10 Jenis Sushi Populer di Indonesia: Isian dan Keunikannya

12 Sept 2026

10 Jenis Sushi Populer di Indonesia: Isian dan Keunikannya

Penulis

Bobobox

Sushi merupakan salah satu kuliner khas Jepang yang menjadi favorit di berbagai negara, termasuk Indonesia. Hidangan ini merupakan perpaduan nasi dengan aneka lauk, seperti seafood, daging, telur, dan sayuran yang membuatnya lezat sekaligus sehat. Banyak sekali jenis sushi populer di Indonesia yang bisa kamu nikmati. 
 

Kalau di negara asalnya sendiri, Jepang, ada 50 varian lebih sushi dengan bentuk dan pilihan lauk berbeda. Meskipun di Indonesia tidak tersedia pilihan sebanyak itu, soal cita rasa boleh diadu! Kalau masih ragu, yuk kenalan dengan jenis-jenis sushi yang paling recommended di dalam negeri!

 

10 Jenis Sushi Populer di Indonesia dan Isiannya

 

Sushi Plating
Photo: Riccardo Bergamini via Unsplash

 

1. Norimaki


Norimaki merupakan jenis sushi gulung tradisional yang paling umum tersedia di restoran spesialis sushi atau makanan Jepang di Indonesia. Nama Norimaki sendiri berasal dari “Nori” yang berarti “rumput laut kering” dan “maki” atau “gulung”. Sesuai namanya, sushi ini menggunakan rumput laut kering sebagai balutan paling luar.

 

Cara pembuatan Norimaki ini cukup sederhana. Cukup letakkan nasi cuka khas Jepang (sumeshi) di atas lembaran rumput laut, kemudian tata berbagai bahan isian secara sejajar di atas nasi. Terakhir, gulung dengan tirai bambu khusus atau makisu dan potong 6-8 bagian untuk penyajiannya.

 

Isian populer Norimaki di Indonesia:

 

  • Kappa Maki atau isian irisan mentimun segar untuk vegetarian.
  • Tekka Maki adalah isian daging tuna segar (maguro).
  • Salmon Maki yang jelas berisi potongan ikan salmon segar.


Cita rasa yang seimbang antara gurihnya nori, kelembutan nasi, dan kesegaran bahan isian menjadi alasan utama sushi ini memiliki basis penggemar yang besar di negeri ini. 

 

2. Oshizushi

 

Sebenarnya, jika menilik komponennya, jenis sushi populer di Indonesia yang satu ini tidak jauh berbeda dengan varian lainnya. Perbedaannya justru terletak pada teknik pembuatan dan bentuk tampilannya. Jika Norimaki berbentuk lingkaran, maka Oshizushi bentuknya persegi panjang presisi yang rapi.
 

Oshizushi sendiri berasal dari wilayah Kansai, Osaka. Penamaannya berasal dari kata “Oshi” yang memiliki makna “ditekan”. Memang proses pembuatannya melibatkan tekanan dari alat cetakan kayu khusus bernama Oshibako. Cara pembuatannya tidak terlalu sulit, hanya agak terbalik dari proses Norimaki.

 

Jadi, pertama-tama tata bahan topping, bisa irisan ikan salmon, kembung, atau udang, di bagian dasar cetakan. Selanjutnya, letakkan nasi cuka, kemudian tutup dan tekan kuat-kuat hingga padat.  Balok sushi berlapis siap untuk kamu potong menjadi ukuran-ukuran yang lebih kecil untuk dinikmati.

 

Fakta menarik Oshizushi adalah tidak semua restoran Jepang atau kedai sushi menyediakan menu ini. Biasanya, hanya restoran menengah ke atas yang menyajikan berkat estetika yang indah dan tekstur nasi yang lebih padat serta juicy. Sushi ini masuk klasifikasi “karya seni” di kalangan konsumen kelas atas.

 

3. Futomaki

 

Futomaki juga merupakan jenis sushi gulung seperti Norimaki. Namun, jenis sushi populer di Indonesia yang satu ini memiliki ukuran lebih besar karena isiannya lebih banyak. Jika Norimaki hanya tiga jenis isian, Futomaki memiliki tujuh macam—yang pastinya sangat mengenyangkan.

 

Porsi tersebut sesuai dengan namanya, karena “Futo” dalam bahasa Jepang artinya “gemuk” atau “tebal”. Selain ukuran dan ragam isian, perbedaan Futomaki dan Norimaki juga ada pada pemrosesan isian. Norimaki menggunakan isian mentah, sementara Futomaki cenderung menggunakan bahan yang sudah matang.


Isian populer Futomaki di Indonesia biasanya:

 

  • Tamagoyaki atau telur dadar manis ala Jepang.
  • Kanikama alias stik kepiting.
  • Unagi atau belut panggang manis.
  • Takuan alias acar lobak kuning.
  • Jamur shitake manis.
  • Irisan mentimun dan bayam rebus.

 

Salah satu kunci popularitas Futomaki di Indonesia juga terletak pada isian yang telah dimasak terlebih dahulu itu. Sebab, di Indonesia banyak yang belum terbiasa mengonsumsi makanan laut mentah meskipun sudah ada campuran bumbu. Futomaki lebih kaya rasa seperti gurih manis yang cocok di lidah lokal.

 

4. Nigiri

 

Nigiri merupakan jenis sushi populer di Indonesia yang di negaranya sendiri menjadi varian paling ikonik dan klasik. Namanya berasal dari kata “Nigiru” yang berarti “mengepal” atau mencengkeram”. Bentuknya sangat sederhana, tapi membutuhkan ketrampilan tinggi dalam pembuatannya. 

 

Nasi cuka perlu dikepalkan lebih dulu dengan telapak tangan hingga berbentuk oval padat, baru tata isian di atasnya. Biasanya berupa potongan makanan laut mentah seperti salmon, tuna, cumi-cumi, gurita, atau kerang. Kadang kala juga ada yang menambahkan olesan wasabi di antara nasi dan topping.

 

Topping Nigiri populer di Indonesia:

 

  • Salmon segar.
  • Aburi salmon atau salmon bakar memakai torch yang menghasilkan aroma smoky.
  • Udang rebus yang bagian dadanya sudah dibelah.
  • Unagi alias belut air tawar panggang dengan saus kabayaki manis.
  • Irisan daging tuna merah segar.

 

Saat mencelupkan sushi ke dalam saus kecap asin (shoyu), sebaiknya, kamu membaliknya agar bagian topping yang terkena—bukan nasinya. Ini akan mencegah nasi hancur, jadi kamu bisa menikmati tanpa berantakan.

 

5. Sashimi

 

Secara teknis dalam kuliner autentik Jepang, Sashimi tidak masuk kategori sushi karena tidak menggunakan nasi cuka. Namun, justru menjadi jenis sushi populer di Indonesia—bahkan hampir di semua restoran Jepang masuk kategori sushi. 

 

Sashimi sebenarnya merupakan hidangan berupa irisan murni daging seafood mentah yang disajikan tanpa nasi. Proses membersihkan daging tersebut menggunakan standar tinggi sebelum kemudian diiris tipis dengan ketebalan presisi agar tekstur aslinya tetap terjaga. Penyajiannya juga menggunakan saus shoyu sebagaimana sushi.

 

Jenis bahan Sashimi populer di Indonesia:

 

  • Salmon dengan tekstur sangat lembut dan serat lemak gurih.
  • Tuna berwarna merah segar dengan rasa gurih alami ringan.
  • Gurita yang memiliki tekstur kenyal manis.
  • Cumi-cumi yang teksturnya lebih lembut dari gurita.
  • Kerang kipas yang manis dan meleleh di mulut.

 

Selain saus shoyu, Sashimi juga disajikan bersama parutan lobak putih, daun shisho, dan wasabi segar untuk menonjolkan cita rasa alami ikan tanpa bau amis.

 

6. Uramaki

 

Secara harfiah, Uramaki berarti “gulungan terbalik”, jadi susunannya merupakan kebalikan dari Norimaki.  Posisi nasi berada di bagian luar, sedangkan lembaran rumput laut kering justru membalut isian di bagian dalam. Ada sejarah menarik di balik terciptanya jenis sushi populer di Indonesia yang satu ini, lho!


Uramaki awalnya tercipta dan berkembang di Amerika Serikat pada tahun 1970-an. Tujuannya adalah menyesuaikan selera konsumen Barat yang kala itu belum terbiasa melihat lembaran nori hitam di luar. Keunikan sushi ini kemudian membuatnya menyebar luas di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

 

Variasi Uramaki favorit di Indonesia:

 

  • California roll dengan isian stik kepiting, alpukat, mentimun, dan taburan tobiko.
  • Salmon mentai roll yang berisi daging salmon dengan topping saus mentai bakar (torched).
  • Dragon roll yang memiliki isian daging belut panggang, mentimun, dan alpukat yang gulungannya sekilas menyerupai sisik naga.

 

7. Inarizushi

 

Selain jenis sushi populer di Indonesia yang dominan asin dan gurih, ada pula varian dengan cita rasa cenderung manis gurih. Namanya Inarizushi yang berasal dari nama Dewi Inari dalam kepercayaan Shinto Jepang. Konon, Sang Dewi sangat menyukai tahu goreng yang sesuai dengan cara penyajian sushi satu ini.

 

Hidangan satu ini tidak menggunakan gulungan rumput laut, melainkan kantong tahu ala Jepang alias abura-age. Kantong tahunya harus melalui proses penggorengan lebih dulu, kemudian direndam dalam larutan bumbu kecap manis khas Jepang (dashi) dan gula. 

 

Di Jepang, hanya tersedia versi original yaitu berisi nasi cuka manis gurih dan biji wijen. Berbeda dengan versi restoran Indonesia yang berkreasi dengan aneka topping. Ada salmon pedas, kani mayo, hingga chuka wakame. Penyebabnya tidak lain adalah masyarakat Indonesia lebih menyukai makanan yang kaya rasa.

 

8. Gunkan

 

Dalam bahasa Jepang, “Gunkan”  yang berarti kapal perang. Tidak berlebihan menamakan jenis sushi populer di Indonesia ini seperti itu, karena bentuknya memang mirip miniatur kapal perang. Sushi ini tercipta untuk mengatasi masalah umum isian nigiri yang bertekstur lunak, cincang dan cair.

 

Langkah awal pembuatannya juga mirip Nigiri, yaitu nasi cuka dikepal kecil terlebih dulu. Kemudian, bungkus bagian samping melingkarnya dengan pita lembaran Nori yang menjulang lebih tinggi dari nasi. Celah di bagian atas wadah rumput laut tersebut adalah tempat topping.

 

Topping populer Gunkan di Indonesia: 

 

  • Ikura Gunkan atau telur ikan salmon dengan cita rasa asin gurih yang meletup di mulut.
  • Tobiko Gunkan yaitu telur ikan yang bertekstur renyah.
  • Chika wakame Gunkan atau tumisan salad rumput laut hijau berbumbu winyak wijen.
  • Tuna pedas dan salmon meleleh yang menggunakan saus mayonnaise pedas.

 

9. Temaki

 

Temaki memiliki arti “digulung dengan tangan”, artinya jenis sushi populer di Indonesia ini tidak memakai alat bantu penggulung. Bentuknya juga unik, tepatnya kerucut besar menyerupai cone es krim. Di dalam kerucut yang terbuat dari nori tersebut, ada isian nasi cuka, irisan ikan segar, mentimun, alpukat, dan saus.

 

Ukurannya cukup besar sehingga kamu tidak bisa memakannya menggunakan sumpit, melainkan langsung dengan tangan. Sensasi menikmati sushi yang lebih santai tapi tetap lezat. Namun, temaki harus segera kamu konsumsi agar lembaran nori tetap renyah dan tidak lembap akibat uap nasi.

 

10. Chirashi

 

Jika kamu ingin menikmati sushi dengan cara berbeda, varian dalam bentuk mangkuk nasi (rice bowl) ini bisa jadi pilihan. Chirashi sendiri berasal dari kata “Chirasu” yang artinya “berhamburan”. Di dasar mangkuknya terdapat nasi cuka, lalu bagian atas ada aneka bahan makanan laut segar dan sayuran.

 

Isian populer Chirashi di Indonesia:

 

  • Potongan dadu ikan salmon dan tuna segar.
  • Udang dan gurita.
  • Irisan Tamagoyaki.
  • Tobiko.
  • Acar jahe dan irisan mentimun.

 

Baca Juga:

 

 

Menginap di Bobopod Setelah Mencoba Jenis Sushi Populer di Indonesia

 

Kamar tidur Bobopod Airport CBC
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Sudah tahu kan 10 jenis sushi yang jadi favorit masyarakat lokal Indonesia? Jadi lebih gampang kalau kamu ingin memesan menu khas Jepang yang satu ini. Nah, sehabis mengeksplorasi berbagai macam sushi, coba juga sensasi menginap di hotel kapsul ala Jepang, Bobopod.

 

Tidak hanya menawarkan konsep penginapan yang anti mainstream—dan futuristik, Bobopod juga sudah memiliki fasilitas hi-tech yang keren. Ada Mood Lamp, lampu pod yang warna cahaya dan tingkat penerangan bisa kamu atur sesuai suasana hati. Ada juga Bluetooth speaker untuk memutar playlist favorit atau menemani kegalauanmu.


Bukan hanya itu, selama menginap di Bobopod, kamu nggak perlu menggunakan kuota pribadi. Soalnya, tersedia layanan Wi-Fi gratis super ngebut yang bebas kamu gunakan untuk kebutuhan apapun. Bahkan, kunci kamar pun menggunakan QR code yang praktis dan lebih aman. 

 

Penasaran buat mencoba penginapan kapsul ala Jepang yang satu ini? Download aplikasi Bobobox, lalu pesan pod favoritmu. Siap staycation dan kulineran?

 

Header image by: Jakub Dziubak via Unsplash