wisatawan ramah lingkungan

Jadi Wisatawan Ramah Lingkungan dengan Terapkan Hal Ini!

Kalau kamu sering scrolling media sosial, besar kemungkinan kamu pernah melihat konten tentang penginapan dan tempat wisata yang jadi kotor atau rusak karena perilaku pengunjungnya. Namun, kamu bisa ikutan cara melestarikan lingkungan untuk memerangi dampaknya.

Yup, kamu nggak salah baca. Prinsip wisata ramah lingkungan dapat diterapkan bahkan sebelum kamu tiba di tempat tujuan. Memangnya, bagaimana cara menjaga kelestarian lingkungan pas jalan-jalan? Yuk, coba tipsnya di sini!

Cara Menjaga Kelestarian Lingkungan Saat Liburan

1. Hemat Listrik dan Air

daur ulang air

Photo: Steve Johnson via Pexels

Menghemat listrik adalah salah satu upaya yang bisa kamu lakukan sebagai wisatawan ramah lingkungan. Hal ini bisa kamu mulai bahkan sebelum berangkat liburan, terutama jika kamu pergi dalam waktu lama dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

Pastikan semua aliran listrik sudah kamu cabut untuk menghemat listrik sekaligus menghindari terjadinya kebakaran saat pergi berlibur. Pastikan juga kamu telah menghabiskan bahan-bahan makanan di dalam kulkas yang akan segera membusuk atau basi saat kamu tinggal.

Kamu bisa mengolah bahan-bahan makanan ini untuk dibawa pergi sebagai bekal makan siang saat berangkat liburan atau memberikannya pada yang membutuhkan. Selain menghindari bau busuk saat pulang ke rumah, kamu juga tidak membuang-buang makanan.

Selain di rumah, lakukan juga penghematan saat berlibur agar kamu bisa berkontribusi pada pengurangan emisi global. Contohnya adalah saat menginap di hotel. Ada banyak cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk menghemat energi, seperti:

  • Mematikan televisi jika tidak ditonton
  • Menggunakan shower alih-alih bathtub untuk menghemat air
  • Mematikan lampu saat meninggalkan ruangan atau jika tidak kamu pakai
  • Mematikan AC saat meninggalkan hotel (misal untuk berjalan-jalan) atau ketika suhu sedang tidak panas
  • Tidak meminta handuk bersih setiap hari
  • Tidak mengganti sprei setiap hari
  • Mematikan peralatan listrik lain saat tidak kamu perlukan

Baca Juga: Ini Dia Jenis-Jenis Energi Alternatif Ramah Lingkungan!

2. Hindari Penggunaan Barang Sekali Pakai

belanja tanpa kantong plastik

Photo by Manel & Sean on Unsplash

Menggunakan barang sekali pakai saat liburan memang terbilang praktis, misal saat:

  • Belanja di toko swalayan
  • Membeli makanan bungkus
  • Meminum minuman dengan sedotan plastik
  • Membeli minuman botol atau cup
  • Menggunakan produk travel size (misal sabun, sampo, losion, sunscreen, krim wajah, dan lain-lain)

Namun, hal itu bisa menjadi penyumbang pencemaran lingkungan. Barang sekali pakai biasanya terbuat dari plastik yang akan segera kamu buang setelah isinya habis.

Untuk menjadi wisatawan ramah lingkungan, kebiasaan tersebut tentu perlu kamu hindari. Beberapa contoh yang bisa kamu lakukan adalah dengan:

  • Menghindari penggunaan kantong keresek
  • Membawa tas belanja sendiri
  • Membawa peralatan makan, botol minum, dan sedotan sendiri
  • Membeli botol-botol kosong (berukuran 100 ml jika akan naik pesawat) untuk kamu isi produk-produk toiletries sehingga bisa digunakan untuk setiap liburan

3. Tidak Membuang Sampah Sembarangan

sampah

Photo: Catherine Sheila via Pexels

Imbauan “Dilarang Buang Sampah Sembarangan” tentu sudah sering kamu temui di berbagai lokasi, termasuk di kawasan wisata. Meski begitu, tidak semua wisatawan mengikuti imbauan tersebut, sehingga kawasan wisata yang asri pun tercemar dengan tumpukan dan ceceran sampah.

Sebagai wisatawan ramah lingkungan, kamu tentu harus selalu mematuhi aturan tersebut. Walau bagaimanapun, kebersihan adalah tanggung jawab semua pihak, termasuk wisatawan. Dengan tidak sembarangan membuang sampah, kamu ikut andil dalam kelestarian kawasan wisata yang kamu kunjungi.

Baca Juga: Mengenal Teknologi Ramah Lingkungan, Konsep, Manfaat, dan Contohnya

4. Pilihlah Moda Transportasi yang Efisien

kereta api, liburan ke bandung naik kereta

Photo: Muhammad Arief via Unsplash

Di sektor pariwisata, transportasi udara, kendaraan pribadi, dan moda transportasi lainnya menjadi bagian terbesar dari jejak karbon pariwisata. Untuk menjadi wisatawan ramah lingkungan, sebaiknya kamu mulai bijak dalam pemilihan moda transportasi saat liburan.

Semua jenis transportasi memang memerlukan energi. Namun, ada beberapa moda transportasi yang lebih efisien daripada yang lainnya. Pesawat dan mobil termasuk kendaraan paling tidak efisien. Maka, jika tidak terlalu jauh, penggunaan kereta dan bus bisa lebih efisien dalam mengurangi emisi karena mengurangi kendaraan di jalan.

Sementara itu, untuk perjalanan jarak jauh, penerbangan langsung dan penerbangan bertarif rendah lebih dianjurkan karena hemat bahan bakar.

Maksimalkan juga peran kamu sebagai wisatawan ramah lingkungan dengan packing secukupnya saat naik pesawat. Semakin berat beban pesawat, semakin besar pula emisi karbonnya. Sesampainya di lokasi liburan, pertimbangkan juga untuk menggunakan bus, kereta lokal, bersepeda atau bahkan berjalan kaki jika memungkinkan

Namun, jika memang harus menyewa mobil, kamu bisa memilih mobil listrik, hybrid, atau mobil berukuran lebih kecil.

5. Hindari Mencetak Tiket

smartphone eticket

Photo: George Dolgikh via Pexels

Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, pembelian tiket kini semakin mudah dan praktis. Kamu bisa memaksimal fitur e-ticket agar tidak perlu repot-repot antre untuk mencetaknya. Hal ini pun bisa kamu lakukan sebagai salah satu upaya menjadi wisatawan ramah lingkungan.

Seperti yang kamu tahu, masifnya penggunaan kertas akan berdampak pada kondisi hutan yang terus digerus untuk kepentingan industri kertas. Dengan mengurangi penggunaan kertas, kamu bisa menunjukkan dukungan terhadap pelestarian hutan.

Baca Juga: Simak Destinasi Wisata Ramah Lingkungan Di Dunia Berikut Ini, Ada Bali Loh!

6. Jangan Buang-Buang Makanan

kreasi makanan kentang

Photo: engin akyurt via Unsplash

Tidak menghabiskan makanan mungkin terdengar sepele. Namun, hal ini sebenarnya termasuk penyumbang besar dalam emisi karbon dunia. Mengingat pengelolaan sampah Indonesia yang belum terlalu baik, sampah makanan biasanya akan berakhir di tong sampah dan bercampur dengan sampah anorganik.

Sementara itu, sampah makanan seharusnya bisa menjadi kompos. Namun, pada kenyataannya, sampah-sampah makanan kerap tercampur bersama sampah lain lalu menumpuk di TPA atau dibuang ke sungai atau laut.

Selain itu, kebiasaan membuang makanan juga berarti telah menyia-nyiakan energi dan air yang digunakan selama proses penanaman, panen, penyimpanan, pengemasan hingga pendistribusian.

Limbah pangan yang menumpuk dan membusuk di TPA juga akan menghasilkan gas metana, salah satu gas rumah kaca yang lebih berbahaya dari CO2.

7. Membeli Produk Lokal

souvenirs in bali (2)

Featured photo: Anxit Saxena via Unsplash

Selain menjaga kelestarian alam, ecotravel juga menekankan pada dampak positif bagi masyarakat lokal. Salah satu cara sederhana yang bisa kamu lakukan sebagai wisatawan ramah lingkungan adalah dengan menghormati budaya, kebiasaan, dan kepercayaan mereka.

Sebelum berangkat, kamu bisa mencari tahu terlebih dahulu informasi tentang hal tersebut. Dengan begitu, kamu pun bisa terhindar dari insiden kesalahpahaman, ketidaksopanan, atau pelecehan terhadap budaya, kebiasaan dan kepercayaan masyarakat lokal.

Di lokasi-lokasi tertentu, kamu mungkin perlu mengenakan penutup kepala, penutup bahu, atau pakaian tertutup. Selain itu, kamu mungkin tidak boleh mengenakan sepatu, menggunakan alat elektronik atau mengambil foto, atau berisik.

Promo Bobocabin Banner

Di samping menunjukkan rasa hormat, kamu juga bisa berkontribusi pada pariwisata berkelanjutan dengan membeli karya-karya atau produk lokal, seperti kuliner lokal, kerajinan tangan dan sebagainya.

Pembelian produk lokal ini memainkan peranan penting dalam membangun dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Secara tidak langsung, kamu juga membantu menciptakan peluang kerja bagi mereka.

Selain itu, penjual biasanya menggunakan bahan baku yang mereka peroleh dari tempat yang dekat atau mudah mereka jangkau. Dengan kata lain, mereka tidak perlu melakukan perjalanan panjang dengan menggunakan transportasi yang menghasilkan emisi karbon.

Jika kamu membantu membeli dagangan mereka, mereka juga tidak perlu keluar lokasi untuk mencari pelanggang, yang akhirnya berujung polusi dari transportasi.

8. Ikut Kegiatan Ramah Lingkungan

konservasi penyu goa cemara

Photo: Instagram Goa Cemara Beach

Seru-seruan di saat wisata ramah lingkungan? Why not! Kamu bisa mencoba kegiatan ramah lingkungan di destinasi wisata seperti menanam mangrove, bersih-bersih pantai, atau melepas tukik (anak penyu) ke laut. 

Selain bagus buat alam, aktivitas ini bisa memberimu pengalaman yang unik. Bayangin, kamu jadi bisa mengetahui kondisi lingkungan setempat dan ikut berkontribusi langsung dalam cara menjaga kelestarian lingkungan. 

Terus, aktivitas seperti ini sering melibatkan warga lokal, jadi kamu juga bisa belajar budaya dan cerita mereka. Liburan jadi terasa lebih dekat, lebih hangat, dan pastinya lebih berkesan dibanding cuma foto-foto lalu pulang.

9. Gunakan Fasilitas Hotel dengan Bijak

cara booking hotel murah (3)

Photo: Pixabay

Menginap di hotel memang identik dengan kenyamanan. Namun, kenyamanan bukan berarti bebas boros sampai menghambur-hamburkan barang seperti tisu.

Salah satu kebiasaan yang sering dianggap sepele adalah minta ganti handuk dan seprai setiap hari, padahal masih bersih. Padahal, proses mencuci handuk itu butuh air dan energi yang besar. 

Kamu bisa mulai dengan menggunakan handuk lebih dari sekali dan mematikan lampu atau AC saat keluar kamar. Hal-hal kecil ini termasuk cara melestarikan lingkungan yang dampaknya besar kalau dilakukan bersama-sama.

10. Terapkan Prinsip Slow Travel

jalan kaki, solo traveling

Photo: Noelle Otto via Pexels

Pernah merasa capek saat liburan karena daftar agendamu punya terlalu banyak tempat yang dikejar? Di sinilah konsep slow travel jadi solusi. Slow travel mengajak kamu untuk fokus pada kualitas pengalaman, bukan jumlah destinasi. 

Daripada pindah-pindah tempat dalam waktu singkat, lebih baik habiskan waktu lebih lama di satu area. Kamu bisa lebih mengenal lingkungan sekitar, budaya lokal, dan mengurangi jejak karbon dari transportasi. Prinsip ini sejalan dengan cara menjaga kelestarian lingkungan karena menekan konsumsi berlebihan dan eksploitasi destinasi wisata.

11. Tidak Membeli Barang dari Satwa Liar

souvenirs in bali

Photo: Max Brown via Unsplash

Saat liburan, godaan belanja oleh-oleh unik memang besar. Namun, kamu perlu lebih selektif, terutama kalau berkaitan dengan produk dari satwa liar. Hindari membeli fashion item dari kulit hewan asli, gading, cangkang kura-kura, atau souvenir yang berasal dari bagian tubuh satwa. 

Pasalnya, membeli barang-barang ini sama saja mendukung perburuan liar dan merusak ekosistem. Padahal, masih banyak alternatif oleh-oleh lokal yang ramah lingkungan dan punya nilai budaya tinggi. 

Dengan nggak membeli produk yang terbuat dari bagian satwa liar, kamu sudah menerapkan cara melestarikan lingkungan sekaligus mendukung wisata ramah lingkungan yang berkelanjutan.

12. Pilih Menu Makanan Ramah Lingkungan

nasi campur bali

Photo: Ludo Poiré via Unsplash

Liburan nggak lengkap tanpa wisata kuliner, setuju? Di saat yang bersamaan, kamu juga bisa lebih peduli dengan memilih menu makanan yang ramah lingkungan. Misalnya, dengan mencoba olahan makanan lokal berbahan segar dan musiman. 

Selain rasanya lebih autentik, makanan lokal biasanya punya jejak karbon lebih rendah karena nggak melalui proses distribusi panjang. 

Nggak kalah penting, kurangi juga konsumsi makanan laut yang terancam punah dan pilih restoran yang menerapkan konsep berkelanjutan seperti menggunakan bahan-bahan organik.

13. Pilihlah Hotel Ramah Lingkungan

Bobocabin Dieng Pass, Batang

Photo: Bobobox Internal Asset

Sebagai wisatawan ramah lingkungan, sudah sepatutnya kamu juga mempertimbangkan akomodasi ramah lingkungan seperti Bobocabin.

Penginapan berkonsep glamping ini mengusung konsep futuristik yang mengedepankan prinsip keberlanjutan. Misalnya, dengan versi Cabin terbaru yaitu Cabin 3.1, proses konstruksinya sudah murni menggunakan kayu daur ulang saja.

Selain itu, layout Cabin-nya jadi lebih sederhana dan compact untuk menghemat jumlah transportasi yang dibutuhkan buat mengangkut material, serta mengurangi waktu perakitan. Hasinya? Tentu Cabin yang lebih minimalis dan nyaman! Kini, area kamar tidur sudah menyatu dengan living area supaya kamu bisa quality time bersama dengan lebih mudah bersama keluarga tercinta.

Sambil quality time, kamu bisa menyeruput teh yang diseduh dengan amenities di dalam Cabin, menyewa kartu Uno, peralatan melukis, kartu Tentang Kita, menara Uno Stacko, papan congklak, mini projector, dan masih banyak lagi.

Uniknya, bangunan Bobocabin dibuat seperti puzzle dengan perakitan di luar lokasi konstruksi untuk mengurangi dampak lingkungan di lokasi akibat proses konstruksi. Rancangan atapnya pun dibuat miring agar air hujan yang jatuh bisa langsung turun dan nggak menggenang di atap kabin.

Bobocabin Kawah Ijen

Photo: Bobobox Internal Asset

Bukan cuma itu, Bobocabin ini minim pemakaian listrik, di antaranya dengan nggak menyediakan kulkas di setiap Cabin dan memiliki pengaturan waktu untuk pemakaian air hangat. Tenang, kamu tetap bisa mengakses fasilitas bersama seperti refill air mineral gratis di dispenser khusus untuk mengisi ulang tumbler-mu. 

Selain itu, Bobocabin juga telah menerapkan inisiatif wisata ramah lingkungan yang berkelanjutan seperti mengedukasi tamu untuk mengganti handuk hanya jika diperlukan, memberdayakan warga lokal untuk menyediakan kegiatan tur serta hidangan autentik, dan masih banyak lagi.

Kabar gembiranya, kamu nggak perlu merogoh kocek terlalu mahal buat menikmati semua kenyamanan tersebut, lho! Dengan promo Year End Getaway, kamu bisa dapat harga bundling khusus yang sudah mencakup Cabin, makanan enak, dan kegiatan wisata seru yang lebih hemat daripada pesan terpisah. 

Gimana cara mendapatkan harga spesialnya? Gampang, kamu cukup pesan Cabin secara langsung lewat aplikasi Bobobox biar lebih untung!

 

Featured Photo: Andrei Tanase via Pexels

Bobobox

Bobobox

Sejak tahun 2018, Bobobox hadir menawarkan pengalaman yang berbeda bagi para traveler untuk menikmati perjalanan yang sempurna. Bobobox menghubungkan traveler, dari pod ke kota.

All Posts

Bobobox

Rasakan sensasi menginap di hotel kapsul Bobobox! Selain nyaman, hotel kapsul ini mengedepankan teknologi dan keamanan. Bobobox bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk menikmati perjalanan dan beristirahat, dan cocok untuk perjalanan liburan atau bisnis.

Top Articles

Categories

Follow Us

Latest Articles