Perayaan Natal selalu meriah dengan berbagai pernak-pernik cantik yang membuat suasana rumah penuh kilau dan gemerlap. Selain menyenangkan, dekorasi tersebut juga memberi keindahan dan membuat Natal terasa semakin hidup dan penuh keajaiban. Namun, tahukah kamu kalau makna dekorasi Natal dari pernak pernik itu sangat dalam?
Ada banyak jenis pernak pernik yang biasa muncul sebagai dekorasi Natal. Mulai dari pohon Natal, kaus kaki, sampai karakter malaikat hampir tidak pernah absen memeriahkan suasana. Memahami makna di baliknya bisa membuat momen Natal jadi lebih berkesan, apalagi saat menghabiskannya bersama keluarga. Yuk, simak selengkapnya di sini!
10 Makna Dekorasi Natal yang Sangat Filosofis

1. Pohon Natal
Baik pohon asli maupun artifisial, pohon berhiaskan kelap-kelip lampu dan hiasan cantik lainnya menjadi salah satu dekorasi wajib saat Natal. Tradisi menghias rumah dengan pohon Natal sendiri diyakini bermula dari Jerman pada abad ke-16. Namun, kebiasaan memanfaatkan pohon cemara dan pinus sebagai dekorasi telah ada jauh sebelum itu, yakni sejak zaman Mesir dan Roma Kuno.
Mengapa harus menggunakan pohon hijau abadi seperti cemara dan pinus? Alasannya adalah pohon tersebut tetap berwarna hijau sepanjang tahun, bahkan di musim dingin yang keras sekalipun. Hal ini membuat kedua jenis pohon itu identik dengan simbol kehidupan abadi.
Selain itu, bagi orang-orang Mesir, Celtic, Druid, Roma dan Viking, kehadiran pohon hijau abadi juga dipercaya menjadi penghalau terhadap roh jahat dan penyakit. Keunggulan cemara dan pinus itulah yang kemudian membuat Santo Bonifasius, seorang penyebar agama Kristen di Jerman, menjadikannya sebagai pernak pernik Natal.
Namun, versi lain menyebut Santo Bonifasius kala itu murka akibat pertemuannya dengan orang-orang yang tengah memuja pohon oak. Ia pun kemudian menebang pohon tersebut, yang setelahnya justru tumbuh tunas cemara dari akarnya. Lalu, muncul penafsiran bahwa makna dekorasi Natal ini adalah sebagai simbol kesetiaan umat Kristiani terhadap keimanan mereka.
2. Lilin
Pembahasan makna dekorasi Natal berikutnya adalah tentang pernak pernik berupa lilin. Penggunaannya identik dengan tradisi Christmas carol, yaitu sebagai penerang saat ibadah berlangsung. Meski memancarkan cahaya kecil, lilin memberikan suasana teduh dan syahdu di tengah kekhusyukan ibadah.
Sebelum ditemukannya lampu pijar dan lilin elektrik seperti sekarang, masyarakat di masa lampau menggunakan lilin asli yang diikatkan pada dahan pohon Natal. Walaupun kini lampu hias menjadi pilihan karena lebih aman, lilin masih kerap digunakan sebagai dekorasi rumah agar suasana Natal semakin hidup dan meriah.
Lantas, apa makna dekorasi Natal berupa lilin ini? Sedikit cahaya dari lilin mengisyaratkan harapan yang akan selalu ada—meskipun di tengah kegelapan. Secara spiritual, ini merujuk pada kehadiran Yesus sebagai “Cahaya Dunia”.
Yesus terlahir untuk menjadi penerang dunia dari belenggu kegelapan yang telah menyebar akibat dosa perbuatan manusia. Sosoknya juga terlahir sebagai pembimbing umat manusia menuju jalan yang terang, penuh kebaikan, dan terbebas dari belenggu keputusasaan.
3. Wreath
Wreath atau karangan bunga melingkar menjadi pernak-pernik Natal berikutnya yang tidak boleh ketinggalan. Hiasan ini biasanya berupa rangkaian daun cemara dengan bentuk melingkar dan memiliki hiasan bunga ceri, pita merah, atau buah pinus yang membuatnya tampak makin cantik. Biasanya, wreath diletakkan di depan pintu atau jendela rumah.
Selain sebagai penyambut tamu, ada makna dekorasi Natal mendalam di balik pernak-pernik satu ini, yaitu:
- Bentuk lingkaran yang sempurna pada wreath—yang tidak memiliki awal dan akhir—menjadi simbol cinta kasih Tuhan yang abadi serta tidak pernah putus kepada seluruh umat-Nya.
- Bentuk ranting yang melingkar terinspirasi dari mahkota duri yang Yesus pakai saat peristiwa penyalipan, melambangkan keikhlasan demi kebaikan umat.
- Buah ceri yang berwarna merah menggambarkan darah Yesus yang tumpah di kayu Salib, bukti nyata pengorbanannya.
- Daun berwarna hijau menyimbolkan kebangkitan setelah kematian.
4. Bintang Betlehem
Saat Natal tiba, pernak-pernik berbentuk bintang tidak pernah absen menghiasi kemeriahan perayaan tersebut. Pernak-pernik satu ini biasanya akan menghiasi titik tertinggi, yaitu puncak pohon Natal. Makna dekorasi Natal berbentuk bintang ini mengacu pada kemunculan bintang ajaib di langit saat Sang Juru Selamat lahir ke dunia.
Cahaya bintang yang tidak biasa itu berkilau sangat terang dan cerah sepanjang malam. Inilah yang terkenal dengan sebutan Bintang Betlehem yang menjadi penunjuk jalan bagi Tiga Orang Majus (Three Wise Men) menuju tempat kelahiran bayi Yesus.
Memasang bintang di puncak pohon Natal dapat bermakna meyakini Yesus sebagai penunjuk jalan yang penuh kebenaran dan keselamatan. Di sisi lain, bintang dapat pula mengisyaratkan harapan agar manusia terus berada di jalan yang lurus dalam meraih impian atau tujuan yang mereka harapkan. Dalam sekali, ya, maknanya!
5. Sinterklas
Meski tidak disinggung dalam Alkitab, Sinterklas menjadi salah satu simbol yang sangat melekat dengan perayaan Natal. Penggambaran sosok Sinterklas sendiri erat dengan karakter kakek berbaju dan bertopi merah dengan janggut putih panjang, lalu menenteng kantung besar berisi hadiah. Orang-orang biasanya menggantung atau meletakkan boneka Sinterklas di samping pohon Natal.
Konon, katanya, sosok Sinterklas terinspirasi dari seorang uskup bernama Santo Nicholas dari negeri Myra. Dia merupakan sosok yang sangat dermawan, murah hati, dan senang membantu. Tidak jarang, memberikan hadiah dan uang tanpa memberitahukan identitasnya. Uskup ini acap kali mengenakan pakaian musim dingin berwarna merah dan berbulu.
Tidak heran jika kemudian dirinya menjadi tokoh inspirasisosok Sinterklas. Jadilah dirinya sebagai tokoh inspirasi Sinterklas. Kisahnya pun menjadi salah satu dongeng legendaris yang tak lekang oleh waktu, bahkan ikut berkembang sesuai zaman. Makna dekorasi Natal yang satu ini adalah sebagai pengingat akan indah dan pentingnya berbagi tanpa mengharapkan balasan.
6. Permen Tongkat
Permen tongkat atau candy cane adalah salah satu makanan khas Natal sekaligus dekorasi gantung favorit di pohon Natal. Bentuknya sendiri menyerupai huruf ‘J’ atau seperti tongkat gembala mini dengan garis-garis khas berwarna merah dan putih. Tidak hanya cantik dan manis, ternyata makna dekorasi Natal ini juga cukup dalam, lho!
- Bentuknya yang menyerupai tongkat gembala melambangkan tugas Yesus sebagai “Gembala yang Baik”, yaitu memandu langkah hidup manusia agar tidak tersesat.
- Jika di balik, bentuk tongkat ini menyerupai huruf “J”, yang mewakili inisial nama Jesus (Yesus)—tepatnya menjadi bentuk penghormatan kepada Sang Juru Selamat.
- Warna putih melambangkan kesucian dan kemurnian ajaran Kristen.
- Warna merah melambangkan darah dan pengorbanan yang dicurahkan demi menyelamatkan umat manusia.
7. Kaus Kaki
Kaus kaki menjadi pernak-pernik wajib lainnya yang selalu ada untuk memeriahkan perayaan Natal. Pernak-pernik satu ini biasanya berwarna merah dan digantung pada pohon Natal, di atas perapian, atau di dekat pintu. Meski terlihat sederhana, kaus kaki ternyata menyimpan kisah latar belakang yang menyentuh.
Berawal dari kisah St. Nicholas yang ingin membantu seorang ayah miskin yang tidak memiliki uang mas kawin untuk ketiga putri cantiknya. Agar tidak menyinggung perasaan keluarga tersebut, St. Nicholas secara diam-diam melemparkan tiga kantong koin emas melalui cerobong asap pada malam hari.
Menariknya, koin-koin emas tersebut secara tidak sengaja jatuh dan masuk tepat ke dalam kaus kaki milik ketiga gadis itu yang sedang digantung di dekat perapian agar kering. Sejak saat itu, tradisi menggantung kaus kaki berkembang luas di kalangan masyarakat, terutama anak-anak.
Mereka percaya bahwa jika bersikap baik dan menjaga kebersihan hati, kaus kaki mereka akan terisi oleh hadiah uang atau kejutan manis. Sementara itu, makna dekorasi Natal ini secara umum adalah mengajarkan manusia untuk selalu memelihara rasa syukur, harapan, dan keyakinan bahwa kebaikan akan selalu membuahkan hasil yang indah.
8. Lonceng
Selain bintang, pernak-pernik lonceng juga selalu hadir memeriahkan Natal. Dentang lonceng yang nyaring kerap terdengar mengalun merdu selama musim Natal tiba. Selain penggunaan di gereja-gereja, lonceng-lonceng kecil berwarna emas atau perak juga sering menjadi dekorasi Natal yang digantungkan pada pohon atau rangkaian bunga (wreath).
Secara historis, biasanya para gembala membunyikan lonceng untuk memanggil domba-domba mereka yang terpisah. Namun dalam konteks perayaan Natal, makna dekorasi Natal yang satu ini adalah sebagai pengumuman atau warta gembira atas lahirnya Sang Juru Selamat ke dunia.
Lonceng juga menggemakan pesan kedamaian, kegembiraan, serta ajaran untuk menyambut hari baru dengan penuh optimisme. Suara dentangnya yang ceria mengajak setiap orang untuk melupakan perselisihan dan menyatukan hati dalam suasana penuh kasih.
9. Malaikat
Pernak-pernik berbentuk figur malaikat juga tampak sering menghiasi bagian puncak atau dahan-dahan pohon Natal. Biasanya, dekorasi Natal ini memiliki penggambaran sebagai sosok putih anggun bersayap.
Makna dekorasi Natal berupa malaikat ini mengacu pada peran spiritual para malaikat dalam kisah kelahiran Yesus.
Malaikat diutus oleh Tuhan untuk menyampaikan kabar gembira kepada Perawan Maria serta kepada para gembala di padang rumput Betlehem bahwa Juru Selamat telah lahir. Hiasan malaikat melambangkan kehadiran pelindung, kedamaian surgawi, serta pembawa pesan positif. Selain itu, hiasan ini juga menjadi pengingat bahwa selalu ada malaikat yang mengawasi setiap perbuatan kita.
10. Perpaduan Warna Tradisional Natal: Merah, Hijau, dan Emas
Selain makna dekorasi Natal dari beragam pernak-perniknya, perpaduan warna yang kamu gunakan juga tidak bisa asal pilih, lho! Jika kamu perhatikan dengan saksama, hanya ada tiga warna yang mendominasi dari dekorasi Natal, yaitu merah, hijau, dan emas.
Rupanya, ada makna mendalam juga di balik pemilihan kombinasi warna tersebut, yaitu:
- Warna Hijau: Mewakili warna pohon cemara yang melambangkan keabadian, kesegaran, dan harapan akan pertumbuhan di masa depan.
- Warna Merah: Mewakili warna buah ceri serta darah pengorbanan, yang menjadi simbol cinta kasih abadi dan kehangatan.
- Warna Emas: Mewakili warna sinar bintang dan kemewahan persembahan para Majus, yang melambangkan kemuliaan, keceriaan, dan pendar cahaya penerang.
Baca Juga:
- 7 Kue Natal Paling Lezat dan Bikin Kangen
- 6 Pilihan Film Natal Keluarga, Kocak dan Menyentuh!
- 8 Ide Kado Natal untuk Teman Cewek dan Cowok
- 20 Ide Hampers Natal dan Tahun Baru Unik Bermanfaat
Menikmati Liburan Natal dengan Staycation di Bobopod

Filosofis sekali makna dekorasi Natal yang selama ini dianggap sebagai hiasan semata. Nah, pas banget liburan Natal dan tahun baru sudah di depan mata! Bagi kamu yang dapat jatah libur sekolah, kuliah, atau kerja cukup lama, jangan hanya menghabiskan waktu di rumah! Yuk, cari suasana Natal berbeda dengan staycation di Bobopod!
Lokasi hotel kapsulnya selalu berada di kawasan tengah kota, yang pastinya tidak bikin kamu repot kalau mau jalan-jalan, hangout, wisata kuliner, dan lainnya. Jadi, liburanmu tidak hanya habis dengan rebahan, kamu bebas bepergian tanpa takut tersesat ataupun kelaparan! Stok foto buat upload di media sosial juga pastinya aman!
Masalah kenyamanan, tidak perlu kamu ragukan lagi! Meskipun berjudul hotel kapsul, interior pod-nya cukup luas. Tersedia pula kasur empuk yang bikin tidur nyenyak tanpa sakit punggung! Tidak hanya itu, Bobopod juga menyediakan WiFi super kencang yang bisa untuk streaming, jadi kamu tidak akan jenuh bahkan saat sedang rebahan!
Soal harga, jangan khawatir, karena pasti terjangkau banget! Kamu bahkan bisa mendapatkan kesempatan menginap dengan harga promo jika melakukan pemesanan lewat aplikasi Bobobox! Yuk, unduh aplikasinya biar bisa dapat informasi terbaru dan mengatur jadwal menginap secara lebih fleksibel!
Header image by: They CallMe ZEUS⚡ via Unsplash




