Fakta Hari Kematian Meksiko dan Tradisinya

23 Aug 2026

Fakta Hari Kematian Meksiko dan Tradisinya

Penulis

Bobobox

Kalau kamu sudah nonton film Coco keluaran Pixar, tentu tidak asing dengan Día de los Muertos. Hari Kematian Meksiko merupakan hari raya di negara Amerika Latin yang menginspirasi Lee Unkrich untuk membuat film tersebut. 

 

Sesuai dengan namanya, Hari Kematian menjadi tradisi tahunan yang ditujukan untuk memperingati kematian. Peringatannya dilakukan dengan cara berkumpul bersama keluarga, teman dekat, dan kerabat untuk berdoa untuk keluarga terdekat yang sudah berpulang lebih dulu.

 

Tradisi festival tahunan ini berakar kuat dari peradaban kuno suku Aztec, Maya, dan Totonac. Mereka meyakini bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan sebuah fase perjalanan ke alam arwah (Mictlán). Pada fase ini, roh leluhur kembali mengunjungi kerabat mereka yang masih hidup setiap setahun sekali.

 

Ini menjelaskan mengapa kehadiran mereka disambut dengan penuh sukacita alih-alih suasana duka. Penasaran dengan fakta-fakta menarik seputar Día de los Muertos? Yuk, simak ulasan berikut ini.

 

Fakta Unik Tradisi Perayaan Hari Kematian Meksiko

 

1. Bukan perayaan Halloween versi Meksiko  

 

Día de los Muertos., hari raya meksiko
Photo: Anya Juárez Tenorio via Pexels

 

Dengan tanggal perayaannya yang hampir bersamaan, yaitu 31 Oktober untuk Halloween dan 1 dan 2 November untuk Día de los Muertos, banyak yang mengira bahwa hari raya Meksiko ini merupakan perayaan Halloween versi Meksiko. Selain juga dari sisi kostum yang identik dengan 'dandanan hantu'.

 

Padahal, dari segi inti perayaannya, kedua hari raya tersebut memiliki perbedaan yang kentara. Día de los Muertos mengingat yang telah pergi dengan berdandan seperti hantu. Sedangkan pada Halloween, orang-orang berdandan seperti hantu hanya agar terlihat seram.

 

Perbedaan mendasar ini tampak lewat filosofinya. Perayaan Hari Kematian Meksiko merupakan selebrasi cinta dan memori kehangatan keluarga. Sementara itu, Halloween berakar dari festival Celtic kuno (Samhain) untuk menakut-nakuti serta mengusir roh jahat. 

 

Selain itu, perayaan Día de los Muertos telah resmi mendapat pengakuan dari UNESCO pada tahun 2008 sebagai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage of Humanity). Pengakuan ini menegaskan bahwa perayaan tersebut merupakan warisan identitas kultural luhur yang merekatkan hubungan kekeluargaan serta penghormatan mendalam kepada para leluhur. Jadi, bukan sekadar festival hantu atau pesta kostum belaka.

 

2. Ditampilkan juga di film Spectre (2015)   

 

Selain menjadi inspirasi langsung film Coco produksi Pixar dan Disney, kamu pun bisa menemukan Hari Kematian Meksiko di film Spectre. Film ini yang merupakan salah satu film franchise James Bond.

 

Dalam film tersebut, walaupun bukan inspirasi utama, kamu bisa melihat secara langsung perayaan Día de los Muertos dengan tampilan berbeda. Pasalnya, film Coco sendiri merupakan film animasi.

 

Adegan pembuka Spectre menampilkan skenario parade megah di pusat Mexico City lengkap dengan patung tengkorak raksasa, kendaraan hias, dan ribuan orang berbusana Catrina. Menariknya, fakta sejarah mencatat bahwa parade besar-besaran tersebut belum pernah ada dalam tradisi asli Día de los Muertos sebelum film Spectre dirilis. 

 

Pemerintah setempat dan dinas pariwisata terinspirasi oleh visual sinematik memukau dalam film James Bond sehingga tergerak untuk mewujudkan parade di dunia nyata pada tahun 2016. Kini, parade tahunan itu berubah menjadi salah satu festival pariwisata terbesar dan paling spektakuler yang dinanti jutaan wisatawan dari seluruh dunia.

 

3. Beda negara bagian, beda pula tradisi perayaannya

 

Día de los Muertos, hari kematian meksiko
Photo: Fotosaurio Rex via Pexels

 

Layaknya Indonesia, Meksiko pun termasuk ke dalam negara yang beragam atau heterogen. Tak mengherankan jika di tiap negara bagian, peringatan Hari Kematian Meksiko cenderung bervariasi dari satu tempat ke tempat lainnya.

 

Misalkan saja, di Mixquic, tradisi yang dilakukan adalah menghiasi kota dengan rantai kertas dan bintang-bintang. Suasana berubah menjadi sangat magis saat malam hari karena kuburan tua diterangi ribuan lilin dan aroma dupa copal. 

 

Sementara di Pátzcuaro, warga lokal melakukan perjalanan ke makan menggunakan perahu berlampu lilin dengan melintasi danau di malam hari. Mereka berlayar ke pemakaman di Pulau Janitzio. 

 

Di wilayah Oaxaca, warga merayakannya dengan jalan-jalan parade tari komunal yang meriah bernama Comparsas. Lalu, musik marching band lokal mengiringi parade berikut hiasan jalanan berupa karpet pasir berwarna-warni (tapetes de arena). 

 

Keberagaman tradisi lokal ini membuktikan betapa kaya dan dinamisnya penghormatan terhadap budaya di setiap sudut negara Meksiko.

 

4. Ofrendas, elemen penting Hari Kematian Meksiko

 

Salah satu elemen penting yang ada di Hari Raya Meksiko ini adalah ofrendas. Ini merujuk pada altar persembahan bertingkat yang biasanya dihiasi dengan bunga-bunga marigold dan kerajinan kertas berwarna oren dan ungu.

 

Menjadi simbol yang paling dikenal, tiap ofrenda mencakup empat elemen, yaitu air, angin, bumi, dan api. Air dapat memuaskan dahaga arwah usai perjalanan jauh, sedangkan kertas hiasan papel picado mewakili angin.

 

Selanjutnya, roti manis pan de muerto dan buah-buahan mewakili elemen bumi. Sementara itu, api menjadi lilin penuntun jalan. 

 

Tengkorak gula manis (calaveritas de azúcar) menghiasi altar serta sosok kerangka wanita anggun La Catrina. Keduanya menyiratkan bahwa di hadapan kematian, semua manusia berteduh pada kesetaraan yang sama. Selain itu, keluarga menempatkan altar sebagai cara menghormati orang yang mereka cintai dan meletakkannya bersama foto-foto dan benda-benda milik almarhum.

 

5. Día de los Muertos sebagai selebrasi

 

Fakta yang terakhir adalah Día de los Muertos sebagai ajang selebrasi. Banyak yang mengira bahwa Hari Kematian Meksiko ini termasuk hari peringatan yang khusyuk.

 

Padahal, di hari raya Meksiko ini, kamu akan menemukan banyak orang menari yang diiringi musik. Beberapa tarian yang terkenal di antaranya adalah La Danza de los Viejitos dan La Danza de los Tecuanes.

 

Suasana peringatan penuh dengan warna-warni, gelak tawa, serta alunan musik mariachi yang bersemangat. Warga mengenakan pakaian adat penuh warna dan melukis wajah mereka menyerupai tengkorak indah (calavera). 

 

Kebiasaan ini berakar dari filosofi kuno bangsa Mesoamerika yang menganggap bahwa meratapi kematian secara berlebihan justru akan memberatkan perjalanan roh leluhur. Maka, kematian disambut sebagai reuni hangat keluarga yang menghubungkan dua dunia. Baik itu melalui musik, tarian kegembiraan, sajian kuliner lezat, maupun kenangan-kenangan manis yang abadi.

 

Baca Juga:

 

 

Waktunya Staycation Seru di Bobopod

 

Bobopod-CBC-Journey
Photo via Bobobox Internal Asset

 

Mengetahui fakta Hari Kematian Meksiko melalui film ternyata menarik, ya. Terlebih lagi, kalau kamu nonton film favorit sambil staycation di Bobopod terdekat.

 

Di tengah rutinitas harian, tak ada salahnya mencoba menginap satu atau dua malam di Bobopod. Hotel kapsul kekinian dengan fitur high-tech menawarkan pengalaman staycation seru yang belum pernah kamu jumpai.

 

Pilih Sky atau Earth Pod, bebas sesuai keinginan. Masuk ke pod, atur Mood Lamp dan hubungkan ponsel ke Bluetooth Speaker. Dijamin nonton film favorit makin menyenangkan. Pas buat me-time atau sekadar melepas penat dan mencari suasana baru.

 

Untuk pengalaman terbaik, unduh aplikasi Bobobox yang bikin kamu gampang cek lokasi dan booking. Yuk, staycation seru cuma di Bobopod sekarang!

 

Featured photo: Pexels