Peringatan Hari Buku Nasional setiap tanggal 17 Mei menjadi momen penting untuk merawat tradisi membaca di tanah air. Sejak dicanangkan pada tahun 2002 untuk mengenang berdirinya Perpustakaan Nasional RI (17 Mei 1980), momentum ini terus relevan dalam mendorong budaya literasi masyarakat Indonesia.
Di era digital saat ini, akses bacaan memang makin mudah lewat platform digital. Meski demikian, pesona dan nilai histori karya sastra klasik tetap tak tergantikan. Membaca kembali mahakarya sastrawan legendaris tidak hanya memperkaya wawasan. Kita juga bisa memahami akar sejarah dan dinamika sosial bangsa.
Ingin mengisi perayaan Hari Buku Nasional tahun ini dengan bacaan berkualitas? Berikut rekomendasi novel dan buku sastra klasik Indonesia yang wajib masuk ke dalam reading list-mu!
Saatnya Menyelami Mahakarya Sastra Indonesia di Hari Buku Nasional

1. Tenggelamnya Kapal Van der Wijck – Hamka
Untuk memulai daftar bacaan di Hari Buku Nasional, novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya Buya Hamka adalah pilihan yang sangat tepat. Jika kamu sudah pernah menyaksikan adaptasi film layar lebarnya yang populer, kamu tentu tidak asing lagi dengan kisah romansa tragis ini.
Haji Abdul Malik Karim Amrullah, itulah namanya. Orang dibalik karya novel romansa yang fenomenal pada zamannya. Sebelum dibukukan menjadi novel pada tahun 1939, Hamka menulis cerita ini sebagai cerita bersambung di majalah Pedoman Masyarakat pada tahun 1938.
Novel ini mengisahkan Zainudin, pemuda keturunan campuran Makassar dan Minang, yang pergi ke tanah kelahiran ayahnya di Minangkabau. Di sana, ia bertemu dan jatuh cinta pada Hayati, seorang wanita bangsawan Minang.
Sayangnya, karena aturan adat dan garis keturunan, cinta mereka terhalang restu hingga takdir membawa mereka pada jalan hidup masing-masing.
Melalui novel ini, Hamka mencoba mengkritik isu tentang peran adat dan harta dalam pernikahan. Begitu pula dengan kawin paksa. Sebagai buku yang menuai banyak pujian dan kritik, novel ini layak dibaca untuk merayakan Hari Buku Nasional.
2. Aku – Sjuman Djaya
Rekomendasi buku berikutnya untuk menyambut Hari Buku Nasional adalah karya Sjuman Djaya yang fenomenal. Buku ini sempat kembali naik daun dan digandrungi anak muda ketika muncul dalam film Ada Apa Dengan Cinta? (2002) sebagai buku favorit karakter Rangga.
Karya Sjuman Djaya ini bukanlah fiksi murni, melainkan sebuah bentuk apresiasi dan draf skenario film yang merekam jejak hidup penyair pelopor Angkatan '45, Chairil Anwar.
Di buku ini, Sjuman Djaya menggambarkan sosok Chairil Anwar dengan sangat puitis dan filmis. Sosok penyair yang dikaguminya itu ia lukiskan dengan sangat detail dan kita seolah-olah sedang menyaksikan adegannya secara langsung.
Kemampuannya menggambarkan adegan yang sinematik ke dalam kata-kata sangat apik. Akan tetapi, skenario ini tidak sempat dibawa ke layar kaca karena Sjuman meninggal pada tahun 1985.
Sjuman Djaya sendiri merupakan sutradara papan atas Indonesia lulusan All Union State Institute of Cinematography, Moskow. Meski skenario ini belum sempat ia angkat ke layar lebar hingga akhir hayatnya pada 1985, karyanya tetap menjadi literatur sastra yang sangat berharga.
3. Harimau! Harimau! – Mochtar Lubis
Mochtar Lubis adalah salah satu pengarang Indonesia yang memiliki sejarah panjang. Kritiknya terhadap pemerintah harus membuatnya mendekam di penjara. Baik di zaman kepemimpinan Presiden Soekarno maupun Soeharto.
Akan tetapi, penjara tak membuatnya kendur. Dari sebuah penjara di Madiun justru lahir sebuah karya sastra cemerlang berjudul Harimau! Harimau!
Novel yang sangat pas kamu baca saat Hari Buku Nasional ini bercerita tentang tujuh pengumpul damar, Pak Haji, Sutan, Sanip, Talib, Buyung, Pak Balam, dan Wak Katok. Di saat perburuannya, salah seorang dari mereka, Pak Balam, diserang oleh seekor harimau. Di perjalanan pulang, harimau menyerang kembali.
Di tengah perjuangan bertahan hidup dari ancaman sang pemangsa, konflik internal dan rahasia kelam satu per satu mulai terungkap di antara mereka. Novel alegoris yang sarat akan pesan moral tentang kepemimpinan dan ketakutan manusia ini berhasil meraih penghargaan Buku Terbaik dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI pada 1975.
4. Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer
Berbicara soal sastra klasik Indonesia rasanya tidak lengkap tanpa menyebut Tetralogi Buru mahakarya Pramoedya Ananta Toer. Seri pertama novel ini, Bumi Manusia, adalah pilihan sempurna untuk melengkapi perayaan Hari Buku Nasional.
Generasi muda makin mengenal novel ini setelah Hanung Bramantyo mengadaptasinya ke layar lebar pada 2019. Sutradara kawakan ini menunjuk Iqbaal Ramadhan untuk memerankan Minke.
Bumi Manusia mengisahkan Minke, seorang pemuda pribumi berpendidikan Eropa di HBS (Hogereburgerschool). Minke berusaha keluar dari kerangkeng adat Jawa yang mengekang untuk menjadi manusia merdeka. Tak hanya itu, ia mencoba untuk melawan diskriminasi hukum dan budaya kolonial Belanda.
Kisah cintanya dengan Annelies Mellema, serta pertemuannya dengan sosok perempuan tangguh Nyai Ontosoroh, membawa pembaca pada pergolakan ideologi dan sejarah Indonesia di awal abad ke-20.
Karya fenomenal ini mendapat apresiasi dari pembaca dalam negeri hingga mancanegara, bahkan meraih pengakuan internasional dan pernah masuk nominasi Hadiah Nobel Sastra.
5. Orang-orang Bloomington – Budi Darma
Suka format cerita pendek untuk merayakan Hari Buku Nasional? Kumpulan cerpen Orang-orang Bloomington karya mendiang Prof. Budi Darma adalah bacaan yang tidak boleh kamu lewatkan. Pertama kali terbit pada 198, buku ini mendapat pujian luas dari berbagai sastrawan terkemuka Indonesia.
Orang-orang Bloomington berisi tujuh cerita pendek yang berfokus pada penokohan. Hal ini bisa dilihat pertama-tama dari judul. Semua judul cerita pendek di buku ini menggunakan nama karakternya seperti Orez, Joshua Karabish, atau Yorick.
Selain itu, Budi Darma tidak menggunakan bahasa yang terlalu sastrawi atau puitis. Tidak ada metafora yang terlalu rumit untuk dicerna.
Bahasanya mudah dicerna dan ditulis untuk menghidupkan karakter di setiap ceritanya sehingga membuat isi dan judul saling terkorelasi. Meski demikian, buku ini mengguncang imajinasi dan menantang pandangan kita akan isu yang dibawakannya.
Atas karyanya ini, Budi Darma meraih penghargaan S.E.A. Write Award dari pemerintah Thailand pada tahun 1984.
Menariknya, Penguin Classics menerbitkan Orang-orang Bloomington secara resmi pada 2022 dengan judul People from Bloomington. Penerbitan ini turut menempatkan karya tersebut sebagai salah satu karya sastra Indonesia yang mendapat pengakuan global.
Rayakan Hari Buku Nasional dengan Maraton Membaca Bersama Bobobox!

Mencari suasana tenang untuk book marathon tanpa gangguan dalam rangka menyambut Hari Buku Nasional? Menginap bareng Bobobox adalah jawabannya! Baik kamu yang ingin suasana perkotaan modern maupun ketenangan di tengah alam, Bobobox punya pilihan akomodasi yang pas untuk menemanimu membaca novel kesayangan.
Bagi kamu yang menyukai konsep hotel kapsul modern dan praktis, Bobopod menawarkan pengalaman menginap di pod privat yang futuristik dan nyaman untuk me-time.
Nikmati berbagai fitur unggulan seperti teknologi B-Pad untuk mengatur warna serta intensitas Mood Lamp sesuai kenyamanan matamu saat membaca. Adaa juga Bluetooth speaker untuk menyalakan musik dan kemudahan akses pintu kamar berbasis QR code.
Jika kamu ingin merasakan sensasi membaca novel klasik dengan ditemani gemerisik pepohonan, pemandangan hijau, dan sejuknya udara segar, pilih staycation di Bobocabin. Lengkap dengan fitur Smart Window yang bisa diatur untuk privasi atau panorama alam terbuka, membaca buku di cabin akan terasa makin magis.
Baca Juga
- 7 Book Cafe Jakarta yang Cozy Buat Baca Buku dan Nongkrong Santai
- 6 Book Cafe di Bandung yang Nyaman Buat Nongkrong dan Nugas
- 16 Tips Solo Traveling Tetap Aman dan Nyaman
- Pengalaman Menginap di Bobocabin Cikole, Bandung
Supaya liburan membacamu jadi makin hemat, manfaatkan penawaran terbatas dari Promo Book Early untuk mendapatkan harga spesial dengan memesan kamar lebih awal!
Tunggu apa lagi? Segera download aplikasi Bobobox sekarang juga dan rayakan momen Hari Buku Nasional dengan pengalaman menginap yang tenang, santai, dan rileks!
Header image by: Trnava University via Unsplash




