imlek barongsai

Barongsai: Tarian Ikonik Imlek yang Sarat Makna dan Filosofi

Barongsai merupakan pertunjukan yang identik dengan perayaan Imlek. Konon, tarian tradisional Tiongkok ini dipentaskan untuk mengusir roh jahat sekaligus mengundang keberuntungan di tahun yang baru. Begitu tabuhan genderang, gong, dan simbal mulai terdengar, suasana pun langsung berubah jadi lebih meriah, hangat, dan penuh semangat khas Imlek.

Dalam kepercayaan tradisional Tionghoa, suara keras dipercaya mampu mengusir energi negatif. Itulah sebabnya pertunjukan barongsai selalu diiringi musik yang ritmis dan menghentak. Warna kostumnya pun bukan sekadar hiasan, melainkan simbol doa dan harapan agar tahun baru dipenuhi kebahagiaan, kesehatan, dan kemakmuran.

Baca Juga: Ini Dia 8 Perayaan Imlek di Dunia, Meriah dan Spesial!

Sejarah Barongsai

barongsai

Photo: Scribbling Geek via Unsplash

Barongsai adalah pertunjukan tradisional yang berasal dari Tiongkok dan diperkirakan telah ada sejak lebih dari seribu tahun lalu. Dalam bahasa Mandarin, seni ini dikenal sebagai shi shi wu yang berarti tarian singa. Sementara itu, istilah “barongsai” yang digunakan di Indonesia berasal dari pelafalan dialek Hokkien.

Lalu, barongsai hewan apa? Jawabannya adalah singa. Hal yang menarik, singa sebenarnya bukan hewan asli Tiongkok. Hewan ini dikenal masyarakat Tionghoa sejak masa Dinasti Han melalui hubungan perdagangan dan diplomatik dengan Asia Tengah dan India. Karena tampilannya yang gagah dan kuat, singa kemudian diasosiasikan sebagai simbol keberanian, kekuasaan, dan perlindungan dari bahaya.

Salah satu legenda paling terkenal adalah kaitannya dengan monster bernama Nian. Konon, Nian muncul setiap akhir tahun untuk meneror penduduk desa. Monster ini sangat ditakuti, tetapi memiliki kelemahan: takut pada warna merah, api, dan suara keras.

Promo Bobocabin Banner

Untuk mengusirnya, penduduk desa menciptakan kostum menyerupai singa dan menari sambil menabuh alat musik dengan suara nyaring. Nian pun melarikan diri, dan tradisi ini terus diwariskan hingga akhirnya dikenal sebagai barongsai.

Seiring waktu, barongsai berkembang menjadi seni pertunjukan yang makin kompleks. Kostumnya dibuat dengan detail tinggi, lengkap dengan kepala besar, mata yang bisa berkedip, telinga yang bergerak, serta mulut yang dapat membuka dan menutup. Tubuh digerakkan oleh dua orang penari yang harus bekerja sama dengan sangat kompak agar gerakan terlihat hidup dan ekspresif.

Di Indonesia, tarian ini mulai dikenal luas seiring kedatangan masyarakat Tionghoa ratusan tahun lalu. Meski sempat mengalami pembatasan pada masa tertentu, barongsai kini kembali tampil bebas dan bahkan sering dipertunjukkan di ruang publik. Kehadirannya menjadi simbol bahwa budaya dapat tumbuh berdampingan dan saling memperkaya.

Baca juga: Update: Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026

Jenis-Jenis Barongsai dan Perbedaannya dengan Tarian Naga

barongsai

Photo: Rizki Oceano via Unsplash

Barongsai ternyata memiliki beberapa jenis yang berkembang berdasarkan wilayah dan gaya pertunjukannya. Secara umum, barongsai terbagi menjadi dua aliran utama, yaitu Barongsai Utara dan Barongsai Selatan.

Barongsai Utara memiliki bentuk yang lebih menyerupai singa asli, dengan bulu panjang dan wajah yang terlihat realistis. Gerakannya banyak meniru perilaku singa sungguhan, seperti bermain, berguling, dan melompat. Barongsai jenis ini sering menampilkan unsur akrobatik dan biasanya dipertunjukkan dalam festival besar atau kompetisi.

Sementara itu, Barongsai Selatan adalah jenis yang paling sering ditemui di Indonesia, terutama saat barongsai imlek. Ciri khasnya terletak pada kepala besar dengan mata menonjol, tanduk kecil di dahi, serta warna-warna cerah yang mencolok. Gerakan barongsai Selatan lebih simbolis dan sarat makna spiritual, seperti penghormatan, keberanian, dan doa untuk rezeki.

Di sisi lain, banyak orang juga mengenal barongsai naga. Meski sering disamakan, tarian naga sebenarnya berbeda dengan barongsai singa. Tarian naga menggunakan kostum naga panjang yang digerakkan oleh banyak penari sekaligus dengan tongkat. Dalam budaya Tionghoa, naga melambangkan kekuatan alam, kebijaksanaan, dan kemakmuran besar.

Baca juga: Mengenal Perayaan Tahun Baru Imlek dan Sejarahnya

Filosofi Tarian Barongsai

barongsai

Photo: Jony Y via Unsplash

Di balik gerakan lincah dan atraktif, tarian ini menyimpan filosofi yang sangat dalam. Setiap gerakan bukan hanya soal estetika, tetapi juga sarat makna kehidupan.

Singa melambangkan keberanian, kekuatan, dan kebijaksanaan. Gerakan awal barongsai yang tampak “bangun” melambangkan awal tahun yang baru, sejalan dengan makna Imlek sebagai momen pembaharuan dan harapan. Tarian ini seolah mengajak semua orang untuk meninggalkan hal-hal buruk di tahun lalu dan menyambut masa depan dengan semangat baru.

Gerakan yang terkadang terlihat lucu, penasaran, atau bahkan ceroboh juga punya arti tersendiri. Hal ini mencerminkan sifat manusia yang tidak sempurna, tetapi terus belajar dan berkembang. Ketika barongsai melompat tinggi atau berdiri di atas tiang, gerakan tersebut melambangkan keberanian menghadapi tantangan hidup.

Salah satu momen paling ikonik dalam pertunjukan barongsai imlek adalah cai qing. Pada bagian ini, barongsai akan “memakan” sayuran hijau atau angpao yang digantung. Sayuran hijau melambangkan rezeki dan kemakmuran, sementara angpao melambangkan berkah. Setelah itu, barongsai biasanya memuntahkan kembali sayuran sebagai simbol berbagi keberuntungan.

Warna kostum pun memiliki makna filosofis. Merah melambangkan kebahagiaan dan keberanian, emas melambangkan kemakmuran, sedangkan hijau sering diartikan sebagai simbol pertumbuhan dan kesehatan. Semua unsur ini berpadu menjadi doa agar kehidupan di tahun baru berjalan seimbang dan penuh berkah.

Baca juga: 10 Pantangan Imlek yang Harus Dihindari Saat Merayakannya

Perayaan Imlek di Indonesia

Di Indonesia, barongsai telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Imlek. Setiap tahunnya, pertunjukan ini dapat ditemui di klenteng, pusat perbelanjaan, perkantoran, hingga ruang publik di berbagai kota besar seperti Jakarta, Medan, Semarang, dan Surabaya.

Menariknya, barongsai di Indonesia mengalami banyak adaptasi. Musik pengiringnya terkadang dipadukan dengan unsur modern, sementara gerakannya disesuaikan dengan ruang pertunjukan. Meski begitu, esensi dan filosofinya tetap dijaga, sehingga maknanya tidak hilang.

Bagi anak-anak, barongsai sering menjadi pintu masuk untuk mengenal budaya Imlek. Aktivitas seperti mewarnai barongsai banyak digunakan di sekolah dan rumah sebagai sarana edukasi budaya. Lewat kegiatan sederhana ini, anak-anak bisa belajar mengenal simbol, warna, dan nilai tradisi dengan cara yang menyenangkan.

Libur Imlek Lebih Berkesan dengan Menginap di Bobopod atau Bobocabin

Bobopod bestie

Photo: Bobobox Internal Asset

Imlek identik dengan libur panjang dan momen berkumpul bersama orang-orang terdekat. Di momen seperti ini, menikmati kemeriahan perayaan sambil menyaksikan pertunjukan Imlek tentu terasa lebih berkesan jika diimbangi dengan tempat menginap yang nyaman dan sesuai dengan gaya liburanmu.

Untuk kamu yang ingin tetap dekat dengan pusat kota dan lokasi perayaan, Bobopod Jakarta bisa menjadi pilihan yang pas. Konsep hotel kapsul modern yang diusung Bobopod menawarkan kenyamanan praktis, terutama setelah seharian berkeliling kota menikmati suasana Imlek yang meriah. Lokasinya yang tersebar di beberapa titik strategis Jakarta memudahkan kamu menjangkau area publik yang kerap menggelar pertunjukan barongsai.

Dengan menginap di Bobopod Jakarta, kamu bisa lebih leluasa mengatur waktu—mulai dari menonton barongsai, berkunjung ke klenteng, hingga berjalan santai menikmati dekorasi Imlek di pusat kota—tanpa perlu khawatir soal jarak dan akses transportasi.

Bobocabin Bunaken Hills

Photo: Bobobox Internal Asset

Sementara itu, kalau kamu ingin merayakan Imlek dengan suasana yang lebih tenang, menjauh sejenak dari keramaian kota, dan memberi ruang untuk bernapas setelah hiruk-pikuk perayaan, Bobocabin bisa menjadi pilihan staycation yang pas. Konsep Cabin modern yang menyatu dengan alam membuat Bobocabin cocok untuk kamu yang ingin mengawali tahun baru dengan energi yang lebih segar dan pikiran yang lebih jernih.

Menginap di Bobocabin menghadirkan pengalaman berbeda. Kamu bisa menikmati suasana alam yang menenangkan, udara yang lebih sejuk, serta momen hening yang jarang ditemukan di tengah rutinitas sehari-hari. Setelah seharian menikmati kemeriahan Imlek atau menyaksikan pertunjukan barongsai, Bobocabin menjadi tempat yang ideal untuk beristirahat, refleksi, sekaligus mengisi ulang energi sebelum kembali beraktivitas.

Yuk, download aplikasi Bobobox untuk pesan Pod atau Cabin di lokasi favorit dengan harga terbaik!

 

Featured Photo: Lastmayday via Unsplash

Bobobox

Bobobox

Sejak tahun 2018, Bobobox hadir menawarkan pengalaman yang berbeda bagi para traveler untuk menikmati perjalanan yang sempurna. Bobobox menghubungkan traveler, dari pod ke kota.

All Posts

Bobobox

Rasakan sensasi menginap di hotel kapsul Bobobox! Selain nyaman, hotel kapsul ini mengedepankan teknologi dan keamanan. Bobobox bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk menikmati perjalanan dan beristirahat, dan cocok untuk perjalanan liburan atau bisnis.

Top Articles

Categories

Follow Us

Latest Articles