Petak Sembilan Glodok, tempat wisata libur lebaran jakarta

11 Chinatown di Indonesia yang Paling Terkenal

Chinatown atau pecinan umumnya ditandai dengan keberadaan kelenteng, pasar, serta rumah tinggal tanpa pekarangan yang sekaligus berfungsi sebagai toko untuk berdagang. Chinatown juga identik dengan elemen berwarna merah serta kerap menjadi lokasi perayaan Imlek.

Nah, di mana sajakah Chinatown di Indonesia yang paling terkenal? Simak tujuh di antaranya berikut ini!

Chinatown Terkenal di Indonesia

1. Glodok, Jakarta Barat

glodok jakarta barat

Photo: Fahrizal Khoirul via Unsplash

Salah satu Chinatown di Indonesia yang cukup tersohor bisa kamu jumpai di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Jaraknya hanya setara 10-15 menit perjalanan dari Bobopod Kota Tua, lho!

Glodok identik dengan berbagai bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh di tengah gedung-gedung menjulang ibu kota. Sebagian bahkan masih berfungsi sebagai toko dan tempat makan legendaris yang kerap menarik perhatian pengunjung.

Sebagai salah satu kawasan pecinan terbesar dan tertua di Jakarta, kawasan Glodok menawarkan beragam wisata menarik untuk ditelusuri, mulai dari belanja, religi, kuliner hingga sejarah dan budaya. Menariknya, akses masuk ke Chinatown Glodok 100% gratis, jadi kamu bisa menghemat biaya jalan-jalan di Jakarta.

Wisata belanja bisa kamu lakukan di pasar Petak Sembilan yang menyediakan beragam produk khas negeri tirai bambu.

Ada camilan, kue, obat-obatan tradisional, bumbu dan bahan masakan, peralatan ibadah, dekorasi rumah, pernak-pernik Imlek, perkakas dapur, buku Mandarin hingga aneka sayuran dan daging.

Untuk wisata religi, ada Vihara Dharma Bhakti yang sudah berdiri sejak tahun 1650, Vihara Toa Se Bio, dan Gereja Santa Maria de Fatima. Gereja Katolik satu ini terbilang unik sebab memiliki arsitektur dan ornamen bergaya oriental.

Jika ingin wisata kuliner, ada gang-gang kuliner Petak Sembilan, Pantjoran Tea House dan Pancoran Chinatown Point yang menawarkan beragam kuliner lezat nan legendaris.

Sementara itu, wisata budaya dan sejarahnya bisa kamu dapatkan di Gedung Candra Naya dan Pieces of Peace yang akan memperkenalkan kamu pada budaya minum teh ala Tionghoa.

2. Pecinan Semarang

chinatown pecinan semarang

Photo: Gabriel Federa via Unsplash

Berlokasi tidak jauh dari Kota Lama, Pecinan Semarang di kawasan Kauman menjadi salah satu wisata andalan Kota Semarang, apalagi saat Imlek tiba. Kemeriahan Tahun Baru Imlek di Chinatown Semarang selalu menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung, terlebih dengan akses masuk gratis. Wah, cocok buat jalan-jalan murah di Semarang, nih!

Namun, di luar kemeriahan Imlek, Chinatown di Indonesia ini memang menyuguhkan beragam wisata menarik yang sayang untuk dilewatkan. Salah satu yang paling terkenal adalah wisata kelenteng yang membuat tempat ini mendapat julukan sebagai kawasan “1001 kelenteng”.

Meski begitu, sebenarnya hanya ada sembilan bangunan kelenteng yang tersebar di setiap gang Pecinan Semarang ini. Mulai dari Kelenteng Tay Kak Sie hingga Hoo Hok Bio, lokasinya cukup berdekatan sehingga mudah bagi kamu untuk menyusurinya dengan hanya berjalan kaki.

Selain kelenteng, wisata kuliner juga menjadi agenda wajib saat berkunjung ke Pecinan Semarang. Ada Lumpia Gang Lombok yang legendaris serta Pasar Semawis dengan suguhan ragam kuliner tradisional hingga kekinian yang hanya buka di akhir pekan.

Saat Imlek tiba, kamu bahkan bisa menyaksikan beragam pertunjukan menarik, termasuk pertunjukan barongsai yang ikonis. Tertarik merasakan vibes-nya sendiri? Kamu bisa nginap di Bobopod Kota Lama, Semarang, yang terpaut 15 menit jalan kaki saja dari Chinatown Semarang. Tempatnya sendiri buka hanya selama weekend pada pukul 18.00-22.00 WIB.

3. Sudiroprajan, Solo

Chinatown Solo di Sudiroprajan bukan hanya terkenal sebagai pemukiman masyarakat Tionghoa, tetapi juga kerukunan mereka dengan warga Jawa.

Kawasan Sudiroprajan ini adalah sebuah kelurahan di Kecamatan Jebres, Kota Solo. Kamu hanya memerlukan waktu tempuh 5 menit dari Bobopod Slamet Riyadi untuk ke lokasinya. Praktis, kan?

Masyarakat kelurahan ini adalah peranakan Tionghoa yang sudah menetap dan hidup berdampingan dengan masyarakat Jawa sejak puluhan tahun lalu.

Kerukunan ini pun menghasilkan tradisi yang tidak boleh terlewatkan saat Imlek tiba, yaitu Grebeg Sudiro. Tradisi ini biasanya berupa arak-arakan menyusuri kampung dengan iringan musik dan tari tradisional.

Di puncak acaranya, arak-arakan dilengkapi dengan gunungan kue keranjang dengan jumlah mencapai 4.000 buah. Kue-kue tersebut akan menjadi rebutan para warga atau penonton di akhir acara dan diyakini sebagai pembawa berkah.

Bukan cuma Grebeg Sudiro, Chinatown di Indonesia ini juga kerap menjadi tempat pagelaran kesenian barongsai, tarian, pakaian tradisional hingga kesenian kontemporer yang bisa kamu tonton secara gratis.

Selain itu, ada juga kegiatan susur Kali Pepe dengan menggunakan kapal hias. Sambil menyusuri sungai, pengunjung bisa menikmati pemandangan lampion Imlek di malam hari yang romantis.

Baca Juga: Nggak Hanya Gedung Saja, Ini 7 Wisata Jakarta Nuansa Alam yang Patut Dicoba

4. Kya Kya, Surabaya

Jalan Kembang Jepun, Surabaya atau kawasan Kya-Kya merupakan salah satu kawasan Chinatown di Indonesia yang baru kembali dihidupkan oleh pemerintah setempat.

Kehadirannya bisa menjadi alternatif wisata malam sekaligus wisata kuliner Tionghoa saat berkunjung ke Surabaya.

Melalui wisata Kya-Kya ini, kamu bisa menyusuri beragam bangunan bersejarah dengan menaiki becak yang sudah tersedia di sekitarnya. Tempatnya buka 24 jam, jadi kamu bisa lebih fleksibel menyesuaikan jadwal kunjungan.

Ada bangunan Rumah Abu keluarga Han yang kini menjadi cagar budaya dan kelenteng Hok An King, kelenteng Dewa Makco satu-satunya di Surabaya.

Jika perut mulai lapar, kamu bisa menyambangi beragam kios yang menawarkan aneka makanan nikmat khas Pecinan dan Surabaya.

Selain itu, Chinatown Indonesia ini juga menjadi tempat penyelenggaraan pementasan budaya, seperti musik klasik Tiongkok, pertunjukan barongsai, kembang api hingga musik keroncong.

5. Chinatown Singkawang, Kalimantan Barat

Beralih ke Kalimantan, kamu akan menjumpai Chinatown di Indonesia lainnya yang tak kalah terkenal, yaitu Chinatown Singkawang atau Pecinan Jamthang Singkawang-Kuching di Pontianak. Termasuk salah satu yang terbesar di Indonesia, pecinan satu ini terkenal dengan sebutan “Kota Seribu Kelenteng”.

Julukan ini terutama berkaitan dengan mayoritas penduduk Tionghoanya yang merupakan penganut Konghucu, Tao, dan Buddha. Banyaknya penganut agama tersebut mengakibatkan banyaknya bangunan kelenteng yang dibangun sehingga terciptalah julukan kota seribu kelenteng.

Salah satu yang yang tertua dan terbesar  adalah Tri Dharma Bumi Raya. Kelenteng ini terletak di tengah-tengah Kota Singkawan dan sudah berdiri sejak tahun 1878. Selain kelenteng, kamu juga bisa menemukan bangunan-bangunan menarik lainnya di Singkawang.

Sebut saja bangunan peninggalan Belanda, rumah tua berarsitektur khas Tionghoa, hingga dragon kiln atau tungku pembakaran keramik. Bukan cuma itu, berbagai tradisi menarik juga bisa kamu saksikan di Chinatown Indonesia ini. Sebut saja perayaan Imlek, Cap Go Meh, Ceng Beng, dan bahkan Pawai Tatung.

Sebagai informasi, Pawai Tatung merupakan tradisi ekstrem hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Dayak yang mempertunjukkan ilmu kekebalan tubuh.

Baca Juga: 10 Destinasi Wisata Sejarah di Indonesia, dari Candi Sampai Istana!

6. Bukit Nagoya, Batam

Saat berlibur ke Batam, Bukit Nagoya menjadi salah satu destinasi wisata yang tidak boleh kamu lewatkan. Chinatown di Indonesia satu ini merupakan salah satu kawasan paling hidup di Batam dan didominasi oleh masyarakat etnis Tionghoa. Selain menjumpai bangunan dan kuil peninggalan khas Tionghoa, kamu juga bisa menikmati beragam wisata modern.

Sebagai informasi, kawasan satu ini tidak hanya menyediakan toko, tetapi juga area mall, restoran, pasar, hotel, hingga tempat hiburan. Saat Imlek tiba, suasana akan semakin hidup dengan kehadiran lampion dan umbul-umbul merah bertuliskan aksara Tiongkok.

Selain itu, pengunjung ada juga pertunjukan budaya, bazar makanan, atraksi barongsai dan naga, fashion show hingga pesta kembang api.

7. Asia Mega Mas, Medan

Beralih ke Sumatera Utara, Chinatown Medan yang berlokasi di kompleks Asia Mega Mas merupakan surga barang murah, serta menjadi wisata andalan bagi para pecinta kuliner. Buka 24 jam dengan akses masuk gratis, kawasan satu ini biasanya mulai ramai sejak menjelang sore hingga larut malam.

Sama halnya dengan Chinatown di Indonesia lainnya, Chinatown Medan juga menyuguhkan beragam kuliner khas Tiongkok dan Nusantara.

Beberapa yang cukup populer adalah Nasi Tim Acu, Nasi Sayur Ahwa, Bihun Bebek Atak, Ationg Horfun, dan lainnya. Selain itu, ada juga suguhan kuliner tidak biasa, seperti ular, katak dan kadal.

Untuk pecinta belanja, Chinatown Medan memang menawarkan beragam barang berharga miring, termasuk pakaian, mainan, pernak-pernik hingga peralatan rumah tangga. Selain itu, kawasan satu ini juga kerap menyediakan hiburan Pasar Malam, sehingga penuh sesak oleh pengunjung dan penjual, termasuk penjual barang maupun kuliner.

8. Kampung Ketandan, Yogyakarta 

Kampung Ketandan

Photo: Mr. Francozzz via Wikimedia Commons

Kalau kamu lagi jalan-jalan di Malioboro, jangan cuma berhenti di depan toko batik saja. Cobalah melipir sedikit ke arah utara Pasar Beringharjo. Di sana, ada sebuah gapura megah bertuliskan “Kampoeng Ketandan” yang jadi penanda kamu sudah masuk ke area Chinatown di Jogja. Akses masuknya terbuka 24 jam, dan nggak ada biaya masuk!

Lokasinya super strategis di Jl. Ketandan Kulon, Ngupasan. Kamu cukup jalan kaki selama 5 menitan ke sini kalau nginap dari Bobopod Malioboro, lho! Lebih uniknya lagi, Kampung Ketandan ini sudah ada sejak zaman Sultan Hamengku Buwono II sebagai pusat perdagangan emas warga Tionghoa.   

Vibes di sini beda banget sama Malioboro yang ramai. Kamu bakal menemukan bangunan-bangunan tua dengan gaya arsitektur perpaduan Tiongkok, Jawa, dan Eropa yang estetik parah buat foto-foto. 

Lapar pas lagi jalan-jalan? Tenang, kamu bisa cobain Yammie Ketandan atau mampir ke toko legendaris Roti Djoen di kawasan ini buat jajan. 

Terus, untuk kamu yang pengen ngerasain suasana paling meriah, datanglah saat perayaan Imlek karena bakal ada Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) yang penuh dengan festival barongsai, naga, dan bazar makanan yang melimpah ruah.

9. Pasar Lama, Tangerang

Kelenteng_Boen_Tek_Bio

Photo: Paul Arden via Wikimedia Commons

Siapa di sini yang suka kulineran? Jangan sampai kamu melewatkan kesempatan ke kawasan Pasar Lama di Kota Tangerang! Kawasan Pasar Lama Tangerang adalah rumah bagi komunitas Cina Benteng yang sudah menetap selama ratusan tahun.

Pada siang hari, kamu akan melihat keramaian orang-orang yang belanja di pasar tradisional pada umumnya. Terutama, di sekitaran Jalan Kisamaun. Namun, begitu matahari terbenam sampai pukul 23.00 WIB, Jalan Kisamaun bakal berubah jadi pusat Chinatown kuliner malam hits di Jabodetabek. 

Kamu bisa menemukan apa saja, mulai dari jajanan viral Kepak Madu Mael seharga Rp28 ribuan sampai sate gurita yang kenyal dan gurih.

Selain kulineran, kamu juga bisa wisata sejarah di Kampung Pecinan Tangerang satu ini. Soalnya, ada Museum Benteng Heritage di bangunan Peranakan dari tahun 1684. Nggak jauh dari sana, terdapat Klenteng Boen Tek Bio, salah satu klenteng tertua yang punya lonceng raksasa dari tahun 1835.

Meski Klenteng Boen Tek Bio buka 24 jam, Museum Benteng Heritage hanya bisa diakses pada pukul 10.00-17.00 WIB setiap hari Selasa-Minggu. Lalu, ada HTM sebesar Rp20.000-Rp30.000 orang untuk ke museum. Tenang, akses masuk ke klenteng gratis, kok.

Tertarik wisata di Pasar Lama? Untuk mempermudah perjalanan kemari, bisa nginap di Bobopod Airport CBC, Tangerang dengan waktu tempuh 30 menitan!

10. Pantjoran PIK, Jakarta Utara 

Pantjoran PIK

Photo: Zezen Zaenal Mutaqin via Pexels

Semisal kamu mau merasakan suasana Chinatown dengan fasilitas yang lebih modern dan nyaman, langsung saja ke Pantjoran PIK (Pantai Indah Kapuk) di Jakarta Utara. 

Tempat ini dibangun di atas lahan seluas 5.300 meter persegi pada kawasan Golf Island PIK dengan konsep yang terinspirasi dari kota Zhangzhou di Tiongkok. Akses masuknya buka 24 jam dan gratis!

Begitu masuk, kamu bakal disambut gapura merah emas yang ikonik banget dan sering dijadikan latar belakang foto oleh para selebgram. Nah, gapura ini gampang banget terlihat dari jauh, dan letaknya cukup strategis karena berseberangan dengan Central Market PIK.

Selain itu, ada pagoda merah megah dan mural-mural estetik yang bercerita tentang aktivitas warga Tionghoa zaman dulu. 

Mampir ke Pantjoran PIK enaknya kulineran karena di sini ada lebih dari 80 tenant makanan enak, mulai dari yang legendaris seperti Es Kopi Tak Kie (sejak 1927) sampai Kwetiau 28 AHo yang relatif modern. Meskipun banyak makanan non-halal, tenant yang halal juga nggak kalah banyak, kok.

Kamu bisa berkunjung ke Pantjoran PIK ini surga buat kamu yang suka kuliner kurasi, karena ada lebih dari 80 tenant makanan enak mulai dari yang legendaris seperti Es Kopi Tak Kie (sejak 1927) sampai Kwetiau 28 AHo yang sudah bersertifikat halal. Meskipun banyak makanan non-halal, tenant yang halal juga banyak, kok!

Meski terletak di Jakarta, kawasan Pantjoran PIK tetap gampang diakses dari kota sekitarnya seperti Tangerang. Ya, termasuk Bobopod Airport CBC, Tangerang karena ada akses langsung tol bandara dan PIK.

11. Pasar Besar Malang 

Terakhir, buat kamu yang lagi di Jawa Timur, jangan lewatkan Kampung Pecinan di sekitar Pasar Besar Malang, hanya 8 menit dari Bobopod Alun-alun Malang

Pusat perhatiannya tentu saja Klenteng Eng An Kiong yang sudah berdiri tegak sejak tahun 1825. Klenteng ini buka tiap hari pukul 08.00-21.00 WIB, dan kamu cukup memberi donasi sukarela untuk masuk. 

Klenteng ini merupakan cagar budaya tertua di Malang dengan warna merah menyala yang melambangkan keberanian dan kebahagiaan. Kamu bisa melihat detail tiang kayu asli yang masih terjaga dari ratusan tahun lalu, benar-benar nuansa sejarah yang sangat kental.   

Setelah puas melihat klenteng, saatnya berburu kuliner di sekitar lokasi. Untuk salah satu rekomendasi terbaiknya, ada Cwie Mie Kelenteng by Afuk. Letaknya memang tersembunyi di basement klenteng, tapi rasanya yang gurih dan isiannya yang halal bikin petualanganmu makin worth the effort.

Kalau mau yang lebih legendaris lagi, kamu bisa ke Warung Lama H. Ridwan yang sudah jualan sejak 1925 di dalam Pasar Besar.

Lengkapi Rencana Jalan-Jalan ke Chinatown dengan Menginap di Bobopod!

Bobopod bestie

Photo: Bobobox Internal Asset

Kira-kira, kamu paling tertarik mampir ke Chinatown yang mana, nih? Supaya perjalanan lebih gampang, nginap aja di Bobopod buat istirahat! Letaknya nempel sama jantung perkotaan besar, dan tentu gampang diakses dengan kendaraan pribadi maupun umum.

Untuk membantumu recharge tenaga, Bobopod menyediakan Pod futuristik dan nyaman dengan space yang lega. Di dalamnya, kamu bisa rebahan di atas kasur empuk ditemani selimut hangat, alunan musik dari smartphone melalui Bluetooth Speaker, dan ada Mood Lamp dengan warna customizable. Ya, kamu tinggal ubah lewat B-Pad!

Praktisnya, keluar masuk dari Pod nggak perlu pakai kunci fisik karena sudah ada QR Door Lock System. 

Bobopod Slamet Riyadi Solo

Photo: Bobobox Internal Asset

Cukup bermodalkan scan kode QR di smartphone, kamu bisa beraktivitas dengan mudah. Termasuk, saat kamu pengen bersantai di Communal Area yang memiliki banyak tempat duduk, kursi pijat (hanya di cabang tertentu), colokan, dispenser, microwave, dan free WiFi!

Oh iya, kamu juga nggak perlu merogoh kocek terlalu mahal buat bermalam di Bobopod, lho! Harganya sudah terjangkau, dan kamu bisa berhemat lebih banyak kalau pesan Pod lewat aplikasi Bobobox dengan promo khusus pengguna terdaftar. 

Salah satu yang terbarunya? SuperBob Sale: A Fresh Start untuk mendukung liburan yang lebih tenang setelah pergantian tahun! 

Selama tanggal 22 Januari-2 Februari 2026, kamu bisa dapat diskon hingga 25% untuk staycation di Bobopod, promo early bird spesial selama libur lebaran, dan berbagai diskon fantastis lainnya yang hanya tersedia selama sesi IG Live Bobopod. Jangan lewatkan, dan download aplikasinya di sini!

 

Featured Photo: Iqro Rinaldi via Unsplash

Bobobox

Bobobox

Sejak tahun 2018, Bobobox hadir menawarkan pengalaman yang berbeda bagi para traveler untuk menikmati perjalanan yang sempurna. Bobobox menghubungkan traveler, dari pod ke kota.

All Posts

Bobobox

Rasakan sensasi menginap di hotel kapsul Bobobox! Selain nyaman, hotel kapsul ini mengedepankan teknologi dan keamanan. Bobobox bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk menikmati perjalanan dan beristirahat, dan cocok untuk perjalanan liburan atau bisnis.

Top Articles

Categories

Follow Us

Latest Articles