Apa yang ada di pikiranmu pas membayangkan bulan puasa? Iklan sirup ikonik yang sering muncul di TV, suara petasan, dekorasi khas Ramadhan di mal dan tempat wisata, terus… rasanya ada yang kurang, ya?
Yup, sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim dan kekayaan budaya yang beragam, tentu Indonesia punya banyak tradisi bulan puasa yang unik! Tiap daerah terkenal dengan rangkaian kegiatan yang berbeda-beda, tapi semuanya tetap sarat akan makna spiritual.
Apa saja sih, tradisi unik bulan puasa dari berbagai daerah di Indonesia? Ini dia contohnya!
Tradisi Unik Bulan Puasa di Indonesia
1. Munggahan

Menjelang Ramadan, tepatnya pada akhir bulan Sya’ban, masyarakat Sunda biasanya melakukan munggahan. Istilah ini berasal dari bahasa Sunda, yakni “munggah” yang artinya “naik”. Munggahan melambangkan umat Muslim yang akan “naik” ke bulan suci Ramadan dan dinaikkan derajatnya.
Namun, beda daerah, beda pula penyebutan tradisinya walaupun sama-sama berasal dari Suku Sunda, Jawa Barat. Misalnya, masyarakat Bandung, Cianjur, Sukabumi, dan sekitarnya lebih sering menyebutnya sebagai papajar. Sementara itu, masyarakat Bogor lebih familier dengan istilah cucurak.
Meski begitu, kegiatan yang dilakukan dalam tradisi bulan puasa ini cenderung sama, seperti ziarah makam orang tua atau keluarga, bersih-bersih rumah, dan doa bersama. Selain itu, mereka juga akan makan bersama keluarga besar sekaligus silaturahmi dan saling meminta maaf.
2. Pasang Tirai di Restoran
Sebetulnya, pasang tirai di restoran saat Ramadan bukanlah tradisi adat maupun ritual keagamaan. Kebiasaan satu ini lebih mencerminkan rasa saling menghormati dan toleransi di tengah masyarakat. Banyak tempat makan memasang tirai atau penutup di bagian depan agar aktivitas makan pada pagi dan siang hari nggak terlihat dari luar. Langkah ini merupakan bentuk empati terhadap umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
3. Sahur, Sahur!

Sahur adalah aktivitas makan dan minum menjelang Subuh, biasanya dilakukan untuk mengisi perut sebelum puasa, termasuk puasa Ramadhan. Di beberapa daerah di Indonesia, masih ada tradisi membangunkan sahur dengan teriakan “sahur, sahur!” sambil berjalan keliling kampung dan memukul kentongan.
Tujuannya jelas, yaitu agar umat Muslim nggak kelewatan waktu sahur sehingga siap menjalani puasa. Apalagi, dalam ajaran Islam, sahur termasuk ibadah sunnah yang dianjurkan karena mengandung keberkahan.
4. Sahur on the Road
Tradisi unik bulan puasa satu ini masih berhubungan dengan sahur. Sahur on the road (SOTR) adalah kegiatan sahur bersama di luar rumah sambil membagikan makanan kepada pekerja malam, tunawisma, atau masyarakat kurang mampu. Biasanya, SOTR dilakukan oleh anak muda atau komunitas. Tujuannya untuk berbagi dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama.
Baca juga: Tidak Hanya Dilakukan Oleh Umat Muslim, Simak Tradisi Puasa di Berbagai Agama Berikut Ini!
5. Berburu Takjil
Takjil adalah kudapan ringan untuk berbuka puasa. Contohnya banyak, seperti kurma, gorengan, kolak, es buah, lemper, dan jajanan tradisional. Begitu azan Magrib berkumandang, takjil inilah yang biasanya dimakan lebih dulu.
Nah, selama Ramadan, biasanya banyak banget penjual takjil di berbagai jalan menjelang Magrib. Banyak masyarakat keluar rumah untuk berburu takjil sekaligus ngabuburit. Meski begitu, tradisi puasa satu ini bukan cuma sekadar beli makanan. Berburu takjil juga bisa menjadi momen kebersamaan dan kehangatan bareng keluarga atau teman. Di sisi lain, berjualan takjil dapat mendukung ekonomi rakyat.

6. Meugang
Beralih ke Aceh, Sumatra Utara, ada tradisi meugang untuk menyambut bulan puasa. Masyarakat Aceh memasak daging sapi, kambing, atau kerbau bersama-sama. Kemudian, mereka akan menikmatinya bersama keluarga, teman, atau tetangga. Tradisi bulan puasa ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur sekaligus untuk berbagi kebahagiaan, sehingga banyak orang bisa menikmati hidangan lezat sebelum memulai puasa Ramadhan.
7. Balimau
Geser sedikit ke Sumatra Barat, masyarakat setempat juga punya tradisi unik bernama balimau untuk menyambut Ramadan. Balimau adalah kegiatan mandi menggunakan air yang dicampur limau atau jeruk nipis. Biasanya, tradisi ini dilakukan secara berkelompok di sungai atau tempat pemandian umum. Bahkan, nggak sedikit juga masyarakat yang melakukannya di tempat wisata air.
Balimau menjadi simbol pembersihan diri secara fisik maupun spiritual. sebelum memasuki bulan puasa. Tujuannya agar umat Muslim dapat menyambut bulan suci dengan tubuh dan hati yang bersih pula. Nggak cuma itu, tradisi Ramadan ini juga kerap menjadi momen silaturahmi bagi masyarakat lokal.
8. Apeman

Apeman adalah tradisi membuat dan membagikan apem, kue tradisional yang terbuat dari tepung beras, gula, dan santan. Tradisi ini umumnya dilakukan oleh masyarakat Jawa pada bulan Sya’ban untuk menyambut bulan puasa Ramadhan.
Setelah selesai dibuat, apem akan dibagikan kepada tetangga, keluarga terdekat, atau masyarakat sekitar. Beberapa daerah di Jawa bahkan punya tradisi unik untuk melaksanakan apeman, seperti arak-arakan kue apem.
Sebutan apem sendiri sebetulnya berasal dari bahasa Arab, “afwun”, yang artinya “maaf”. Jadi, tradisi apeman menjadi simbol permohonan maaf sekaligus pengingat untuk saling memaafkan sebelum memulai puasa Ramadhan. Lalu, dengan berbagi apem, tali silaturahmi antar-sesama pun bisa terjaga.
9. Padusan
Masyarakat Boyolali punya tradisi seru buat menyambut bulan puasa, yaitu dengan mandi bersama di sungai atau sumber mata air lain. Tujuannya untuk membersihkan diri secara jasmani dan rohani sebelum memasuki bulan puasa. Biasanya, tradisi ini juga disertai dengan sesi berdoa bersama supaya ibadah puasa nanti lancar dan diterima.
10. Malam Pitu Likur
Pitu likur berasal dari bahasa Jawa yang artinya 27. Itulah kenapa malam pitu likur diadakan pada malam ke-27 Ramadan. Malam tersebut jatuh pada minggu terakhir bulan puasa, yang diyakini sebagai malam Lailatul Qadar sehingga begitu spesial bagi umat Islam. Biasanya, tradisi bulan puasa ini dilakukan oleh masyarakat di Moro, Kepulauan Riau.
Dalam tradisi malam tujuh likur, masyarakat setempat akan menyajikan hidangan tradisional seperti kue wajik dan kue bahulu. Kemudian, mereka saling berkunjung ke rumah tetangga dan mendoakan limpahan rahmat kepada satu sama lain. Setelah Magrib, biasanya diadakan pemasangan lampu pelita sebagai simbol harapan akan Lailatul Qadar, yakni malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Puasa Sambil Traveling? Tetap Nyaman dengan Menginap di Bobocabin!

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah wajib umat Islam. Jadi, walaupun saat traveling sekalipun, puasa harus tetap jalan. Hal ini bisa memberimu pengalaman yang berbeda dan berkesan, lho, apalagi kalau tujuan traveling-mu ada di tengah alam. Wah, rasanya bakal seru banget!
Biar kamu bisa tetap traveling tanpa kehilangan kekhusyukan Ramadan, menginap di Bobocabin merupakan pilihan pas. Bayangkan sahur dengan atmosfer sejuk pegunungan, buka puasa ditemenin view danau atau hutan, lalu malamnya beribadah dalam suasana tenang yang jauh dari hiruk pikuk kota. Vibes-nya syahdu dan bisa bantu kamu lebih mindful selama bulan puasa.
Pengin istirahat setelah jalan-jalan? Nggak perlu khawatir, kamu bisa istirahat nyaman di Cabin berfasilitas modern. Setiap Cabin dilengkapi dengan kasur empuk, AC, private bathroom dengan shower air hangat, Wi-Fi, serta amenities buat bikin kopi dan teh. Selain itu, ada juga teknologi B-Pad untuk mengatur Mood Lamp, Smart Window, dan Bluetooth speaker yang tersambung ke HP.

Sambil menunggu waktu buka puasa, kamu bisa menyewa permainan seru seperti Uno Cards, Uno Stacko, catur, congklak, atau kartu Tentang Kita yang disediakan Host. Nggak kalah menarik, ada pula fasilitas painting kit dan mini projector buat nonton film yang bisa kamu sewa buat menghabiskan waktu di Bobocabin.
Kabar gembiranya lagi, menginap di Bobocabin saat Ramadan bisa lebih hemat kalau kamu melakukan reservasi pada 22 Januari–2 Februari 2026. Selama periode tersebut, ada promo SuperBob Sale: A Fresh Start berupa penawaran spesial early bird untuk staycation saat Ramadan. Nggak cuma itu, kamu juga bisa mendapatkan diskon sampai 25% serta promo tambahan melalui Instagram Live Bobocabin dan bobopod.
Jadi, bagi yang akan puasa Ramadan sambil traveling, rencanakan dari sekarang supaya keduanya bisa berjalan lancar. Download aplikasi Bobobox sekarang juga, cek promonya, dan pesan Bobocabin di destinasi traveling-mu. Ramadan berjalan khusyuk, liburan tetap bisa jalan!
Featured Photo: Gül Işık via Pexels




