16 Kampung Adat di Indonesia yang Masih Lestari hingga Kini

25 May 2026

16 Kampung Adat di Indonesia yang Masih Lestari hingga Kini

Penulis

Bobobox

Indonesia tidak hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga memiliki banyak kampung adat di Indonesia yang masih mempertahankan tradisi leluhur hingga saat ini. Dari rumah adat, sistem sosial, hingga upacara budaya yang diwariskan turun-temurun, setiap kampung menawarkan pengalaman yang berbeda dan autentik. Tak heran jika kampung adat di Indonesia menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya Nusantara lebih dekat.

 

Menariknya, banyak kampung adat juga termasuk desa unik di Indonesia karena berhasil menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman. Mengunjungi tempat-tempat ini bukan sekadar wisata, tetapi juga kesempatan untuk belajar tentang sejarah, filosofi hidup masyarakat lokal, dan keberagaman budaya yang menjadi kekuatan Indonesia.

 

Kampung Adat di Indonesia

 

Berikut beberapa kampung adat di Indonesia yang terkenal karena keunikan budaya, arsitektur tradisional, dan kehidupan masyarakatnya yang masih terjaga hingga sekarang.

 

1. Suku Baduy, Banten

 

wisata-kampung-adat-baduy
Photo: Yulia Agnis Via Unsplash

 

Kampung adat pertama yang wajib dikunjungi adalah Kampung Adat Baduy. Berada di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Suku Baduy terkenal karena masih memegang teguh adat leluhur di tengah era digital ini.

 

Baduy sendiri terdiri dari dua kelompok atau golongan yaitu suku Baduy Luar dan Baduy Dalam. Keduanya memiliki perbedaan dari aturan adat, kebiasaan, dan pakaiannya.

 

Jika kamu hendak berlibur ke Kampung Adat Baduy, salah satu hal yang harus kamu perhatikan adalah tidak boleh mendokumentasi liburanmu saat berada di daerah Baduy Dalam.

 

2. Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur

 

Wae Rebo
Photo: 918s _ via Pexels

 

Kampung adat yang satu ini sudah dinyatakan sebagai salah satu situs kekayaan dunia oleh UNESCO. Berada di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Wae Rebo sudah sering menjadi destinasi wisata baik wisatawan dalam dan luar negeri.

 

Daya tarik dari Wae Rebo sendiri berasal dari rumah adatnya yang berbentuk kerucut atau sering juga disebut Mbaru Niang. Selain rumah adatnya yang cukup unik, ada hal lainnya yang menjadikan tempat ini wajib dikunjungi.

 

Hal tersebut adalah lokasi Wae Rebo yang berada di ketinggian 1.000 mdpl. Dengan lokasinya yang berada di ketinggian tersebut, desa ini menjadi desa tertinggi yang ada di Indonesia atau biasa juga disebut kampung di atas awan.

 

3. Dayak Pampang, Kalimantan Timur

 

Beralih ke Pulau Kalimantan, kamu pun bisa mengunjungi salah satu kampung adat di pulau ini yaitu Desa Dayak Pampang. Dayak Pampang sendiri sudah mulai diresmikan untuk kunjungan wisata di Indonesia sejak tahun 1991.

 

Kampung adat satu ini memiliki ciri khas pada rumah adatnya yang disebut Lamin Adat Pamung Tawai. Rumah adat di Dayak Pampang memiliki ukiran-ukiran dan dekorasi yang mendetil khas suku Dayak.

 

Suku Dayak sendiri menyelenggarakan beragam pertunjukkan kesenian khas Dayak seperti Tari Bangen Tawai, Tari Hudoq, dan masih banyak lainnya pada akhir pekan di setiap minggunya.

 

4. Desa Penglipuran, Bali

 

Kampung adat selanjutnya ini termasuk salah satu desa terbersih di dunia. Berada di Kabupaten Bangli, Desa Penglipuran menyimpan kekayaan alam dan masyakaratnya yang beragam.

 

Sehingga, saat kamu liburan ke kampung adat ini, kamu bisa mencoba untuk menginap selama di sini dan berbaur dengan warga sekitar guna belajar dan merasakan kebersamaan dan keragam hidup yang harmonis.

 

Tidak hanya mencoba menginap saja, kamu pun bisa mengikuti beberapa kegiatan yang seru sekaligus menambah pengetahuan budaya seperti ikut kursus tadi, belajar kebudayaan Bali, dan lainnya.

 

5. Desa Kete Kesu, Sulawesi Selatan

 

Desa Kete Kesu menjadi kampung adat selanjut yang wajib kamu kunjungi saat memutuskan untuk liburan di Sulawesi Selatan. Desa Kete Kesu berada di kawasan Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

 

Sama seperti kebanyak kampung adat lainnya, salah satu daya tarik desa ini adalah rumah adat atau disebut Tongkonan yang berbentuk sangat khas yakni dengan atap yang berbentuk melengkung.

 

Selain rumah adatnya yang unik, Desa Kete Kesu sendiri terkenal akan ritual pemakaman. Ritual pemakaman di sini terbilang peristiwa yang penting karena proses penguburannya yang berdinding batu.

 

6. Kampung Naga, Tasikmalaya

 

kampung naga - desa adat di Jawa Barat
Photo: kebudayaan.kemdikbud.go.id

 

Kampung adat yang satu ini memiliki nama binatang mitologi Tiongkok sana. Apalagi kalau bukan Kampung Naga yang berada di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

 

Letaknya yang berada di lembah bukit membuat suasana di kampung adat ini begitu asri. Semakin menarik tatkala masyarakat di sini yang begitu ramah.

 

Tak hanya soal keramahannya saja yang menjadi desa ini menarik, rumah-rumah di Kampung Naga pun menjadi suatu hal yang ikonik dari kampung ini. Pasalnya, rumah di kampung ini tidak boleh dicat sebagai lambang kesederhanaan.

 

7. Desa Trunjan, Bali

 

Bali’s Hidden Gem: 7 Best Adventures in Kintamani
Photo: Arfiana Rahma Shanti via Unsplash

 

Selain Desa Penglipuran, kamu pun wajib mengunjungi kampung adat lainnya yang ada di Bali. Kampung adat yang dimaksud adalah Desa Trunyan yang berada di Kabupaten Bangli, Bali.

 

Namun, jangan membayangkan seperti halnya di Desa Penglipuran ya. Di Desa Trunjan sendiri, satu hal yang menjadikan tempat in terkenal adalah tradisi pemakamannya yang terbilang unik.

 

Jadi, jika biasanya mayat akan dikuburkan, berbeda halnya di Desa Trunjan yang meletakkan mayatnya di bawah pohon Terun Menyan hingga menyatu dengan tanah. Sehingga, dengan keunikan ini, kampung adat di Bali rasanya wajib untuk kamu kunjungi.

 

8. Desa Adat Gumantar, Lombok

 

Tak hanya terkenal dengan eksotisme pantainya yang menakjubkan mata yang wajib dikunjungi, Desa Adat Gumantar sebagai kampung adat di Lombok wajib juga masuk bucketlistmu.

 

Di Desa Adat Gumantar, salah satu hal turun temurun yang masih dipertahankan adalah rumah-rumah tradisional yang terbuat dari bambu. Rumah-rumah tersebut bisa dengan kamu temui saat liburan ke desa ini.

 

Selain hanya melihat-lihat rumah-rumah tradisionalnya, kamu pun bisa melihat secara langsung proses memintal benang yang dilakukan secara tradisional.

 

School Holiday Packages 2026

 

9. Desa Torosiaje, Gorontalo

 

Berada di Pulau Sulawesi, selain ke Desa Kete Kesu, kamu pun wajib mengunjungi Desa Torosiaje sebagai destinasi kampung adat selanjutnya.

 

Desa Torosiaje merupakan tempat tinggal Suku Bajo. Kawasan perkampungan Desa Torosiaje ini berdiri terapung di atas permukaan air. Jangan heran mengingat mayoritas penduduk di desa ini yang bekerja sebagai nelayan.

Rumah-rumah terapung ini terbuat dari kayu dan terhubung dengan koridor untuk masing-masing rumahnya. Panjang koridor rumah yang berbentuk huruf “U” ini mencapai 2,2 kilometer.

 

10. Kampung Adat Sijunjung, Sumatera Barat

 

Kampung adat terakhir yang wajib dikunjungi adalah Kampung Adat Sijunjung. Untuk yang satu ini, kamu bisa menambah wawasanmu mengenai kebudayaan masyarakat adat di tanah Sumatera.

Di desa yang berjarak sekitar 120 kilometer dari pusat Kota Padang ini, kamu bisa melihat rumah-rumah gadang yang berdiri rapi dan kokoh.

 

Kampung Adat Sinjunjung ini dihuni oleh suku-suku Chaniago, Melayu, Tono, Pana, dan Melayu Tak Timbago. Jika kamu sedang beruntung, kamu bisa menyaksikan festival dan kegiatan yang sedang digelar oleh masyarakat setempat.

 

11. Desa Sade

 

rumah tradisional sasak - desa adat sade
Photo: wonderfulimages.kemenparekraf.go.id

 

Desa Sade berada di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Lokasinya hanya sekitar 15–20 kilometer dari Bandara Internasional Lombok sehingga mudah dijangkau wisatawan.

 

Desa ini merupakan salah satu desa unik di Indonesia yang merepresentasikan budaya Suku Sasak. Rumah adatnya dikenal dengan atap alang-alang, dinding anyaman bambu, dan lantai tanah yang dipadatkan secara tradisional.

 

Saat berkunjung, kamu bisa melihat langsung proses menenun kain khas Lombok yang masih dilakukan secara manual oleh warga setempat. Dengan tiket masuk sekitar Rp10.000–Rp25.000, Desa Sade menjadi salah satu kampung adat di Indonesia yang cocok untuk wisata budaya singkat.

 

12. Kampung Adat Bena

 

Kampung Adat Bena terletak di Desa Tiwuriwu, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur. Kampung ini berada di kaki Gunung Inerie yang megah dan menjadi salah satu kampung Megalitikum tertua di Indonesia.

 

Daya tarik utamanya terletak pada rumah adat beratap ilalang yang tersusun mengelilingi area batu megalit sebagai pusat kegiatan adat. Pemandangan pegunungan yang dramatis membuat Kampung Adat Bena sering disebut sebagai salah satu desa unik di Indonesia yang wajib dikunjungi. Selain menikmati arsitektur tradisional, wisatawan juga dapat mempelajari berbagai ritual adat yang masih dijalankan oleh masyarakat setempat.

 

13. Desa Tenganan

 

Menelusuri Sisi Lain Bali di Desa Wisata Tenganan
Menelusuri Sisi Lain Bali di Desa Wisata Tenganan

 

Desa Tenganan Pegringsingan berada di Kabupaten Karangasem, Bali Timur. Desa ini merupakan permukiman masyarakat Bali Aga atau Bali asli yang masih mempertahankan tradisi leluhur dengan kuat.

 

Sebagai salah satu kampung adat di Indonesia yang paling terkenal, Desa Tenganan memiliki tata ruang desa yang unik serta aturan adat yang dikenal sebagai awig-awig. Desa ini juga terkenal sebagai penghasil kain Gringsing, kain tenun sakral yang proses pembuatannya sangat rumit dan membutuhkan waktu lama. Jika datang pada waktu yang tepat, kamu bisa menyaksikan tradisi Perang Pandan yang menjadi daya tarik budaya khas desa ini.

 

14. Kampung Adat Todo

 

Kampung Adat Todo berada di Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Flores Barat. Dahulu, kawasan ini merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Manggarai.

 

Salah satu daya tarik utama Kampung Adat Todo adalah rumah tradisional berbentuk bundar dengan atap ilalang tinggi yang mencerminkan identitas budaya Manggarai. Selain itu, suasana desa yang tenang dan panorama alam Flores yang masih alami menjadikan tempat ini sebagai desa unik di Indonesia yang menawarkan pengalaman wisata budaya sekaligus wisata alam.

 

15. Desa Adat Praijing

 

Praijing Village
Photo: Wikipedia

 

Desa Adat Praijing atau Prai Ijing terletak di sekitar Waikabubak, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Desa ini dikenal luas karena rumah adat beratap menjulang tinggi yang menjadi ciri khas arsitektur Sumba.

 

Selain rumah adat, wisatawan juga dapat melihat kubur batu megalit yang masih digunakan oleh masyarakat setempat. Keaslian budaya dan komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi membuat Desa Adat Praijing meraih penghargaan ASEAN Sustainable Tourism Award. Hal tersebut menjadikannya salah satu kampung adat di Indonesia yang menarik untuk wisata budaya berkelanjutan.

 

16. Desa Adat Suku Kajang Ammatoa

 

Desa Adat Ammatoa Kajang berada di Desa Tanah Toa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Masyarakat adat Kajang dikenal memegang teguh filosofi hidup sederhana yang disebut kamase-mase.

 

Penduduk desa mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol kesederhanaan dan keseimbangan hidup. Mereka juga sangat menjaga kelestarian hutan adat yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Karena konsistensinya dalam mempertahankan tradisi dan lingkungan, desa ini menjadi salah satu desa unik di Indonesia yang sering dikunjungi oleh wisatawan maupun peneliti budaya.

 

Jelajahi Kampung Adat dengan Perjalanan yang Lebih Nyaman

 

Bobocabin Umarato, Sumba - bobocabin bobobox
Bobobox Internal Assets

 

Menjelajahi kampung adat di Indonesia tentu akan lebih menyenangkan jika didukung dengan akomodasi yang nyaman. Setelah seharian berkeliling desa, melihat rumah adat, atau mengikuti tur budaya, kamu bisa beristirahat di Bobopod atau Bobocabin terdekat sesuai destinasi perjalananmu.

 

Misalnya, setelah mengeksplorasi Desa Adat Praijing di Sumba, kamu bisa menginap di Bobocabin Umarato yang menawarkan suasana tenang dengan pemandangan alam khas Sumba. Fitur seperti Smart Window memungkinkan kamu menikmati panorama sekitar langsung dari dalam cabin. Ada juga Mood Lamp yang bisa kamu atur sesuai suasana hati. Jangan lupa tersedia juga Area Komunal untuk bersantai setelah perjalanan panjang.

 

Baca Juga:

 

 

Sebelum menentukan destinasi budaya berikutnya, coba ikuti personality test DMDU untuk mengetahui tipe traveler kamu dan mendapatkan rekomendasi itinerary yang paling sesuai. 

 

Siap menjelajahi lebih banyak kampung adat di Indonesia? Download aplikasi Bobobox sekarang dan temukan berbagai pilihan akomodasi untuk perjalanan budaya yang lebih praktis dan nyaman!