Kalau ada satu hidangan yang hampir selalu direkomendasikan saat berkunjung ke Banyumas, jawabannya adalah Sroto Sokaraja. Sekilas tampilannya memang mirip soto pada umumnya. Namun, begitu suapan pertama masuk ke mulut, kamu akan langsung menyadari kalau bahan utama Sroto Sokaraja benar-benar berbeda.
Perpaduan kuah kaldu yang gurih, sambal kacang yang khas, serta ketupat sebagai pelengkap membuat Sroto Sokaraja punya karakter yang sulit ditemukan pada soto dari daerah lain.
Berasal dari Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, hidangan ini sudah lama menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat setempat. Bahkan, banyak wisatawan sengaja menyempatkan diri mampir ke Sokaraja hanya untuk mencicipi semangkuk sroto dari warung-warung legendaris yang resepnya diwariskan secara turun-temurun.
Lalu, sebenarnya apa yang membuat Sroto Sokaraja Purwokerto begitu terkenal? Yuk, Bob ajak kamu mengenal lebih dekat kuliner khas Banyumas yang satu ini!
Mengenal Sroto Sokaraja, Kuliner Khas Banyumas yang Legendaris
Kalau mendengar kata "soto", mungkin yang langsung terbayang adalah Soto Lamongan, Soto Betawi, atau Coto Makassar. Padahal, Banyumas juga punya sajian khas yang sudah menjadi favorit masyarakat sejak puluhan tahun lalu, yaitu Sroto Sokaraja.
Nama "Sroto" sendiri sebenarnya merupakan penyebutan soto dalam dialek Banyumasan. Sementara itu, kata "Sokaraja" merujuk pada kecamatan tempat hidangan ini berasal. Seiring waktu, nama tersebut justru menjadi identitas yang membedakannya dari berbagai jenis soto lain di Indonesia.
Awal mula kemunculan Sroto Sokaraja dipercaya berkaitan dengan kebiasaan masyarakat Banyumas yang gemar mengolah kaldu sapi sebagai makanan sehari-hari. Resepnya kemudian berkembang dari generasi ke generasi dengan tetap mempertahankan cita rasa khas yang menjadi ciri utamanya.
Hingga kini, banyak warung sroto di Sokaraja yang masih menggunakan resep keluarga yang telah diwariskan selama puluhan tahun. Tak sedikit pula yang tetap memasak kuah menggunakan tungku tradisional agar aroma kaldunya tetap kaya dan autentik.
Menariknya lagi, popularitas Sroto Sokaraja terkenal bukan hanya dirasakan di Banyumas. Kini, hidangan ini sudah bisa ditemukan di berbagai kota besar di Indonesia. Meski begitu, banyak pencinta kuliner tetap berpendapat bahwa menikmati semangkuk sroto langsung dari daerah asalnya memberikan pengalaman yang berbeda.
Selain rasanya yang autentik, suasana warung-warung sederhana di kawasan Sokaraja juga menjadi bagian dari pengalaman kuliner yang sulit ditemukan di tempat lain.
Ciri Khas Sroto Sokaraja
Lalu, apa yang membuat Sroto Sokaraja begitu mudah dikenali? Keistimewaannya terletak pada perpaduan bahan dan cara penyajian yang sudah dipertahankan selama bertahun-tahun.
Sekilas tampilannya memang menyerupai soto pada umumnya, tetapi begitu dicicipi, kamu akan menemukan karakter rasa yang benar-benar berbeda.
Salah satu ciri paling khas dari bumbu Sroto Sokaraja adalah penggunaan sambal kacang sebagai pelengkap. Sambal ini dibuat dari kacang tanah yang dihaluskan bersama bumbu pilihan, kemudian dicampurkan ke dalam kuah sebelum disantap. Hasilnya, kuah sroto memiliki cita rasa gurih dengan sedikit sentuhan manis yang menjadi identitas kuliner khas Banyumas.
Kuahnya sendiri dibuat dari kaldu sapi yang direbus bersama berbagai rempah hingga menghasilkan rasa gurih yang ringan. Karena tidak menggunakan santan kental, rasa kaldunya tetap terasa bersih dan berpadu harmonis dengan sambal kacang.
Keunikan lainnya terletak pada cara penyajiannya. Alih-alih menggunakan nasi putih, Sroto Sokaraja lebih sering disajikan bersama ketupat yang dipotong kecil-kecil. Ketupat mampu menyerap kuah dengan baik sehingga setiap suapan terasa semakin nikmat.
Semangkuk sroto kemudian dilengkapi dengan irisan daging sapi atau ayam, tauge segar, daun bawang, seledri, bawang goreng, serta kerupuk cantir khas Banyumas yang memberikan tekstur renyah. Perpaduan semua elemen inilah yang membuat cita rasa Sroto Sokaraja terasa sederhana, tetapi begitu berkesan.
Perbedaan Sroto Sokaraja dengan Soto dari Daerah Lain
Kalau Indonesia punya puluhan jenis soto, lalu apa yang membuat Sroto Sokaraja punya tempat tersendiri di hati para pencinta kuliner?
Setiap daerah sebenarnya memiliki ciri khas masing-masing. Soto Lamongan dikenal dengan taburan koyanya yang gurih, Soto Betawi identik dengan kuah santan yang kaya rasa; sementara Coto Makassar menggunakan bumbu rempah yang lebih pekat dan disajikan bersama buras.
Di tengah beragamnya jenis soto tersebut, Sroto Sokaraja hadir dengan pendekatan yang lebih sederhana. Bumbu Sroto Sokaraja tidak mengandalkan santan, koya, ataupun rempah yang terlalu kuat. Sebaliknya, keseimbangan antara kuah kaldu dan sambal kacang menjadi kunci utama yang membentuk cita rasanya.
Cara menikmatinya pun sedikit berbeda. Kalau beberapa jenis soto lebih sering disantap bersama nasi putih, masyarakat Banyumas sejak lama terbiasa menyantap sroto dengan ketupat. Kombinasi ini menghasilkan tekstur yang lebih padat sekaligus membuat kuah meresap ke setiap potongan ketupat.
Karena itulah, semangkuk Sroto Sokaraja tidak hanya menjadi sajian yang mengenyangkan, tetapi juga mencerminkan karakter kuliner Banyumas yang sederhana, hangat, dan kaya cita rasa. Nggak heran kalau banyak orang merasa pengalaman mencicipi sroto langsung di daerah asalnya sulit digantikan oleh tempat lain.
Nah, setelah mengenal keunikan dan perbedaannya dengan berbagai jenis soto di Indonesia, sekarang saatnya mencari tahu di mana saja tempat terbaik untuk menikmati Sroto Sokaraja. Pada bagian berikutnya, Bob sudah menyiapkan beberapa rekomendasi warung legendaris yang wajib kamu kunjungi saat berada di Banyumas.
Rekomendasi Tempat Makan Sroto Sokaraja Terkenal
Nah, berikut beberapa warung Sroto Sokaraja terkenal yang layak masuk ke daftar kuliner saat berkunjung ke Banyumas.
1. Raja Soto Lama H. Suradi
View this post on Instagram
Kalau berbicara soal warung sroto legendaris, nama Raja Soto Lama H. Suradi hampir selalu masuk dalam daftar rekomendasi.
Warung ini dikenal konsisten mempertahankan resep keluarga selama puluhan tahun. Kuah kaldunya terasa gurih dengan perpaduan sambal kacang yang pas, sehingga menghasilkan cita rasa yang seimbang dan mudah disukai berbagai kalangan.
Selain sroto daging sapi, kamu juga bisa menambahkan kerupuk cantir agar sensasi renyahnya semakin terasa.
Lokasi: Jl. Jend. Sudirman No.47, Dusun I, Sokaraja Tengah.
Jam buka: Sekitar pukul 07.30–22.00 WIB.
Menu andalan: Sroto sapi, kerupuk cantir.
Kisaran harga: Rp25.000–Rp50.000.
2. Soto Sutri 1 Sokaraja
View this post on Instagram
Kalau ingin merasakan suasana warung sroto yang selalu ramai, Soto Sutri 1 bisa menjadi pilihan.
Warung ini sudah lama menjadi langganan warga lokal maupun wisatawan yang datang ke Sokaraja. Ciri khasnya terletak pada kuah yang ringan dengan sambal kacang yang tidak terlalu pekat sehingga rasa kaldunya tetap terasa.
Porsinya juga cukup besar sehingga cocok dijadikan menu makan siang sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi wisata di Banyumas.
Lokasi: Sokaraja, Banyumas Jl. Pramuka No.09, Dusun II, Sokaraja Kulon, Kec. Sokaraja.
Jam buka: Sekitar pukul 07.30–16.00 WIB.
Menu andalan: Sroto sapi, sroto ayam.
Kisaran harga: Rp25.000–Rp50.000.
3. Soto H. Loso
Nama Soto H. Loso sudah cukup dikenal di kalangan pencinta kuliner Banyumas.
Yang membuat banyak pelanggan kembali lagi adalah cita rasa kuahnya yang kaya rempah tanpa terasa berlebihan. Daging sapinya pun dimasak hingga empuk sehingga mudah disantap bersama ketupat dan kuah hangat.
Kalau datang saat jam makan siang, bersiaplah mengantre karena warung ini sering dipenuhi pelanggan.
Lokasi: Jl. RA Wiryaatmaja No.15, Pesayangan, Kedungwuluh.
Jam buka: Sekitar pukul 08.30–20.30 WIB.
Menu andalan: Sroto sapi spesial.
Kisaran harga: Rp25.000–Rp50.000.
4. Soto Sokaraja Bu Latip
Kalau lebih suka suasana warung makan sederhana yang terasa rumahan, Soto Sokaraja Bu Latip patut dicoba.
Warung ini mempertahankan cita rasa khas Banyumas dengan kuah gurih yang dipadukan sambal kacang racikan sendiri. Porsinya pas, sementara pilihan lauk pendampingnya cukup beragam.
Banyak pelanggan juga memesan sate usus atau jeroan sebagai pelengkap semangkuk sroto.
Lokasi: Jl. RA Wiryaatmaja No.23, Pesayangan, Kedungwuluh.
Jam buka: Sekitar pukul 09.00–20.30 WIB.
Menu andalan: Sroto sapi, sate usus.
Kisaran harga: Rp25.000–Rp50.000.
5. RM Sroto
Buat kamu yang datang bersama keluarga, RM Sroto bisa menjadi salah satu pilihan.
Tempat makannya cukup luas dengan pilihan menu yang lebih beragam dibanding warung sroto pada umumnya. Selain sroto, tersedia pula berbagai masakan khas Banyumas yang bisa dinikmati bersama.
Jadi, kalau ada anggota keluarga yang ingin mencoba menu selain sroto, semuanya tetap bisa makan di satu tempat.
Lokasi: Jalan Bank, Pesayangan, Kedungwuluh.
Jam buka: Sekitar pukul 08.00–20.30 WIB.
Menu andalan: Sroto sapi, aneka masakan Banyumas.
Kisaran harga: Rp25.000–Rp50.000.
6. Bakso & Soto Sami Asih
View this post on Instagram
Kalau bepergian bersama teman yang belum tentu ingin makan sroto, tempat ini bisa jadi solusi.
Selain menyajikan Sroto Sokaraja Purwokerto, warung ini juga menawarkan bakso dengan kuah gurih yang menjadi favorit banyak pelanggan. Pilihan menu yang lebih lengkap membuat tempat ini cocok untuk rombongan dengan selera yang berbeda-beda.
Lokasi: Jl. Pramuka No.23, Sodagaran, Purwokerto Kulon.
Jam buka: Sekitar pukul 09.00–20.30 WIB.
Menu andalan: Sroto sapi, bakso urat.
Kisaran harga: Rp25.000–Rp50.000.
7. Soto Kecik Sokaraja
Sesuai namanya, Soto Kecik menyajikan porsi yang sedikit lebih kecil dibanding warung lainnya.
Meski begitu, cita rasanya tetap autentik dengan kuah gurih, sambal kacang, dan kerupuk cantir sebagai pelengkap. Porsi yang lebih ringan justru cocok buat kamu yang ingin berburu beberapa kuliner sekaligus dalam satu hari.
Lokasi: Jl. Jend. Sudirman No.115, Dusun II Sokaraja Tengah.
Jam buka: Sekitar pukul 08.00–16.00 WIB.
Menu andalan: Sroto sapi.
Kisaran harga: Rp25.000–Rp50.000.
8. Soto Blimbing Pak Sumeni
Rekomendasi terakhir adalah Soto Blimbing Pak Sumeni yang sudah cukup lama dikenal masyarakat Banyumas.
Warung ini menawarkan semangkuk sroto dengan cita rasa yang konsisten. Kuahnya terasa gurih, dagingnya empuk, sementara sambal kacangnya tetap menjadi bintang utama di setiap porsinya.
Kalau ingin mencicipi Sroto Sokaraja yang terkenal dengan suasana yang lebih santai, tempat ini layak masuk daftar kunjunganmu.
Lokasi: Sokaraja l, Purwokerto.
Jam buka: Sekitar pukul 08.00–17.00 WIB.
Menu andalan: Sroto sapi, kerupuk cantir.
Kisaran harga: Rp20.000–Rp35.000.
Lengkapi Wisata Kulinermu dengan Staycation di Bobocabin Baturraden

Puas menjelajahi warung-warung Sroto Sokaraja yang legendaris? Jangan buru-buru meninggalkan Banyumas dulu.
Supaya pengalaman liburan terasa lebih lengkap, sempatkan juga menginap di Bobocabin Baturraden, Purwokerto yang berada di kawasan sejuk lereng Gunung Slamet.
Setelah seharian berburu kuliner khas Banyumas, suasana alam yang tenang bisa menjadi penutup hari yang pas sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.
Di Bobocabin Baturraden, kamu bahkan bisa menikmati panorama alam langsung dari dalam kabin berkat fitur Smart Window yang dapat diatur tingkat transparansinya sesuai keinginan. Mau menikmati hijaunya pepohonan atau memilih suasana yang lebih privat, semuanya bisa dilakukan hanya dengan satu sentuhan. Bahkan, kamu juga bisa mengatur Mood Lamp dan Bluetooth Speaker tanpa perlu beranjak dari tempat tidur melalui tablet pintar B-Pad.
Kalau kamu termasuk tipe yang suka menyusun itinerary sebelum berangkat, coba dulu Discover More, Discover You! Lewat personality test ini, Bobobox akan membantumu mengenali gaya traveling sekaligus memberikan rekomendasi itinerary yang paling sesuai dengan preferensimu.
Yuk, unduh aplikasi Bobobox dan mulai rencanakan perjalananmu dengan lebih praktis!
Baca Juga
- Menggala Ranch, Wisata Alam Purwokerto yang Banyak Dombanya!
- Kraca, Kuliner Khas Banyumas yang Gurih dan Bikin Nagih
- Sejarah Alun-Alun Purwokerto dan Kuliner Enak di Sekitarnya
- Tempe Mendoan, Ikon Kuliner Purwokerto yang Selalu Bikin Rindu
Semangkuk Sroto Sokaraja mungkin terlihat sederhana, tetapi di balik kelezatannya tersimpan sejarah panjang, tradisi kuliner, dan cita rasa khas yang sudah diwariskan dari generasi ke generasi. Jadi, kalau nanti berkesempatan berkunjung ke Banyumas, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipinya langsung dari daerah asalnya, ya.
Header image by: Kurniati Hanifah via Freepik





