Resep buras ini bisa menjadi referensi buat kamu yang ingin mencoba makanan khas Bugis-Makassar di rumah. Buras atau burasa merupakan makanan khas Sulawesi Selatan yang terbuat dari beras dan santan, lalu dibungkus dengan daun pisang hingga menghasilkan bentuk yang pendek dan pipih.
Berbeda dari lontong atau ketupat yang cenderung memiliki rasa netral, resep buras menghasilkan makanan dengan cita rasa gurih karena beras dimasak bersama santan sebelum dibungkus dan direbus. Buras juga dikenal sebagai salah satu pendamping makanan berkuah seperti coto Makassar, sop konro, dan pallubasa.
Selain menjadi pendamping hidangan, buras juga kerap hadir dalam berbagai acara adat dan perayaan masyarakat Bugis-Makassar, seperti pernikahan, syukuran, hingga Lebaran.
Kalau kamu penasaran dengan rasanya, yuk, coba buat sendiri di rumah dengan resep buras khas Bugis-Makassar berikut ini!
Cara Membuat Buras Khas Bugis-Makassar Versi Original

Daripada membuat lontong biasa, proses membuat buras membutuhkan beberapa tahap tambahan karena beras terlebih dahulu dimasak dengan santan. Setelah itu, adonan dibungkus dengan daun pisang dan direbus hingga matang.
Agar kamu lebih mudah mengikutinya, kali ini resep buras dibuat dalam satu resep utama dengan takaran yang lebih sederhana dan langkah yang lebih terstruktur.
Bahan-Bahan Buras
Resep buras berikut menghasilkan sekitar 20–25 buah, tergantung ukuran setiap bungkus.
- 1 kg beras, pilih yang pulen
- 1–1,5 liter santan kental
- 1–1½ sdm garam
- 2–3 lembar daun salam
- 2 lembar daun pandan, opsional
- Daun pisang secukupnya
- Tali rafia atau benang kasur secukupnya
- Air secukupnya untuk merebus
Cara Membuat Buras

Sebelum dibungkus dengan daun pisang, kamu perlu memasak beras terlebih dahulu bersama santan hingga setengah matang. Tahap ini penting agar santan meresap ke dalam beras dan menghasilkan buras yang gurih serta pulen setelah direbus.
1. Masak Beras Bersama Santan
Cuci beras hingga bersih, lalu tiriskan. Panaskan santan bersama garam, daun salam, dan daun pandan dengan api sedang. Aduk secara rutin agar santan tidak pecah.
Masukkan beras ke dalam santan yang sudah panas. Masak sambil terus diaduk hingga santan terserap dan beras menjadi setengah matang dengan tekstur seperti nasi aron.
Setelah itu, matikan api, tutup panci, dan diamkan selama sekitar 15–30 menit agar santan makin meresap. Biarkan nasi aron hingga cukup hangat untuk kamu bungkus.
2. Siapkan Daun Pisang
Layukan daun pisang terlebih dahulu supaya lebih lentur dan tidak mudah robek ketika kamu menggunakannya untuk membungkus buras.
Kamu bisa melayukan daun dengan menjemurnya sebentar, memanaskannya di atas api kompor, atau mengukusnya selama beberapa menit. Setelah itu, potong daun pisang sesuai ukuran yang dibutuhkan.
3. Bungkus Buras
Ambil sekitar 2–3 sendok makan nasi aron, lalu letakkan di bagian tengah daun pisang. Gulung daun hingga nasi tertutup, kemudian lipat kedua ujungnya dengan rapi sehingga bentuk buras menjadi pendek dan agak pipih.
Setelah satu buras selesai dibungkus, buat satu bungkus lainnya dengan cara yang sama. Kemudian, satukan dua bungkus buras dengan bagian lipatan yang saling bertemu dan ikat menggunakan tali pada dua atau tiga titik.
Pastikan ikatannya cukup kuat agar bungkus tidak terbuka selama proses perebusan.
4. Rebus hingga Matang
Masukkan buras ke dalam panci besar, kemudian tambahkan air hingga seluruh buras terendam.
Rebus dengan api sedang selama sekitar 3–6 jam. Selama proses ini, pastikan air tetap cukup untuk merendam buras. Jika air mulai menyusut, tambahkan air panas secukupnya.
Setelah matang, angkat buras dan tiriskan. Diamkan hingga dingin sebelum disajikan. Proses perebusan yang cukup lama membantu menghasilkan tekstur buras yang lebih padat dan pulen.
Variasi Buras Lainnya yang Tak Kalah Sedap
Selain resep buras khas Bugis-Makassar yang gurih, kamu juga bisa mencoba beberapa variasi dengan tambahan rasa dan isian. Variasi ini bisa menjadi pilihan kalau kamu ingin menikmati buras dengan cita rasa yang sedikit berbeda.
1. Buras Pandan
Buras pandan cocok untuk kamu yang menyukai aroma harum dari daun pandan. Penambahan jus pandan membuat buras memiliki warna hijau muda sekaligus memberikan aroma yang lebih khas.
Bahan tambahan:
- 200–250 ml jus daun pandan dari 6–8 lembar daun pandan wangi
- Sedikit daun pandan suji jika ingin warna yang lebih hijau
Cara membuat:
- Blender daun pandan dengan sedikit air, lalu saring hingga mendapatkan jus pandan.
- Campurkan jus pandan ke dalam santan sebelum dimasak bersama beras.
- Lanjutkan proses pembuatan seperti resep buras biasa, mulai dari memasak beras hingga menjadi nasi aron, membungkusnya dengan daun pisang, kemudian merebusnya hingga matang.
- Setelah matang, buras akan memiliki warna hijau muda dengan aroma pandan yang harum.
Tips: Jangan menggunakan jus pandan terlalu banyak agar adonan tidak menjadi terlalu basah. Jika diperlukan, sesuaikan kembali jumlah santan yang digunakan.
2. Buras Isi Ayam
Kalau ingin buras yang lebih mengenyangkan, kamu bisa menambahkan isian ayam berbumbu. Isian ini memberikan rasa gurih dan membuat buras bisa dinikmati sebagai camilan atau makanan yang lebih lengkap.
Bahan isian:
- 300–400 gram daging ayam, giling atau suwir
- 4 siung bawang putih
- 6 siung bawang merah
- 1 batang serai, memarkan
- 2 lembar daun salam
- 1 sdt merica bubuk
- 1–2 sdm kecap manis
- Garam dan kaldu secukupnya
- Daun bawang secukupnya, opsional
Cara membuat isian:
- Haluskan bawang putih dan bawang merah, kemudian tumis bersama serai dan daun salam hingga harum.
- Masukkan ayam, lalu masak hingga berubah warna.
- Tambahkan kecap manis, merica, garam, kaldu, dan sedikit air.
- Masak hingga bumbu meresap dan airnya menyusut. Setelah itu, angkat dan dinginkan.
Cara merakit:
- Ambil secukupnya nasi aron, lalu ratakan di atas daun pisang.
- Letakkan sekitar 1–2 sendok makan isian ayam di bagian tengah.
- Tutup kembali dengan sedikit nasi aron, kemudian bungkus dan ikat seperti biasa.
- Rebus buras hingga matang mengikuti proses pada resep buras utama.
Selain ayam, kamu juga bisa mencoba isian lain seperti abon, oncom, atau campuran wortel, kentang, dan kacang panjang. Dengan begitu, kamu bisa menyesuaikan isian buras sesuai selera.
Tips Membuat Buras agar Gurih dan Pulen

Selain mengikuti resep buras di atas, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar hasil akhirnya lebih maksimal dan teksturnya tetap pulen. Beberapa tips berikut juga bisa membantu proses memasak berjalan lebih mudah.
- Gunakan santan dari kelapa tua jika memungkinkan agar rasa buras lebih gurih dan aroma santannya lebih terasa.
- Jangan mengisi nasi aron terlalu banyak agar kamu bisa melipat dan mengikat daun pisang dengan rapat. Beri ruang secukupnya supaya bungkus tidak mudah terbuka saat direbus.
- Pastikan daun pisang sudah cukup lentur sebelum digunakan supaya tidak mudah sobek ketika dilipat atau dibentuk.
- Ikat buras dengan kuat, terutama pada bagian ujung dan tengah bungkus. Ikatan yang rapat membantu nasi tetap berada di dalam daun selama proses perebusan.
- Selalu pastikan buras terendam selama proses perebusan agar seluruh bagian matang secara merata.
- Jika air rebusan menyusut, tambahkan air panas agar suhu masakan tetap terjaga dan buras tetap terendam.
- Untuk mempercepat proses memasak, kamu bisa menggunakan panci presto. Waktu memasaknya akan jauh lebih singkat dibandingkan dengan perebusan biasa, tetapi tetap pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan panci yang digunakan.
Setelah matang, tiriskan buras dan biarkan hingga suhunya turun sebelum disimpan. Lalu, sebaiknya segera konsumsi buras atau simpan dengan baik.
Jika ingin menikmatinya dalam beberapa hari ke depan, simpan buras dalam wadah tertutup di kulkas. Kukus kembali sebelum disantap agar teksturnya hangat dan nikmat.
Buras Cocok Disantap dengan Apa?

Buras biasanya disajikan sebagai pendamping makanan berkuah. Coto Makassar menjadi salah satu pasangan yang paling populer karena cita rasa gurih buras cocok dipadukan dengan kuah coto yang kaya rempah.
Selain coto Makassar, kamu juga bisa menyantap buras bersama sop konro, pallubasa, bakso, atau lauk berkuah lainnya. Kalau suka makanan dengan cita rasa lebih kuat, buras juga bisa dinikmati bersama sambal.
Tekstur buras yang pulen dan rasanya yang gurih membuat makanan ini cukup fleksibel untuk dipadukan dengan berbagai hidangan.
Membuat buras memang membutuhkan waktu yang cukup panjang, terutama pada proses merebusnya. Namun, resep buras ini relatif mudah dibuat selama kamu mengikuti setiap tahap dengan sabar, mulai dari memasak beras bersama santan, membungkusnya dengan daun pisang, hingga merebusnya sampai matang.
Kalau biasanya kamu menikmati buras saat menyantap coto Makassar di restoran, sekarang kamu bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah. Selain bisa menikmati makanan khas Sulawesi Selatan, memasak buras juga bisa menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat kuliner tradisional Bugis-Makassar.
Setelah Memasak, Saatnya Me-Time bareng Bobobox

Setelah puas mencoba resep buras dan menikmati hasil masakan sendiri, kamu juga bisa meluangkan waktu untuk beristirahat atau melakukan aktivitas lain yang kamu sukai.
Kalau sedang ingin mengambil jeda dari rutinitas, kamu bisa memilih staycation di Bobopod maupun Bobocabin. Setelah seharian memasak atau menjelajahi kuliner khas di suatu kota, waktu istirahat di pod bisa menjadi kesempatan untuk bersantai sebelum kembali beraktivitas.

Baca Juga:
- 8 Resep Menu Makan Siang yang Praktis dan Cepat Dibuat!
- Suka Makan Mentai Tetapi Mahal? Bikin Mentai Sendiri di Rumah Dengan 10 Resep Ini Agar Hemat!
- 10 Resep Jajanan Takjil Buka Puasa Paling Diburu
- Wajib Tahu! 7 Resep Masakan Untuk Bekal Mudik
Tertarik mencoba pengalaman menginap sambil menjelajahi kuliner lokal? Cek ketersediaan pod dengan download aplikasi Bobobox, pilih lokasi yang ingin kamu kunjungi, dan klaim diskon Early Booking agar liburanmu makin efisien!
Featured photo: Magnific




