10 Pantangan Imlek yang Harus Dihindari saat Merayakannya

18 Oct 2026

10 Pantangan Imlek yang Harus Dihindari saat Merayakannya

Penulis

Bobobox

Masyarakat Tionghoa masih mempraktikkan pantangan Imlek sebagai bagian dari tradisi dan kepercayaan saat merayakan Tahun Baru Imlek. Setiap pantangan memiliki makna tersendiri, mulai dari menjaga keberuntungan hingga mencegah hal-hal yang bisa membawa kesialan.

 

Sebagian masyarakat menjadikan pantangan tersebut sebagai cara menyambut tahun baru dengan harapan baik. Karena itu, kamu sebaiknya menghindari beberapa kebiasaan tertentu selama perayaan Imlek berlangsung.

 

Namun, setiap keluarga atau daerah menerapkan pantangan Imlek dengan cara yang berbeda-beda. Beberapa keluarga masih menjalankan tradisi ini secara ketat, sementara yang lain mulai menyesuaikannya dengan kehidupan modern.

 

Lantas, apa saja pantangan Imlek yang masih masyarakat yakini hingga sekarang? Yuk, simak 10 pantangan yang perlu kamu tahu saat perayaan Imlek!

 

10 Pantangan Imlek yang Perlu Kamu Hindari

 

bagi angpau tradisi imlek
Photo: RDNE Stock project via Pexels

 

Berikut adalah beberapa pantangan Imlek yang masih masyarakat Tionghoa patuhi hingga sekarang. 

 

Menyapu Lantai Rumah

 

Pantangan Imlek yang pertama adalah menyapu lantai rumah pada saat tahun baru tiba. Secara garis besar, pantangan ini berkaitan dengan kepercayaan tentang keberuntungan.

 

Pasalnya, membersihkan rumah dengan menggunakan sapu sama halnya seperti menyapu rezeki yang datang ke rumah. Karena itu, orang Tionghoa biasanya membersihkan rumah sehari sebelum tahun baru tiba.

 

Bersih-bersih menjelang tahun baru Imlek diyakini sebagai upaya dan simbol untuk menyingkirkan segala kesialan ataupun ketidakberuntungan menjelang pergantian tahun.

 

Selain menyapu, sebagian tradisi juga menghindari membuang sampah pada hari pertama Imlek. Kebiasaan tersebut memiliki makna yang serupa, yaitu menjaga agar keberuntungan tidak ikut keluar dari rumah.

 

Menyantap Bubur sebagai Sarapan

 

Kuliner satu ini sering kali memecah belah warganet ke dalam dua kubu: tim diaduk dan tim tidak diaduk. Ya, apalagi kalau bukan bubur.

 

Ternyata, bubur merupakan salah satu pantangan Imlek yang wajib kamu hindari, lho. Masyarakat Tionghoa menghindari makanan ini salah satunya sebagai bentuk menghormati Buddha.

 

Selain itu, bubur sebagai pantangan Imlek juga berkaitan dengan kondisi masyarakat pada zaman dulu. Makanan ini identik dengan masyarakat tidak mampu. Sehingga, orang-orang Tionghoa menghindari menyantap bubur pada hari pertama tahun baru agar terhindar dari kemiskinan.

 

Namun, kamu perlu memahami bahwa pantangan makanan dapat berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. Tradisi Tahun Baru Imlek memiliki banyak variasi, sehingga makanan yang dianggap kurang baik di satu wilayah belum tentu memiliki makna yang sama di wilayah lain.

 

Karena itu, sebaiknya kamu memahami konteks keluarga atau komunitas yang menjalankan tradisi tersebut. Dengan begitu, kamu bisa menghargai pantangan yang mereka jalankan tanpa menganggapnya sebagai aturan yang berlaku bagi semua orang.

 

Meminum Obat

 

Selanjutnya, ada lagi pantangan Imlek yang harus kamu ketahui saat merayakan tahun barunya. Pantangan tersebut adalah meminum obat di hari pertama.

 

Pasalnya, jika ada yang meminum obat pada hari pertama tahun baru, hal tersebut diartikan bahwa orang tersebut akan sakit sepanjang tahun.

 

Saking bermaknanya pantangan ini, di beberapa daerah di Tiongkok, orang-orang yang sedang sakit dahulu memecahkan pot obat herbal setelah lonceng tahun baru dibunyikan. Mereka meyakini bahwa tradisi tersebut akan mengusir penyakit pada tahun mendatang.

 

Namun, perlu diingat jika kepercayaan tersebut merupakan bagian dari tradisi dan tidak menggantikan kebutuhan seseorang untuk mendapatkan pengobatan. Jika kamu perlu mengonsumsi obat, tetap ikuti anjuran dokter atau tenaga kesehatan.

 

Dengan begitu, kamu tetap bisa menghargai tradisi tanpa mengabaikan kebutuhan kesehatan.

 

Meminjamkan Uang

 

Saat kamu sedang kesulitan uang, jangan coba-coba untuk meminjam uang kepada orang yang sedang merayakan tahun baru Imlek. Pasalnya, mereka mungkin tidak akan memberikanmu pinjaman.

 

Bukannya tidak mau, hal tersebut merupakan pantangan Imlek yang mereka harus patuhi. Orang-orang Tionghoa sendiri mempercayai bahwa meminjamkan uang kepada orang lain merupakan simbol kehilangan rezeki atau ketidakberuntungan untuk satu tahun ke depan. Mereka menghindari aktivitas yang dianggap membuat kekayaan keluar dari rumah pada awal tahun.

 

Karena itu, sebagian orang memilih menyelesaikan urusan keuangan sebelum perayaan dimulai. Dengan demikian, mereka dapat menyambut tahun baru dengan harapan kondisi keuangan tetap baik.

 

Memakai Pakaian Berwarna Hitam atau Putih

 

Pantangan Imlek selanjutnya adalah memakai pakaian berwarna hitam atau putih. Dalam tradisi orang Tionghoa, kedua warna tersebut dianggap sebagai lambang berduka cita.

 

Sehingga, orang-orang Tionghoa sering kali tidak mengenakan pakaian berwarna putih, hitam, atau warna gelap saat merayakan Imlek.

 

Masyarakat Tionghoa juga memaknai perayaan Imlek sebagai momen untuk menyambut tahun baru dengan penuh kebahagiaan. Oleh karena itu, mereka biasanya memakai pakaian berwarna cerah, khususnya merah dan emas.

 

Mereka meyakini warna merah dapat membawa keberuntungan. Sementara itu, warna emas melambangkan kemakmuran.

 

Tak hanya itu, warna merah juga memiliki posisi penting dalam berbagai tradisi Tahun Baru Imlek. Selain melambangkan keberuntungan, merah dapat merepresentasikan kebahagiaan dan kemakmuran.

 

Karena itu, kamu akan sering menemukan warna merah pada pakaian, dekorasi, amplop, dan berbagai perlengkapan selama perayaan Imlek.

 

Menggunakan Benda Tajam

 

Saat merayakan Tahun Baru Imlek, salah satu pantangan Imlek lainnya adalah menggunakan benda-benda tajam seperti pisau, gunting, dan jarum.

 

Hal ini umumnya disarankan untuk mencegah kecelakaan yang tidak diinginkan dari benda-benda tajam tersebut. Selain itu, benda tajam memiliki makna simbolis dalam kepercayaan yang berkembang di masyarakat Tionghoa.

 

Masyarakat Tionghoa meyakini bahwa benda-benda tajam tersebut dapat menjadi simbol yang memotong keberuntungan. Benda tajam juga dianggap dapat mempertipis kekayaan pada tahun mendatang.

 

Karena itu, sebagian keluarga menyiapkan bahan makanan sebelum hari pertama Imlek. Mereka dapat memotong atau mengolah bahan makanan lebih awal agar tidak perlu sering menggunakan pisau saat perayaan berlangsung.

 

Dengan cara tersebut, mereka tetap bisa menyiapkan makanan sekaligus mengikuti tradisi yang dipercaya keluarga.

 

Keramas atau Mencuci Rambut

 

Banyak orang menyarankan hal ini untuk mencegah kecelakaan akibat benda-benda tajam tersebut. Selain itu, benda tajam juga memiliki makna simbolis dalam kepercayaan yang berkembang di masyarakat Tionghoa.

 

Masyarakat Tionghoa sendiri meyakini bahwa benda-benda tajam tersebut dapat memotong keberuntungan. Mereka juga menganggap benda tajam bisa mempertipis kekayaan pada tahun mendatang.

 

Kepercayaan tersebut juga berkaitan dengan bahasa Mandarin. Kata fa pada rambut memiliki bunyi yang sama dengan unsur kata dalam facai, yang berkaitan dengan menjadi kaya atau memperoleh kemakmuran. Karena itu, mencuci rambut dianggap seperti mencuci keberuntungan pada awal tahun.

 

Jadi, sebagian orang memilih keramas dan memotong rambut sebelum hari pertama tahun baru Imlek.

 

Memberi Hadiah Tertentu

 

Biasanya, saat merayakan tahun baru, ada beberapa hal yang dilakukan. Salah satunya adalah memberi hadiah kepada orang yang kita sayangi.

 

Nah, bagi kamu yang mengenal orang yang sedang merayakan Imlek, sebaiknya perhatikan barang yang akan diberikan. Jika ingin memberikan hadiah, hindari beberapa barang tertentu karena memiliki makna yang kurang baik dalam tradisi Tionghoa.

 

Barang-barang yang masuk ke dalam pantangan Imlek ini di antaranya adalah buku, payung, sepatu, jam, dan cermin. Barang-barang tersebut dianggap mempunyai makna yang buruk.

 

Berikut ini merupakan makna dari barang-barang tersebut.

 

  • Buku dalam bahasa Mandarin memiliki bunyi yang sama dengan kata yang berkaitan dengan kalah.
  • Payung memiliki asosiasi makna dengan perpisahan dalam beberapa dialek Tionghoa.
  • Sepatu memiliki bunyi yang dianggap kurang baik dalam bahasa Mandarin.
  • Jam memiliki bunyi yang berkaitan dengan menghadiri pemakaman.
  • Cermin dalam sebagian kepercayaan tradisional dikaitkan dengan hal-hal yang kurang baik.

 

Karena itu, memilih hadiah untuk orang yang merayakan Imlek sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan bentuknya. Kamu juga perlu memperhatikan makna dan asosiasi budaya dari hadiah tersebut. Dengan begitu, hadiah yang kamu berikan tetap terasa menyenangkan dan tidak menimbulkan salah paham.

 

Mencuci Pakaian

 

Tak hanya keramas atau mencuci rambut, mencuci pakaian juga menjadi pantangan Imlek selanjutnya.

 

Biasanya, saat merayakan tahun baru, orang-orang memakai pakaian baru yang telah mereka cuci sebelumnya. Nah, sebagian tradisi melarang masyarakat Tionghoa mencuci pakaian pada hari pertama dan kedua Imlek.

 

Masyarakat Tionghoa merayakan kedua hari tersebut sebagai bagian dari tradisi tahun baru. Selain itu, mereka meyakini kegiatan mencuci pakaian pada awal tahun dapat menghilangkan keberuntungan atau menghanyutkan kekayaan.

 

Karena itu, kamu bisa mencuci pakaian terlebih dahulu sebelum perayaan berlangsung. Dengan begitu, kamu tetap memiliki persediaan pakaian bersih tanpa perlu mengabaikan tradisi keluarga.

 

Mengunjungi Rumah Orang Tua

 

Pantangan Imlek terakhir ini ditujukan khusus kepada perempuan yang sudah menikah. Di tahun baru Imlek, seorang anak perempuan yang sudah menikah secara tradisional dilarang melakukan kunjungan ke rumah orang tuanya pada hari pertama.

 

Masyarakat Tionghoa sendiri meyakini bahwa kunjungan tersebut dapat membawa kesialan bagi orang tua. Mereka juga percaya bahwa hal tersebut dapat berdampak buruk pada kondisi ekonomi keluarga.

 

Namun, tidak perlu khawatir karena anak perempuan yang sudah menikah boleh mengunjungi rumah orang tuanya pada hari kedua Imlek.

 

Tradisi kunjungan keluarga sendiri memiliki variasi di berbagai daerah. Karena itu, kebiasaan keluarga dapat menentukan kapan dan bagaimana seseorang mengunjungi kerabat selama perayaan Imlek.

 

Hal tersebut menunjukkan bahwa pantangan Imlek tidak selalu berlaku dengan cara yang sama bagi setiap keluarga. Jika kamu merayakan Imlek bersama keluarga besar, sebaiknya tanyakan kebiasaan yang mereka ikuti agar kamu tidak salah memahami tradisinya.

 

Baca Juga

 

 

Menginap saat Perayaan Imlek? Yuk, di Bobopod Aja!

 

Bobopod bestie
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Saat berkunjung ke rumah saudara atau kerabat untuk merayakan Imlek, kamu mungkin perlu bepergian ke kota lain. Jika perjalanan cukup jauh, menginap bisa menjadi pilihan agar kamu tetap punya waktu untuk beristirahat.

 

Salah satu pilihan akomodasi yang bisa kamu pertimbangkan adalah Bobopod. Hotel kapsul ini cocok untuk kamu yang membutuhkan tempat menginap praktis saat bepergian. Di dalam pod-nya sudah tersedia kasur empuk, panel pintar B-Pad untuk mengatur AC, Bluetooth speaker, hingga Mood Lamp. 

 

Sementara di luar pod, kamu bisa menemukan fasilitas pendukung seperti kamar mandi sharing terpisah antara laki-laki dan perempuan, musala, pantry, hingga area komunal yang nyaman. 

 

Selain memilih lokasi Bobopod yang sesuai dengan perjalananmu, kamu juga bisa memanfaatkan promo yang tersedia. Salah satunya adalah promo Special at Tanah Abang Discount 15% yang berlaku untuk pemesanan Bobopod Tanah Abang. Cek promo terbaru Bobobox sebelum melakukan pemesanan.

 

Yuk, unduh aplikasi Bobobox dan cari Bobopod favoritmu sekarang!

 

Header image by: jcomp via Freepik