Danau Segara Anak Rinjani merupakan salah satu keajaiban alam Indonesia yang menawarkan pesona megah di tengah kawah Gunung Rinjani. Danau vulkanik indah ini berlokasi di Pulau Lombok, di mana Danau Segara Anak terdapat di provinsi Nusa Tenggara Barat.
Air danau yang berwarna biru kehijauan berpadu menawan dengan tebing-tebing terjal di sekelilingnya, menciptakan lanskap spektakuler yang selalu berhasil memikat para petualang dari seluruh penjuru dunia.
Perjalanan menuju destinasi ini bukan sekadar pendakian biasa, melainkan petualangan yang menyuguhkan pemandangan menakjubkan di setiap langkahnya. Keindahan alamnya yang autentik dan suasana sejuk khas pegunungan menjadikan kawasan ini sebagai tempat sempurna untuk melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk kesibukan harian.
Bagi kamu penyuka petualangan alam terbuka, menyusuri keindahan danau suci ini tentu wajib masuk ke dalam daftar liburan impianmu selanjutnya.
Asal-Usul Terbentuknya Danau Segara Anak

Selain menjadi primadona di kalangan para pendaki Gunung Rinjani, Danau Segara Anak rupanya berfungsi sebagai sumber mata air bagi masyarakat Lombok. Air danau ini mengalir ke sebagian besar wilayah di Lombok dan digunakan terutama untuk pertanian.
Di samping itu, sejumlah tetua adat daerah Bayan juga menyebutkan bahwa Segara Anak adalah pendingin gunung-gunung berapi yang ada di sekitarnya.
Danau ini sendiri diperkirakan terbentuk tahun 1257 akibat letusan Gunung Samalas (Rinjani Purba). Runtuhnya gunung menciptakan kaldera raksasa berdiameter sekitar 7,5 x 6 kilometer dan menyisakan puncak setinggi 3.726 mdpl, yang kini dikenal sebagai puncak Rinjani.
Kaldera itu pun perlahan terisi oleh air hujan serta mata air yang ada di sekitar sana. Setelah 300–400 tahun, kaldera mulai terbentuk menjadi danau. Danau yang berada di kawah gunung ini diberi nama Segara Anak karena mirip seperti anak laut.
Kondisi Geografis Danau Segara Anak
Secara geografis, danau Gunung Rinjani ini terletak di ketinggian sekitar 2.008 meter di atas permukaan laut. Luasnya kurang lebih 1.100 hektare dengan kedalaman yang mencapai 230 meter. Cukup besar untuk ukuran danau yang terjebak di kaldera gunung berapi, kan?
Menariknya lagi, di tengah danau ini berdiri sebuah gunung kecil bernama Gunung Barujari, yang sering disebut “anak Rinjani.” Gunung kecil ini masih aktif dan kadang mengeluarkan asap tipis, menambah kesan dramatis kalau kamu lagi duduk santai di tepi danau.
Suhu di sekitar danau bisa dibilang sejuk bahkan cenderung dingin, apalagi saat malam. Jadi, kalau kamu punya rencana menginap dengan tenda, pastikan bawa jaket tebal.
Legenda dan Daya Tarik Danau Segara Anak
Masyarakat Lombok percaya kalau danau Rinjani ini bukan sekadar danau biasa. Ada legenda yang menyelimuti keberadaannya. Konon, Danau Segara Anak tercipta dari air mata Dewi Anjani, seorang putri cantik yang dikutuk hingga menghilang. Dari kesedihan mendalam itulah lahir sebuah danau luas di tengah gunung.
Cerita ini bikin banyak orang percaya kalau ada aura mistis dan sakral yang melingkupi danau tersebut. Makanya, ketika kamu datang, jangan kaget kalau penduduk sekitar masih sangat menghormatinya.
Danau Segara Anak yang terletak di Gunung Rinjani memiliki beragam daya tarik yang bisa membuat para pendaki berdecak kagum. Keberadaannya pun seolah menjadi surga kecil untuk melepas lelah setelah berjam-jam mendaki ke puncak.
1. Memiliki Air Panas Alami
Segara Anak terkenal memiliki air tenang dengan warna biru jernih yang membuatnya tampak seperti lautan.
Selain itu, danau di Gunung Rinjani ini rupanya juga memiliki dua sumber air panas alami yang bersumber dari aktivitas geotermal di bawahnya, yaitu Aik Kalak dan Goa Susu.
Keberadaan sumber air panas ini menjadi kesempatan emas bagi para pendaki Gunung Rinjani untuk merasakan sensasi berendam air hangat di tengah alam yang memukau. Goa Susu sendiri biasanya menjadi tujuan para pendaki yang turun melalui jalur Torean.
2. Ada Gunung Baru Jari
Bukan hanya sumber air panas alami, daya tarik Danau Segara Anak juga terletak pada keberadaan Gunung Barujari atau Baru Jari di tengah-tengah Danau Segara Anak yang indah. Gunung ini terbilang aktif karena masih menunjukkan aktivitas vulkanik.
Gunung Barujari terbentuk akibat letusan Gunung Rinjani tahun 1944 lalu. Aktivitas letusan tersebut mengangkat permukaan danau sehingga menghasilkan gunung baru ini.
Kerucut Barujari ini berada di sebelah timur danau dan memiliki tinggi 300 meter jika dihitung dari permukaan danau. Kamu juga bisa menyaksikan keindahan Barujari setelah turun ke Danau Segara Anak.
Perpaduan tiga fenomena alam ini, yakni Gunung Rinjani, Danau Segara Anak, dan Gunung Barujari, pernah diabadikan dalam pecahan uang kertas Rp10.000 tahun 1998!
3. Menyuguhkan Tantangan
Untuk mencapai kawasan Segara Anak, ada tiga pilihan jalur untuk mendaki Gunung Rinjani yang bisa kamu coba, yaitu jalur pendakian Sembalun, Senaru, dan Torean. Dari ketiganya, Torean adalah jalur tercepat yang bisa kamu lalui untuk mencapai danau.
Melalui jalur Torean, kamu tidak perlu repot mendaki ke Plawangan Sembalun yang menjadi gerbang menuju puncak Gunung Rinjani. Oleh karena itu, jalur satu ini cocok banget bagi kamu yang hanya ingin bersantai sambil menikmati keindahan danau di Gunung Rinjani tersebut.
Di samping itu, Torean juga sudah lama menjadi jalur tradisional bagi masyarakat setempat untuk melakukan ritual mandi dan berendam air panas di Segara Anak. Jalurnya sendiri langsung berujung di sisi danau.
4. Lokasi Berkemah
Keindahan Danau Segara Anak menjadikan kawasan luas di tepian danau lokasi favorit bagi para pendaki untuk berkemah saat liburan ke Lombok.
Selain bertemankan pemandangan Segara Anak yang memukau, kamu juga akan dimanjakan dengan sinar rembulan dan taburan bintang di langit saat malam tiba.
Di samping itu, kamu juga bisa menjelajah ke sisi lain danau yang akan tampak semakin menakjubkan saat matahari mulai terbenam.
Dari arah jalur pendakian Senaru, air berwarna kebiruan sementara arah jalur Sembalun dan Torean menunjukkan warna kehijauan. Hal ini terjadi karena lokasi air kehijauan itu lebih dekat dengan Gunung Barujari sehingga airnya bercampur belerang.
5. Spot Memancing
Untuk mengisi perut, kamu bisa memancing ikan yang keberadaannya memang sangat melimpah di Segara Anak. Di antaranya adalah ikan mas, mujair, nila, dan karper.
Asyiknya, kamu tidak perlu membawa peralatan memancing sendiri sebab sudah tersedia alat pancing dan kail yang ditinggalkan pendaki-pendaki sebelumnya.
Berdasarkan sebuah penelitian, kondisi danau yang mengandung unsur kimia dan hidrotermal seharusnya tidak memungkinkan para ikan untuk hidup di sana. Namun, kajian lebih lanjut menunjukkan bahwa ikan-ikan tersebut dapat berkembang biak dengan baik karena siklus airnya yang juga sangat baik.
6. Sarat akan Budaya
Selain menjadi tujuan berkemah para pendaki, Danau Segara Anak di Gunung Rinjani juga dianggap penting oleh penduduk setempat, utamanya suku Sasak. Mereka kerap menjadikan danau di Gunung Rinjani ini sebagai tempat ritual dan upacara keagamaan.
Upacara ini salah satunya adalah Wettu Telu untuk menghormati Dewi Anjani, dan tradisi Mulang Pekelem untuk pembersihan alam dari kekuatan jahat.
Mulang Pakelem biasanya digelar pada bulan purnama kelima dan dihadiri oleh umat Hindu dari berbagai penjuru Indonesia, seperti Lombok, Bali, Jawa, hingga Kalimantan.
Dalam pelaksanaannya, mereka akan menyembelih hewan, melepas binatang ke alam liar, dan menenggelamkan benda-benda berharga ke dalam danau, seperti emas, perak, tembaga, dan uang logam.
Karenanya, jangan heran jika kamu menjumpai beberapa sesajen umat Hindu di Goa Susu, salah satu sumber air panas yang ada di Segara Anak.
Tidak jauh dari sana, terdapat juga sebuah pohon keramat yang diyakini dapat mengabulkan permintaan. Penduduk desa Sembalun juga meyakini bahwa bagian tengah danau adalah kerajaan Dewi Anjani yang konon merupakan penguasa Gunung Rinjani.
7. Air yang Berubah Warna
Kadang kamu akan melihat Danau Segara Anak berwarna biru terang, lalu warnanya bisa jadi agak kehijauan, bahkan kehitaman di beberapa bagian. Kenapa bisa begitu? Jawabannya ada di mineral belerang dan kandungan vulkanik dari Gunung Barujari di tengah danau.
Saat cahaya matahari mengenai permukaan air, kandungan mineral ini memantulkan warna berbeda. Jadi, jangan heran kalau dalam sehari kamu bisa melihat beberapa nuansa warna dari danau ini. Rasanya seperti sedang menonton pertunjukan alam yang nggak ada habisnya.
Selain itu, kamu bisa menikmati pemandangan sekitar berupa tebing kaldera yang tinggi menjulang. Kalau beruntung, kamu juga bisa melihat aktivitas nelayan lokal yang memancing ikan mujair di danau ini. Suasana tenang dengan background gunung aktif jelas bikin hati adem.
3 Danau Lain di Sekitar Gunung Rinjani

Selain Segara Anak, kamu juga bisa menjumpai beberapa danau lainnya yang berlokasi di dekat Gunung Rinjani:
1. Danau Biru
Dibandingkan Segara Anak, Danau Biru memang kalah besar. Namun, keindahannya tetap bisa menjadi pilihan untuk menghilangkan penat, apalagi jika kamu tidak mau capek-capek mendaki.
Sesuai namanya, Danau Biru menyuguhkan pemandangan danau dengan air hijau kebiruan yang memanjakan mata. Kamu akan menjumpai banyak pohon rindang yang seolah mengepung danau dan membuat suasana begitu sejuk dan asri.
Danau Biru sendiri terbentuk dari pertemuan dua sungai yang mengalir lalu terkumpul dan membentuk sebuah danau. Lokasinya ada di dalam kawasan hutan lindung Nuraksa, tepatnya di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah.
2. Telaga Biru Gunung Paok
Tidak jauh dari Danau Biru, kamu akan menjumpai “kolam” biru lainnya di Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur. Sama seperti danau sebelumnya, tempat ini juga terbilang kecil dengan luas sekitar 30 m².
Telaga Biru ini sebenarnya merupakan mata air yang terus mengalir hingga akhirnya terbendung dan membentuk sebuah kolam. Warna biru pada air disebabkan oleh banyaknya lumut serta tumbuhan air yang tumbuh subur di sekitar danau.
3. Danau Embung Aik Bual
Selanjutnya, ada Embung Aik Bual di Desa Aik Bual, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah.
Kata “bual” pada nama danau itu berasal dari bahasa Sasak yang berarti semburan mata air. Konon, danau ini memang terbentuk dari semburan mata air di tepi hutan desa yang tiba-tiba keluar lalu tertampung di dalam kubangan.
Mulanya, Embung Aik Bual hanya digunakan untuk saluran irigasi dan sumber air penduduk setempat. Namun, sejak ditata rapi pada 2013 lalu, Embung Bual kini menjadi salah satu pilihan wisata favorit untuk menikmati kesejukan hingga berkemah.
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Danau Gunung Rinjani
Untuk masuk ke Danau Segara Anak, kamu harus melewati jalur pendakian resmi. Harga tiket masuk pendakian Gunung Rinjani sekitar Rp20.000 per orang. Jam kunjungannya mengikuti jam buka pendakian, yaitu setiap hari dari pukul 09.00 sampai 15.00 WITA.
Selain Danau Segara Anak, ada juga Telaga Biru di kawasan yang sama. Bedanya, danau di Gunung Rinjani yang satu ini bisa dikunjungi kapan saja alias 24 jam dan gratis tanpa tiket masuk.
Kalau kamu tanya kapan waktu terbaik buat berkunjung, jawabannya adalah musim kemarau, sekitar bulan April sampai Oktober. Di bulan-bulan ini, jalur pendakian relatif aman dan cuaca lebih cerah, sehingga kamu bisa menikmati panorama danau dengan maksimal.
Cara Menuju Danau di Gunung Rinjani
1. Jalur Senaru
Jalur ini populer di kalangan pendaki berpengalaman karena pemandangannya cukup menawan dari awal. Trek dimulai dari Desa Senaru, dengan panjang sekitar 7-8 jam perjalanan hingga pos dekat Danau Segara Anak.
Di sepanjang jalur, kamu akan melewati hutan tropis yang lebat, air terjun kecil, dan udara segar yang bikin perjalanan nggak terasa terlalu berat.
2. Jalur Sembalun
Kalau kamu ingin pemandangan padang savana yang luas dan terbuka, jalur Sembalun adalah pilihan terbaik. Jalur ini lebih panjang, sekitar 8-10 jam perjalanan menuju danau, tapi keindahan padang rumput dan hamparan bukit yang bergelombang bakal bikin kamu betah.
Jalur ini juga sering dipilih untuk pendaki yang ingin sekalian ke puncak Rinjani, karena rutenya lebih strategis.
3. Jalur Torean
Jalur Torean termasuk sangat menantang dan biasanya dipilih oleh pendaki yang suka petualangan ekstrem. Perjalanannya bisa memakan waktu sekitar 10 jam atau lebih. Namun, selama trekking, kamu akan disuguhi pemandangan sungai, tebing curam, dan air terjun yang spektakuler.
Jalur ini dianggap paling indah, tapi juga paling berisiko. Jadi, pastikan kamu punya fisik kuat dan pengalaman sebelum mencoba jalur ini.
Seberapa Sulit Trek Menuju Danau Segara Anak?
Menjangkau Danau Segara Anak membutuhkan kondisi fisik dan mental yang matang karena medan pendakiannya terkenal cukup ekstrem. Rintangan utama yang akan kamu hadapi meliputi variasi kemiringan trek yang terjal, jalur tanah licin, hingga batuan cadas yang menuntut konsentrasi penuh di setiap langkah.
Mengingat ketinggian Danau Segara Anak berada pada posisi sekitar 2.008 meter di atas permukaan laut (mdpl), kamu akan merasakan perubahan suhu udara yang drastis serta oksigen yang kian tipis.
Selain faktor medan dan ketinggian, durasi perjalanan melintasi tebing-tebing curam menuju bibir kawah juga akan menguji daya tahan tubuhmu secara maksimal. Akan tetapi, semua tantangan fisik tersebut akan langsung terbayar lunas begitu kamu menyaksikan panorama danau yang tenang dan memukau dari dekat.
Danau Segara Anak: Tempat Sakral di Gunung Rinjani
Selain menyajikan visual yang menakjubkan, Danau Segara Anak menyimpan nilai spiritual yang sangat tinggi bagi masyarakat setempat. Suku Sasak dan umat Hindu di Bali menganggap kawasan ini sebagai tempat yang suci dan sakral.
Setiap tahun, masyarakat menggelar upacara adat Mulang Pekelem, yaitu ritual memohon keselamatan dan puji syukur dengan melarungkan sesaji ke dalam danau.
Uniknya lagi, di tengah danau ini berdiri anak Gunung Rinjani yang bernama Gunung Barujari. Gunung api aktif ini terus tumbuh dan mempercantik pemandangan sekitar.
Dengan estimasi kedalaman Danau Segara Anak yang mencapai 230 meter, air danau ini menjadi rumah bagi ekosistem air tawar yang kaya sekaligus sumber air panas alami yang dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit kulit.
Flora dan Fauna di Kawasan Danau Segara Anak
Selama berada di kawasan danau, kamu bisa menikmati keanekaragaman hayati yang melimpah. Vegetasi khas pegunungan seperti pohon cemara gunung, edelweiss (Anaphalis javanica), dan berbagai jenis paku-pakuan tumbuh subur di sekitar kawah. Keberadaan bunga edelweiss menambah kesan magis pada lanskap di sekitar danau.
Tak hanya flora, fauna di kawasan ini juga sangat beragam. Kamu bisa menjumpai burung isap-madu bima, elang alap, hingga monyet abu-abu yang berkeliaran di sekitar pepohonan.
Bahkan, di dalam danau itu sendiri hidup ribuan ikan mas dan mujair. Banyak pendaki memanfaatkan waktu luang mereka untuk memancing dan menikmati hasil tangkapan segar di pinggir danau sambil menikmati udara pegunungan yang sejuk.
Tips Mendaki ke Danau Segara Anak
Agar petualanganmu menuju Danau Segara Anak berjalan lancar dan aman, ada beberapa tips penting yang perlu kamu perhatikan:
- Latihan Fisik Secara Teratur: Lakukan olahraga kardio seperti jogging atau berenang minimal dua minggu sebelum pendakian untuk melatih stamina dan paru-paru.
- Bawa Perlengkapan yang Sesuai: Siapkan pakaian hangat, jaket windproof, sleeping bag berkualitas, serta sepatu mendaki yang kokoh.
- Gunakan Jasa Porter dan Guide: Selain mempermudah perjalanan, kamu juga turut mendukung perekonomian warga lokal.
- Jaga Kebersihan Lingkungan: Selalu bawa turun sampahmu dan terapkan prinsip Leave No Trace.
Masih bingung menentukan gaya petualangan yang paling pas untuk karaktermu? Sebelum berangkat liburan, yuk ikuti DMDU quiz untuk tahu best travel recommendations based on your personality!
Bobocabin Gunung Rinjani, Lombok

Setelah puas menjelajahi keindahan Rinjani dan menaklukkan treknya yang menantang, kamu tentu membutuhkan tempat untuk melepas lelah dengan nyaman. Kalau kamu mendambakan akomodasi impian yang memberikan ketenangan dan kenyamanan alami ala Segara Anak Hotel versi modern, Bobocabin Gunung Rinjani adalah jawabannya!
Berlokasi di kawasan dengan pemandangan alam Lombok yang memukau, Bobocabin menawarkan pengalaman glamping canggih berteknologi tinggi. Kamu bisa menikmati kamar luas bersuhu sejuk yang dilengkapi dengan Smart Window (bisa diatur transparansinya) dan Mood Lamp untuk pencahayaan kamar sesuai suasana hati. Semua fitur tersebut bahkan bisa kamu atur dengan praktis melalui tablet pintar B-Pad.
Kalau tidak ingin pergi jauh dan hanya beraktivitas di sekitar kabin, kamu juga bisa menikmati fun experience seperti diamond painting, menyewa bean bag dan menikmati panorama sekitar, hingga bermain Uno bareng partner perjalananmu.
Baca Juga
- 7 Tempat Wisata di Sembalun Lombok, Cocok buat Pencinta Alam
- Desa Adat Sade: Jejak Budaya Sasak nan Lestari di Pulau Lombok
- 14 Pantai di Indonesia yang Paling Indah dan Unik
- 16 Kampung Adat di Indonesia yang Masih Lestari hingga Kini
Tunggu apa lagi? Siapkan fisikmu, rencanakan liburanmu dari sekarang, dan pesan kabin favoritmu sebelum kehabisan! Download aplikasi Bobobox untuk mendapatkan harga terbaik dan promo menarik untuk petualangan serumu selanjutnya!
Header image by: Giorgi Shakarashvili via Unsplash




