barongsai

7 Festival Imlek di Indonesia: dari Barongsai hingga Perang Air

Perayaan Imlek di Indonesia menampilkan keragaman budaya yang kaya, dengan berbagai festival unik yang memadukan tradisi Tionghoa dengan kearifan lokal. Festival Imlek ini tidak hanya menjadi ajang perayaan bagi komunitas Tionghoa, tetapi juga simbol akulturasi dan toleransi antar etnis di Indonesia.

Festival Imlek di Jakarta selalu meriah dengan deretan lampion yang menyemarakkan suasana serta pertunjukan barongsai dan Liong. Begitu pula dengan Festival Imlek Bersama Bali yang menggabungkan budaya Tionghoa dan Bali.

Akan tetapi, festival Imlek tidak selalu berpusat di Jakarta ataupun Bali. Berikut ini 7 festival Imlek di Indonesia beserta dengan sejarah dan filosofinya.

Baca juga: 7 Makanan Keberuntungan Saat Imlek

7 Festival Imlek di Indonesia Paling Meriah

1. Grebeg Sudiro – Solo, Jawa Tengah

Grebeg Sudiro merupakan salah satu festival Imlek yang paling khas dan unik di Indonesia. Berlangsung di kawasan Pasar Gede dan Sudiroprajan, Kota Solo, festival ini merupakan hasil akulturasi antara tradisi Tionghoa dan budaya Jawa yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Sejarah Grebeg Sudiro

Perayaan ini bermula dari tradisi Tionghoa lokal bernama Buk Teko, sebuah ritual syukur yang telah dilakukan di Sudiroprajan sejak lama. Pada 2007, komunitas Tionghoa setempat bersama warga mulai menyelenggarakan sebuah prosesi bersama yang kemudian dikenal sebagai Grebeg Sudiro.

Nama “grebeg” sendiri berasal dari tradisi Jawa yang berarti prosesi atau pawai besar, sedangkan “Sudiro” mengacu pada kawasan Sudiroprajan tempat festival ini digelar.

Rangkaian Acara dan Ritual

Festival ini dimulai dengan upacara tradisional, pawai budaya yang memadukan pertunjukan Barongsai, liong (tarian naga), reog Ponorogo, serta musik dari kedua budaya. Puncaknya adalah parade dari gunungan besar yang terbuat dari kue keranjang, buah-buahan, dan hasil bumi lain yang diarak keliling kota.

Ribuan warga antusias mengikuti acara ini, terutama saat prosesi pembagian ribuan kue keranjang (nian gao) yang disusun dalam bentuk gunungan. Warga percaya bahwa mendapatkan kue keranjang tersebut akan membawa berkah dan rezeki melimpah sepanjang tahun.

Filosofi

Filosofi Grebeg Sudiro mencerminkan semangat kerukunan dan toleransi antar etnis. Aksi saling membantu dalam persiapan dan perayaan menunjukkan hubungan harmonis antara komunitas Jawa dan Tionghoa di Solo.

Selain itu, tradisi rebutan gunungan juga mengandung makna “ora babah ora mamah” yang artinya “tanpa usaha tidak ada hasil”. Ini menjadi simbol bahwa rezeki harus diperjuangkan.

2. Pekan Budaya Tionghoa – Yogyakarta

acara imlek hotel

Photo: Humphrey M via Unsplash

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) adalah festival tahunan yang digelar menyambut Imlek di kota budaya ini. Pusat kegiatan berada di kawasan Kampung Ketandan, kawasan pecinan yang dikenal dengan warisan budaya Tionghoa-Jawa.

Sejarah Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta

PBTY pertama kali diselenggarakan pada tahun 2006. Kampoeng Ketandan yang berada dekat dengan Malioboro dipilih sebagai lokasi festival Imlek karena nilai sejarah dan situs cagar budayanya. Konon katanya, area tersebut berkaitan dengan cerita tokoh Tionghoa di masa lalu.

Rangkaian Kegiatan

Acara ini berlangsung selama beberapa hari dan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti pementasan seni, lomba fotografi, lomba memasak, parade, dan pertunjukan barongsai serta liong. Seluruh kawasan disulap dengan dekorasi khas Imlek, menciptakan suasana meriah yang menarik ribuan pengunjung lokal maupun wisatawan.

Filosofi

Pekan Budaya Tionghoa mencerminkan nilai akulturasi dan pengakuan atas warisan budaya. Acara ini mempererat hubungan antar komunitas dan memupuk rasa saling menghormati terhadap tradisi yang berbeda, sambil merayakan identitas budaya bersama yang kaya dan beragam.

3. Pertunjukan Barongsai & Liong

imlek barongsai

Photo: Lastmayday via Unsplash

Selain festival khusus seperti Grebeg Sudiro dan Pekan Budaya Tionghoa, pertunjukan barongsai dan liong merupakan inti dari perayaan Imlek di berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan banyak daerah lain.

Sejarah

Kesenian ini berasal dari Tiongkok kuno, populer sejak era Dinasti Nanbei (420-589 Masehi). Bersama dengan migrasi warga Tionghoa, kesenian ini masuk ke Indonesia pada abad ke-17.

Pelaksanaan dalam Festival Imlek

Dalam banyak festival Imlek Indonesia, pertunjukan ini menjadi pusat keramaian besar. Barongsai dimainkan oleh dua orang di bagian kepala dan ekor. Sementara itu, Liong dimainkan oleh tim yang terdiri dari sembilan orang atau lebih menggunakan naga tiruan dari kain. Pertunjukan ini selalu diiringi oleh musik tabuhan drum dan gong yang keras.

Filosofi

Secara simbolik, tarian ini mewakili harapan akan perlindungan, keberanian, dan keberuntungan. Barongsai dipercaya dapat mengusir energi buruk, sedangkan naga melambangkan kekuatan dan kemakmuran di tahun yang akan datang.

Promo Bobopod Banner

4. Cian Cui (Festival Perang Air) – Selatpanjang, Riau

Salah satu tradisi dan festival Imlek Indonesia yang paling unik, Cian Cui. Tradisi ini terkenal sebagai festival perang air di Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau.

Sejarah Cian Cui

Cian Cui awalnya merupakan tradisi komunitas Tionghoa di Selatpanjang yang kemudian berkembang menjadi perayaan lintas etnis melibatkan masyarakat Melayu, Jawa, Minang, dan lainnya. Festival ini berlangsung sekitar enam hari selama periode Imlek, dan telah menjadi ikon pariwisata budaya di Riau.

Rangkaian Festival

Selama Cian Cui, warga dan pengunjung saling menyiram air menggunakan pistol air, ember, gayung, dan lain sebagainya. Pertempuran air ini biasanya berlangsung di jalur utama kota. Selain perang air, ada juga kegiatan lain seperti sembahyang malam di kuil Buddha, festival lampion Imlek, pertunjukan musik, serta petasan dan kembang api.

Filosofi

Air dalam budaya Tionghoa sering diasosiasikan dengan keberkahan, pembersihan, dan kelimpahan. Semakin banyak air yang digunakan, semakin besar harapan bahwa tahun yang baru akan membawa kesuburan, rezeki, dan berkah. Cian Cui juga menjadi simbol kebersamaan antar komunitas dan kegembiraan kolektif dalam menyambut tahun baru.

Baca juga: Eksplor Wisata Rumah Tjong A Fie Medan nan Bersejarah

5. Tuk Panjang – Semarang, Jawa Tengah

sam poo kong

Photo: Afriyandi Setiawan via Unsplash

Tradisi Tuk Panjang merupakan perayaan khas Imlek yang sangat populer di Semarang, terutama di kawasan Pecinan seperti Pasar Semawis dan Gang Warung.

Sejarah Tuk Panjang

Tuk Panjang berarti secarik meja panjang yang dipenuhi hidangan. Tradisi makan ini berasal dari kebiasaan komunitas Tionghoa yang berkumpul bersama keluarga besar saat Imlek. Di Semarang, tradisi ini telah berevolusi menjadi acara publik yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Rangkaian Kegiatan

Meja panjang disusun di sepanjang jalan kawasan Pecinan, dihiasi berbagai hidangan khas Imlek. Mulai dari kue keranjang, nasi hainan, lumpia, hingga sayur tujuh jenis yang masing-masing memiliki simbol keberuntungan. Warga akan duduk dan makan bersama sebagai wujud persaudaraan dan toleransi.

Filosofi

Filosofi “Tuk Panjang” adalah tentang kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong. Berbagi makanan di meja panjang bersama menunjukan bahwa perayaan ini bukan sekadar ritual komunitas tertentu, tetapi ruang untuk memperkuat harmoni sosial dan persatuan.

Baca juga: Tradisi Unik Imlek Beserta Maknanya yang Perlu Kamu Ketahui

6. Pawai Perahu Hias Sungai Kapuas – Kalimantan

Beberapa komunitas Tionghoa di sepanjang Sungai Kapuas mengadaptasi unsur perahu hias untuk menyemarakkan festival Imlek lokal di kota tepi sungai yang kuat dengan tradisi sungainya.

Sejarah

Sungai Kapuas memiliki peran sentral dalam sejarah Pontianak, sebagai jalur perdagangan dan kehidupan utama. Pawai perahu ini merefleksikan kedekatan budaya Tionghoa dengan kehidupan maritim dan sungai di Pontianak.

Rangkaian Acara

Perayaan Imlek dimeriahkan dengan pawai perahu hias di sepanjang Sungai Kapuas. Perahu-perahu tradisional dihias dengan lampion, ornamen naga, dan lampu warna-warni. Pawai ini diikuti oleh berbagai klenteng dan komunitas Tionghoa setempat, menjadi puncak acara Cap Go Meh di kota Pontianak.

Filosofi

Air seringkali simbol keberuntungan dan kelimpahan dalam mitologi Tionghoa. Mengarak perahu hias di sepanjang sungai merupakan wujud penghormatan terhadap alam, harapan akan berkah, dan kemakmuran yang mengalir sepanjang tahun baru.

7. Cap Go Meh di Pulau Kemaro – Palembang, Sumatera Selatan

Perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro, terletak di tengah Sungai Musi, adalah salah satu yang paling populer di Sumatera Selatan dan menjadi magnet wisata budaya setiap Imlek.

Sejarah

Pulau Kemaro memiliki legenda cinta tragis antara seorang putri Palembang dan pangeran Tiongkok, Siti Fatimah dan Tan Bun An. Tempat ini menjadi situs ziarah penting bagi umat Buddha dan Tao. Perayaan Cap Go Meh di sini adalah manifestasi dari toleransi beragama dan persatuan budaya antara Melayu Palembang dan Tionghoa.

Rangkaian Perayaan

Cap Go Meh di Pulau Kemaro biasanya dirayakan pada hari ke-15 setelah Imlek. Ribuan umat dan pengunjung dari berbagai daerah berkumpul di pulau ini untuk sembahyang, menyalakan lampion, serta menyaksikan pertunjukan budaya seperti barongsai dan tarian tradisional.

Filosofi

Cap Go Meh secara tradisional melambangkan kulminasi perayaan Imlek, keluarga berkumpul, menghormati leluhur, dan memohon berkah untuk setahun penuh. Di Pulau Kemaro, tradisi ini juga menguatkan ikatan antara masyarakat Tionghoa dan budaya lokal setempat, memperlihatkan jalan menuju kedamaian, cinta, dan keberkahan.

Baca juga: Update: Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026

Liburan Imlek & Eksplorasi Wisata Budaya dengan Bobopod dan Bobocabin

Bobopod Slamet Riyadi Solo

Photo: Bobobox Internal Asset

Kamu yang berencana wisata budaya Imlek di Indonesia dengan pengalaman liburan nyaman dan praktis, menginap di Bobopod dan Bobocabin adalah pilihan yang cerdas. Bobopod dan Bobocabin adalah akomodasi modern yang menawarkan pengalaman menginap berbeda sesuai gaya liburan kamu.

Untuk kamu yang ingin menjelajahi festival Imlek di Jakarta dan kota besar lainnya seperti Solo, Yogyakarta, dan Semarang, maka Bobopod Malioboro, Bobopod Tanah Abang, Bobopod Juanda, Bobopod Thamrin maupun Bobopod Kota Tua di Jakarta bisa jadi basis strategis.

Penginapan kapsul ini berada dekat pusat kota, stasiun, dan area wisata, memberi kemudahan mobilitas di tengah padatnya pengunjung pada puncak perayaan Imlek. Bobopod menawarkan pengalaman menginap modern, efisien, dan terjangkau dengan fasilitas canggih berbasis teknologi, cocok untuk solo traveler atau pasangan yang ingin menjelajahi kota tanpa ribet.

Bobocabin Sukawana

Photo: Bobobox Internal Asset

Sementara itu, kamu yang ingin liburan Imlek sambil menyatu dengan alam maka menginap di Bobocabin adalah pilihan tepat. Bobocabin menghadirkan pengalaman glamping yang nyaman di tengah alam. Akomodasi seperti Bobocabin Cikole di Lembang atau Bobocabin Ubud di Bali, menawarkan suasana tenang dan alami setelah seharian menikmati keramaian festival.

Dilengkapi dengan fasilitas seperti jendela panoramik, tempat tidur nyaman, dapur komunal, area api unggun, dan integrasi teknologi digital untuk kenyamanan menginap, Bobocabin menyuguhkan getaway yang pas untuk relaksasi dan menikmati suasana alam Indonesia.

Dengan kombinasi pengalaman budaya dan penginapan yang nyaman, liburan Imlek kamu bisa jadi lebih berkesan, menyenangkan, dan penuh eksplorasi. Segera rencanakan liburan Imlek penuh kesan bersama orang terdekat melalui aplikasi Bobobox dan temukan berbagai promo menariknya.

 

Featured Photo: Rizki Oceano via Unsplash

Bobobox

Bobobox

Sejak tahun 2018, Bobobox hadir menawarkan pengalaman yang berbeda bagi para traveler untuk menikmati perjalanan yang sempurna. Bobobox menghubungkan traveler, dari pod ke kota.

All Posts

Bobobox

Rasakan sensasi menginap di hotel kapsul Bobobox! Selain nyaman, hotel kapsul ini mengedepankan teknologi dan keamanan. Bobobox bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk menikmati perjalanan dan beristirahat, dan cocok untuk perjalanan liburan atau bisnis.

Top Articles

Categories

Follow Us

Latest Articles