Pencinta film horror, terutama fans dari novelis Stephen King, sudah tahu belum apa saja fakta Doctor Sleep? Sekuel dari film legendaris “The Shining” karya Stanley Kubrick ini rilis di tanah air pada tanggal 6 November 2019.
Film ber-genre horror thriller ini menampilkan Ewan McGregor sebagai Danny Torrance, Rebecca Ferguson sebagai Rose the Hat, dan masih banyak lagi cast ternama lainnya. Produksi membutuhkan waktu 6 minggu untuk membangun kembali set Overlook Hotel, yang terlihat hampir identik dengan film aslinya.
Doctor Sleep disutradarai oleh Mike Flanagan yang sebelumnya sudah menggarap film horror lainnya seperti Oculus, Ouija, dan Before I Wake. Untuk membangkitkan memorimu kembali betapa hebatnya karya ini, Bob kasih nih fakta menarik seputar fakta Doctor Sleep!
Film Doctor Sleep Tentang Apa?
Sebelum membahas lebih jauh tentang fakta Doctor Sleep, mungkin sebagian dari kamu belum sempat menonton dan penasaran dengan cerita film ini. Doctor Sleep adalah sekuel dari The Shining yang melanjutkan kisah Danny Torrance saat dewasa.
Film ini mengadaptasi novel karya Stephen King yang terbit pada 2013, sementara Mike Flanagan menyutradarai dan merilis versi filmnya pada 2019. Cerita Doctor Sleep sendiri fokus pada sosok Danny Torrance, yang orang-orang kenal dengan panggilan Dan.
Setelah kejadian mengerikan di Overlook Hotel saat masih kecil, Dan tumbuh dengan membawa trauma yang cukup berat. Ia bahkan sempat terjerumus ke dalam alkoholisme karena berusaha melarikan diri dari masa lalunya. Selain memiliki trauma, ia juga memiliki semacam kekuatan psikis yang ia sebut The Shining.
Namun, kehidupan Dan perlahan berubah ketika ia mulai bekerja di sebuah rumah perawatan. Kemampuan Shining yang ia miliki ternyata masih ada. Dengan kemampuan tersebut, Dan pun bisa membantu pasien yang sedang berada di penghujung hidupnya agar merasa lebih tenang. Dari sinilah orang-orang menjulukinya "Doctor Sleep".
Masalah baru muncul ketika Dan terhubung dengan Abra Stone, seorang gadis yang juga memiliki kemampuan Shining yang luar biasa. Abra kemudian menjadi target True Knot, kelompok pengembara yang memburu anak-anak dengan kemampuan Shining untuk mendapatkan energi psikis yang mereka sebut "Steam".
Jadi, mau tak mau harus menghadapi True Knot sekaligus kembali berhadapan dengan trauma dari masa lalunya.
9 Fakta Menarik Seputar Doctor Sleep
Kalau jalan ceritanya saja sudah bikin penasaran, mengulik fakta Doctor Sleep bakal bikin pengalaman menontonmu lebih menarik, lho. Di antaranya:
1. Ewan McGregor Bukan Kandidat Pertama untuk Jadi Danny
Sulit membayangkan aktor lain memerankan Dan Torrance setelah kita melihat penampilan Ewan McGregor di Doctor Sleep. Namun, ternyata tim produksi juga sempat mempertimbangkan aktor-aktor selain McGregor untuk memerankan Danny Torrance dewasa, lho.
Beberapa nama besar seperti Chris Evans, Jeremy Renner, Matt Smith, dan Dan Stevens juga sempat dipertimbangkan untuk peran tersebut. Pada akhirnya, Ewan McGregor terpilih dan mendapat restu langsung dari Stephen King untuk memerankan karakter ikonik ini.
Menariknya, McGregor sebenarnya bukan penggemar film horor. Ia bahkan mengaku menghindari menonton The Shining ketika masih muda karena film tersebut terlalu menyeramkan baginya.
2. Danny Lloyd Tampil Sebagai Cameo
Setelah membintangi The Shining, Danny Lloyd (yang memerankan Dan kecil) pada dasarnya meninggalkan dunia akting. Namun, ia kembali muncul dalam Doctor Sleep sebagai penonton pertandingan bisbol. Ia terlihat di latar belakang dengan mengenakan topi bisbol hitam-abu-abu, pakaian yang senada, serta janggut yang sudah memutih.
Kemunculan singkat ini menjadi salah satu fakta Doctor Sleep yang terasa seperti penghormatan kecil untuk The Shining. Apalagi, melihat Danny Lloyd kembali ke dunia The Shining setelah puluhan tahun tentu jadi momen nostalgia tersendiri buat penggemar film tersebut.
3. Kedipan Lampu yang Ternyata Sandi Morse
Fakta Doctor Sleep selanjutnya adalah scene lampu berkedip yang sering muncul di film tersebut. Walaupun terkesan lampu tersebut berkedip tidak beraturan, ternyata lampu tersebut tidak asal berkedip lho!
Jika kamu mengerti sandi Morse, si lampu mengisyaratkan pesan di antaranya ulang tahun Stanley Kubrick – sang sutradara film The Shining, REDRUM, dan Kamar 237.
4. Menang Penghargaan
Di balik ceritanya yang seram dan menegangkan, fakta Doctor Sleep ternyata juga mendapat berbagai apresiasi, lho. Bahkan, sebelum filmnya rilis, novel karya Stephen King sudah lebih dulu memenangkan Bram Stoker Award untuk kategori Best Novel.
Sementara itu, film Doctor Sleep juga berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan. Pada Chainsaw Award 2020, film ini memenangkan kategori Best Wide-Release Film dan Best Supporting Actress untuk Rebecca Ferguson.
Di Fright Meter Awards 2019, Ewan McGregor meraih penghargaan Best Actor, sedangkan Rebecca Ferguson kembali menang sebagai Best Supporting Actress. Nggak berhenti di situ, Doctor Sleep juga memenangkan kategori Best Feature Film, Best Actor, dan Best Director untuk Mike Flanagan di Horrorfest Awards.
5. Stephen King Ternyata Terinspirasi oleh Seekor Kucing
Siapa sangka, inspirasi Stephen King untuk Doctor Sleep ternyata datang dari seekor kucing? Fakta Doctor Sleep ini bermula ketika King pernah membaca kisah Oscar, kucing rumahan asal New England yang punya kebiasaan mengunjungi pasien kurang lebih 2 jam sebelum mereka meninggal.
Karena kebiasaannya itu, banyak orang menganggap Oscar punya kemampuan seperti Shining, yaitu mampu merasakan saat seseorang mendekati ajal. Hingga 2007, Oscar sudah menemani lebih dari 100 pasien pada hari-hari terakhir mereka.
Sayangnya, Oscar meninggal pada 2013 setelah mengalami reaksi alergi. Kisah Oscar kemudian memberi ide kepada King untuk menghadirkan kucing bernama Azzie dalam Doctor Sleep. Nama Azzie berasal dari Azrael, yang berarti malaikat maut.
6. Banyak Detail Film yang Bikin Nostalgia
Kalau kamu penggemar The Shining, siap-siap dibuat nostalgia saat menonton Doctor Sleep. Mike Flanagan dan para kru benar-benar memperhatikan detail untuk menghadirkan kembali nuansa film klasik tersebut.
Selama 6 minggu, mereka membangun ulang hampir seluruh set The Shining berdasarkan blueprint karya Stanley Kubrick, dan hanya tiga adegan helikopter yang tidak mengikuti proses tersebut.
Beberapa adegan ikonik juga kembali muncul, termasuk pembukaan dengan pemandangan danau dan oasis serta dua adegan dari atas mobil VW Beetle yang melaju menuju Overlook Hotel. Mereka bahkan berhasil membuat lubang bekas kapak di pintu terlihat sama persis dengan The Shining!
Salah satu bagian yang paling menarik tentu saja adalah adegan lift yang mengucurkan darah. Flanagan membuat ulang adegan tersebut secara digital agar kamera bisa mengikuti sudut pandang Abra.
Timnya juga membangun kembali labirin pagar tanaman di sebuah studio di California dan mengambil gambarnya beberapa bulan setelah proses produksi utama selesai. Detail-detail tersebut menjadi salah satu fakta Doctor Sleep yang bikin film ini terasa seperti surat cinta untuk The Shining.
7. Karpet Heksagonal pada Overlook Hotel Adalah Hasil Remake
Salah satu fakta Doctor Sleep yang menarik datang dari karpet heksagonal ikonik di Overlook Hotel. Demi menghadirkan kembali nuansa The Shining, kru Doctor Sleep harus membuat ulang berbagai properti dengan detail yang semirip mungkin.
Karpet dengan pola heksagonal bernuansa oranye dan merah menjadi salah satu properti yang paling sulit mereka kerjakan, terutama dalam adegan Dan Torrance berkeliling hotel menggunakan sepeda.
Produser Trevor Macy mengungkapkan bahwa timnya masih kesulitan mendapatkan warna karpet yang benar-benar identik dengan versi The Shining. Karena perbedaan warna tersebut, tim editor harus menyesuaikan beberapa adegan pada tahap pascaproduksi agar tampilannya lebih mendekati film aslinya.
Setelah syuting filmnya selesai, Toby Emmerich, ketua Warner Bros., meminta kru menyimpan karpet tersebut. Ia ingin karpet ikonik itu menghiasi salah satu ruang konferensi besar di area ruang eksekutif Warner Bros. Studios.
8. Tidak Seperti ‘The Shining’, ‘Doctor Sleep’ Mendapat Respons Positif dari Stephen King
Mungkin banyak yang belum tahu fakta Doctor Sleep tentang restu King dalam pembuatan film ini. Jika sebelumnya King menyatakan tidak menyukai film The Shining karena akhir ceritanya ‘dirombak’ habis oleh Kubrick, untuk Doctor Sleep, Flanagan mengatakan bahwa King benar-benar menyukai ending-nya.
Flanagan pun mengatur ending Doctor Sleep dengan menggabungkan tiga referensi sekaligus untuk mengeksekusi cerita akhir, yakni berdasarkan kedua novel tersebut dan film The Shining. Flanagan pun mengatakan, “Dia (King) benar-benar menyukainya, jika dia tidak menyukainya. Mungkin film ini tidak akan pernah dibuat.”
9. Fakta Doctor Sleep Ada Kaitannya dengan Film The Dark Tower
Pernah menonton film laga koboi AS yang berjudul The Dark Tower pada tahun 2017? Masih satu author dengan Doctor Sleep, yaitu Stephen King. Kalau pernah, kamu akan menemukan beberapa clue, isyarat, dan referensi dari seri tersebut yang muncul dalam Doctor Sleep.
Yang paling menonjol adalah motto "Ka", yang berarti takdir atau nasib. Halloran (Carl Lumbly) menyebut kata tersebut kepada Danny, sementara Abra juga mengeja "Ka" melalui balon berbentuk hewan yang berada di atas tempat tidurnya.
Kamu juga bisa menemukan Lamerk Industries, perusahaan buatan The Crimson King, salah satu tokoh antagonis dalam The Dark Tower.
Ada pula jalur bus Tet Transit, pemain bisbol dengan nomor 19 yang punya arti penting dalam mitologi The Dark Tower, serta pertunjukan stand-up Joe Collins yang muncul pada papan reklame bioskop. Nama Collins sendiri merujuk pada salah satu monster dalam The Dark Tower yang memakan tawa.
Baca juga:
- Daftar Film Terbaru 2026 yang Wajib Masuk Watchlist
- 7 Film Netflix Sedih yang Berhasil Bikin Bob Cirambay!
- 10 Tempat Lokasi Shooting Film Ini Menarik Dieksplor!
- Ini Dia Daftar Film Lokal Dengan Penonton Terbanyak di Indonesia!
Streaming Doctor Sleep di Bobopod, Yuk!

Setelah mengulik fakta Doctor Sleep, penasaran pengen nonton filmnya? Pas banget nih, karena kini Bobobox menyediakan hotel kapsul, yaitu Bobopod, untuk bikin pengalaman liburanmu makin berkesan. Daripada cuma rebahan di penginapan, kamu bisa sambil streaming watchlist kamu menemani waktu santai setelah jalan-jalan.
Contohnya, kalau kamu lagi jalan-jalan di Solo, ada Bobopod Slamet Riyadi, Solo, yang bisa jadi pilihan akomodasimu. Lokasinya strategis pol, berada di Jalan Slamet Riyadi yang menjadi salah satu jalan raya utama di Kota Solo. Jadi, dekat kalau mau ke mana-mana!
Mau ada acara di Pura Mengkunegaran? Jaraknya cuma 2 dari Bobopod. Pengen shopping baju, mainan, dan aksesori unik? Tinggal jalan kaki aja, 5 menit nyampe! Dari Stasiun Balapan pun hanya berjarak 2,2 km.
Bobopod Slamet Riyadi punya total 54 pod yang tersebar di 3 lantai. Setiap pod tersedia lengkap dengan kasur yang bersih dan empuk, jendela roller blind, meja, serta handuk.
Namun, fasilitas yang paling menarik tentu saja control panel B-Pad yang hampir nggak ada di hotel lain. Lewat panel ini, kamu bisa mengatur Mood Lamp, menikmati sleep meditation, sampai menghubungkan gawai ke Bluetooth speaker. Wi-Fi di sini juga gratis dan jaringannya kencang lho, pas banget kalau mau streaming setelah tahu tentang fakta Doctor Sleep.
Masih kurang? Ada promo Pod Getaway berupa diskon 10% kalau kamu menginap di Bobopod Slamet Riyadi, lho. Jangan lupa download aplikasi Bobobox untuk booking pod dengan harga terbaik!




