family vacation destinations

Liburan Saat Puasa? Ini Tipsnya Biar Tetap Lancar

Liburan saat puasa bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Justru, ini jadi alternatif menarik bagi kamu yang ingin menikmati waktu bepergian dengan suasana lebih tenang. Selain harga tiket dan akomodasi yang umumnya lebih terjangkau karena low season, banyak destinasi wisata juga tidak terlalu ramai.

Kondisi ini cocok untuk kamu yang ingin berlibur dengan ritme santai tanpa hiruk-pikuk. Meski begitu, liburan di bulan Ramadan tetap membutuhkan persiapan khusus agar ibadah puasa tetap lancar dan tubuh tetap bugar.

Berbeda dengan liburan di hari biasa, bepergian saat berpuasa menuntut kamu untuk lebih bijak mengatur energi, waktu, dan aktivitas. Tanpa perencanaan yang tepat, perjalanan justru bisa terasa melelahkan dan mengganggu kekhusyukan puasa. Oleh karena itu, penting memahami beberapa penyesuaian agar liburan saat puasa tetap terasa seru sekaligus bermakna.

8 Tips Liburan Saat Puasa Tetap Seru

Liburan di bulan Ramadan sejatinya bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan antara kebutuhan fisik dan spiritual. Agar perjalanan tetap menyenangkan dan tidak terasa berat, kamu perlu menerapkan strategi yang sesuai dengan kondisi tubuh saat berpuasa.

Berikut delapan tips dari Bob yang bisa membantu kamu menjalani liburan saat puasa dengan lebih nyaman dan terencana!

1. Buat Itinerary Santai (Tidak Terlalu Padat)

itinerary liburan keluarga

Photo: Nataliya Vaitkevich via Pexels

Kapan pun kamu berlibur, itinerary merupakan hal penting yang perlu disiapkan. Itinerary berfungsi sebagai rencana perjalanan yang memuat daftar kegiatan, waktu, dan tujuan yang akan dikunjungi selama liburan.

Dengan adanya itinerary, kamu memiliki gambaran jelas tentang alur perjalanan sehingga waktu bisa dimanfaatkan lebih efektif dan risiko kegiatan yang tumpang tindih dapat diminimalkan.

Selain membantu perjalanan menjadi lebih terarah, itinerary juga membuat kamu lebih mudah menyesuaikan jadwal dengan kondisi fisik, anggaran, dan kebutuhan istirahat, sehingga liburan terasa lebih nyaman dan terkontrol.

Itinerary yang terlalu padat dapat membuat tubuh cepat lelah, terlebih saat kamu tidak bisa makan dan minum sepanjang hari. Oleh karena itu, susun rencana perjalanan dengan ritme santai dan fleksibel.

Pilih sedikit destinasi utama yang benar-benar ingin kamu kunjungi, lalu luangkan waktu untuk beristirahat. Dengan itinerary yang tidak memaksa, liburan saat puasa akan terasa lebih ringan dan tetap menyenangkan tanpa tekanan mengejar waktu.

Baca juga: Selama Bulan Puasa, Mari Mengunjungi 12 Tempat Wisata Religi di Jakarta 

2. Pilih Aktivitas Wisata yang Tidak Terlalu Menguras Energi

Bobocabin - family - liburan bersama keluarga - family glamping - glamping keluarga

Photo: Bobobox Internal Asset

Tips kedua yang juga tidak kalah penting adalah memerhatikan aktivitas yang ingin kamu lakukan. Ketika liburan, kita cenderung ingin mengunjungi sebanyak mungkin tempat dan mencoba sebanyak mungkin aktivitas.

Namun beda ceritanya kalau kamu memutuskan untuk liburan saat berpuasa. Ketika menjalankan puasa, tubuh memiliki keterbatasan energi. Maka dari itu, sebaiknya hindari aktivitas fisik berat seperti trekking ekstrem atau wisata petualangan intens.

Pilihlah kegiatan yang lebih ringan seperti berjalan santai, menikmati pemandangan, atau wisata edukatif. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati perjalanan tanpa harus merasa kelelahan berlebih selama liburan saat puasa.

Ingat, liburan memang penting. Namun, jangan sampai keinginan membuat liburan berkesan malah jadi membuat puasamu jadi terganggu.

3. Prioritaskan Aktivitas saat Pagi atau Sore

Bobocabin - family - liburan bersama keluarga

Photo: Bobobox Internal Asset

Waktu pagi dan sore menjadi pilihan paling ideal untuk beraktivitas saat berpuasa karena kondisi tubuh dan lingkungan cenderung lebih mendukung. Pada pagi hari, tubuh masih memiliki cadangan energi dari sahur sehingga kamu lebih fokus dan tidak mudah lelah untuk menjalani agenda wisata.

Sementara itu, sore hari menawarkan suhu yang lebih sejuk dibandingkan siang, sekaligus memberi keuntungan psikologis karena waktu berbuka sudah semakin dekat. Dengan menyusun jadwal perjalanan pada dua waktu ini, kamu bisa menghindari panas berlebih dan penurunan stamina.

Strategi pengaturan waktu seperti ini membantu liburan tetap nyaman, aman, dan tidak menguras energi meski sedang berpuasa.

Baca juga: Cari Tahu 17 Tempat Buka Puasa Bersama di Jogja 

4. Luangkan Waktu untuk Istirahat

bangun tidur di bobocabin

Dok. Bobobox

Istirahat memegang peranan penting saat kamu bepergian di bulan Ramadan karena tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman sepanjang hari. Oleh sebab itu, kamu perlu lebih peka terhadap sinyal kelelahan dan tidak memaksakan diri untuk terus beraktivitas.

Kembali ke penginapan lebih awal atau menyempatkan tidur siang singkat dapat membantu tubuh memulihkan energi yang terkuras. Istirahat yang cukup juga berpengaruh besar terhadap konsentrasi, suasana hati, dan daya tahan tubuh selama perjalanan.

Dengan mengatur waktu istirahat secara bijak, kamu bisa menjaga stamina tetap stabil hingga waktu berbuka. Alhasil, liburan saat puasa tidak terasa berat, tetap nyaman dijalani, dan mampu memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan serta berkualitas.

5. Wajib Sahur dan Berbuka (Menu Karbo Kompleks + Protein)

buka puasa

Photo: Freepik

Asupan makanan sangat penting untuk kamu perhatikan ketika berlibur. Sebab, jika makanan yang kamu santap sehat dan bergizi, maka tubuhmu bisa lebih segar, sehat dan bisa melakukan aktivitas tanpa khawatir jatuh sakit. Ini juga berlaku ketika kamu ingin liburan saat puasa.

Sahur dan berbuka penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima selama berpuasa, terutama ketika kamu sedang bepergian. Sahur sebaiknya tidak dilewatkan karena menjadi sumber energi utama untuk menjalani aktivitas sepanjang hari.

Pilih menu yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serta serat agar rasa kenyang bertahan lebih lama dan energi dilepaskan secara bertahap. Sementara itu, saat berbuka puasa, penting untuk mengendalikan porsi makan agar tubuh tidak kaget dan mudah lelah setelahnya.

Mengonsumsi makanan secara seimbang dan tidak berlebihan membantu sistem pencernaan bekerja optimal. Dengan pola makan yang terjaga, stamina akan lebih stabil sehingga liburan saat puasa tetap lancar meski kamu harus banyak berpindah tempat.

6. Pilih Wisata Alam Ringan, Museum, atau Kuliner Sore

pantai tarimbang sumba

Photo: Itchy Feet via Unsplash

Pemilihan jenis destinasi wisata memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan perjalanan, terutama saat kamu menjalani puasa. Destinasi dengan aktivitas ringan cenderung lebih ramah bagi kondisi tubuh yang sedang beradaptasi tanpa asupan makanan dan minuman.

Wisata alam seperti taman kota, kebun raya, atau pantai dengan akses yang mudah memungkinkan kamu menikmati suasana segar tanpa harus menguras banyak energi. Selain itu, museum dan galeri seni menjadi alternatif menarik karena menawarkan pengalaman edukatif dan visual yang dapat dinikmati dengan berjalan santai di dalam ruangan.

Menjelang waktu berbuka, wisata kuliner sore juga bisa menjadi agenda yang menyenangkan sekaligus memberi motivasi tambahan setelah seharian berpuasa. Kamu bisa berburu takjil kesukaan atau mencari makanan unik yang hanya tersedia di daerah tempatmu berlibur.

Dengan memilih destinasi yang tepat, kamu tetap bisa menikmati liburan saat puasa secara optimal tanpa merasa kelelahan berlebihan.

Baca juga: 6 Rekomendasi Kuliner di Rest Area Pendopo 456 untuk Berbuka Puasa 

7. Tetap Jaga Niat Puasa

Hukum puasa tanpa sahur dalam menjalankan ibadah puasa

Photo: Pixabay

Di tengah padatnya agenda dan keseruan menjelajah tempat baru, menjaga niat puasa menjadi hal yang sangat penting agar makna Ramadan tidak memudar. Liburan sebaiknya diposisikan sebagai sarana untuk menyegarkan pikiran dan tubuh, bukan sebagai tujuan utama yang membuat ibadah terabaikan.

Dengan terus mengingat niat awal berpuasa, kamu akan lebih berhati-hati dalam memilih aktivitas, mengatur waktu, serta mengendalikan emosi ketika menghadapi situasi yang melelahkan atau tidak sesuai rencana. Kesadaran ini juga membantu kamu untuk tidak mudah mengeluh dan tetap bersyukur sepanjang perjalanan.

Menjaga niat membuat setiap langkah terasa lebih ringan karena dilandasi tujuan yang jelas. Pada akhirnya, liburan saat puasa tidak hanya memberikan pengalaman rekreasi, tetapi juga menghadirkan ketenangan batin dan nilai ibadah yang tetap terjaga.

8. Atur Mood Selama Liburan

Liburan di Pantai

Photo by Yulianto Politier

Perubahan jadwal selama liburan, kondisi tubuh yang lelah, serta rasa lapar dan haus saat berpuasa dapat dengan mudah memengaruhi suasana hati. Jika tidak disikapi dengan baik, hal-hal kecil bisa terasa lebih mengganggu dan berujung pada stres. Oleh karena itu, menjaga mood selama perjalanan menjadi hal yang sangat penting.

Hindari memaksakan diri mengikuti rencana yang terlalu padat dan berikan waktu untuk berhenti sejenak menikmati suasana. Bersikap fleksibel terhadap perubahan rencana juga membantu kamu lebih tenang dalam menghadapi situasi tak terduga.

Selain itu, menjaga pola pikir positif akan membuat perjalanan terasa lebih ringan dan menyenangkan. Ketika suasana hati terjaga dengan baik, kamu dapat menikmati setiap momen tanpa tekanan berlebihan. Alhasil, liburan waktu puasa tetap terasa nyaman, menyenangkan, dan jauh dari rasa stres.

Selain untuk perjalanan pribadi, prinsip-prinsip ini juga relevan diterapkan saat liburan sekolah saat puasa, ketika ritme anak-anak dan keluarga perlu disesuaikan agar tetap nyaman. Secara keseluruhan, menerapkan berbagai tips liburan saat puasa di atas akan membantu kamu menikmati perjalanan tanpa mengurangi makna Ramadan itu sendiri.

Baca Juga: 9 Tips Tetap Lancar Berpuasa Selama Bepergian 

Liburan Selama Puasa Tetap Lancar? Menginapnya di Bobobox!

Bobopod family, mudik lebaran

Photo: Bobobox Internal Asset

Agar puasa tetap lancar dan liburan tetap nyaman, memilih akomodasi yang tepat jadi hal penting. Bobopod dan Bobocabin bisa jadi pilihan ideal buat kamu yang butuh tempat menginap yang tenang, nyaman, dan mendukung kualitas istirahat selama liburan di bulan puasa.

Suasananya dirancang untuk relaksasi, jadi kamu bisa benar-benar memulihkan energi setelah seharian beraktivitas tanpa mengganggu ritme ibadah Ramadan. Khusus Bobocabin, pengalaman menginapnya memadukan kenyamanan modern dengan nuansa alam yang menenangkan. Pas buat recharge fisik dan pikiran.

Bobocabin Ranca Upas - Family Cabin

Photo: Bobobox Internal Asset

Dilengkapi berbagai teknologi pintar seperti Smart Window untuk mengatur cahaya, B-Pad untuk mengontrol fasilitas Cabin, hingga QR Code Door Lock, semua dibuat praktis dan efisien. Kamu bisa istirahat dengan maksimal tanpa perlu banyak aktivitas, sehingga tubuh tetap bugar untuk menjalani puasa keesokan harinya.

Nggak cuma soal kenyamanan, Bobopod dan Bobocabin juga menyediakan musala, jadi ibadah tetap bisa dijalankan dengan mudah meski sedang bepergian. Semua kebutuhan menginap pun bisa diatur lewat ekosistem digital Bobobox, mulai dari pilih lokasi, tipe kamar, sampai jadwal menginap, semuanya cukup dari satu aplikasi.

Dengan perencanaan yang simpel dan terorganisir, liburan saat puasa jadi terasa lebih ringan. Download aplikasi Bobobox untuk booking Pod atau Cabin dengan harga terbaik!

 

Featured photo: George Zheng via Unsplash

Bobobox

Bobobox

Sejak tahun 2018, Bobobox hadir menawarkan pengalaman yang berbeda bagi para traveler untuk menikmati perjalanan yang sempurna. Bobobox menghubungkan traveler, dari pod ke kota.

All Posts

Bobobox

Rasakan sensasi menginap di hotel kapsul Bobobox! Selain nyaman, hotel kapsul ini mengedepankan teknologi dan keamanan. Bobobox bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk menikmati perjalanan dan beristirahat, dan cocok untuk perjalanan liburan atau bisnis.

Top Articles

Categories

Follow Us

Latest Articles