Desa Adat Sade menjadi salah satu destinasi budaya yang paling menarik di Lombok. Berkunjung ke Desa Sade bukan hanya untuk melihat deretan rumah tradisional, tetapi juga untuk mengenal kehidupan masyarakat Suku Sasak yang masih mempertahankan adat istiadat leluhur hingga saat ini.
Mulai dari arsitektur rumah, tradisi menenun, hingga upacara adat yang masih dijalankan, semuanya menghadirkan pengalaman traveling yang berbeda dari destinasi wisata pada umumnya.
Kalau sedang merencanakan liburan ke Lombok, sempatkan mampir ke Desa Adat Sade Lombok untuk melihat langsung bagaimana budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Tentang Desa Adat Sade di Lombok

Desa Adat Sade Lombok terletak Kabupaten Lombok Tengah. Lokasinya cukup strategis karena hanya sekitar 15–20 menit dari Bandara Internasional Lombok dan tidak jauh dari kawasan Mandalika.
Desa Sade memiliki luas sekitar 5,5 hektare dengan sekitar 150 rumah adat yang dihuni kurang lebih 700 penduduk. Menariknya, seluruh masyarakatnya masih berasal dari Suku Sasak dan tetap menjalankan berbagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun.
Nama "Sade" sendiri dipercaya berarti "tempat yang aman" atau "kesadaran" dalam bahasa Sasak. Desa ini diperkirakan telah berdiri lebih dari 1.500 tahun sehingga menjadi salah satu pusat pelestarian budaya Sasak yang masih bertahan hingga sekarang.
Hal pertama yang mencuri perhatian tentu deretan rumah tradisional atau bale. Hampir seluruh bangunan dibuat menggunakan material alami seperti anyaman bambu untuk dinding, ilalang sebagai atap, dan lantai tanah yang dilapisi campuran tanah liat serta kotoran kerbau atau sapi.
Sekilas mungkin terdengar unik, tetapi lapisan tersebut justru membantu menjaga suhu ruangan tetap sejuk sekaligus dipercaya mampu mengusir serangga setelah mengering. Selain itu, konstruksi rumah juga dirancang lebih fleksibel sehingga lebih tahan terhadap guncangan gempa.
Jenis rumah adat di Desa Adat Sade Lombok pun berbeda-beda sesuai fungsinya. Ada Bale Tani sebagai rumah tinggal keluarga, Bale Kodong yang biasanya ditempati pasangan baru menikah atau lansia, serta Bale Berugak yang digunakan sebagai tempat berkumpul dan bermusyawarah.
Lokasi dan Cara Menuju ke Desa Adat Sade
Desa Sade terbilang mudah dijangkau karena lokasinya strategis, yaitu di Jalan Raya Praya-Kuta, Desa Rembitan, Pujut, sekitar 43 kilometer dari Kota Mataram. Kalau kamu ke sini menggunakan mobil, perjalanannya hanya akan memakan waktu selama satu jam saja.
Dari Bandara Internasional Pulau Lombok, perjalanan menuju Desa Sade sangatlah dekat, hanya sekitar 10 km atau sekitar 15-20 menit dengan kendaraan. Bahkan dari Sirkuit Mandalika pun, jaraknya juga hanya sekitar 10 km. Jadi, perjalananmu tidak akan memakan waktu yang terlalu lama.
Meskipun tidak ada transportasi umum yang langsung menuju Desa Sade, jangan khawatir! Kamu bisa menyewa mobil atau motor dengan mudah di sekitar Bandara Internasional Pulau Lombok atau Sirkuit Mandalika. Dengan begitu, perjalanan menuju Desa Sade akan semakin nyaman dan menyenangkan
Bisa Ngapain Aja di Desa Sade?
Selain melihat rumah adat dan mengenal budaya Suku Sasak, masih banyak aktivitas menarik yang bisa kamu lakukan saat berkunjung ke Desa Sade. Mulai dari berinteraksi langsung dengan warga, belajar tradisi lokal, sampai berburu oleh-oleh khas, semuanya bikin pengalaman wisata budaya terasa lebih berkesan.
Mengunjungi Rumah Tradisional Sasak
Ketika mengunjungi rumah tradisional Sasak di Desa Sade, kamu akan merasakan pengalaman yang unik dan autentik!
Di bagian interior rumah-rumah tradisional yang dibangun dari anyaman bambu dan alang-alang ini, kamu akan terkagum-kagum melihat betapa sederhana namun kokohnya rumah-rumah tersebut.
Bangunannya didesain sedemikian rupa untuk menjaga kenyamanan penghuni, terutama dari panasnya terik matahari dan dinginnya malam. Kamu juga bisa belajar bagaimana masyarakat Sasak memanfaatkan bahan-bahan alami dengan sangat cerdas!
Berjalan-jalan Keliling Desa
Desa Adat Sade memiliki luas sekitar 5.5 hektar. Ketika kamu mengunjunginya, pastikan kamu juga berkeliling di desa tersebut, ya! Kamu akan menemukan Pohon Cinta yang menjadi ikon di Desa Sade. Pohon ini dipercaya memiliki energi positif yang mampu membawa keberuntungan bagi mereka yang mengunjunginya.
Tak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi titik tertinggi Desa Sade! Meskipun mungkin perjalanan akan sedikit menanjak karena topografi desa ini berundak, tetapi pemandangan spektakuler yang akan kamu temui di puncaknya akan membuat segala usaha terbayar lunas. Saksikan panorama luar biasa dari atas bukit dan biarkan dirimu terpesona oleh keindahan alam sekitarnya!
Belanja Kerajinan Tangan
Dari kain tenun yang cantik hingga perhiasan tradisional yang memikat, kamu akan menemukan berbagai macam karya seni yang mencerminkan keindahan dan kekayaan budaya Sasak.
Setiap produk dibuat dengan teliti oleh para pengrajin yang mahir mulai dari kain tenun berwarna-warni, kerajinan anyaman yang halus, atau aksesori etnik yang anggun. Pastikan kamu membawa pulang sesuatu yang akan menjadi kenang-kenangan yang istimewa dari kunjunganmu ke Desa Adat Sade ya!
Mencicipi Masakan Lokal
Desa yang masih teguh memelihara budaya asli Lombok ini adalah tempat yang tepat untuk mencicipi cita rasa autentik yang tak terlupakan! Salah satu hidangan yang wajib kamu coba adalah Ares, hidangan yang selalu hadir dalam setiap acara adat di Desa Sade.
Ares dulunya merupakan santapan istimewa bagi keluarga kerajaan. Hidangan ini terdiri dari daging sapi yang disajikan dengan kuah kental beraroma gurih dan pedas yang menggugah selera.
Selain Ares, ada pula Poteng Jaje Tujak yang merupakan santapan ringan yang juga patut kamu coba. Hidangan ini terdiri dari dua sajian, yaitu poteng atau tape yang terbuat dari ketan putih, serta jaje tujak yang merupakan campuran dari ketan putih, ketan hitam, dan kelapa.
Proses pembuatan poteng membutuhkan waktu hingga tiga hari, sehingga setiap gigitan akan terasa istimewa dengan rasa manis yang khas.
Poteng Jaje Tujak juga biasanya hanya disajikan saat ada acara-adat khusus di Desa Sade. Jadi, kalau kamu bisa menikmati hidangan ini, akan menjadi momen yang langka dan berharga!
Harga Tiket
Untuk menikmati keindahan Desa Sade, kamu tidak dikenai biaya masuk. Kamu hanya perlu mengisi buku tamu sebagai catatan kunjunganmu sebelum memasuki wilayah Desa Sade.
Namun, Bob menyarankan kamu untuk memberikan sumbangan seikhlasnya saat berada di Desa Sade. Sumbangan ini adalah bentuk dukungan kamu agar Desa Sade terus lestari sebagai desa wisata!
Tradisi dan Kehidupan Masyarakat Suku Sasak
Masyarakat Desa Sade masih menjalani kehidupan yang sederhana. Sebagian besar laki-laki bekerja sebagai petani dan peternak, sementara para perempuan dikenal memiliki kemampuan menenun yang diturunkan sejak kecil.

Tradisi Menenun
Menenun bukan sekadar keterampilan, tetapi juga merupakan bagian penting dari budaya Sasak. Perempuan biasanya mulai belajar menenun sejak usia sekitar tujuh tahun. Bahkan, menurut tradisi setempat, seorang perempuan belum diperbolehkan menikah sebelum mampu menghasilkan kain tenun sendiri.
Saat berkunjung, kamu bisa melihat langsung proses pembuatan kain menggunakan alat tenun tradisional gedogan. Hasil tenunnya juga dapat dibeli sebagai oleh-oleh sekaligus mendukung perekonomian masyarakat setempat.
Tradisi Merarik
Salah satu tradisi yang cukup terkenal adalah Merarik atau yang sering disebut sebagai tradisi kawin culik.
Dalam prosesi ini, calon pengantin pria akan membawa calon mempelai perempuan ke rumah kerabat sebelum kedua keluarga bertemu untuk membahas pernikahan dan mahar. Meski terdengar unik, pelaksanaannya tetap mengikuti aturan adat yang telah disepakati oleh masyarakat.
Peresean
Jika datang pada waktu yang tepat, kamu berkesempatan menyaksikan Peresean, yaitu pertunjukan bela diri tradisional yang menggunakan rotan sebagai senjata dan tameng kulit kerbau sebagai pelindung.
Dahulu tradisi ini dilakukan sebagai bagian dari ritual memohon hujan. Kini, Peresean lebih sering dipentaskan untuk memperkenalkan budaya Sasak kepada wisatawan.
Gendang Beleq
Selain Peresean, Desa Adat Sade Lombok juga kerap menampilkan Gendang Beleq saat menyambut tamu atau dalam upacara adat tertentu.
Alunan gendang berukuran besar berpadu dengan tarian tradisional, menciptakan suasana yang meriah sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya masyarakat Sasak.
Etika Berkunjung ke Desa Adat Sade
Karena Desa Adat Sade masih menjadi tempat tinggal masyarakat, penting untuk menghormati adat dan kebiasaan warga selama berkunjung. Beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan antara lain:
- Mengenakan pakaian yang sopan. Jika memakai celana pendek, biasanya pengunjung akan dipinjamkan kain tenun.
- Meminta izin sebelum memotret warga, terutama anak-anak atau perempuan yang sedang menenun.
- Melepas alas kaki sebelum memasuki rumah adat.
- Menggunakan tangan kanan saat memberikan atau menerima sesuatu.
- Tidak menyentuh barang-barang di dalam rumah tanpa izin pemilik.
- Menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.
- Mengikuti arahan pemandu lokal selama berkeliling desa.
Dengan menghormati adat setempat, pengalaman berkunjung akan terasa lebih menyenangkan sekaligus membantu menjaga kelestarian budaya Desa Sade.
Waktu Terbaik Mengunjungi Desa Adat Sade
Secara umum, waktu terbaik untuk mengunjungi Desa Adat Sade Lombok adalah pada musim kemarau, sekitar April hingga Oktober. Cuaca yang cerah membuat aktivitas berjalan kaki mengelilingi desa terasa lebih nyaman.
Kalau ingin menikmati suasana yang lebih tenang, datanglah pada pagi hari sekitar pukul 08.00–11.00 WITA atau pada sore hari mulai pukul 15.00 WITA. Selain udara yang lebih sejuk, pencahayaan alami juga pas untuk mengabadikan rumah-rumah adat dan aktivitas warga.
Bagi pencinta wisata budaya, cobalah mencari informasi mengenai jadwal upacara adat, seperti prosesi Merarik, perayaan panen, atau pertunjukan Peresean dan Gendang Beleq. Jadwalnya memang tidak berlangsung setiap hari, tetapi saat ada acara adat, kamu bisa melihat langsung bagaimana masyarakat Desa Adat Sade Lombok menjaga tradisi leluhur mereka.
Karena sebagian pertunjukan biasanya digelar berdasarkan kebutuhan adat atau permintaan rombongan wisata, jangan ragu bertanya kepada pemandu lokal ketika tiba di lokasi. Mereka biasanya mengetahui agenda budaya yang sedang berlangsung.
Lanjutkan Liburan Nyaman di Bobocabin Gunung Rinjani, Lombok

Setelah puas menjelajahi Desa Adat Sade, perjalananmu di Lombok belum harus berakhir. Kalau ingin menikmati suasana pegunungan yang sejuk, Bobocabin Gunung Rinjani bisa menjadi tempat beristirahat yang nyaman sebelum melanjutkan eksplorasi ke destinasi lain di Pulau Lombok.
Baca Juga:
Panduan Lengkap Merencanakan Liburan ke Lombok bersama Bobocabin
Menengok Keindahan 5 Pulau di Sekitar Lombok, Wajib Dikunjungi!
Mau rekomendasi tujuan wisata yang paling cocok sama kepribadianmu? Temukan petunjuknya lewat DMDU Quiz buat bikin rute jalan-jalan yang 'kamu banget'!
Nah, biar persiapan penginapan makin mulus, download aplikasi Bobobox di HP kamu sekarang. Booking tempat rehat impian sampai berburu promo menariknya bisa beres dalam hitungan detik!
Header image by: wonderfulimages.kemenparekraf.go.id




