Hari laut sedunia diperingati setiap tahunnya di tanggal 8 Juni, penduduk dunia memperingati Hari Laut Sedunia atau World Ocean Day. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya laut sekaligus mendorong lebih banyak tindakan untuk menjaganya.
Pada 2026, tema Hari Laut Sedunia adalah “Reimagine: Beyond the World We Know, a New Relationship with Our Ocean”. Tema ini mengajak kita untuk membayangkan kembali hubungan manusia dengan laut, bukan sekadar sebagai sumber daya yang dimanfaatkan, tetapi sebagai ekosistem yang perlu dijaga bersama.
Lantas, mengapa laut begitu penting bagi kehidupan manusia? Yuk, kenali beberapa fakta tentang laut dan cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk ikut menjaganya!
Mengapa Laut Begitu Penting bagi Kehidupan?
Laut bukan hanya tempat hidup berbagai jenis ikan dan biota laut. Ekosistem laut juga berperan besar dalam menjaga keseimbangan iklim dan mendukung kehidupan manusia.
1. Laut Menutupi Lebih dari 70 Persen Permukaan Bumi
Mengapa laut merupakan prioritas dan menjadi sesuatu hal yang penting untuk diperhatikan masyarakat dunia? Salah satu alasannya adalah laut menutupi sekitar 70 persen permukaan bumi.
Luasnya wilayah laut membuat ekosistem ini memiliki peran penting dalam mengatur sistem iklim dan menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati dalam jumlah besar.
2. Laut Menghasilkan Sekitar 50 Persen Oksigen
Selain itu laut juga menghasilkan sekitar 50% oksigen bagi manusia dan mahluk hidup lainnya di bumi.
Angka tersebut masih relevan hingga kini. Menurut PBB, laut menghasilkan sekitar 50 persen oksigen yang kita butuhkan. Laut juga menyerap sekitar 30 persen emisi karbon dioksida dan menangkap sekitar 90 persen panas berlebih yang dihasilkan oleh emisi tersebut.
Artinya, kondisi laut memiliki hubungan erat dengan kualitas lingkungan dan kestabilan iklim yang kita rasakan sehari-hari.
Fakta Menarik Tentang Laut Indonesia
Hari laut sedunia ini menjadi mmen penting bagi kita untuk melihat lebih jauh dan menjaga kondisi laut kita. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki wilayah laut yang luas sekaligus kekayaan ekosistem laut yang sangat beragam.
1. Indonesia Memiliki Jutaan Hektare Terumbu Karang
Dilansir dari laman Kementerian Kelautan dan Perikanan, Indonesia memiliki terumbu karang terluas di dunia dengan luas mencapai 39.500 km persegi atau sekitar 16 persen habitat karang dunia.
Data tersebut sudah diperbarui. Hasil pemetaan nasional KKP pada 2025 menunjukkan Indonesia memiliki sekitar 2,3 juta hektare terumbu karang yang tersebar di kawasan pesisir kepulauan Indonesia.
Indonesia juga merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati laut dunia. KKP menyebut ekosistem terumbu karang Indonesia mencakup sekitar 83 genera dan 569 spesies karang keras.
Kekayaan ini membuat Indonesia menjadi bagian penting dari kawasan Coral Triangle yang dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati laut dunia.
2. Indonesia Menjadi Habitat Berbagai Spesies Penyu
Apakah kamu tahu jika enam dari tujuh spesies penyu yang hidup di dunia ternyata ada di Indonesia? Beberapa penyu yang terkenal ini diantaranya adalah penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), dan penyu tempayan (Caretta caretta).
Keberadaan enam spesies penyu tersebut menunjukkan betapa pentingnya perairan Indonesia bagi keanekaragaman hayati laut. Karena itu, menjaga pantai, habitat pesisir, dan kawasan laut juga berarti membantu mempertahankan habitat berbagai satwa laut.
3. Laut Indonesia Memiliki Arus Lintas yang Penting
Letaknya yang berada di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia membuat laut Indonesia memiliki arus besar yang mencapai 15 juta meter kubik per detik.
Fenomena ini dikenal sebagai Indonesian Throughflow atau Arus Lintas Indonesia, yaitu pergerakan massa air dari Samudra Pasifik menuju Samudra Hindia melalui perairan Indonesia. Arus ini berperan dalam sirkulasi laut dan turut memengaruhi sistem iklim regional maupun global.
4. Kawasan Konservasi Laut Indonesia Terus Diperluas
Menjaga laut bukan hanya tentang mengurangi sampah. Perlindungan terhadap ekosistem juga dilakukan melalui kawasan konservasi laut.
Pada 2025, KKP melaporkan adanya perluasan kawasan konservasi laut di sejumlah wilayah Indonesia. Upaya ini ditujukan untuk memperkuat perlindungan ekosistem penting seperti terumbu karang, padang lamun, dan mangrove.
Kawasan konservasi menjadi salah satu cara penting untuk menjaga keanekaragaman hayati sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya laut.
Tantangan yang Dihadapi Laut Saat Ini
Meski memiliki peran yang sangat besar, laut menghadapi berbagai tekanan. Perubahan iklim, pencemaran plastik, penangkapan ikan berlebihan, dan hilangnya keanekaragaman hayati menjadi sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian.
Pemanasan laut juga menjadi persoalan serius. Menurut World Ocean Assessment PBB, lebih dari 90 persen panas yang diserap Bumi sejak 1955 telah terakumulasi di lautan. Tren peningkatan panas laut tersebut terus berlangsung.
Kondisi ini dapat berdampak pada ekosistem laut, termasuk terumbu karang yang semakin rentan terhadap pemutihan akibat tekanan panas. Karena itu, menjaga laut juga tidak bisa dipisahkan dari upaya menghadapi perubahan iklim.
Ancaman Sampah Plastik dan Mikroplastik
Plastik merupakan masalah besar di darat maupun lautan. Sampah plastik di darat sebagian besar terbawa ke laut hingga menyebabkan perusakan habitat dan menjerat serta membunuh puluhan ribu hewan laut setiap tahun.
Selain sampah plastik berukuran besar, mikroplastik juga menjadi perhatian karena ukurannya sangat kecil dan dapat masuk ke berbagai bagian ekosistem laut. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai menjadi salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan dari kehidupan sehari-hari.
Cara Memperingati Hari Laut Sedunia
Hari Laut Sedunia tidak harus kamu rayakan dengan kegiatan besar. Kamu bisa ikut berkontribusi melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
1. Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai
Kamu bisa coba membawa botol air yang dapat digunakan kembali, simpan makanan dalam wadah sekali pakai, bawa tas kain saat belanja, dan lakukan daur ulang bila memungkinkan.
Kebiasaan tersebut masih relevan hingga sekarang. Mulailah dari hal sederhana seperti membawa tumbler, menggunakan tas belanja yang dapat kamu pakai berulang kali, dan mengurangi penggunaan sedotan atau alat makan sekali pakai ketika tidak kamu perlukan.
2. Pilih Makanan Laut yang Berkelanjutan
Aktivitas penangkapan ikan harus dilakukan dalam jumlah yang wajar sesuai dengan peraturan dengan cara yang tepat. Hal ini dikarenakan rusaknya kondisi ekosistem laut membuat populasi ikan global berkurang dengan cepat karena tingginya permintaan.
Saat membeli atau menyantap seafood, kamu bisa lebih memperhatikan asal dan cara produksinya. Pilih produk dari sumber yang menerapkan praktik perikanan atau budidaya yang bertanggung jawab dan hindari satwa laut yang dilindungi.
3. Ikut Membersihkan Pantai
Kebersihan dan kenyamanan pantai merupakan tanggung jawab kita semua. Oleh karena itu kamu bisa jelajahi dan hargai lautan tanpa mengganggu satwa liar atau menghilangkan bebatuan dan karang.
Kalau memiliki kesempatan, kamu juga bisa mengikuti kegiatan beach clean-up yang diadakan komunitas atau organisasi lingkungan. Selain membantu mengurangi sampah, kegiatan ini bisa membuatmu lebih memahami kondisi ekosistem pesisir secara langsung.
4. Dukung Kawasan Konservasi Laut
Upaya menjaga laut juga bisa kamu lakukan dengan mendukung keberadaan kawasan konservasi. Saat mengunjungi destinasi bahari, ikuti aturan yang berlaku dan jangan menyentuh, mengambil, atau merusak terumbu karang maupun biota laut.
Jika melakukan aktivitas seperti snorkeling atau diving, pilih operator wisata yang menerapkan praktik wisata bahari yang bertanggung jawab.
5. Jangan Membeli Produk yang Mengeksploitasi Kehidupan Laut
Langkah terakhir yang bisa kamu lakukan adalah dengan menghindari membeli produk tertentu yang berkontribusi pada perusakan terumbu karang.
Tak hanya merusak terumbu karang, beberapa produk tertentu juga dapat membuat populasi laut lainnya menjadi terancam. Salah satu contohnya adalah dengan menghindari membeli barang-barang seperti perhiasan karang, aksesoris rambut kulit penyu (terbuat dari penyu sisik), dan produk dari hiu.
Sebelum membeli suvenir dari destinasi pantai, pastikan produk tersebut tidak berasal dari satwa dilindungi atau bagian ekosistem laut yang diambil secara ilegal.
Menjaga laut bukan hanya tanggung jawab pemerintah, organisasi lingkungan, atau masyarakat pesisir. Kita yang tinggal jauh dari pantai pun tetap bisa berkontribusi.
Mengurangi sampah, menggunakan produk secara bijak, memilih seafood yang bertanggung jawab, serta menjaga perilaku saat berwisata ke kawasan pesisir adalah beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan siapa saja.
Semangat inilah yang juga ingin ditekankan melalui tema Hari Laut Sedunia 2026: membangun hubungan baru dengan laut dan menjadikan manusia sebagai penjaga masa depannya.
Yuk, Nikmati Waktu Istirahat Nyaman bersama Bobobox!

Setelah mengenal lebih jauh tentang pentingnya ekosistem laut, tak ada salahnya meluangkan waktu untuk beristirahat dan menikmati ketenangan suasana sekitar. Bobobox punya berbagai pilihan akomodasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan perjalananmu.
Bagi kamu yang ingin rehat praktis di pusat kawasan perkotaan, Bobopod siap menyambutmu dengan pod futuristik yang tenang. Namun, jika kamu ingin merasakan sensasi liburan yang menyatu dengan keasrian dan ketenangan udara alam, menginap di Bobocabin adalah pilihan yang paling pas.
Baca Juga:
- Simak Fakta Seputar Dewi Penguasa Lautan Mitologi Indonesia Berikut Ini
- Simak Daftar Gunung Api Bawah Laut di Dunia Berikut Ini Untuk Menambah Wawasanmu!
- 14 Pantai di Indonesia yang Paling Indah dan Unik
- First Time Liburan ke Pantai? Siapkan 6 Hal Ini!
Kalau sedang merencanakan getaway untuk melepas penat, langsung download aplikasi Bobobox di ponselmu! Cek lokasi, ketersediaan cabin dan pod, lalu amankan promo Early Booking untuk menginap lebih hemat!




