ngabuburit, mengaji

Ngabuburit: Momen Paling Ditunggu Jelang Buka Puasa

Ngabuburit jadi salah satu agenda wajib yang selalu dinanti saat Ramadan tiba. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa, ketika energi mulai menurun dan waktu terasa berjalan lebih lambat. Namun justru di momen inilah banyak orang menemukan cara-cara sederhana untuk mengisi waktu dengan hal yang lebih bermakna.

Meski sering dilakukan, tidak semua orang benar-benar memahami ngabuburit adalah apa, dari mana istilah ini berasal, dan bagaimana maknanya dalam konteks Ramadan. Ada yang menganggap ngabuburit sekadar kegiatan menunggu azan magrib, ada pula yang menjadikannya waktu refleksi diri, ibadah, atau berbagi dengan sesama. Lalu, sebenarnya ngabuburit itu apa dan bagaimana cara mengisinya agar tetap bermanfaat?

Yuk, kenali lebih dalam arti ngabuburit, asal-usul katanya, serta berbagai aktivitas ngabuburit yang bisa membuat Ramadan terasa lebih hangat dan berkesan.

Baca Juga: 9 Tips Tetap Lancar Berpuasa Selama Bepergian

Apa Itu Ngabuburit?

aktivitas ramadan

Photo: Dwi Setyo via Pexels

Secara umum, ngabuburit adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kegiatan menunggu waktu berbuka puasa. Istilah ini sangat populer di Indonesia dan hampir selalu dikaitkan dengan bulan Ramadan. Namun, arti ngabuburit sebenarnya lebih kaya dari sekadar “menunggu”.

Kata ngabuburit berasal dari bahasa Sunda, yaitu dari kata burit yang berarti sore hari atau menjelang petang. Awalan nga- dalam bahasa Sunda menunjukkan aktivitas, sehingga ngabuburit artinya melakukan kegiatan untuk menghabiskan waktu sore. Dalam konteks Ramadan, maknanya berkembang menjadi aktivitas yang dilakukan sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Menariknya, banyak orang bertanya apakah ngabuburit singkatan dari sesuatu. Jawabannya, bukan. Ngabuburit bukan akronim atau singkatan, melainkan istilah bahasa daerah yang kemudian diadopsi secara luas oleh masyarakat Indonesia. Kini, istilah ini digunakan lintas daerah dan budaya, tidak terbatas pada masyarakat Sunda saja.

Seiring waktu, makna ngabuburit pun mengalami pergeseran. Jika dulu identik dengan berjalan-jalan sore atau nongkrong, kini ngabuburit bisa diisi dengan berbagai kegiatan positif, mulai dari ibadah, aktivitas kreatif, hingga kegiatan sosial. Inilah yang membuat ngabuburit tetap relevan dan dinamis mengikuti gaya hidup masyarakat modern.

Baca juga: Tampil Stylish Saat Buka Bersama dengan Inspirasi Model Kebaya Modern Simple Berikut Ini

10 Rekomendasi Aktivitas Ngabuburit Bulan Ramadan

Ngabuburit tidak harus selalu dilakukan di luar rumah atau diisi dengan kegiatan yang melelahkan. Justru, waktu menjelang berbuka ini bisa menjadi momen untuk memperlambat ritme harian, menenangkan pikiran, dan mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun mental, menyambut waktu berbuka. Dengan memilih aktivitas yang tepat, ngabuburit dapat berubah menjadi waktu yang paling dinantikan dan bermakna selama Ramadan.

1. Memasak Menu Buka Puasa

Memasak

Photo : @alyson_jane via Unsplash

Memasak saat ngabuburit bukan hanya soal menyiapkan makanan, tetapi juga tentang proses dan kebersamaan. Aroma masakan yang mulai tercium di sore hari sering kali menciptakan suasana hangat di rumah.

Aktivitas ini bisa menjadi sarana melepas penat sekaligus bentuk perhatian kepada diri sendiri maupun keluarga. Mencoba resep baru atau memasak menu favorit Ramadan juga bisa menghadirkan rasa antusias menjelang berbuka.

2. Tadarus Al-Qur’an

tadarus

Photo: Mukhtar Shuaib Mukhtar via Pexels

Tadarus menjadi salah satu aktivitas ngabuburit yang paling menenangkan. Membaca Al-Qur’an di waktu sore membantu menurunkan tempo pikiran setelah seharian beraktivitas. Selain itu, tadarus juga menjadi momen refleksi diri, mengingatkan kembali tujuan utama puasa sebagai latihan kesabaran dan pengendalian diri, bukan sekadar menahan lapar dan haus.

3. Berburu Takjil

Berburu takjil adalah tradisi Ramadan yang selalu membawa suasana khas. Menjelajahi jajanan sore, melihat ragam makanan, dan merasakan keramaian ringan menjelang magrib sering kali menjadi pengalaman yang menyenangkan. Meski begitu, aktivitas ini juga mengajarkan keseimbangan—menikmati suasana tanpa berlebihan dalam memilih makanan agar tubuh tetap nyaman saat berbuka.

4. Berbagi Takjil

Kurma untuk berbuka puasa

Sumber: Pixabay

Berbagi takjil menjadi bentuk lain dari ngabuburit yang sarat makna. Membagikan makanan kepada orang lain, baik kepada pengguna jalan, tetangga, atau mereka yang membutuhkan, menghadirkan rasa kepuasan batin yang sulit digantikan. Aktivitas ini mengingatkan bahwa Ramadan adalah tentang empati, kepedulian, dan berbagi rezeki.

5. Membaca Buku

Membaca - Kegiatan Produktif Selama Liburan

Photo: Joel Muniz via Unsplash

Membaca buku, baik fiksi ringan maupun bacaan bertema spiritual, bisa membantu waktu ngabuburit terasa lebih singkat. Aktivitas ini memberi distraksi positif dari rasa lapar sekaligus memperkaya wawasan. Membaca juga membantu menciptakan suasana tenang menjelang berbuka, terutama jika dilakukan di tempat yang nyaman.

6. Menulis Jurnal Ramadan

Menulis jurnal Ramadan bisa menjadi aktivitas ngabuburit yang bersifat personal dan reflektif. Kamu bisa mencatat perasaan, pelajaran yang didapat hari itu, atau hal-hal kecil yang patut disyukuri. Dengan menulis, kamu memberi ruang untuk memahami diri sendiri dan menjadikan Ramadan sebagai perjalanan batin, bukan sekadar rutinitas tahunan.

Promo Bobocabin Banner

7. Menyimak Ceramah atau Kajian

Menyimak ceramah atau kajian singkat menjelang berbuka dapat menjadi pengingat akan esensi Ramadan. Materi yang ringan namun bermakna sering kali membantu kita melihat kembali tujuan ibadah puasa. Dengan kemudahan akses digital, kajian kini bisa dinikmati kapan saja dan di mana saja, menyesuaikan kebutuhan masing-masing.

Baca juga: Ngabuburit Asyik di 10 Cafe di Jalan Riau Bandung

8. Olahraga Ringan

child pose yoga

Photo: Kaboompics.com via Pexels

Olahraga ringan saat ngabuburit, seperti jalan santai atau peregangan, bisa membantu menjaga kebugaran tubuh. Aktivitas ini juga membantu melancarkan peredaran darah tanpa menguras energi. Kuncinya adalah memilih durasi dan intensitas yang sesuai agar tubuh tetap segar menjelang berbuka.

9. Merapikan Ruang Pribadi

Ngabuburit juga bisa dimanfaatkan untuk merapikan ruang pribadi, seperti kamar tidur, meja kerja, atau sudut rumah yang sering digunakan sehari-hari. Kamu bisa memulainya dari hal sederhana, misalnya melipat kembali selimut, merapikan pakaian yang menumpuk di kursi, atau membersihkan permukaan meja dari barang-barang yang tidak terpakai.

Aktivitas ringan seperti menyusun ulang buku, membuang kertas yang sudah tidak diperlukan, atau merapikan kabel charger sering kali cukup untuk menciptakan perubahan suasana yang terasa signifikan.

10. Quality Time Tanpa Gadget

menu buka bersama keluarga besar

Photo: Freepik

Menghabiskan waktu menjelang berbuka tanpa gangguan gawai menjadi salah satu bentuk ngabuburit yang paling sederhana sekaligus berharga. Kamu bisa mengobrol santai dengan anggota keluarga di ruang tamu, berbagi cerita tentang aktivitas hari itu, atau sekadar menanyakan kabar satu sama lain. Bagi yang tinggal bersama orang tua atau saudara, momen ini bisa dimanfaatkan untuk mengenang pengalaman Ramadan di masa lalu atau merencanakan kegiatan bersama di hari-hari berikutnya.

Quality time tanpa gadget tidak selalu harus diisi dengan percakapan panjang. Duduk bersama sambil menyiapkan hidangan buka puasa, menikmati teh hangat, atau menemani anak mengerjakan tugas ringan juga termasuk bentuk kebersamaan yang bermakna. Kesederhanaan momen inilah yang sering kali justru paling dirindukan ketika Ramadan telah usai, karena menghadirkan rasa dekat dan hangat yang sulit tergantikan.

Baca juga: 7 Rekomendasi Cemilan Takjil di Bandung, Cocok untuk Buka Puasa!

Ngabuburit Nyaman di Bobopod dan Bobocabin

Bobopod bestie

Photo: Bobobox Internal Asset

Untuk kamu yang menjalani Ramadan dengan mobilitas tinggi di area perkotaan, Bobopod menawarkan konsep tempat beristirahat yang praktis sekaligus fungsional. Berlokasi di area strategis kota, Bobopod memudahkan kamu mengatur aktivitas ngabuburit—mulai dari berburu takjil di sekitar penginapan, menghadiri kajian Ramadan, hingga kembali beristirahat tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Konsep kapsul modern yang diusung Bobopod dirancang untuk mendukung kualitas istirahat yang optimal. Setiap pod bersifat privat, dilengkapi pengaturan pencahayaan dan suasana yang membantu tubuh lebih cepat relaks. Akses yang praktis serta area komunal yang tertata rapi juga memberikan fleksibilitas bagi tamu—baik yang ingin menikmati waktu sendiri saat ngabuburit, maupun yang ingin bersosialisasi secara ringan.

Kehadiran musala di area penginapan turut mendukung ibadah Ramadan, sehingga ngabuburit bisa dijalani tanpa terburu-buru mencari tempat salat.

Sementara itu, bagi kamu yang ingin menjalani Ramadan dengan suasana yang lebih tenang dan reflektif, Bobocabin menghadirkan pengalaman ngabuburit yang berbeda. Berada di destinasi alam, Bobocabin menawarkan ruang untuk benar-benar memperlambat ritme harian. Menjelang berbuka, kamu bisa menikmati cahaya senja, udara segar, dan suasana hening yang jarang ditemukan dalam keseharian kota.

Yuk, download aplikasi Bobobox sekarang untuk pesan Pod/Cabin dengan harga terbaik!

 

Featured Photo: Abdullah Ghatasheh via Pexels

Bobobox

Bobobox

Sejak tahun 2018, Bobobox hadir menawarkan pengalaman yang berbeda bagi para traveler untuk menikmati perjalanan yang sempurna. Bobobox menghubungkan traveler, dari pod ke kota.

All Posts

Bobobox

Rasakan sensasi menginap di hotel kapsul Bobobox! Selain nyaman, hotel kapsul ini mengedepankan teknologi dan keamanan. Bobobox bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk menikmati perjalanan dan beristirahat, dan cocok untuk perjalanan liburan atau bisnis.

Top Articles

Categories

Follow Us

Latest Articles