makanan khas imlek

7 Makanan Khas Imlek dan Maknanya

Perayaan Imlek pada 17 Februari 2026 menandai datangnya Tahun Kuda Api, yang melambangkan semangat, keberanian, dan dorongan untuk terus bergerak maju. Bagi masyarakat Tionghoa, Imlek bukan sekadar pergantian kalender, tetapi momen penting untuk mempererat hubungan keluarga, mengenang leluhur, dan menyambut tahun baru dengan harapan yang lebih baik.

Selain tradisi berbagi angpao, makan bersama keluarga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Imlek. Bahkan, banyak orang percaya bahwa hidangan yang tersaji di meja makan akan memengaruhi keberuntungan sepanjang tahun. Itulah sebabnya makanan khas Imlek tidak dipilih secara sembarangan. Setiap menu memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan rezeki, kesehatan, keharmonisan, dan umur panjang.

Menariknya, seiring penyebaran budaya Tionghoa ke berbagai negara, termasuk Indonesia, banyak makanan khas Imlek di Indonesia yang mengalami penyesuaian tanpa menghilangkan filosofi aslinya. Lalu, sebenarnya makanan Imlek apa aja yang wajib ada, dan apa makna di baliknya? Simak penjelasan lengkap berikut ini.

Baca Juga: 7 Tempat Terbaik Merayakan Imlek 2023 di Jakarta, Yuk Agendakan!

7 Makanan Khas Imlek dan Maknanya

Dalam tradisi Imlek, makanan tidak hanya disajikan untuk dinikmati, tetapi juga sebagai simbol doa dan harapan di tahun yang baru. Setiap hidangan memiliki makna tersendiri yang berkaitan dengan keberuntungan, kesehatan, dan keharmonisan keluarga.

Berikut 7 jenis makanan yang biasa dihidangkan saat perayaan imlek, serta makna yang terkandung di balik setiap makanan ini:

1. Dodol Keranjang (Nian Gao)

Nian_gao kue keranjang

Photo: ProjectManhattan via Wikimedia Commons

Dodol keranjang atau nian gao adalah makanan khas Imlek di Indonesia yang hampir selalu hadir di meja tamu. Teksturnya lengket dan rasanya manis, melambangkan keakraban keluarga, keharmonisan, dan hubungan yang erat antaranggota keluarga.

Secara bahasa, nian gao berarti “tahun yang lebih tinggi”. Filosofi ini diartikan sebagai harapan agar kehidupan di tahun baru lebih baik dari tahun sebelumnya—baik dari segi karier, rezeki, maupun kualitas hidup.

Di Indonesia, dodol keranjang sering diolah kembali menjadi berbagai hidangan, seperti digoreng dengan telur atau dikukus. Meski bentuknya berubah, maknanya tetap sama: simbol manisnya kebersamaan dan harapan akan masa depan yang lebih cerah.

2. Ikan

ikan, makanan khas imlek

Photo: Freepik

Ikan merupakan simbol kelimpahan dan kemakmuran dalam budaya Tionghoa. Kata ikan (yu) memiliki pelafalan yang sama dengan kata “berlebih” atau “sisa rezeki”. Itulah sebabnya ikan selalu masuk dalam daftar 5 makanan wajib saat Imlek.

Biasanya, ikan disajikan dalam kondisi utuh—lengkap dengan kepala dan ekor—sebagai simbol awal dan akhir yang baik. Dalam beberapa keluarga, ikan bahkan tidak dihabiskan, melambangkan rezeki yang masih tersisa dan berlanjut ke tahun berikutnya.

Di Indonesia, ikan bisa disajikan dengan berbagai cara, mulai dari dikukus, digoreng, hingga dimasak dengan saus khas Tionghoa. Apa pun olahannya, maknanya tetap sama: doa agar rezeki selalu cukup dan berlimpah.

Baca juga: Update Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026

3. Lumpia

lumpia - popiah

Photo: jcomp via Freepik

Lumpia dikenal sebagai simbol kemakmuran karena bentuknya menyerupai batangan emas. Hidangan ini berasal dari Tiongkok dan kemudian berkembang luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Sebagai makanan khas Imlek di China, lumpia awalnya dibuat dengan isian sayuran sederhana. Namun, di Indonesia, lumpia berkembang dengan isian rebung, daging, atau udang. Kehadirannya di meja makan Imlek dipercaya membawa harapan akan stabilitas finansial dan kemakmuran sepanjang tahun.

Biasanya, lumpia disajikan dalam jumlah banyak sebagai simbol rezeki yang berlipat ganda.

4. Yusheng Salad

Yusheng adalah salad khas Imlek yang identik dengan tradisi lo hei, yaitu mengaduk salad bersama-sama sambil mengucapkan doa-doa baik. Setiap bahan dalam yusheng memiliki makna tersendiri, mulai dari ikan mentah sebagai simbol kelimpahan hingga sayuran segar sebagai lambang pertumbuhan.

Semakin tinggi yusheng diaduk, semakin tinggi pula harapan akan keberuntungan di tahun baru. Karena itu, momen ini sering menjadi bagian paling meriah dalam jamuan Imlek.

5. Mie Panjang Umur

Mie panjang umur atau chang shou mian merupakan salah satu makanan saat Imlek yang paling sarat makna. Hidangan ini melambangkan umur panjang, kesehatan, dan kehidupan yang berkesinambungan. Karena filosofi tersebut, mie panjang umur biasanya dimasak dan disajikan tanpa dipotong.

Dalam tradisi Tionghoa, memutus mie dianggap sebagai simbol terputusnya keberuntungan atau umur. Oleh karena itu, mie disantap apa adanya, bahkan jika panjangnya melebihi mangkuk. Di Indonesia, mie panjang umur sering disajikan dengan tambahan ayam, udang, jamur, atau sayuran, menyesuaikan selera lokal tanpa menghilangkan makna simbolisnya.

Mie ini biasanya disantap oleh orang yang lebih tua atau dijadikan doa bagi anggota keluarga agar panjang umur dan sehat sepanjang tahun.

Baca juga: Sejarah Imlek Sejak Dahulu yang Belum Kamu Tahu

6. Jeruk Mandarin

Jeruk mandarin identik dengan Imlek karena warnanya yang menyerupai emas. Buah ini melambangkan keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan. Selain itu, dalam bahasa Tionghoa, kata jeruk memiliki asosiasi dengan makna “keberhasilan”.

Tak heran jika jeruk sering dijadikan hantaran saat bersilaturahmi. Semakin banyak jeruk yang dibawa dan dibagikan, semakin besar pula doa baik yang disampaikan.

Jeruk mandarin juga menjadi simbol kesegaran dan awal baru, sejalan dengan semangat Imlek sebagai momen pembaharuan.

7. Babi Kecap atau Ayam Panggang

babi kecap

Photo: Freepik

Babi kecap merupakan makanan khas Imlek di China yang melambangkan kemakmuran dan keberhasilan. Hidangan ini biasanya disajikan dalam porsi besar sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang telah diterima.

Di Indonesia, babi kecap sering digantikan dengan ayam panggang agar lebih inklusif. Meski berbeda bahan, maknanya tetap sama: simbol kelimpahan, rasa syukur, dan kebersamaan keluarga.

Hidangan ini biasanya menjadi menu utama dalam makan besar Imlek, menandai puncak perayaan.

Baca juga: 10 Pantangan Imlek yang Harus Dihindari Saat Merayakannya

Makanan Imlek sebagai Simbol Kebersamaan

makanan imlek halal

Photo: Nadin Sh via Pexels

Lebih dari sekadar tradisi kuliner, makanan Imlek adalah medium yang menyatukan banyak cerita, emosi, dan kenangan dalam satu meja makan. Saat Imlek tiba, dapur biasanya menjadi ruang paling hidup di rumah. Aroma masakan khas, suara percakapan lintas generasi, hingga momen saling menyajikan makanan menjadi simbol kebersamaan yang tidak tergantikan.

Dalam budaya Tionghoa, makan bersama bukan hanya soal mengenyangkan perut, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap keluarga dan leluhur. Setiap hidangan yang disajikan mengandung makna dan doa, sehingga momen makan Imlek sering kali berlangsung lebih lama dan penuh kehangatan. Duduk melingkar, berbagi makanan dari piring yang sama, dan saling mendoakan kebaikan menjadi inti dari perayaan ini.

Namun, di tengah kehidupan modern yang serba cepat, tidak semua orang bisa merayakan Imlek dengan cara yang sama seperti dulu. Mobilitas tinggi, jarak geografis, dan rutinitas yang padat membuat momen kebersamaan menjadi sesuatu yang semakin berharga. Di sinilah makna Imlek justru terasa semakin relevan—sebagai pengingat untuk berhenti sejenak, memperlambat langkah, dan kembali pada hal-hal yang esensial.

Menariknya, nilai kebersamaan ini tidak hanya hadir di rumah. Banyak orang kini merayakan Imlek dengan cara yang lebih fleksibel, seperti menghabiskan waktu bersama keluarga inti, pasangan, atau bahkan diri sendiri. Entah itu dengan memasak makanan khas Imlek sederhana, berburu kuliner khas Imlek di kota, atau sekadar menikmati waktu tenang setelah momen makan besar, esensinya tetap sama: merayakan kebersamaan dan rasa syukur.

Libur Imlek, Waktu yang Tepat untuk Beristirahat dan Menikmati Momen

Bobopod Thamrin

Photo: Bobobox Internal Asset

Tak semua orang merayakan Imlek dengan tradisi lengkap, tetapi libur Imlek tetap menjadi momen penting untuk beristirahat dan mengisi ulang energi. Setelah rutinitas panjang dan berbagai aktivitas akhir tahun, libur Imlek sering dimanfaatkan sebagai waktu jeda—baik untuk pulang ke rumah keluarga, menikmati kota yang lebih lengang, maupun melakukan staycation singkat.

Bagi sebagian orang, menikmati Imlek berarti tetap berada di tengah kota. Menyusuri kawasan kuliner, mengunjungi klenteng, atau sekadar menikmati suasana perayaan di ruang publik menjadi cara tersendiri untuk merasakan Imlek. Nah, Bobopod Jakarta menawarkan pengalaman menginap yang praktis dan relevan dengan gaya hidup urban. Berlokasi di area strategis, Bobopod memudahkan mobilitas tanpa mengorbankan kualitas istirahat.

Konsep hotel kapsul berbasis teknologi yang diusung Bobopod memungkinkan tamu menikmati ruang istirahat yang efisien, privat, dan nyaman. Fitur-fitur seperti akses kamar berbasis QR, pengaturan pencahayaan, hingga sound meditation dirancang untuk membantu tamu beristirahat lebih optimal—sebuah kebutuhan penting setelah hari-hari yang penuh aktivitas .

bobocabin kawah ijen

Photo: Bobobox Internal Asset

Sementara itu, bagi mereka yang ingin merayakan Imlek dengan suasana lebih tenang dan jauh dari keramaian, Bobocabin menghadirkan alternatif pengalaman beristirahat yang berbeda. Berada di destinasi alam premium, Bobocabin menawarkan konsep resting experience yang memadukan kenyamanan modern dengan ketenangan alam. Menginap di Bobocabin memberi ruang untuk refleksi, memperlambat ritme hidup, dan memulai tahun baru dengan pikiran yang lebih jernih .

Fasilitas kabin yang dilengkapi teknologi pintar seperti Smart Window, B-Pad, dan QR Code Door Lock memastikan kenyamanan tetap terjaga, tanpa menghilangkan nuansa dekat dengan alam. Ini menjadikan Bobocabin pilihan ideal bagi mereka yang ingin menjadikan libur Imlek sebagai momen pemulihan energi, bukan sekadar liburan singkat.

Dengan perencanaan yang matang, libur Imlek tidak lagi terasa melelahkan. Kamu bisa fokus menikmati momen—mulai dari makanan khas Imlek, kebersamaan, hingga waktu tenang untuk diri sendiri—tanpa perlu direpotkan oleh urusan teknis di menit terakhir.

Yuk, download aplikasi Bobobox sekarang untuk dapatkan Pod atau Cabin dengan harga terbaik!

 

Featured Photo: Freepik

Bobobox

Bobobox

Sejak tahun 2018, Bobobox hadir menawarkan pengalaman yang berbeda bagi para traveler untuk menikmati perjalanan yang sempurna. Bobobox menghubungkan traveler, dari pod ke kota.

All Posts

Bobobox

Rasakan sensasi menginap di hotel kapsul Bobobox! Selain nyaman, hotel kapsul ini mengedepankan teknologi dan keamanan. Bobobox bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk menikmati perjalanan dan beristirahat, dan cocok untuk perjalanan liburan atau bisnis.

Top Articles

Categories

Follow Us

Latest Articles