20 Kaktus Langka dengan Bentuk Unik di Dunia

30 Aug 2026

20 Kaktus Langka dengan Bentuk Unik di Dunia

Penulis

Bobobox

Kaktus langka selalu menarik perhatian karena bentuk, ukuran, pola pertumbuhan, hingga persebarannya yang tidak biasa. Beberapa spesies hidup di wilayah sangat terbatas. Sementara itu, jenis lain memiliki bentuk unik akibat mutasi pertumbuhan. Ada pula kaktus yang menghadapi tekanan dari perdagangan ilegal dan kerusakan habitat.

 

Kamu mungkin bisa menemukan banyak jenis kaktus di toko tanaman. Namun, beberapa spesies berikut jauh lebih sulit kamu temukan. Bahkan, status konservasinya juga memerlukan perhatian khusus. Yuk, kenali berbagai kaktus langka dengan bentuk dan karakteristik yang unik berikut ini!

 

Jenis Kaktus Langka di Dunia

 

Cactus collection-Pohon Kaktus
Photo: Leonardo Iheme via Unsplash

 

Turbinicarpus alonsoi

 

Turbinicarpus alonsoi merupakan kaktus kecil yang sangat sulit kamu temukan. Spesies kaktus langka ini berasal dari Meksiko, terutama dari wilayah Guanajuato dan San Luis Potosí. Kaktus ini tumbuh di lingkungan kering dan berbatu. Perdagangan ilegal serta tekanan terhadap habitat ikut meningkatkan risiko bagi populasinya.

 

Turbinicarpus alonsoi termasuk spesies yang mendapat perhatian dalam perdagangan internasional. Karena itu, kolektor sebaiknya memilih tanaman hasil budidaya legal. Pilihan tersebut membantu mengurangi tekanan terhadap populasi liar.

 

Lophocereus schottii

 

Ahli botani sering mengklasifikasikan kaktus Lophocereus schottii sebagai Pachycereus schottii. Kaktus asal wilayah Baja California dan Sonora ini memang sangat populer di kalangan kolektor, terutama untuk variasinya yang bernama kaktus tiang totem (totem pole cactus). 

 

Tanaman ini mengalami mutasi alami yang bernama monstrose. Artinya, ia tumbuh dengan bentuk acak sehingga permukaannya bergelombang dan membentuk tonjolan-tonjolan tidak beraturan. 

 

Berbeda dari bentuk aslinya, kaktus tiang totem ini memiliki permukaan halus dan hampir tidak berduri. Karena pertumbuhannya yang unik inilah, banyak orang menyukainya sebagai tanaman hias.

 

Gymnocalycium mihanovichii

 

Gymnocalycium mihanovichii atau Ruby ball memiliki bentuk bola kecil dengan warna cerah. Warna merah, kuning, jingga, atau ungu membuat tanaman ini mudah menarik perhatian.

 

Namun, bentuk berwarna cerah yang populer sebagai tanaman hias biasanya menghasilkan sangat sedikit klorofil. Karena itu, tanaman tersebut membutuhkan batang bawah sebagai penopang.

 

Kaktus bulan hasil sambung sebenarnya cukup umum dalam perdagangan tanaman hias. Jadi, tidak semua Gymnocalycium mihanovichii termasuk kaktus langka. Keunikannya lebih terlihat pada kebutuhan grafting dan variasi warnanya.

 

Discocactus horstii

 

Discocactus horstii memiliki bentuk bulat dengan pola tubuh yang khas. Tanaman ini juga menghasilkan bunga putih yang menarik. Spesies ini berasal dari Brasil dan tumbuh pada habitat yang terbatas. Karena itu, perubahan lingkungan dapat memberi tekanan besar terhadap populasinya.

 

Kaktus dalam genus Discocactus membutuhkan perhatian khusus dalam perdagangan. Sebagai kolektor, kamu sebaiknya memeriksa asal tanaman sebelum membeli. Tanaman hasil budidaya legal menjadi pilihan yang lebih bertanggung jawab.

 

Strombocactus disciformis

 

Strombocactus disciformis merupakan satu-satunya spesies dalam genus Strombocactus. Tanaman ini berasal dari Meksiko dan tumbuh sangat lambat. Bentuknya kecil, bulat, dan memiliki permukaan khas. Saat berbunga, tanaman ini menghasilkan bunga dengan warna yang dapat terlihat mencolok.

 

Karena pertumbuhannya memakan waktu lama, para pembudidaya membutuhkan kesabaran ekstra saat merawatnya. Selain itu, mengambil tanaman ini langsung dari alam liar akan memberikan dampak yang bisa merusak bagi populasi lokal. 

 

Blossfeldia liliputana

 

Blossfeldia liliputana termasuk salah satu kaktus terkecil di dunia. Bentuknya menyerupai bongkahan kecil dengan tubuh yang sederhana. Kaktus ini tidak memiliki tulang rusuk yang menonjol seperti banyak spesies lain. Tanaman tersebut juga menghasilkan bunga kecil berwarna putih.

 

Spesies ini berasal dari wilayah Argentina dan Bolivia. Ukurannya yang sangat kecil membuatnya mudah berbaur dengan lingkungan berbatu. Karena itu, kamu mungkin sulit menemukannya di habitat alami.

 

Haageocereus tenuis

 

Haageocereus tenuis merupakan kaktus yang berasal dari Peru dan memiliki persebaran alami yang sangat terbatas. Tanaman ini tumbuh di lingkungan pesisir yang kering, terutama pada kawasan dengan tanah berpasir. Sebagian tubuhnya bahkan dapat tertutup pasir sehingga keberadaannya tidak selalu mudah terlihat.

 

Kelangkaan Haageocereus tenuis tidak hanya berkaitan dengan jumlah populasinya. Habitat yang terbatas membuat spesies ini lebih rentan terhadap perubahan lingkungan dan gangguan pada kawasan tempat tumbuhnya. Karena itu, tekanan terhadap habitat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam upaya menjaga keberlangsungan spesies ini.

 

Bentuknya juga cukup unik karena batang Haageocereus tenuis tumbuh rendah dan memanjang mengikuti permukaan tanah. Karakter tersebut membantunya beradaptasi dengan lingkungan pesisir yang kering dan berpasir, sekaligus membuatnya sulit ditemukan di antara vegetasi dan pasir di sekitarnya.

 

Stenocereus hollianus cristata

 

Stenocereus hollianus cristata memiliki bentuk pertumbuhan yang menyerupai gelombang atau kipas. Berbeda dari pertumbuhan normal yang cenderung memanjang, bagian puncak tanaman ini berkembang melebar dan membentuk lipatan yang tidak beraturan.

 

Bentuk tersebut muncul ketika titik tumbuh tanaman berkembang secara menyamping. Akibatnya, setiap tanaman dapat menghasilkan pola yang berbeda. Duri-durinya juga mengikuti lekukan tubuh kaktus dan menambah karakter pada tampilannya.

 

Keunikan bentuk cristata membuat tanaman ini populer di kalangan kolektor. Namun, bentuk tersebut lebih berkaitan dengan pola pertumbuhan yang tidak biasa daripada status kelangkaan spesiesnya. Karena itu, nilai tarik tanaman ini terletak pada bentuk kipasnya yang unik dan berbeda pada setiap individu.

 

Opuntia cylindrica cristata

 

Kaktus ini memiliki bentuk pertumbuhan yang unik dan berbeda dari bentuk normalnya. Batangnya berkembang melebar dan membentuk lipatan bergelombang yang menyerupai kipas. Seiring pertumbuhannya, setiap tanaman dapat menghasilkan pola yang berbeda.

 

Bentuk cristata membuat tampilannya tampak seperti pahatan alami. Warna hijau pada batangnya juga berpadu dengan areola dan duri kecil yang muncul di beberapa bagian. Karena bentuknya tidak biasa, kaktus ini cukup populer sebagai tanaman koleksi.

 

Lalu, banyak orang sebelumnya mengenal tanaman ini sebagai Opuntia subulata 'Cristata'. Namun, para ilmuwan dalam klasifikasi botani modern kini menggunakan Austrocylindropuntia subulata sebagai nama spesiesnya. Bentuk 'Cristata' sendiri menunjukkan pola pertumbuhan berjambul (crested) yang sering pekebun budidayakan sebagai tanaman hias. 

 

Meski demikian, bentuk cristata tidak otomatis menunjukkan bahwa tanaman tersebut langka di alam. Daya tarik utamanya terletak pada pola pertumbuhannya yang tidak biasa dan bentuk kipas yang berbeda pada setiap tanaman.

 

Melocactus matanzanus

 

Melocactus matanzanus memiliki nama umum dwarf Turk's cap. Kaktus langka ini berbentuk bulat dan memiliki duri di sepanjang tubuhnya. Saat mencapai fase dewasa, tanaman ini membentuk cephalium di bagian atas. Bagian tersebut menjadi ciri khas utama kelompok Melocactus.

 

Cephalium bukan bunga, melainkan struktur khusus yang kemudian menghasilkan bunga dan buah. Ciri tersebut membuat Melocactus berbeda dari banyak kaktus bulat lainnya.

 

Myrtillocactus geometrizans cristata

 

Myrtillocactus geometrizans cristata dikenal pula sebagai dinosaur back plant. Bentuknya menyerupai punggung bergelombang dengan susunan yang saling bertautan. Perubahan pada titik tumbuh menciptakan bentuk unik tersebut. Tanaman ini juga dapat menghasilkan bunga kecil pada kondisi yang sesuai.

 

Bentuk cristata banyak diminati karena setiap tanaman dapat memiliki pola berbeda. Namun, tanaman berbentuk crest tetap dapat berasal dari spesies yang umum dibudidayakan.

 

Lobivia famatimensis cristata

 

Lobivia famatimensis cristata memiliki tubuh kecil dengan pola pertumbuhan yang tidak biasa. Bentuk cristata membuat bagian tubuhnya tumbuh melebar dan membentuk lekukan seperti kipas. Pola tersebut juga dapat berbeda pada setiap tanaman.

 

Beberapa koleksi menampilkan duri dengan warna jingga hingga kecokelatan. Sementara itu, tanaman ini dapat menghasilkan bunga berwarna cerah ketika tumbuh dalam kondisi yang sesuai.

 

Bentuk cristata muncul akibat perubahan pada titik tumbuh tanaman. Pertumbuhan tersebut membuat kaktus tidak berkembang dengan pola bulat seperti bentuk normalnya. Sebaliknya, tubuh tanaman tumbuh menyamping dan menghasilkan pola bergelombang yang menjadi daya tarik utamanya.

 

Bentuk unik inilah yang membuat Lobivia famatimensis cristata menarik bagi kolektor. Namun, karakter cristata lebih menunjukkan variasi pola pertumbuhan daripada menjadi penanda bahwa seluruh spesiesnya langka.

 

Echinocereus rigidissimus rubrispinus

 

Echinocereus rigidissimus rubrispinus memiliki nama umum rainbow hedgehog cactus. Duri berwarna merah muda hingga kemerahan menjadi daya tarik utamanya. Tanaman ini juga menghasilkan bunga besar dengan warna cerah. Namun, kelebihan air dapat mengganggu kondisi akar.

 

Media tanam yang cepat mengalirkan air sangat penting bagi banyak kaktus. Kamu juga perlu menyesuaikan frekuensi penyiraman dengan cuaca dan kondisi media.

 

Opuntia subulata

 

Opuntia subulata dikenal sebagai Eve's needle cactus. Tanaman ini berasal dari kawasan Andes dan dapat tumbuh cukup tinggi. Kaktus tersebut juga memiliki pertumbuhan yang relatif cepat. Kamu dapat menanamnya dalam pot besar atau langsung di tanah.

 

Nama ilmiah tanaman ini kini sering muncul sebagai Austrocylindropuntia subulata. Perubahan nama tersebut mengikuti perkembangan klasifikasi botani. Namun, banyak penjual masih menggunakan nama lama Opuntia subulata.

 

Espostoa ‘Peruvian Old Lady’

 

Espostoa ‘Peruvian Old Lady’ memiliki rambut putih yang menutupi sebagian batang dan durinya. Tampilan tersebut membuatnya sekilas mirip dengan Peruvian Old Man. Di habitat alami, beberapa jenis Espostoa dapat tumbuh cukup tinggi. Namun, tanaman dalam pot biasanya tumbuh lebih terbatas.

 

Rambut putih pada kaktus membantu melindungi tubuh tanaman dari kondisi lingkungan yang keras. Meski begitu, kamu tetap perlu menjaga sirkulasi udara agar kelembapan tidak bertahan terlalu lama.

 

Rhipsalis lepismium cruciforme

 

Rhipsalis lepismium cruciforme memiliki batang panjang dan bercabang. Bentuknya membuat tanaman ini berbeda dari gambaran umum tentang kaktus gurun. Saat terkena cahaya kuat, warna batang dapat berubah. Tanaman ini juga dapat menghasilkan bunga dan buah kecil.

 

Tidak semua kaktus tumbuh di gurun yang panas dan kering. Beberapa kelompok, termasuk kerabat Rhipsalis, berkembang di lingkungan yang lebih lembap. Karena itu, kebutuhan cahayanya juga dapat berbeda.

 

Ariocarpus fissuratus

 

Kolektor sering menyebut Ariocarpus fissuratus sebagai batu hidup (living rock). Pasalnya, warna tubuhnya yang hijau keabu-abuan membantu tanaman ini menyamar dengan sempurna di antara bebatuan alam. 

 

Menariknya lagi, kaktus ini nyaris tidak memiliki duri; tubuhnya hanya terdiri dari tonjolan-tonjolan yang menyerupai tekstur kulit batu. Karena perlindungan perdagangannya cukup ketat, kamu patut membeli hasil budidaya legal demi menjaga kelestariannya.

 

Selenicereus

 

Selenicereus merupakan kelompok kaktus yang dikenal karena bunganya yang besar dan mencolok. Beberapa spesies dalam genus ini mendapat sebutan moonlight cactus atau kaktus malam karena bunganya mekar setelah matahari terbenam.

 

Bunganya umumnya hanya bertahan dalam waktu singkat. Karena itu, momen mekarnya sering menjadi daya tarik utama bagi pencinta kaktus. Beberapa jenis juga memiliki batang panjang yang tumbuh memanjat atau menjuntai.

 

Genus Selenicereus mencakup beragam spesies dengan karakter yang berbeda. Oleh sebab itu, tidak semua anggotanya memiliki tingkat kelangkaan yang sama. Keunikan kelompok ini lebih terlihat dari kebiasaan tumbuh dan waktu mekarnya bunga, terutama pada spesies yang membuka bunga pada malam hari.

 

Bentuk batang yang memanjang juga membuat beberapa jenis Selenicereus berbeda dari kaktus gurun yang berbentuk bulat atau tegak. Karena itu, kelompok ini menawarkan tampilan yang unik, terutama ketika bunga berukuran besar muncul di antara batangnya.

 

Mammillaria glochidia var. xiloensis

 

Mammillaria glochidia var. xiloensis memiliki tubuh kecil yang tersusun dari tonjolan-tonjolan khas. Tonjolan tersebut menjadi tempat tumbuhnya duri, sehingga bentuknya berbeda dari banyak kaktus yang memiliki rusuk memanjang.

 

Tanaman dari kelompok Mammillaria juga dapat tumbuh sendiri atau membentuk rumpun kecil. Duri dan bunga menjadi beberapa ciri yang membantu membedakan satu spesies dari spesies lainnya.

 

Echinopsis cv. 'Chocolate'

 

Echinopsis cv. 'Chocolate' memiliki warna cokelat yang membuat tampilannya berbeda dari kebanyakan kaktus hijau. Tubuhnya cenderung bulat dan padat, sehingga sekilas menyerupai bentuk jamur dengan permukaan yang tebal.

 

Warna dan bentuknya yang tidak biasa membuat Echinopsis cv. 'Chocolate' menarik bagi kolektor. Namun, kelangkaan kultivar tetap berbeda dengan kelangkaan spesies liar yang menghadapi ancaman terhadap populasi atau habitatnya.

 

Baca Juga

 

 

Koleksi Kaktus Langka dengan Bijak

 

Memiliki koleksi kaktus memang bisa menjadi hobi yang menyenangkan. Namun, kelangkaan sebuah tanaman sebaiknya tidak mendorong pengambilan langsung dari habitat alaminya.

 

Sebelum membeli, cari tahu nama ilmiah dan asal tanaman yang kamu pilih. Selain itu, pilih penjual yang menyediakan tanaman hasil budidaya legal. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati keunikan kaktus langka tanpa menambah tekanan pada populasi liar.

 

Kalau ingin rehat sejenak dari rutinitas dan menikmati suasana alam, kamu juga bisa merencanakan perjalanan bersama Bobocabin. Kamu bisa menikmati pengalaman menginap di tengah alam dengan konsep cabin modern. 

 

Bobocabin Signature Kawah Ciwidey, Bandung (14).jpg
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Saat masuk ke dalam kabin, kamu bisa langsung merebahkan tubuh di atas kasur berukuran besar yang empuk. Dari atas kasur ini, kamu pun dapat memandangi panorama alam di luar kabin melalui Smart Window. 

 

Menariknya, kamu bisa mengubah kaca jendela tersebut dari transparan menjadi buram dalam sekejap hanya dengan satu sentuhan, sehingga privasimu tetap terjaga.

 

Bobocabin juga mengintegrasikan teknologi cerdas atau Internet of Things (IoT) untuk memaksimalkan kenyamananmu selama menginap. Lewat tablet pintar B-Pad yang tersedia di dalam ruangan, kamu bisa mengatur Mood Lamp sesuai suasana hati dan menyambungkan ponsel ke Bluetooth Speaker untuk memutar lagu-lagu favoritmu.

 

Kamu juga bisa memanfaatkan promo yang tersedia agar perjalananmu terasa lebih hemat. Jangan lupa download aplikasi Bobobox, cek pilihan promo terbaru Bobobox dan pilih penawaran yang sesuai dengan rencana perjalananmu. Siap staycation sekarang?

 

Header image by: Giulia Hetherington via Unsplash