Apa yang ada di pikiranmu saat mendengar kata “bakso?” Pasti kamu langsung membayangkan bola-bola daging lezat dengan kuah kaldu yang gurih, mi, bihun, dan sayur.
Cocok disajikan saat masih panas, biasanya hidangan bakso kuah ini akan laku keras saat musim hujan tiba. Meskipun begitu, menyantap bakso saat cuaca panas pun juga enggak masalah!
Bahkan, kamu bisa membuat bakso di rumah untuk menyesuaikan tekstur, rasa, dan isiannya sesuai dengan seleramu.
Namun, sebaiknya kamu tahu dulu apa saja cara membuat bakso yang salah supaya bisa menghindarinya, dan rasa bakso buatanmu jadi lebih enak. Yuk, kita bahas bareng-bareng di sini!
10 Cara Membuat Bakso yang Sebaiknya Dihindari
1. Tidak Menggunakan Daging yang Masih Segar
Daging yang nggak segar biasanya sudah kehilangan teksturnya. Karena itu, bakso bakal terasa lembek dan nggak kenyal. Selain itu, aroma daging yang kurang segar juga bisa membuat bakso terasa anyir atau bahkan pahit.
Jadi, pastikan kamu selalu pakai daging sapi yang masih segar, warnanya merah cerah, dan baunya masih alami. Hindari daging yang sudah berwarna kecoklatan atau kehitaman karena itu tanda kalau daging sudah terlalu lama disimpan.
2. Memilih Daging yang Terlalu Berlemak
Jika kamu ingin menggunakan daging sapi halus sebagai bahan utama, pilihlah daging yang bebas lemak. Sebaiknya kamu menggunakan daging yang hanya mengandung sekitar 20 persen lemak saja, agar tekstur bakso yang kamu buat tetap lembut namun tidak lembek.
Hindari menggunakan daging giling yang sudah tersedia di pasar atau supermarket karena biasanya daging merah dan lemaknya sudah tercampur. Lemak yang berlebihan pada bakso akan membuat tekstur bakso tidak kenyal dan terasa lebih enek.
Namun, jika kamu ingin membuat dengan bahan urat sapi, kamu bisa menggunakan daging sengkel atau daging yang berada pada bagian depan kaki sapi. Ini karena daging sengkel memiliki sedikit lemak namun banyak urat. Untuk bakso ayam, gunakan daging ayam yang bebas kulit, seperti dada, fillet, atau daging ayam yang sudah digiling. Bakso ayam akan lebih terasa lezat jika dicampur dengan sedikit daging udang kupas.
Sementara untuk bakso seafood, kamu bisa memakai ikan yang memiliki daging putih dengan duri yang tidak menyebar seperti ikan tenggiri, kakap, atau kerapu. Udang, cumi, dan kepiting juga menjadi pilihan tepat untuk dijadikan bakso seafood.
Baca Juga: Yuk Buat, Ini Resep Bakso Malang yang Enak dan Mudah Dibuat untuk Menu Buka Puasa
3. Tidak Menakar dengan Benar Bahan yang Diperlukan
Untuk memperoleh tekstur bakso yang sesuai, ada baiknya jika kamu menimbang terlebih dahulu bahan yang kamu perlukan. Ini sangat berguna untuk menghindari bakso yang terlalu lembek dan tidak kenyal.
Kunci dari pembuatan bakso ada pada dua bahan, yaitu daging dan tepung tapioka. Rasio perbandingan dari kedua bahan ini adalah 4:1.
Jadi, jika kamu menggunakan 1 kilogram daging, maka tepung tapioka yang harus kamu gunakan tidak boleh melebihi 250 gram.
Kurang dari itu, maka tekstur bakso akan terlalu lembek dan susah untuk kamu bentuk. Sebaliknya, jika tepung tapioka dalam adonan berlebihan, maka tekstur bakso akan menjadi terlalu keras dan tidak enak.
Selain itu, kamu juga perlu menambahkan telur. Telur berfungsi untuk mengikat daging, tepung, dan bahan lainnya agar bakso tidak pecah saat merebusnya. Telur juga akan menjadikan bakso yang kamu buat terasa lebih padat dan kenyal.
4. Tidak Menambahkan Es Batu pada Adonan Bakso
Banyak orang yang tidak tahu kalau peran es batu sangatlah penting dalam pembuatan bakso. Jika kamu sering mengabaikannya, coba untuk tidak melewatkan tahap penambahan es batu pada adonan bakso kali ini.
Fungsi es batu adalah sebagai pembentuk tekstur bakso menjadi halus, lembut, dan mudah untuk kamu bentuk. Selain itu, es batu juga berguna untuk membantu melarutkan semua bahannya.
Terlebih jika menggiling daging menggunakan mesin, es batu dapat membuat suhu adonan menjadi lebih stabil. Panasnya mesin penggiling daging dapat menghancurkan protein yang terkandung.
Menambahkan es batu tentu akan membantu protein yang ada pada daging tidak rusak sehingga bakso terasa lebih sehat dan aman untuk kamu konsumsi.
5. Langsung Merebus Bakso saat Sudah Dibentuk
Ketika membuat bakso, kamu mungkin langsung memasukkan cetakan bakso ke dalam panci berisi air mendidih agar bakso bisa cepat matang. Cara ini memang terdengar efisien, namun ini justru akan membuat daging dan adonan dalam bakso menjadi lembek atau bahkan pecah.
Langkah yang benar adalah rendam butiran bakso ke dalam air hangat atau air panas terlebih dahulu. Diamkan selama kurang lebih 5 menit untuk mendapatkan kepadatan dan kekenyalan yang kamu inginkan. Setelah itu, barulah kamu bisa merebusnya untuk mematangkan bakso tersebut.
Jika bakso sudah mulai mengapung, itu tandanya bakso sudah matang. Kamu bisa langsung menyajikannya dengan mencampurnya dengan bahan pelengkap lain. Kamu juga bisa menyimpannya dulu jika kamu tidak akan langsung memakannya.
Jika kamu tidak langsung mengonsumsi bakso, rendamlah dulu bakso yang baru dibuat selama 2 hingga 3 menit untuk menghentikan proses pematangan. Ini juga bertujuan untuk menjaga bakso agar tetap kenyal. Kamu bisa merebusnya kembali saat akan menghidangkannya selama kurang lebih 2 hingga 3 menit.
6. Membuat Kaldu Langsung dari Air Rebusan Bakso
Mengonsumsi bakso memang paling pas dengan kuah yang gurih. Namun, membuat kuah yang gurih juga memerlukan bahan yang pas agar kuah terasa lezat.
Meskipun bakso terbuat dari daging, bukan berarti air rebusan baksonya bisa langsung menjadi kaldu yang enak. Justru, kamu perlu bahan tambahan lain agar kaldu bakso bisa terasa nikmat.
Kamu bisa menggunakan tulang sapi bagian lutut untuk membuat kuah bakso. Tulang lutut mengandung sumsum yang bisa memberikan rasa gurih dan sedap pada kuah kaldu tersebut.
Lakukan proses blanching atau memasak dengan waktu yang singkat untuk mengeluarkan kotoran pada tulang lutut serta mendapatkan warna kaldu yang lebih jernih. Caranya adalah rebus tulang lutut dalam air mendidih selama 5 menit untuk mengeluarkan buih dan kotoran dari tulang tersebut. Buang airnya, kemudian ganti dengan air yang baru dan rebus kembali tulangnya.
Masak kembali tulang dengan api kecil selama beberapa menit. Biarkan sari tulangnya keluar dan bercampur dengan air untuk menghasilkan kaldu bening yang gurih. Tambahkan juga bumbu penyedap seperti bawang putih, garam, merica, seledri dan daun bawang untuk menambah cita rasa pada kuah kaldu. Sajian bakso berkuah kaldu gurih ini akan sangat menggugah selera!
Baca Juga: Wajib Tahu! 7 Resep Masakan Untuk Bekal Mudik
7. Menggunakan Garam Halus untuk Adonan Bakso
Mungkin terdengar sepele, tapi jenis garam yang kamu pakai bisa berpengaruh besar pada tekstur bakso.
Banyak orang tanpa sadar menggunakan garam halus biasa dalam cara membuat bakso, padahal garam yang paling cocok untuk adonan bakso adalah garam kasar atau garam industri yang mengandung sodium tripolyphosphate.
Zat ini berfungsi untuk mengikat protein dalam daging, sehingga bakso bisa lebih kenyal dan elastis. Kalau kamu hanya pakai garam halus biasa, adonan bakso bisa jadi kurang padat dan teksturnya nggak sekenyal yang diharapkan.
Jadi, kalau mau hasil yang lebih maksimal, coba pakai garam kasar atau garam khusus untuk bakso yang banyak dijual di pasaran.
8. Tidak Menambahkan Telur ke Adonan Bakso
Beberapa orang mungkin berpikir bahwa bakso nggak perlu telur. Namun, faktanya, telur punya peran penting dalam menciptakan tekstur bakso yang sempurna. Sebab, telur berfungsi sebagai perekat alami dalam adonan, membantu mengikat semua bahan agar lebih menyatu.
Jadi, kalau kamu nggak pakai telur, kemungkinan besar bakso akan lebih mudah hancur saat direbus, atau malah jadi terlalu keras karena nggak ada elemen pengikatnya.
Ingat, satu butir telur untuk setiap setengah kilogram daging sudah cukup untuk memberikan tekstur lembut tanpa membuat bakso jadi terlalu padat.
9. Tidak Mencelupkan Bakso yang Sudah Direbus ke Air Es
Pernah membuat bakso yang terasa alot atau teksturnya nggak merata? Bisa jadi kamu lupa mencelupkannya ke air es setelah direbus. Langkah ini dalam cara memasak bakso sebenarnya cukup sederhana, tapi punya efek besar.
Ketika bakso langsung diangkat dari air panas dan dibiarkan begitu saja, proses pemasakan masih berlanjut karena panas yang tersimpan di dalam bakso. Akibatnya, tekstur bakso bisa jadi terlalu matang dan kurang kenyal.
Dengan mencelupkan bakso ke dalam air es setelah direbus, proses pemasakan langsung berhenti, dan tekstur bakso jadi lebih padat serta elastis. Selain itu, air es juga membantu menjaga bentuk bakso agar tetap bulat sempurna.
10. Membuat Bakso dengan Ukuran yang Berbeda
Photo: Abil Arqam via Unsplash
Mungkin kamu berpikir ukuran bakso nggak terlalu penting, tapi ternyata hal ini juga bisa memengaruhi hasil akhir. Kalau kamu membuat bakso dengan ukuran yang bervariasi, waktu matangnya jadi nggak merata. Bakso kecil akan matang lebih cepat, sedangkan yang besar butuh waktu lebih lama.
Akibatnya, ada bakso yang sudah matang sempurna, tapi ada juga yang masih setengah matang atau malah jadi terlalu keras. Solusinya, coba buat bakso dengan ukuran yang konsisten dengan cetakan supaya semuanya matang secara bersamaan dan teksturnya tetap terjaga.
Menginap di Bobopod Bikin Berburu Kuliner Bakso Lebih Gampang!
Ingin makan bakso yang sudah langsung jadi saja daripada repot-repot buat sendiri? Kalau punya waktu liburan, enggak ada salahnya berkunjung ke daerah yang terkenal dengan kuliner bakso khasnya, seperti Solo atau Malang!
Di Solo, ada banyak warung bakso enak yang letaknya dekat banget sama Bobopod Slamet Riyadi. Sehingga, akan memudahkanmu untuk wisata kulineran dan beristirahat setelahnya. Untuk rekomendasinya sendiri, ada Mie Ayam & Bakso Pak Dhe (450 m), Bakso Alex Mangkunegaran (1,4 km), dan Bakso Remaja Kartopuran (1,1 km).
Lalu, kalau kamu jalan-jalan ke Malang, cobalah menginap di Bobopod Alun-alun Malang karena lokasinya mudah dijangkau dari berbagai tempat makan bakso enak! Contohnya, yaitu Bakso Dong (450 m), Bakso Cak Toha (1 km), Depot Bakso Pak Dul (2,4 km)
Terakhir, untuk kamu yang ingin kulineran bakso dan mencicipi suasana alam Malang, kamu bisa memilih Bobocabin Coban Rondo, Malang.
Meski terletak di tengah hutan dan pegunungan, lokasinya tetap dekat dengan warung bakso populer. Beberapa di antaranya adalah Bakso Paralayang (2,7 km), Mie Pangsit & Bakso Kane (3,2 km), dan Bakso Jaya Dewi Sri Pujon (8 km).
Sudah tahu ingin mencicipi bakso khas mana? Yuk, buat rencana liburanmu dan booking Bobopod atau Bobocabin dari sekarang! Jangan lupa download aplikasi Bobobox di smartphone untuk reservasi dengan promo hemat eksklusif, ya!
Foto utama oleh: Abil Arqam via Unsplash