Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan kuliner khas Italia. Di Indonesia, boleh jadi kamu lebih sering menemukan jenis pasta seperti spageti atau makaroni dalam hidangan sehari-hari.
Namun, tahukah kamu bahwa sebenarnya ada ratusan jenis pasta yang tersebar di berbagai belahan dunia? Setiap variasi memiliki keunikan bentuk, tekstur, serta pasangan saus ideal untuk meningkatkan cita rasa hidangan.
Selain bentuk visual yang menarik, setiap macam pasta menyimpan sejarah dan kisah unik di balik penciptaannya. Penasaran ingin tahu rahasia dan fakta menarik sajian lezat ini? Yuk, kenali jenis pasta berikut berikut cerita legendaris yang mengawalinya!
15 Jenis Pasta dan Cerita Unik di Baliknya

1. Cavatappi
Cavatappi baru muncul pada tahun 1960-an. Saat itu, merek pasta asal Italia, Barilla, memperkenalkan pasta berbentuk menyerupai pembuka botol dan menamainya cellentani. Masyarakat pun akhirnya menggunakan istilah cavatappi sebagai nama umum untuk jenis pasta ini karena Barilla memiliki hak merek dagang atas nama Celentano.
Bentuk spiral berulir dan berlubang di tengahnya membuat jenis pasta ini jago menangkap saus bertekstur kental seperti saus keju cheddar, pesto, atau ragù daging. Jika kamu menyukai hidangan baked pasta atau salad pasta dingin, cavatappi adalah pilihan sempurna karena teksturnya tetap kokoh dan tidak mudah hancur saat kamu panggang.
2. Fusilli
Fusilli adalah pasta yang memiliki bentuk seperti pembuka botol atau bentuk heliks. Istilah fusilli juga banyak orang pakai untuk menggambarkan pasta pendek yang dikenal sebagai rotini di Amerika Serikat.
Bentuk pilinan spiral muncul dengan cara melilitkan adonan tipis pada kawat kecil. Lekukan tajam pada jenis pasta ini efektif mengikat saus berbasis minyak zaitun, saus tomat halus, maupun olahan cream cheese. Kamu juga bisa mengolah fusilli menjadi hidangan tumisan pasta cepat saji karena waktu memasaknya relatif singkat dan cepat matang secara merata.
3. Gemelli
Dalam bahasa Italia, kata gemelli berarti kembar. Nama ini merujuk pada bentuknya yang menyerupai dua helai pasta lurus yang saling melilit. Meski tampilannya agak mengecoh, pembuat pasta sebenarnya hanya menggunakan satu helai pasta dan memelintirnya hingga membentuk sebuah spiral.
Tampilan fisiknya yang elegan memang sering kali mengecoh para pencinta kuliner, yang mengira ada dua helai adonan terpisah. Karena jalur pilinan rapat dan padat, saus bercita rasa ringan seperti saus pesto herba, herbed butter, atau saus olahan sayuran segar menjadi pasangan tepat. Kamu akan merasakan sensasi al dente yang memuaskan di setiap gigitannya.
4. Lasagna
Masyarakat Indonesia bisa menemukan lasagna dengan cukup mudah di pasaran. Walau banyak orang mengenalnya sebagai hidangan pasta berlapis yang berisi keju dan saus tomat, kata lasagna sebenarnya juga mengacu pada lembaran pasta pipih dan lebar yang menjadi penyusun hidangan tersebut.
Sejarah pun mencatat penduduk Kota Napoli telah meracik makanan ini sejak Abad Pertengahan. Untuk menyajikannya, koki akan menyusun lembaran-lembaran tipis ini secara berselang-seling bersama daging cincang, saus béchamel gurih, dan lelehan keju mozzarella melimpah.
Kemudian, mereka akan memanggangnya. Selain menggunakan saus bolognese klasik, peracik lasagna versi modern juga kerap memanfaatkan campuran bayam dan keju ricotta yang kaya nutrisi.
5. Mafaldine
Mafaldine atau reginette, adalah jenis pasta berbentuk pita dengan bentuk datar dan lebar. Biasanya, mafaldine memiliki tepi bergelombang di kedua sisinya. Nama mafaldine konon merujuk pada rambut indah seorang putri Italia, Mafalda dari Savoy.
Pinggiran bergelombangnya memberi tekstur kontras saat dikunyah. Bagian tengah terasa lebih empuk sedangkan tepinya menyerap saus dengan maksimal. Saus berbahan dasar daging bertekstur kasar atau saus jamur gurih adalah pasangan serasi jenis pasta pita ini.
6. Makaroni
Berbagai negara, termasuk Indonesia, telah banyak mengadaptasi makaroni ke dalam budaya kuliner mereka. Bentuknya yang pendek dan melengkung membuat siapa saja lebih mudah menyantapnya atau bahkan memadukannya dengan beragam saus.
Meskipun banyak orang mengenalnya sebagai hidangan asal Italia, sebagian masyarakat justru meyakini makaroni berasal dari Yunani kuno, lho. Pasalnya, mereka kerap mengaitkan nama pasta ini dengan kata macaria, yakni sejenis kaldu jelai yang masyarakat Yunani kuno hidangkan untuk mengenang kerabat yang telah meninggal.
Sementara itu, orang Indonesia sendiri suka mengolah makaroni dengan beragam cara. Mulai dari macaroni schotel, campuran sup ayam yang hangat, hingga camilan goreng berbumbu pedas. Rongga bagian dalamnya dapat menyimpan cairan saus keju dengan baik sehingga menjadi pilihan utama untuk menu masakan ramah keluarga.
7. Orecchiette
Orecchiette adalah jenis pasta yang banyak orang percaya sudah ada sejak abad ke-12. Nama orecchiette bermula dari bentuknya yang mirip telinga kecil. Pasta ini memakai gandum durum dan air dalam proses pembuatannya, serta tidak menggunakan telur. Dalam masakan rumahan tradisional Italia Selatan, masyarakat akan menggulung adonan, lalu memotongnya dalam bentuk dadu.
Bentuk kubah melengkung di bagian tengah memberikan tekstur sedikit lebih kenyal daripada bagian pinggir. Sajian klasik paling terkenal adalah orecchiette alle cime di rapa, yaitu olahan bersama sayur sawi brokoli khas Puglia, minyak zaitun, bawang putih, serta sedikit sentuhan cabai kering dengan aroma menggugah selera.
8. Penne
Pada tahun 1865, seorang pembuat pasta bernama Giovanni Battista Capurro membuat mesin khusus pemotong pasta. Ia memotong adonan tabung tipis pada sudut tertentu. Dia kemudian mematenkan mesin pembuat penne pada 11 Maret 1865. Penne adalah salah satu pasta yang punya hari lahir.
Potongan diagonal pada kedua ujung penne sekilas menyerupai pena bulu kuno (quill). Ini memudahkan saus masuk ke dalam tabungnya. Ada dua variasi utama, yaitu penne rigate yang memiliki garis-garis di permukaannya dan penne lisce yang permukaannya halus. Penne cocok kamu padukan bersama saus arrabiata pedas atau saus marinara klasik.
9. Rigatoni
Rigatoni adalah pasta berbentuk tabung yang lebih besar dari penne dan ziti. Ciri khas jenis pasta ini ada pada punggung pasta yang bertekstur. Rigatoni berasal dari kata rigato yang dalam bahasa Italia berarti “bergerigi” atau “berbaris” dan identik dengan masakan Italia dari bagian selatan dan tengah.
Ukuran cukup lebar dan kuat menahan beban membuat rigatoni tidak mudah lembek saat kamu masak. Garis-garis alur eksteriornya membantu saus daging kental dan potongan keju melekat erat. Jika kamu ingin memasak sajian baked rigatoni dengan lelehan keju di atasnya, jenis pasta ini akan memberikan rasa kenyal (al dente) yang mantap di setiap gigitan.
10. Spageti
Jenis pasta berikutnya adalah spageti. Ya, masyarakat dunia memang mengenal spageti sebagai pasta paling terkenal dari Italia. Meski begitu, para sejarawan belum mengetahui asal-usulnya secara pasti. Mereka memperkirakan penduduk Sisilia mulai meracik hidangan ini pada era 1100-an.
Setelah itu, spageti tidak merambah ke negara mana pun sampai akhirnya orang-orang mulai membawanya masuk ke Amerika Serikat berabad-abad kemudian.
Spageti umumnya berbentuk panjang dan silindris, mirip tali tipis. Hampir semua kalangan menyukai jenis pasta ini. Ragam hidangan spageti juga banyak. Mulai bolognese, aglio olio, sampai saus carbonara. Kamu cukup memutarnya dengan garpu untuk menikmati sajian populer ini.
11. Stroncatura
Stroncatura adalah sejenis pasta dari Calabria, Italia selatan. Pasta ini mirip dengan linguini, tapi berbeda dari segi warna yang lebih gelap dan tekstur lebih kasar. Stroncatura awalnya dibuat dari sisa-sisa bahan di lantai pabrik pasta seperti tepung gandum, gandum hitam, atau semolina. Ini membuat rasa pasta ini tidak konsisten, asam, dan permukaannya berpori.
Walau di masa lalu, masyarakat menganggap stroncatura sebagai makanan kelas bawah karena pembuatnya memanfaatkan sisa adonan pabrik. Pasta ini sekarang sudah menjelma jadi hidangan kuliner artisan sehingga para pencinta kuliner pun beramai-ramai memburunya.
Tekstur kasarnya juga membuat jenis pasta ini mampu menyerap bumbu marinasi, minyak zaitun, cabai, dan remahan roti goreng (pangrattato) secara sempurna.
12. Strozzapreti
Strozzapreti dalam bahasa Italia berarti “pencekik pendeta” dan konon memakai nama sesuai dengan nama pendeta malang yang memakannya terlalu cepat. Strozzapreti memiliki bentuk lebih panjang dari cavatelli atau pasta linting tangan khas Emilia-Romagna.
Bentuk ini berasal dari pilinan gulungan adonan secara manual memakai tangan sehingga menghasilkan lekukan tidak beraturan. Menurut legenda lokal, nama unik ini muncul sebagai bentuk satire warga terhadap para imam gereja di masa lalu. Kamu bisa menyajikan jenis pasta ini bersama saus berbahan dasar sosis Italia, saus jamur, atau olahan saus tomat buatan rumah.
13. Tagliatelle
Tagliatelle adalah pasta berbentuk pita pipih yang panjang dan berasal dari wilayah Emilia-Romagna di Italia. Konon, bentuk tagliatelle terinspirasi dari tatanan rambut indah Lucrezia d'Este saat pernikahan agungnya pada era Renaisans.
Tagliatelle berukuran cukup lebar dan berserat sehingga menjadi pasangan sejati saus daging kental seperti ragù alla bolognese. Tidak seperti spageti yang menggunakan gandum durum cair saja, adonan asli jenis pasta tagliatelle terbuat dari campuran telur segar sehingga menghasilkan cita rasa gurih dan warna kuning keemasan yang menawan.
14. Farfalle
Farfalle terkenal dengan sebutan pasta kupu-kupu atau dasi kupu-kupu. Ini karena pasta tersebut memiliki bentuk yang unik dan menggemaskan. Kata farfalle sendiri berasal dari bahasa Italia yang berarti 'kupu-kupu'.
Di bagian tengahnya terdapat jepitan lipatan tipis yang memberikan tekstur sedikit lebih padat daripada bagian sayap yang melebar. Dengan penampilan cantik, jenis pasta ini kerap menghiasi hidangan salad pasta dingin (pasta salad), atau cocok kamu mix dengan sayuran segar, keju feta, atau saus krim mentega.
15. Tortellini
Tortellini merujuk pada pasta berbentuk cincin bundar yang berisi olahan daging, keju ricotta, atau sayuran. Menurut mitos terkenal di Italia, seorang koki menciptakan bentuk tortellini karena terinspirasi keindahan bentuk pusar Dewi Venus.
Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian tinggi agar isian tidak bocor saat direbus dalam air mendidih. Kaldu daging hangat menjadi teman sempurna seperti dalam hidangan tortellini in brodo. Bisa juga kamu padukan dengan saus krim keju gurih.
Baca Juga
- Wajib Coba! Ini 10 Makanan Khas Indonesia Paling Unik
- 5 Rekomendasi Restoran di Puncak yang Enak & View Bagus untuk Liburan
- 20 Rekomendasi Cafe di Bogor Paling Enak dan Cozy
- Nasi Jinggo Bali: Sejarah, Isi, dan Rekomendasi Warung Enak
Staycation Dulu di Bobobox

Mau menikmati berbagai jenis pasta tadi tapi bingung karena restoran-restorannya jauh dari rumah? Coba agendakan sambil lanjut staycation di Bobobox. Hotel kapsul ini menempati titik-titik strategis di pusat kota yang membuatmu mudah menjangkau restoran populer.
Selain itu, Bobobox punya banyak fasilitas keren. Communal Space di Bobopod jadi andalan untuk bersantai usai kulineran. Masuk ke pod, berbagai teknologi terkini bakal menambah kenyamanan kamu menginap di Bobobox.
Ada Bluetooth Speaker dan akses Wifi cepat, Mood Lamp yang bisa diatur sesuai selera, hingga kunci kamar berbasis QR code yang aman. Semua aktivitas di Bobobox bisa kamu atur dengan mudah dengan cara download aplikasi Bobobox!
Sekalian gunakan promo Up to 20% Off for Early Bookings untuk reservasi sampai 31 Agustus 2026 ya! Promo ini berlaku untuk pemesanan di fasilitas Bobopod, Bobocabin, dan (S&K berlaku). Tunggu apalagi, jadwalkan agenda staycation buat me-time, yuk!
Header image by: Sven Alex via Unsplash




