9 Makanan untuk Penyakit Jantung yang Sebaiknya Kamu Hindari

11 Aug 2026

9 Makanan untuk Penyakit Jantung yang Sebaiknya Kamu Hindari

Penulis

Bobobox

Menurut WHO, penyakit jantung atau kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia, dengan sekitar 20,5 juta kematian setiap tahunnya. Untungnya, ada banyak faktor risiko yang bisa kamu kendalikan. Salah satunya terkait pemilihan makanan untuk penyakit jantung, mana yang sebaiknya dihindari dan apa alternatif lain yang lebih sehat.

 

Entah kamu ingin mencegah penyakit jantung atau menekan risiko kambuhnya (bagi yang sudah terlanjur), berikut ini 10 makanan dan minuman yang sebaiknya kamu hindari! Apa sajakah itu?

 

9 Minuman dan Makanan untuk Penyakit Jantung yang Patut Diwaspadai

 

Minum-Drink-Hangout-Nongkrong-Soda-Bir-Beer
Photo: Createasea via Unsplash

 

1. Daging Olahan

 

Daging olahan (diasap, diasinkan, atau dibuat dengan pengawet kimia) seperti sosis, bacon, dan nugget mungkin makanan yang praktis dan rasanya enak. Namun, tahukah kamu bahwa ini termasuk jenis makanan untuk penyakit jantung yang berdampak buruk di masa depan?

 

Tidak hanya mengandung banyak natrium–penyebab tekanan darah tinggi, makanan ini juga tinggi senyawa yang disebut nitrat. Kandungan ini dapat membuat pembuluh darah menjadi kaku sehingga tidak mampu memompa darah dengan baik. 

 

Bahkan, menurut penelitian, konsumsi daging olahan sebanyak 50g per hari bisa meningkatkan risiko stroke/penyakit jantung sebesar 27% hingga 44%, lho!

 

Alternatif yang lebih sehat: Ikan, protein nabati (kacang-kacangan, tahu, kedelai, kacang-kacangan), yogurt rendah lemak.

 

2. Saus Tomat

 

Meski kedengarannya sepele, saus tomat ternyata juga termasuk makanan untuk penyakit jantung yang perlu kamu batasi. Sebab, banyak saus tomat kemasan mengandung natrium dan gula tambahan yang cukup tinggi. 

 

Menurut USDA, dua sendok makan saus tomat mengandung sekitar 320 mg natrium dan 8 gram gula. Asupan natrium berlebih dapat meningkatkan tekanan darah. Sementara itu, gula tambahan berkontribusi terhadap obesitas dan gangguan metabolisme yang berkaitan dengan penyakit jantung.

 

Alternatif yang lebih sehat: Buat stok saus sendiri di rumah dengan tomat segar tanpa tambahan garam dan gula.

 

3. Mi Instan

 

Mi instan termasuk salah satu makanan favorit yang mudah disajikan dan enak untuk disantap. Walaupun begitu, ternyata makanan ini memiliki efek yang kurang baik bagi kesehatan kardiovaskular. Karena itu, mie instant masuk daftar makanan untuk penyakit jantung yang harus kamu batasi.

 

Pasalnya, dalam sebungkus mi instan terdapat kandungan natrium yang tinggi, lemak jenuh, dan beban glikemik. Beberapa kandungan ini meningkatkan risiko perubahan metabolisme tubuh.

 

Tak hanya itu, terlalu banyak mengonsumsi mi instan tiap hari bahkan pekannya meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Khususnya bagi yang mengidap sindrom metabolik.

 

Alternatif yang lebih sehat: Bihun, mi gandum utuh, mi shirataki, potato noodle. Atau, jika kamu tidak punya pilihan lain, buat mi instanmu jadi lebih ada nilai gizinya dengan menambahkan sayuran dan protein seperti sawi, pokcoy, bayam, jamur, telur, dll.

 

4. Biji-Bijian Olahan

 

Biji-bijian yang telah diolah sudah kehilangan sebagian besar nutrisi baiknya, terutama lemak sehat dan seratnya. Hal ini membuat usus kamu jadi lebih cepat mencernanya sehingga nantinya akan menyebabkan lonjakan gula darah. 

 

Kandungan vitamin E-nya juga sebagian besar hilang. Padahal, vitamin tersebut merupakan antioksidan penting yang secara alami terdapat dalam biji-bijian utuh. Lantas, apa saja yang termasuk dalam bijian-bijian olahan? Contohnya saja, roti putih, pasta putih, nasi putih, sereal olahan, pretzel, dan kerupuk.

 

Alternatif yang lebih sehat: Pasta gandum utuh, roti gandum utuh, oatmeal, sereal sarapan gandum utuh, dan quinoa bisa kamu pertimbangkan sebagai makanan untuk penyakit jantung yang lebih aman jika ingin makan biji-bijian.

 

5. Makanan Goreng dan Lemak Trans

 

Siapa sih yang yang suka sama makanan yang digoreng? Mulai dari ayam, tempe, kentang, ikan, terong, kalau digoreng memang sangat lezat rasanya. Namun demi kesehatan jantung jangan terlalu sering mengonsumsinya, ya. 

 

Pasalnya, makanan goreng biasanya mengandung lemak trans yang tinggi dari minyak. Gorengan ini dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol "jahat") sekaligus menurunkan kolesterol HDL (kolesterol "baik"). 

 

Kombinasi ini dapat mempercepat penumpukan plak di pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Bukan cuma itu, berbagai penelitian juga menunjukkan kalau konsumsi banyak makanan goreng bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2, obesitas, dan tekanan darah tinggi, yang semuanya meningkatkan risiko gagal jantung. 

 

Alternatif yang lebih sehat: Memanggang makanan, menggunakan air fryer, atau memasak dengan minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun, VCO (virgin coconut oil), atau minyak alpukat.

 

6. Soda

 

Selepas beraktivitas di tengah cuaca panas, minum soda memang sangat pas. Sayangnya, soda termasuk makanan untuk penyakit jantung yang sebaiknya dibatasi. Kenapa?

 

Pertama, kamu perlu tahu kalau batas konsumsi gula tambahan untuk pria maksimalnya 36 gram (sekitar 9 sdt) per hari, sedangkan wanita maksimal 25 gram (sekitar 6 sdt). Sementara itu, satu kaleng soda berukuran 330 ml umumnya mengandung hingga 39 gram gula, atau sudah memenuhi bahkan melampaui batas harian yang dianjurkan. 

 

Mengingat batasan gula tambahan per hari, artinya bukan hanya terbatas pada soda. Minuman dan makanan untuk penyakit jantung yang tinggi gula tambahannya juga peru kamu batasi. Contoh minuman kopi berperisa (frappuccino, es kopi susu gula aren, dll), minuman energi, permen, kue kering kemasan, donat, dan permen. 

 

Alternatif yang lebih sehat: Air putih, es teh tawar (bisa teh hijau, teh hitam, chamomile tea, atau teh apapun favoritmu), kombucha, pure matcha, minuman aloe vera.

 

7. Daging Merah

 

Daging merah seperti daging sapi, kambing, dan babi memang merupakan sumber protein yang bagus. Namun, jenis makanan untuk penyakit jantung yang satu ini sebaiknya kamu batasi konsumsinya. Sebab, penelitian menunjukkan kalau konsumsi daging merah dalam jumlah tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. 

 

Ada juga sebuah studi yang menemukan bahwa orang yang mengonsumsi satu porsi daging merah per minggu memiliki risiko kematian akibat stroke atau serangan jantung sekitar 10% lebih rendah dibandingkan mereka yang mengonsumsi empat porsi per minggu.

 

Alternatif yang lebih sehat: Pilih potongan daging rendah lemak seperti sirloin atau has dalam, serta batasi porsinya agar tetap seimbang dengan sayur, buah, dan biji-bijian utuh.

 

8. Margarin

 

Selanjutnya, ada margarin yang masuk ke dalam daftar makanan untuk penyakit jantung yang patut kamu hindari. Sama seperti halnya makanan cepat saji, margarin mengandung lemak jenuh.

 

Terlalu banyak menggunakan margarin pada makanan yang kamu konsumsi akan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Hal ini disebabkan oleh lemak trans yang tadi sudah disebutkan di poin sebelumnya.

 

Alternatif yang lebih sehat: Minyak zaitun atau olesan berbahan dasar minyak sayur, yang mengandung lemak tak jenuh tunggal dan ganda yang menyehatkan jantung.

 

9. Alkohol

 

Minum alkohol dalam jumlah sedang tidak akan membahayakan jantung kamu kecuali kamu memiliki tekanan darah tinggi atau trigliserida tinggi, yaitu jenis lemak dalam darah yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. 

 

Sebaliknya, minum alkohol berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, gagal jantung, stroke, dan penambahan berat badan. Jadi, jika kamu belum minum alkohol, jangan mulai.

 

Alternatif yang lebih sehat: Minuman fermentasi, minuman ginseng, minuman herbal akar kava.

Menjaga kesehatan jantung tidak harus dimulai dari perubahan drastis. Mulai dulu dari apa yang kamu makan, pilih makanan untuk penyakit jantung yang aman dan tidak berlebihan dalam mengonsumsi gula, garam, dan lemak. 

 

Baca juga:

 

 

Selain mengatur pola makan, pastikan kamu juga beristirahat dengan nyaman, terutama saat kamu bepergian. Kabar baiknya, Bobobox memiliki banyak branch Bobopod di berbagai kota dengan pemilihan lokasi yang strategis, lho. 

 

Bobopod Paskal Bandung
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Bobopod biasanya dekat dengan pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, transportasi umum, hingga tempat wisata. Entah kamu perjalanan bisnis, liburan, atau workation, stamina nggak akan banyak terbuang kalau mau kemana-mana. 

 

Pod-nya pun juga nyaman, privat, dan berteknologi IoT yang canggih. Ada moodlamp yang bisa kamu sesuaikan, bluetooth speaker, WiFi kencang, juga jendela buram-transparan. 

 

Yuk, rasakan sendiri gimana nyamannya nginap di Bobopod. Mumpung ada promo Early Booking nih, yang bakal bikin bujet penginapanmu makin hemat. Pesan minimal 7 hari sebelum tanggal menginap kamu berkesempatan dapat diskon sampai 20%. Berlaku di seluruh lokasi Bobopod, Bobocabin, dan CRiB, ya. Unduh aplikasi Bobobox sekarang biar nggak kehabisan promonya!

 

Header image by: Sasun Bughdaryan via Unsplash