Nasi Jinggo Bali: Sejarah, Isi, dan Rekomendasi Warung Enak

24 Jun 2026

Nasi Jinggo Bali: Sejarah, Isi, dan Rekomendasi Warung Enak

Penulis

Bobobox

Kalau berbicara soal kuliner khas Pulau Dewata, banyak orang langsung teringat ayam betutu atau sate lilit. Padahal, ada satu hidangan sederhana yang justru menjadi favorit warga lokal, yaitu nasi jinggo Bali. Porsinya memang kecil, tetapi cita rasanya kaya dan harganya ramah di kantong. Tak heran kalau nasi jinggo bungkus mudah ditemukan di berbagai sudut kota, terutama saat malam hari.

 

Mulai dari wisatawan hingga masyarakat setempat, banyak yang menjadikan nasi jinggo Denpasar sebagai pilihan makan praktis setelah beraktivitas. Dengan beragam pilihan lauk, mulai dari nasi jinggo ayam hingga babi kecap, kuliner ini selalu berhasil menggugah selera.

 

Sejarah Nasi Jinggo Bali

 

Di balik popularitasnya, nasi jinggo Bali ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang. Kuliner ini pertama kali diperkenalkan oleh Ni Ketut Ngasti, atau yang lebih dikenal sebagai Men Djenggo, sekitar tahun 1970-an di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar.

 

Saat itu, Men Djenggo mulai menjual nasi bungkus berukuran kecil kepada para buruh pelabuhan, sopir tangki, nelayan, hingga pemancing yang bekerja sejak dini hari. Setiap hari, ia mampu membuat sekitar 300–500 bungkus nasi, bahkan jumlahnya bisa mencapai 1.000 bungkus ketika kapal pesiar sedang bersandar di Benoa. Harganya pun sangat terjangkau, bahkan saat itu masih di bawah Rp80 per bungkus.

 

Men Djenggo kemudian berhenti berjualan sekitar tahun 1982 untuk mengabdikan diri sebagai pemangku. Meski begitu, resep dan konsep nasi jinggo terus diteruskan oleh banyak pedagang hingga akhirnya menjadi salah satu ikon kuliner Bali. Men Djenggo sendiri wafat pada 9 Mei 2026 di usia 90 tahun.

 

Lalu, dari mana asal nama "jinggo"? Nama tersebut ternyata berasal dari panggilan putra sulung Men Djenggo, Henry Alexie Bloem, yang terinspirasi dari film koboi Django. Dalam budaya Bali, seorang ibu sering dipanggil menggunakan nama anak pertamanya, sehingga Ni Ketut Ngasti dikenal sebagai Men Djenggo. Seiring waktu, nama tersebut melekat pada nasi bungkus yang dijualnya hingga kini dikenal luas sebagai nasi jinggo Bali.

 

Kalau kamu penasaran nasi jinggo isinya apa aja, umumnya satu bungkus berisi nasi putih atau nasi kuning dengan lauk sederhana seperti nasi jinggo ayam suwir, tempe goreng, serundeng, mi goreng, kacang tanah goreng, serta sambal khas yang pedas menggigit. Beberapa penjual juga menawarkan variasi babi kecap, cumi, sapi, hingga ikan pindang. Semua bahan tersebut dibungkus menggunakan daun pisang sehingga aromanya semakin harum saat dibuka.

 

Rekomendasi Nasi Jinggo Enak di Bali

 

Kalau sudah tahu sejarahnya, sekarang saatnya berburu nasi jinggo yang rasanya nggak kalah legendaris. Mulai dari warung yang sudah puluhan tahun jadi favorit warga lokal hingga hidden gem yang sering direkomendasikan wisatawan, berikut beberapa tempat yang wajib kamu coba saat berburu nasi jinggo Bali.

 

1. Nasi Jinggo Om Gundul

 

Kalau membahas nasi jinggo Bali, nama nasi jinggo Om Gundul hampir selalu masuk daftar rekomendasi. Berlokasi di Jalan Imam Bonjol No.20, Denpasar, warung ini terkenal dengan pilihan lauk yang lengkap, mulai dari ayam, sapi, cumi, ikan, hingga babi. Sambalnya terkenal pedas dan cocok untuk kamu yang suka cita rasa khas Bali.

 

Alamat: Jl. Imam Bonjol No.20, Denpasar 

Harga: Mulai Rp7.000 per bungkus

 

2. Nasi Jinggo Bu Agus

 

Bagi yang mencari sarapan atau makan siang, Nasi Jinggo Bu Agus bisa menjadi pilihan. Warung ini menyajikan nasi jinggo ayam dengan bumbu khas rumahan yang gurih. Porsinya pas untuk mengganjal perut tanpa terasa terlalu berat.

 

Alamat: Jl. Tukad Balian No.51A, Denpasar

Harga: Mulai Rp7.000 per bungkus

 

3. Nasi Jinggo Babi Kecap Bu Manis

 

Kalau ingin mencoba variasi nonhalal, Nasi Jinggo Babi Kecap Bu Manis layak masuk daftar. Potongan babi kecapnya empuk dengan rasa manis gurih yang berpadu pas dengan sambal pedas. Lauknya juga dikenal lebih melimpah dibanding banyak warung lainnya.

 

Alamat: Area Kerobokan dan Denpasar

Harga: Mulai Rp10.000 per bungkus

 

4. Nasi Jinggo Pak De

 

Meski tidak terlalu terkenal di kalangan wisatawan, Nasi Jinggo Pak De termasuk hidden gem favorit warga lokal. Warung ini mempertahankan cita rasa autentik dengan pilihan lauk sederhana, tetapi selalu habis setiap malam.

 

Alamat: Jl. Raya Kuta No.128, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung

Harga: Mulai Rp7.000 per bungkus

 

5. Nasi Jinggo Thamrin Ibu Agung

 

Kalau ingin menikmati nasi jinggo Denpasar dengan suasana yang lebih nyaman, mampirlah ke Nasi Jinggo Thamrin Ibu Agung. Selain menyediakan nasi jinggo ayam, tersedia juga nasi kuning dan soto sebagai menu pendamping. Cocok untuk makan malam santai bersama keluarga.

 

Alamat: Jl. Thamrin No.67, Pemecutan, Denpasar Barat 

Harga: Mulai Rp8.000 per bungkus

 

6. Warung Nasi Jinggo Bu Jero

 

Selain nama-nama di atas, warung nasi jinggo Bu Jero juga cukup populer di kalangan warga lokal. Cita rasanya konsisten dengan sambal khas Bali yang pedas dan lauk rumahan yang sederhana. Jika ingin merasakan pengalaman kuliner yang lebih autentik, warung ini patut masuk daftar kunjunganmu.

 

Alamat: Jl. Kamboja, Dangin Puri Kangin (Pasar Kreneng) Denpasar, Bali
Harga: Mulai Rp7.000 per bungkus

 

7. Nasi Jinggo Diponegoro

 

Nasi Jinggo Diponegoro merupakan salah satu favorit warga lokal untuk berburu nasi jinggo pada malam hari. Berlokasi di kawasan pertokoan Kertajaya, warung ini terkenal dengan porsi kecil yang justru bikin ketagihan. Isi satu bungkusnya terdiri dari nasi putih, suwiran ayam, potongan telur, mi goreng, sambal, dan pelengkap lainnya.

 

Meski sederhana, cita rasanya konsisten sehingga banyak pelanggan yang membeli lebih dari satu bungkus sekaligus. Kalau kamu sedang mencari camilan malam khas Bali, tempat ini layak masuk daftar kunjungan.

 

Alamat: Jl. Diponegoro No.99, Denpasar Barat, Bali

Harga: Mulai sekitar Rp7.000–Rp12.000 per bungkus

 

8. Nasi Jinggo Wikowi

 

Kalau sedang berada di kawasan Badung atau Kuta Selatan, sempatkan mampir ke Nasi Jinggo Wikowi. Warung ini dikenal memiliki pilihan lauk yang cukup lengkap, mulai dari ayam, sapi, hingga telur, dengan harga yang tetap ramah di kantong. Kamu juga bisa menambahkan lauk sesuai selera jika ingin porsi yang lebih mengenyangkan.

 

Karena buka sejak pagi, Nasi Jinggo Wikowi cocok dijadikan menu sarapan sebelum memulai aktivitas atau menjelajahi berbagai destinasi wisata di Bali bersama keluarga.

 

Alamat: Jl. Bypass Ngurah Rai, Kuta Selatan, Badung, Bali

Harga: Mulai sekitar Rp8.000–Rp15.000 per bungkus

 

9. Nasi Jinggo Sambal Cetar

 

Buat pencinta makanan pedas, Nasi Jinggo Sambal Cetar wajib masuk daftar kuliner yang harus dicoba. Sesuai namanya, warung ini terkenal dengan sambalnya yang super pedas dan tambahan kuah gratis yang membuat cita rasanya semakin nikmat.

 

Pilihan lauknya juga cukup beragam, mulai dari ayam, sapi, ati, telur, hingga babi untuk menu nonhalal. Dengan harga yang sangat terjangkau, tempat ini menjadi favorit wisatawan maupun warga lokal yang ingin menikmati nasi jinggo dengan sensasi pedas yang berbeda.

 

Alamat: Jl. Mataram (sebelah Gang Sentul), Kuta, Badung, Bali

Harga: Mulai sekitar Rp5.000–Rp10.000 per bungkus

 

Bobocabin Bali: Pilihan Terbaik Buat UnwindRecharge Energi

 

Bobocabin Bali

 

Setelah puas berburu nasi jinggo di berbagai sudut Denpasar, tutup harimu dengan beristirahat di Bobocabin Bali. Dikelilingi suasana alam yang tenang, kabin ini cocok untuk memulihkan energimu sebelum melanjutkan petualangan esok hari.

 

Baca Juga:

 

 

Pengalaman menginapmu pun bakal terasa makin nyaman berkat adanya fasilitas canggih seperti Smart Window yang bisa diatur tingkat transparansinya, Mood Lamp, hingga kemudahan memutar playlist favorit lewat Bluetooth Speaker. 

 

Mau liburan ke Bali yang 'kamu banget'? Coba spill kepribadian kamu lewat Personality Test dari Bobobox dulu sebelum nentuin tujuan biar dapet rekomendasi itinerary yang paling cocok.

 

Kemudian, segera download aplikasi Bobobox di ponsel kamu buat pesan Bobocabin dan nikmati promo eksklusifnya dalam satu genggaman!

 

Header image by: Christina Martha via Google Maps