Menjaga imunitas anak merupakan bagian penting dari pola hidup sehat. Sistem imun membantu tubuh melawan berbagai kuman yang dapat menyebabkan penyakit. Karena itu, orangtua perlu membangun kebiasaan sehat sejak dini. Cara meningkatkan imunitas anak dapat kamu mulai dengan menerapkan kebiasaan sederhana yang mendukung daya tahan tubuh.
Pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik, tidur yang cukup, kebersihan diri, imunisasi, serta kondisi emosional yang baik dapat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Lalu apa itu sistem imun? Sistem imun merupakan salah satu sistem yang bekerja di dalam tubuh manusia dan berfungsi untuk melawan penyakit juga infeksi. Sistem kekebalan tubuh melibatkan berbagai sel, jaringan, dan organ yang bekerja bersama untuk melindungi tubuh dari berbagai ancaman.
Namun, menjaga imunitas bukan berarti membuat anak menjadi kebal terhadap semua penyakit. Anak tetap dapat mengalami sakit meskipun sudah menerapkan pola hidup sehat. Tujuan utamanya adalah mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak secara keseluruhan.
Cara Meningkatkan Imunitas Anak, Tidak Sulit Loh!

Meningkatkan daya tahan tubuh anak bisa dilakukan dengan berbagai cara. Apa saja yang bisa orangtua lakukaan untuk mendukung daya tahan tubuh anak?
1. Membuat Anak Bahagia dan Nyaman
Kondisi emosional anak juga perlu diperhatikan. Stres yang berlangsung dalam waktu lama dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Karena itu, orangtua perlu menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa aman dan nyaman.
Ajak anak mengobrol, bermain bersama, membaca buku, menggambar, atau melakukan aktivitas lain yang mereka sukai. Orangtua juga dapat membantu anak mengenali dan mengekspresikan perasaannya dengan cara yang sehat.
Setiap anak memiliki cara mereka sendiri dalam mengekspresikan perasaannya. Hal yang bisa kita lakukan adalah untuk memastikan anak tidak larut dalam keresahan yang ia rasakan hingga membuat anak menjadi murung dan tidak bersemangat.
Jangan abaikan perasaan anak dan berikan kesempatan bagi mereka untuk bercerita. Ajak anak berdiskusi dan minta pendapatnya jika diperlukan sehingga ia merasa didengar dan didukung.
Lingkungan keluarga yang nyaman dapat membantu menjaga kesehatan mental anak sekaligus mendukung kebiasaan hidup yang lebih sehat.
2. Meningkatkan Imunitas Anak dengan Tetap Aktif atau Berolahraga
Aktivitas fisik menjadi salah satu kebiasaan penting untuk mendukung kesehatan dan kebugaran anak. Ajaklah anak melakukan kegiatan yang mendorong mereka bergerak aktif seperti bermain atau berolahraga agar tubuh anak bugar.
WHO merekomendasikan anak dan remaja usia 5–17 tahun melakukan setidaknya 60 menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat setiap hari. Aktivitas tersebut tidak harus selalu berupa olahraga formal. Bermain, bersepeda, berjalan kaki, berenang, menari, atau melakukan permainan aktif juga dapat menjadi pilihan.
Jika anak belum terbiasa aktif, orangtua dapat memulainya secara bertahap melalui kegiatan yang menyenangkan. Dengan begitu, aktivitas fisik tidak terasa seperti kewajiban, tetapi menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
3. Memberikan Makanan Bergizi dan Beragam
Salah satu faktor yang dapat membantu menjaga imunitas anak adalah pasokan vitamin dan mineral yang mencukupi. Namun, kebutuhan nutrisi anak tidak hanya berasal dari vitamin dan mineral. Anak juga membutuhkan karbohidrat, protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang sesuai.
Karena itu, berikan makanan yang beragam setiap hari. Beberapa pilihan yang dapat dimasukkan ke dalam menu anak antara lain:
- Buah-buahan seperti jeruk, pepaya, jambu, pisang, dan buah lainnya.
- Sayuran dengan berbagai warna.
- Telur, ikan, ayam, daging, dan sumber protein lainnya.
- Kacang-kacangan dan biji-bijian.
- Nasi, kentang, ubi, atau sumber karbohidrat lainnya.
- Susu dan produk olahannya sesuai kebutuhan anak.
Vitamin dan mineral seperti vitamin A, C, D, zat besi, dan zinc memiliki peran penting dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk sistem kekebalan. Meski begitu, suplemen vitamin atau mineral sebaiknya tidak diberikan secara sembarangan dan perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak.
4. Membatasi Gula Berlebih dan Makanan Ultra-Proses
Selain memperhatikan makanan bergizi, orangtua juga perlu membatasi konsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula, garam, atau lemak. Terlalu banyak makanan ultra-proses dapat membuat pola makan anak menjadi kurang seimbang jika dikonsumsi terlalu sering.
Beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi antara lain:
- Minuman bersoda dan minuman berpemanis.
- Permen dan makanan manis secara berlebihan.
- Kue atau biskuit dengan kandungan gula tinggi.
- Makanan ringan tinggi garam atau lemak.
- Makanan ultraproses yang rendah kandungan zat gizi.
Anak tetap boleh menikmati camilan. Kuncinya adalah menjaga porsi dan frekuensinya serta memastikan makanan utama tetap mengandung beragam zat gizi.
5. Meningkatkan Imunitas Anak dengan Cukup Tidur
Selain olahraga dan asupan gizi yang cukup, tidur yang optimal pun dibutuhkan untuk mendukung kesehatan dan daya tahan tubuh anak. Saat anak kurang tidur yang menyebabkan tubuhnya lemah, letih, dan lesu maka kondisi tersebut dapat mengganggu kesehatan dan fungsi tubuh secara keseluruhan.
Kebutuhan tidur anak berbeda-beda berdasarkan usia. Menurut rekomendasi American Academy of Sleep Medicine, kebutuhan tidur dalam 24 jam meliputi:
- Bayi usia 4–12 bulan: 12–16 jam, termasuk tidur siang.
- Anak usia 1–2 tahun: 11–14 jam, termasuk tidur siang.
- Anak usia 3–5 tahun: 10–13 jam, termasuk tidur siang.
- Anak usia 6–12 tahun: 9–12 jam.
- Remaja usia 13–18 tahun: 8–10 jam.
Untuk membantu anak tidur cukup, orangtua dapat membuat jadwal tidur yang konsisten, menciptakan suasana kamar yang nyaman, dan membatasi penggunaan perangkat elektronik menjelang waktu tidur.
6. Biasakan Anak Menjaga Kebersihan
Menjaga kebersihan diri merupakan kebiasaan sederhana yang dapat membantu mengurangi penyebaran berbagai kuman penyebab penyakit. Ajarkan anak mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain di luar.
Selain mencuci tangan, biasakan anak untuk:
- Menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin.
- Tidak berbagi alat makan dan minum secara sembarangan.
- Menjaga kebersihan kuku.
- Mandi dan mengganti pakaian setelah beraktivitas.
- Menjaga kebersihan kamar serta area bermain.
Kebiasaan tersebut sebaiknya kamu perkenalkan sejak dini agar anak terbiasa menjaga kebersihan tanpa harus selalu diingatkan.
7. Memastikan Imunisasi Anak Lengkap
Imunisasi merupakan salah satu cara penting untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Vaksin membantu tubuh membentuk respons kekebalan terhadap penyakit tertentu sehingga dapat mengurangi risiko mengalami penyakit berat.
Orangtua sebaiknya memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal yang direkomendasikan. Jika terdapat imunisasi yang terlewat, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui jadwal imunisasi kejar yang sesuai.
Imunisasi juga berbeda dengan upaya “meningkatkan imun” melalui makanan atau suplemen. Vaksin memberikan perlindungan yang spesifik terhadap penyakit tertentu, sehingga tetap menjadi bagian penting dari pemeliharaan kesehatan anak.
8. Ajak Anak Beraktivitas di Luar Ruangan
Mengajak anak bermain di luar ruangan dapat menjadi cara menyenangkan untuk membuat mereka tetap aktif. Anak bisa berjalan-jalan, bersepeda, bermain bola, atau melakukan permainan lainnya.
Aktivitas di luar ruangan juga dapat memberikan kesempatan bagi anak mendapatkan paparan sinar matahari yang berperan dalam pembentukan vitamin D. Namun, tidak perlu menjadikan waktu berjemur tertentu sebagai aturan pasti untuk meningkatkan imunitas.
Paparan sinar matahari sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit, lokasi, durasi aktivitas, serta indeks ultraviolet (UV). Hindari paparan berlebihan yang dapat menyebabkan kulit terbakar.
Jika anak memiliki risiko kekurangan vitamin D atau membutuhkan suplementasi, orangtua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai.
9. Pastikan Kebutuhan Cairan Anak Terpenuhi
Selain makanan bergizi, kebutuhan cairan juga perlu kamu perhatikan. Pastikan anak mendapatkan cukup cairan sepanjang hari, terutama ketika cuaca panas atau setelah melakukan aktivitas fisik.
Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan. Buah dan sayuran dengan kandungan air yang tinggi juga dapat menjadi bagian dari pola makan anak.
Sebaliknya, batasi minuman berpemanis karena kandungan gulanya dapat menambah asupan gula harian anak.
10. Perhatikan Kondisi Kesehatan Anak
Tidak ada satu metode pun yang dapat menjamin anak tidak akan pernah sakit. Anak tetap dapat mengalami flu, batuk, demam, atau infeksi lainnya meskipun sudah menjalani pola hidup sehat.
Karena itu, orangtua perlu memperhatikan kondisi anak secara menyeluruh. Jika anak sering sakit, mengalami gangguan pertumbuhan, sulit makan dalam waktu lama, atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak.
Dokter dapat membantu mengevaluasi kondisi anak dan menentukan apakah anak membutuhkan pemeriksaan, perubahan pola makan, suplementasi, atau penanganan tertentu.
Cara Meningkatkan Imunitas Anak Perlu Dilakukan Secara Konsisten
Pada akhirnya, cara meningkatkan imunitas anak bukan tentang mencari satu makanan, vitamin, atau metode yang bisa langsung membuat daya tahan tubuh kuat. Kebiasaan sehat yang dilakukan secara konsisten justru menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan anak.
Mulai dari memberikan makanan bergizi dan beragam, mengajak anak aktif bergerak, memastikan tidur cukup, menjaga kebersihan, melengkapi imunisasi, hingga menciptakan lingkungan yang nyaman bagi kesehatan emosionalnya.
Perlu diingat, informasi dalam artikel ini bersifat umum dan bukan pengganti pemeriksaan atau saran medis. Jika anak memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sering mengalami keluhan kesehatan, konsultasikan dengan dokter anak.
Quality Time Bersama Keluarga Bareng Bobobox

Menjaga kesehatan anak memang penting, tetapi orang tua juga membutuhkan waktu untuk beristirahat dan menikmati quality time bersama keluarga.
Kalau ingin menghabiskan waktu bersama dengan suasana yang berbeda, kamu bisa mencoba menginap bersama Bobobox. Bobopod menawarkan pengalaman hotel kapsul modern di kawasan perkotaan, sementara Bobocabin menghadirkan suasana kabin yang lebih dekat dengan alam. kedua tipe akomodasi ini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas canggih yang mendukung kenyamanan beristirahatmu.
Baca Juga:
- 14 Tips Liburan Keluarga Hemat tapi Tetap Fun
- Nggak Betah dengan Keluarga? Kenali Dampak Orang Tua Toxic dan Cara Menanganinya
- Tips Wisata Yang Aman Untuk Ibu Hamil
- Jangan Sakit! Ini Dia 11 Tips Menjaga Kesehatan Selama Traveling
Unduh aplikasi Bobobox untuk melihat pilihan lokasi, ketersediaan pod dan cabin, serta cek harga terbaru. Jangan lupa gunakan promo Early Booking agar momen staycation bersama keluarga jadi lebih hemat!
Header image by: Ketut Subiyanto via Pexels




