Jenis kari dunia menawarkan kekayaan rasa yang berbeda di setiap negara. Meski identik dengan rempah dan kuah berbumbu, setiap kari punya karakter unik. Perbedaan itu muncul dari bahan, teknik memasak, hingga pengaruh budaya setempat.
Kari sendiri memiliki sejarah panjang dan berkembang melalui perdagangan, migrasi, serta pertukaran budaya. Karena itu, istilah “kari” tidak selalu merujuk pada satu resep tertentu. Bahkan, istilah kari merupakan istilah luas yang menyederhanakan beragam hidangan berbumbu dari banyak wilayah.
Penasaran dengan jenis-jenis kari dari berbagai belahan dunia? Simak ulasannya berikut!
Mengenal Jenis Kari Dunia yang Menggugah Selera
1. Kari Indonesia

Kari Indonesia merupakan salah satu jenis kari dunia yang sangat kaya akan rempah-rempah. Jenis kari Indonesia umumnya menggunakan rempah yang lebih kompleks daripada banyak kari lainnya.
Rempah untuk resep kari ini meliputi lengkuas, kunyit, kemiri, serai, jintan dan ketumbar. Bumbu tersebut juga dapat menggunakan daun salam, daun jeruk purut, terasi, serta santan.
Bahan lauk yang kerap diolah dengan bumbu kari Indonesia juga cukup beragam. Pilihannya mencakup daging merah, ikan, ayam, jeroan, hingga otak sapi. Salah satu hidangan kari Indonesia yang populer berasal dari Sumatera. Contohnya adalah rendang, gulai, serta kari ayam.
Ragam hidangan tersebut menunjukkan bahwa tradisi berbumbu Indonesia tidak hanya mengandalkan satu formula kari. Setiap daerah dapat mengolah rempah dan bahan lokal dengan cara berbeda. Rendang, contohnya, memiliki proses memasak yang khas dan membutuhkan waktu cukup panjang. Adapun prosesnya melewati tahap gulai, kalio, lalu rendang.
2. Kari Jepang

Jenis kari selanjutnya yang cukup familiar di lidah orang Indonesia adalah kari Jepang. Kari Jepang atau curry rice memiliki saus cokelat dengan cita rasa gurih dan sedikit pedas.
Jenis kari ini biasanya orang Jepang santap bersama chicken katsu atau omelet Jepang. Saus karinya juga dapat menggunakan wortel, kentang, tomat, dan bawang bombai. Selain curry rice, kari Jepang sering disajikan kepada masyarakat Negeri Sakura bersama udon, ramen, atau roti kari.
Namun, meski terkenal berasal dari Jepang, kari ini nyatanya juga mendapatkan pengaruh dari kuliner Inggris. Kuliner tersebut masuk ke Jepang pada era Meiji dan kemudian berkembang menjadi hidangan khas Jepang.
Kari Jepang kemudian mengalami adaptasi lokal hingga memiliki karakter yang berbeda dari kari India. Salah satu cirinya ialah saus yang lebih kental dan rasa yang cenderung gurih. Jepang juga memiliki variasi kari lain, seperti sup kari dari Sapporo. Hidangan tersebut menggunakan kuah yang lebih encer dengan potongan daging dan sayuran.
3. Kari India

Kari India merupakan salah satu jenis kari dengan bahan paling beragam di dunia. Hidangan berbumbu India dapat menggunakan banyak kombinasi rempah. Jintan, garam masala, kapulaga, bubuk cabai, serta kayu manis adalah beberapa contoh rempah yang dapat kamu gunakan.
Bahkan, hidangan berbumbu India terkadang menggunakan bahan yang tidak lazim untuk membuat kari. Salah satunya ialah buah semangka. Keragaman tersebut menunjukkan bahwa tidak ada satu formula yang mewakili seluruh hidangan kari atau masakan berbumbu India. Setiap wilayah memiliki kombinasi bahan, rempah, dan teknik memasak yang berbeda.
Namun, kari India yang populer di luar India sering memiliki kuah berbumbu berwarna cokelat pekat. Di India sendiri, masyarakat lebih sering menyebut hidangan berdasarkan nama dan jenisnya daripada menggunakan satu istilah “kari” untuk semua hidangan berbumbu. Biasanya, orang menyantap berbagai hidangan tersebut bersama nasi atau roti canai.
Istilah “curry” sendiri berkembang sebagai istilah umum dalam konteks kuliner global. Istilah tersebut membantu menyebut beragam hidangan berbumbu dari kawasan Asia Selatan. Karena itu, kari India yang tersohor di berbagai negara tidak selalu menggambarkan keseluruhan kekayaan kuliner India.
4. Kari Arab
Arab merupakan salah satu negara Timur Tengah yang memasak kari paling banyak di antara negara-negara Timur Tengah lainnya. Rempah dan bumbu yang menjadi bahan dasar kari Arab pun terbilang cukup khas.
Bumbu dan rempah dari jenis kari yang satu ini biasanya didominasi oleh bawang putih, tomat, cuka, serta ketumbar. Orang Arab biasanya memasak kari ini dengan daging domba serta kacang-kacangan, lalu menyajikannya bersama roti maryam atau nasi briyani.
Kombinasi tersebut membuat kari Arab memiliki karakter rasa yang gurih, aromatik, dan kaya rempah. Penggunaan daging domba juga memberikan cita rasa yang berbeda dari kari berbahan ayam atau makanan laut.
Di kawasan Timur Tengah, hidangan berbumbu seperti ini berkembang melalui pertemuan berbagai tradisi kuliner. Penggunaan rempah seperti ketumbar, jintan, kapulaga, dan kayu manis juga menjadi bagian dari kekayaan cita rasa kawasan tersebut.
Dalam bahasa Arab, istilah curry adalah kārī. Namun, masyarakat di berbagai negara Arab juga memiliki nama khusus untuk hidangan berbumbu yang mereka kenal secara turun-temurun. Karena itu, karakter kari dapat berbeda sesuai daerah dan tradisi kulinernya.
5. Kari Thailand

Berbeda dari jenis kari lainnya, kari Thailand memiliki karakter rasa yang lebih ringan dan lembut. Kuahnya juga cenderung cair atau sedikit encer. Di Thailand, kari sering menggunakan curry paste sebagai dasar bumbu. Bahan pelengkapnya cukup beragam dan berbeda dari kari negara lain.
Kari Thailand kerap diolah dengan terong muda, kacang panjang, rebung, daun basil segar, serta paprika. Bahkan, orang Thailand terkadang menyajikan kari bersama kelapa atau mangga.
Meski tidak seberat jenis kari lainnya, Thailand memiliki beberapa jenis kari yang populer. Jenis tersebut memiliki warna berbeda berdasarkan bahan utama dalam bumbunya.
Green curry atau kari hijau menggunakan cabai hijau sebagai salah satu komponen penting. Selanjutnya, ada red curry atau kari merah yang menggunakan cabai merah. Lalu, ada yellow curry atau kari kuning yang menggunakan kunyit dan rempah-rempah lainnya.
Perbedaan warna tersebut tidak sekadar mempercantik tampilan makanan. Warna juga membantu menunjukkan karakter bahan yang digunakan dalam pasta kari. Tradisi kari Thailand juga berbeda menurut wilayah. Misalnya, wilayah selatan Thailand memiliki kari dengan karakter pedas yang kuat.
6. Kari Pakistan
Jenis kari dunia selanjutnya datang dari Pakistan. Kari Pakistan juga terkenal dengan sebutan karahi, yang memiliki kemiripan dengan beberapa hidangan berbumbu di kawasan sekitarnya. Bahan yang sering warlok olah bersama karahi asal Pakistan adalah daging domba.
Meski mirip, kari dari berbagai wilayah Pakistan memiliki ciri khas tersendiri. Rempah yang masyarakat setempat gunakan juga dapat berbeda menurut daerahnya, lho. Kari dari Lahore, misalnya, biasanya menambahkan cuka dan bawang putih. Sementara itu, kari dari Peshawar menggunakan garam, ketumbar, serta tomat.
7. Kari Malaysia
Meski serumpun dengan Indonesia, kari asal Malaysia memiliki keunikan tersendiri. Perbedaan tersebut terlihat dari kombinasi rempah dan cara penyajiannya. Hidangan kari yang terkenal dari Negeri Jiran ialah nasi kandar. Kuliner ini berupa nasi yang disajikan dengan berbagai jenis kari.
Bahan lauk yang umum warga lokal santap bersama kari Malaysia mencakup daging sapi, daging kambing, telur, terung, dan lainnya.
Keragaman kari di Malaysia juga mencerminkan pertemuan berbagai tradisi kuliner. Pengaruh masyarakat Melayu, India, Tionghoa, dan komunitas lainnya turut membentuk lanskap kuliner negara tersebut. Karena itu, menikmati kari Malaysia tidak hanya menawarkan rasa rempah. Hidangan tersebut juga memperlihatkan bagaimana budaya dapat bertemu melalui makanan.
8. Kari Afrika
Afrika merupakan salah satu kawasan yang memiliki banyak jenis kari tradisional. Sebagian masyarakat lokal menggunakan bahan seperti buncis, paprika, jahe segar, serta jeruk lemon.
Lauknya juga dapat disesuaikan dengan selera. Pilihannya mencakup daging, ayam, atau seafood. Mereka biasanya menyantap hidangan kari bersama roti tradisional.
Kari di Afrika memiliki karakter yang beragam karena setiap wilayah menggunakan bahan dan rempah yang tersedia di sekitarnya. Beberapa hidangan juga mendapat pengaruh dari tradisi kuliner India, Arab, dan Eropa yang berkembang melalui perdagangan serta perpindahan masyarakat.
Pengaruh tersebut kemudian berpadu dengan bahan lokal dan menghasilkan hidangan kari dengan karakter yang berbeda. Karena itu, kari di Afrika tidak memiliki satu resep baku yang mewakili seluruh benua.
Di Afrika Selatan, misalnya, tradisi kuliner masyarakat keturunan India turut memperkaya ragam hidangan kari. Sementara itu, kawasan Afrika Timur memiliki sejarah perdagangan yang mempertemukan berbagai tradisi kuliner dari Asia dan Timur Tengah.
9. Kari Portugis
Jenis kari dari Portugis pada dasarnya merupakan perpaduan antara budaya masakan Portugis dan Tiongkok. Bahan utama dalam membuat kari Portugis biasanya meliputi bubuk kari Madras, santan, kentang, serta ayam.
Orang Portugis juga gemar menambahkan tomat merah segar, daun peterseli, manisan buah zaitun, serta potongan lemon. Bahan tersebut membuat cita rasanya terasa semakin segar.
10. Kari Vietnam

Jenis kari dunia selanjutnya datang dari salah satu negara di Asia Tenggara, yakni Vietnam. Di negara ini, kari biasa disebut ca ri. Sementara itu, ca ri ga merupakan sebutan untuk kari ayam.
Ubi jalar, kentang, serta ayam menjadi bahan pokok hidangan kari di Vietnam. Bahan tersebut kemudian dimasak dengan kuah santan. Setelah itu, orang menambahkan daun bawang dan daun ketumbar sebelum menyajikannya.
Orang Vietnam biasanya menyantap hidangan kari bersama roti Prancis, yaitu baguette. Namun, mereka juga dapat menyantapnya bersama bihun atau nasi. Penggunaan baguette menunjukkan jejak pengaruh sejarah Vietnam terhadap kuliner Prancis. Adaptasi seperti ini membuat kari Vietnam memiliki identitas tersendiri.
11. Kari Inggris
Jenis kari yang terakhir berasal dari Inggris. Istilah kari dalam masakan Inggris merepresentasikan hidangan berbumbu yang menggunakan bubuk atau pasta kari. Orang Inggris juga terkadang menambahkan rempah segar sebagai tambahan bumbu. Contohnya adalah bawang putih dan jahe.
Kari kemudian berkembang menjadi bagian penting dari budaya makan Inggris. Pengaruh tersebut semakin kuat setelah migrasi masyarakat Asia Selatan ke Inggris meningkat. Sejarah ini juga menunjukkan bahwa kari terus berubah ketika berpindah tempat. Inggris mengembangkan penggunaan bubuk kari sebagai cara praktis untuk memasak hidangan bercita rasa India.
Baca Juga:
- Sroto Sokaraja, Kuliner Khas Banyumas yang Bikin Orang Rela Antre
- Wajib Coba! Ini 10 Makanan Khas Indonesia Paling Unik
- Sate Kambing Hanjawar: Kuliner Legendaris di Puncak
- 15 Tempat Makan Nasi Kebuli Terenak di Jakarta, Yuk Coba!
Happy Staycation Bersama Bobobox!

Selain menikmati makanan enak, staycation juga bisa membantu menghilangkan stres. Bingung memilih hotel yang seru dan nyaman untuk staycation? Tenang, ada Bobopod dari Bobobox! Hotel kapsul modern ini dapat memberikan pengalaman menginap yang nyaman karena menawarkan sejumlah fitur canggih.
Di dalam pod, terdapat panel kontrol pintar (B-Pad) yang memungkinkanmu mengatur warna lampu sesuai suasana hatimu (Mood Lamp), Speaker Bluetooth untuk memutar playlist andalanmu, hingga kasur premium yang empuk untuk kualitas tidur terbaik.
Biar budget jalan-jalanmu makin hemat, jangan lupa unduh aplikasi Bobobox untuk pesan pod kamu, ya! Di sana, kamu bisa mengecek berbagai promo menarik terbaru sebelum mulai booking.
Gunakan kode promo BOOKEARLY yang berlaku untuk semua tipe penginapan, mulai dari Bobopod, Bobocabin, hingga CRiB. Biar lebih pasti, intip dulu syarat dan ketentuannya di halaman promo Bobobox sebelum melakukan pembayaran, ya.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, segera rencanakan perjalanan kulinermu menjelajahi ragam kari dunia dan nikmati istirahat yang nyaman bareng Bobobox!
Featured Photo: Marvin Ozz via Pexels




