 10 menit) untuk mencapai Bukit Wairinding yang memukau.
Baca Juga: Jenis-Jenis Transportasi untuk Menjelajahi Sumba
Kapan Waktu yang Tepat Mengunjungi Bukit Wairinding?

Photo: Riyanthi Sianturi via Unsplash
Kamu dapat berkunjung ke Bukit Wairinding sepanjang tahun, dan setiap musim akan menawarkan pengalaman yang unik dan menakjubkan.
Pada saat musim penghujan, sekitaran bulan Desember, Bukit Wairinding akan berubah menjadi oase hijau yang mirip dengan pemandangan di New Zealand. Ini adalah waktu yang tepat bagi para pengunjung yang menginginkan pemandangan segar dan berwarna hijau yang memukau.
Di sisi lain, saat musim kemarau tiba, kamu akan disuguhkan dengan pemandangan yang kering dan kekuningan yang memberikan kesan seperti sedang berpetualang di Afrika. Manfaatkan momen ideal ini bagi kamu yang ingin merasakan eksotisme gurun yang tandus.
Tetapi yang terpenting, apa pun musimnya, Bukit Wairinding akan selalu menjadi destinasi wisata yang menakjubkan. Setiap perubahan musim akan memberikan pesona yang berbeda, sehingga Anda dapat berkunjung ke sana kapan saja sesuai preferensimu
Kegiatan Seru di Bukit Wairinding Sumba Timur
1. Trekking dengan Pemandangan Sabana

Photo: Bobobox Internal Aset
Begitu sampai di Bukit Wairinding Sumba, kamu akan melihat area lapang dengan jalan tanah yang mengular ke arah puncak. Tenang dulu, jalur trekking di sini tergolong ringan, sehingga cocok buat pemula atau keluarga yang pengen jalan santai.
Pasalnya, rute ke puncak Bukit Wairinding nggak curam. Justru, medannya cenderung landai dengan sedikit tanjakan. Nggak ada jalur baku yang harus kamu ikuti, jadi kamu tinggal pilih arah ke puncak bukit mana yang ingin kamu datangi.
Selama berjalan, kamu bisa melihat sabana luas berubah warna tergantung musim. Di musim hujan, bukitnya tampak hijau dan segar. Saat musim kemarau, permukaan berubah kecokelatan dan lebih kering, tapi tetap menarik untuk dijelajahi.
2. Bersantai Melihat Sunset di Puncak Bukit
Puncak Bukit Wairinding Sumba terkenal dengan panorama senja yang luas dan tak terhalang apa pun. Bukit Wairinding sunset sering jadi alasan orang kembali lagi ke tempat ini karena pengalaman tiap hari bisa berbeda.
Ketika matahari mulai turun, rumput kecokelatan di sekitar bukit seolah berkilau. Nah, biar cakrawalanya terlihat lebih jelas, kamu bisa mencari titik yang agak tinggi. Namun, jangan lupa bawa alas duduk sederhana atau jaket tipis karena angin sering terasa lebih kuat saat hari mulai gelap.
3. Berkuda Naik Turun Bukit

Photo: Bobobox Internal Aset
Kalau kamu sering lihat Bukit Wairinding photos, pasti pernah menemukan orang-orang menunggangi kuda di sekitaran bukitnya. Memang, selain berjalan kaki, aktivitas yang sering dicoba para pengunjung Bukit Wairinding adalah berkuda.
Di beberapa sudut, warga lokal menyediakan penyewaan kuda untuk kamu yang mau mencoba naik-turun bukit tanpa banyak tenaga. Jalurnya fleksibel dan nggak ada rute khusus yang baku. Biasanya, kamu tinggal mengikuti pemandu kecil setempat.
Dari pelana, kamu bisa menikmati sabana dengan sudut pandang lebih tinggi. Gerakan lembut kuda naik-turun bukit juga menambah kesan alam liar yang jarang kamu temui di kota.
4. Piknik Santai di Puncak Bukit
Lagi jalan-jalan bareng rombongan? Wah, piknik santai di Bukit Wairinding bakal cocok banget! Kamu bisa cari area agak datar di puncak atau lereng bukit, hamparkan kain, dan keluarkan bekal.
Suasana sepi di Bukit Wairinding Sumba Timur bikin aktivitas ini terasa lebih damai. Soalnya, kamu bisa makan sambil menikmati pemandangan sabana tanpa kebisingan.
Kalau ingin tinggal lebih lama, jangan lupa kumpulkan semua sampah dalam trashbag dan pastikan kamu nggak meninggalkan apa pun di area rumput. Semua orang pastinya ingin melihat rerumputan di bukit ini tetap bersih.
5. Berburu Spot Foto Terbaik

Photo: Bobobox Internal Aset
Selain puncak bukit utama, ada banyak sudut menarik untuk foto-foto di Bukit Wairinding. Salah satu area yang sering luput adalah lembah kecil antara dua bukit yang membentuk cekungan lebar. Dari sana, bukit di belakangmu terlihat bergelombang dengan pola garis alamiah.
Terus, kamu juga bisa berjalan sedikit lebih jauh ke sisi timur bukit. Pemandangannya lebih luas, dan saat cuaca cerah, kamu bisa mendapatkan view cakrawala yang membentang luas.
Spot lainnya ada di jalur naik ke bukit kedua yang nggak terlalu tinggi. Di titik ini, kamu bisa mengambil gambar Bukit Wairinding dengan beberapa lapis bukit sekaligus. Terakhir, untuk kamu si pencari suasana yang lebih tenang, cobalah ke bagian utara bukit yang cenderung lebih sepi.
Harga Tiket Masuk dan Fasilitas Bukit Wairinding
Tiket masuk Bukit Wairinding bukan hal yang pasti. Kamu bisa saja masuk ke area bukit tanpa membayar uang sepeser pun alias gratis.
Pengunjung yang datang biasanya harus mengisi buku tamu terlebih dahulu. Setelah itu, kamu bisa memberikan uang sumbangan seikhlasnya sebesar Rp5.000 untuk membantu kesejahteraan masyarakat setempat.
Meski tidak ada tiket masuk, Bukit Wairinding telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas penunjang, yaitu:
- area parkir
- beberapa gubuk atau saung sederhana
- toilet berbayar (Rp5.000 sekali pakai)
- warung makanan dan minuman
- sewa kuda untuk foto (Rp20.000)
- sewa kuda untuk berkeliling (Rp50.000)
- wewa kain tenun Sumba (Rp25.000)
Tips Aman dan Nyaman Berwisata di Bukit Wairinding
Sebelum memutuskan pergi, beberapa tips berikut ini bisa kamu coba agar kunjungan tetap aman dan nyaman:
- Bawa perbekalan yang cukup sebab warung yang tersedia masih belum lengkap.
- Kenakan pakaian hangat jika kamu berkunjung saat subuh atau menjelang sore dan pada malam hari. Udara di sekitar bukit cukup dingin dan anginnya pun cukup kencang pada waktu-waktu ini.
- Waktu kunjungan terbaik adalah saat sunrise dan sekitar pukul 16.00 hingga matahari tenggelam.
- Jika datang pada siang hari, pastikan kamu membawa topi dan kacamata hitam. Matahari siang cukup terik dan menyilaukan, dan udaranya juga akan terasa panas.
- Gunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin sebab kamu akan menapaki jalan berbatu.
- Jika membawa anak-anak, selalu jaga dan awasi mereka karena Bukit Wairinding tidak menyediakan pagar pembatas.
- Bagi kamu yang ingin suasana lebih tenang, datanglah pada hari biasa.
- Datanglah pada bulan Desember untuk melihat pemandangan hijau dan bulan Juli–September untuk pemandangan kering kekuningan yang eksotis.
- Nikmati pesona alam Bukit Wairinding tanpa merusak dan jaga selalu kebersihannya dengan tidak meninggalkan sampah.
Baca Juga: Daya Pikat Tenun Ikat Sumba, Butuh 42 Langkah untuk Membuatnya
Ikut Bobocabin Jelajahi Bukit Wairinding, Yuk!

Photo: Bobobox Internal Asset
Nggak pengen menjelajahi Bukit Wairinding Sumba Timur sendirian? Kamu bisa coba tur 4 hari 3 malam dari Bobocabin Umarato, Sumba yang juga mencakup kunjungan ke sana bersama pemandu berpengalaman!
Selama durasi tur tersebut, kamu akan diajak eksplorasi Bukit Wairinding untuk foto-foto, berenang di Air Terjun Tanggedu, dan masih banyak lagi. Kamu bakal dapat driver khusus untuk rombonganmu, jadi nggak perlu repot cari transportasi lagi ke berbagai tempat wisata di Sumba.
Tentu saja, tur dari Bobocabin juga sudah termasuk tempat menginap yang nyaman dalam bentuk Cabin kayu alami dengan interior futuristik. Tiap Cabin sudah dilengkapi dengan B-Pad yang berguna untuk memburamkan Smart Window kalau kamu sudah puas menikmati view laut sambil rebahan, mengubah warna Mood Lamp, dan mengatur volume suara Bluetooth Speaker saat memutar lagu.

Photo: Bobobox Internal Asset
Selain itu, di Cabin juga tersedia amenities berupa peralatan menyeduh teh dan toiletries di dalam kamar mandi pribadi. Bersantai habis seharian jalan-jalan nggak perlu ribet lagi, deh! Apalagi, kamu bisa sewa fun games seperti kartu Uno, Tentang Kita, menara Uno Stacko, papan congklak, peralatan melukis, dan kembang api untuk dimainkan di tepi Fire Pit.
Seru abis, kan? Selain seru, menginap di Bobocabin Umarato itu juga hemat, lho! Soalnya, ada promo SuperBob Sale: A Fresh Start (22 Januari-2 Februari 2026) yang menawarkan diskon hingga 25% untuk staycation di Bobocabin, dan lebih banyak potongan harga dari sesi IG Live Bobocabin serta early bird menjelang Idulfitri.
Gimana cara dapat diskonnya? Gampang banget, lho! Pastikan kamu sudah download aplikasi Bobobox di smartphone, dan pesan Cabin-mu secara langsung dari sana supaya makin untung!
Featured Photo: Bobobox Internal Asset
