Membaca buku kesehatan mental dapat membantu kamu memahami emosi, mengatasi tekanan hidup, serta mengenal diri sendiri dengan lebih baik. Banyak orang menganggap topik kesehatan mental terlalu berat atau membosankan. Padahal, para penulis kini mengemas novel dan buku self-improvement dengan cerita yang hangat, inspiratif, dan relevan untuk berbagai kalangan.
Lewat buku tentang kesehatan mental, kamu tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga belajar menumbuhkan rasa empati terhadap diri sendiri dan orang-orang di sekitar. Membaca karya-karya ini menjadi cara yang menyenangkan untuk merawat kondisi psikologis di tengah padatnya rutinitas harian.
Beberapa rekomendasi buku kesehatan mental berikut hadir untuk menemani perjalananmu memahami dinamika psikologis dan pentingnya penerimaan diri. Penasaran? Yuk, simak daftar lengkapnya di bawah ini!
5 Rekomendasi Buku Kesehatan Mental yang Patut Kamu Baca

1. Buku Kesehatan Mental: 24 Wajah Billy
Buku kesehatan mental yang pertama berjudul 24 Wajah Billy. Ini merupakan karangan Daniel Keyes, yang mengangkat kisah nyata dari sosok William Stanley Milligan atau yang tersohor dengan panggilan “Billy”.
Ternyata, Billy terbukti mengidap multiple personality disorder atau gangguan kepribadian ganda. Karena alasan itu, Pengadilan Amerika pun lantas menyatakan bahwa ia tidak bersalah.
Putusan itu pun sontak mencetak sejarah baginya, sebagai kriminal pertama yang bebas dari hukuman karena memiliki 24 kepribadian berbeda di dalam dirinya.
Bahkan, setiap kepribadian dalam tubuh Billy memiliki nama, usia, hingga karakteristik yang berbeda, lho. Beberapa di antaranya adalah:
- Philip yang berwatak kriminal,
- Kevin si perampok,
- April yang memendam tekad berbahaya, serta
- David, anak laki-laki 8 tahun yang menyerap seluruh rasa sakit emosional Billy.
Novel ini memberikan gambaran mendalam tentang betapa kompleksnya kondisi kepribadian ganda dan dampaknya terhadap kehidupan seseorang.
2. Buku Kesehatan Mental: I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki
Buku karya Baek Se-hee ini merupakan salah satu buku self-improvement kesehatan mental asal Korea Selatan yang sangat populer secara global, termasuk di Indonesia. Di balik sampulnya yang berwarna lembut dan judulnya yang unik, buku ini memuat catatan pribadi penulis saat berjuang melawan sakitnya.
Buku ini mengisahkan perjalanan Hee dalam menemukan rumah sakit yang cocok untuk mengobati dysthymia (depresi berkepanjangan) dan gangguan kecemasan. Ia telah mengalami gangguan ini selama 10 tahun.
Di dalam buku ini, kamu akan menemukan banyak dialog antara penulis yang menyebut dirinya sebagai ‘Aku’ (A) dan sang ‘Psikiater’ (P). Buku ini menceritakan perjalanan Hee, seorang pencinta tteokbokki, yang sedang menjalani pengobatan dan terapi bicara.
Tak hanya transkrip percakapan, buku ini juga berisi refleksi pribadi yang sangat relatable. Buku ini sangat direkomendasikan bagi kamu yang sedang mencari buku tentang kesehatan mental. Buku ini mengajarkan cara mencintai diri sendiri di tengah ketidaksempurnaan.
3. Buku Kesehatan Mental: Gone Girl
Buku karya Gillian Flynn ini mengisahkan tentang seorang wanita yang menghilang secara misterius. Amy Dunne menghilang pada hari ulang tahun pernikahannya yang kelima bersama sang suami, Nick Dunne.
Di balik alur psychological thriller yang penuh teka-teki dan plot pembunuhan, novel tema kesehatan mental ini mengupas secara tajam mengenai manipulasi psikologis, gangguan kepribadian narsistik (narcissistic personality disorder), serta hubungan toksik (toxic relationship) yang merusak kondisi mental para karakternya.
4. Buku Kesehatan Mental: A untuk Amanda
Mengangkat premis tentang gadis yang menderita depresi, buku A untuk Amanda karya Annisa Ihsani berkisah tentang Amanda, remaja berprestasi yang selalu mendapatkan nilai A dalam setiap mata pelajaran di sekolahnya. Ia merasa hidupnya baik-baik saja, hingga Amanda mengalami kejadian yang membuatnya mempertanyakan eksistensinya.
Yap, Amanda selalu merasa bahwa ia tidak sepintar dugaan orang lain. Pikiran ini membuatnya yakin bahwa semua orang telah salah menilai dirinya, yang lantas memicu depresi.
Parahnya, gangguan sindrom penipu (Impostor Syndrome) yang ia idap akhirnya mendorong Amanda untuk menarik diri dari lingkungan sekitar dan menghindari berbagai kegiatan sosial.
5. Buku Kesehatan Mental: 13 Reasons Why
Buku kesehatan mental yang terakhir adalah buku berjudul 13 Reasons Why. Buku ini ditulis oleh Jay Asher dan berhasil menjadi karya populer yang kemudian diadaptasi Netflix menjadi serial 4 seasons. Novel ini menceritakan tentang gadis remaja yang mengalami depresi bernama Hannah Baker yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Sebelum berpulang, Hannah meninggalkan 13 rekaman kaset yang menjelaskan alasan di balik keputusannya serta orang-orang yang turut memicu kondisinya. Buku ini menjadi pengingat penting akan besarnya dampak tindakan dan perkataan kita terhadap kesehatan mental orang lain.
Rehat Sejenak di Bobopod & Bobocabin!

Menjaga kesehatan mental tidak hanya dengan membaca buku kesehatan mental, tetapi juga dengan memberi waktu pikiran dan tubuh untuk beristirahat (mental recharge). Supaya istirahatmu makin maksimal, kamu bisa memilih akomodasi yang paling pas dengan kebutuhanmu.
Jika kamu butuh pelarian singkat di tengah hiruk-pikuk kota, Bobopod menawarkan ruang me-time yang sangat praktis. Bayangkan membaca buku favoritmu di dalam pod yang tenang sambil mendengarkan alunan white noise atau musik relaksasi dari Bluetooth Speaker.
Kamu pun bisa langsung mengatur warna Mood Lamp melalui B-Pad untuk menciptakan cahaya temaram yang pas guna memulihkan pikiranmu tanpa harus pergi jauh.
Baca Juga
- 7 Cara Menjaga Kesehatan Mental yang Mudah dilakukan!
- 10 Film Kesehatan Mental yang Menginspirasi Perubahan!
- Jaga Kesehatan Tubuh dan Pikiran dengan Self-Care Routine Berikut!
- Gimana Rasanya Nginep di Bobobox? Cari Tahu di Sini, Yuk
Sementara itu, bagimu yang mencari ketenangan ekstra dengan udara segar, Bobocabin siap menyambutmu dengan pengalaman liburan di alam terbuka. Selain memiliki kenyamanan B-Pad dan Bluetooth Speaker di dalam cabin, Bobocabin juga menawarkan fitur eksklusif berupa Smart Window Control.
Fitur canggih tersebut bikin kamu bisa menatap pemandangan alam dari atas kasur, atau mengubah kaca jendela menjadi buram agar privasi istirahatmu tetap terjaga. Jangan biarkan burnout-mu terus menumpuk dan mengambil alih harimu. Ini saatnya kamu memberikan hadiah terbaik untuk diri sendiri berupa istirahat yang berkualitas dan tanpa repot.
Rencanakan momen me-time kamu lebih awal dan nikmati harga yang jauh lebih hemat melalui Promo Spesial Book Early Bobobox. Yuk, luangkan waktu untuk memulihkan energi dan pikiranmu! Segera download aplikasi Bobobox di Play Store atau App Store dan pesan kamar favoritmu hari ini!
Header image by: Jason Leung via Unsplash




