Getuk goreng merupakan salah satu kuliner tradisional Indonesia yang telah lama menjadi ikon Kabupaten Banyumas, khususnya daerah Sokaraja. Makanan berbahan dasar singkong ini tidak hanya populer sebagai camilan lezat, tetapi juga sebagai oleh-oleh khas Purwokerto dan sekitarnya.
Perpaduan rasa manis, gurih, serta aroma khas hasil proses penggorengan menjadikan getuk goreng memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan olahan singkong lainnya.
Sebagai bagian dari kekayaan kuliner Jawa Tengah, getuk goreng tidak hanya menyimpan cita rasa yang autentik, tetapi juga kisah sejarah panjang yang erat kaitannya dengan budaya masyarakat Banyumas.
Hingga kini, getuk goreng tetap eksis dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas aslinya.
Apa Itu Getuk Goreng?

Getuk goreng adalah makanan tradisional yang terbuat dari singkong yang diolah, dihaluskan, diberi gula merah, kemudian digoreng hingga bagian luarnya kering kecokelatan.
Berbeda dengan getuk pada umumnya yang disajikan dengan taburan kelapa parut dan tekstur lembut, getuk goreng justru menawarkan sensasi renyah di luar namun tetap empuk di bagian dalam.
Bahan utama getuk goreng terbilang sederhana, yakni singkong berkualitas baik, gula merah, dan sedikit garam.
Beberapa produsen juga menambahkan sentuhan vanila atau gula pasir untuk memperkaya rasa. Singkong yang telah dikukus akan ditumbuk hingga halus, dicampur gula merah cair, lalu dibentuk memanjang atau pipih sebelum digoreng.
Dari segi tampilan, getuk goreng biasanya berwarna cokelat tua hingga kehitaman akibat karamelisasi gula merah saat proses penggorengan. Bentuknya bervariasi, mulai dari lonjong, silinder pendek, hingga potongan kecil yang mudah disantap.
Rasanya manis legit dengan aroma khas singkong dan gula merah yang berpadu harmonis. Tak heran jika camilan ini cocok dinikmati segala usia, baik sebagai teman minum teh maupun buah tangan.
Sejarah Getuk Goreng
Getuk Goreng berasal dari daerah Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Kudapan manis legit berbahan dasar singkong dan gula jawa ini pertama kali dibuat secara tidak sengaja oleh Bapak Sanpirngad, seorang penjual nasi rames, pada tahun 1918.
Sejarah getuk goreng tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat Sokaraja pada awal abad ke-20. Pada masa itu, singkong merupakan bahan pangan yang mudah ditemukan dan sering dijadikan alternatif pengganti nasi. Getuk sendiri awalnya dikenal sebagai makanan sederhana rakyat, yang diolah dengan cara dikukus dan ditumbuk.
Menurut cerita yang berkembang, getuk goreng pertama kali tercipta secara tidak sengaja. Getuk yang sudah dibuat tidak langsung habis terjual, sehingga untuk memperpanjang daya tahannya, getuk tersebut kemudian digoreng.
Ternyata, hasilnya justru menghadirkan cita rasa baru yang lebih nikmat dan digemari banyak orang. Sejak saat itu, getuk goreng mulai diproduksi secara khusus dan menjadi ciri khas Sokaraja.
Nama Sokaraja pun kemudian identik dengan getuk goreng. Banyak perantau dan pedagang yang memperkenalkan makanan ini ke berbagai daerah, namun cita rasa getuk goreng Sokaraja tetap dianggap paling autentik.
Resepnya diwariskan secara turun-temurun, menjadikan getuk goreng bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas budaya lokal Banyumas. Hingga kini, getuk goreng masih diproduksi dengan metode tradisional, meskipun beberapa pelaku usaha telah mengadopsi teknologi modern untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin luas.
Getuk Goreng Tahan Berapa Lama?
Getuk Goreng memiliki masa simpan yang bervariasi tergantung pada cara penyimpanan dan kemasannya.
- Suhu Ruang: Umumnya dapat bertahan selama 7 hingga 10 hari jika disimpan dalam wadah terbuka atau besek anyaman bambu. Beberapa produk dalam kemasan kedap udara bahkan diklaim bisa bertahan hingga 2–3 minggu di suhu ruang.
- Lemari Es Kulkas: Dapat bertahan sekitar 2 minggu di dalam chiller.
- Freezer: Jika disimpan dalam kondisi beku (frozen food), getuk goreng bisa awet hingga beberapa bulan.
Untuk menjaga kualitasnya, pastikan getuk disimpan di tempat yang kering dan tidak lembap agar tidak cepat berjamur.
Tempat Beli Getuk Goreng Purwokerto yang Enak
Jika berkunjung ke Sokaraja atau Purwokerto, mencicipi getuk goreng langsung dari tempat asalnya tentu menjadi pengalaman yang tak boleh dilewatkan. Berikut dua tempat legendaris yang terkenal menjual getuk goreng Purwokerto.
Gethuk H. Tohirin
Getuk H. Tohirin merupakan salah satu pelopor getuk goreng di Sokaraja. Usaha ini sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan dikenal konsisten menjaga kualitas rasa. Getuk goreng di sini memiliki tekstur yang pas, tidak terlalu keras namun tetap renyah di luar. Rasa manisnya pun seimbang dan tidak berlebihan.
Tempat ini sering menjadi tujuan utama wisatawan yang mencari oleh-oleh khas Banyumas. Getuk goreng H. Tohirin juga dikenal tahan lama, sehingga aman dibawa bepergian jarak jauh.
Harga getuk goreng Sokaraja merek Haji Tohirin sekitar Rp25.000 per besek sedang untuk rasa original gula jawa dan Rp27.000 rasa Durian/Nangka/Cokelat.
Getuk Ibu Diyem
Selain H. Tohirin, Getuk Ibu Diyem juga tak kalah populer. Ciri khas getuk goreng di sini adalah aroma gula merah yang lebih kuat dan rasa yang legit. Banyak pelanggan setia yang mengaku telah membeli getuk goreng di tempat ini secara turun-temurun.
Getuk Ibu Diyem kerap menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menikmati cita rasa tradisional yang masih sangat kental. Lokasinya yang mudah dijangkau membuat tempat ini selalu ramai, terutama saat musim liburan.
Untuk harga, Getuk goreng Ibu Diyem dibanderol sekitar Rp26.900 - Rp30.000 untuk kemasan 500 gram. Sementara untuk kemasan 1 kg berkisar antara Rp50.000 - Rp60.000. Variasi rasa yang tersedia seperti original gula jawa, durian, nangka, dan cokelat.
Bagi pencinta kuliner tradisional, getuk goreng bukan sekadar makanan ringan, melainkan simbol kekayaan rasa dan sejarah Banyumas. Jadi, jika Purwokerto masuk dalam daftar perjalananmu berikutnya, pastikan getuk goreng dan agenda kulineran menjadi bagian yang tak terpisahkan.
Kulineran Seru di Bobocabin Baturraden, Purwokerto

Berwisata kuliner di Purwokerto tentu akan makin lengkap jika dipadukan dengan pengalaman menginap yang nyaman dan dekat dengan alam. Bobocabin Baturraden, Purwokerto bisa menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin menikmati agenda kulineran sekaligus bersantai.
Terletak di kawasan Baturraden yang sejuk, Bobocabin menawarkan konsep akomodasi modern dengan nuansa alam pegunungan. Setiap kabin dilengkapi Smart Window untuk mengatur privasi dan pemandangan, QR Code Door Lock untuk akses tanpa kunci, serta fasilitas penunjang seperti kamar mandi air panas, AC, dan Wi-Fi.

Baca Juga
- 15 Tempat Nongkrong di Purwokerto, Asik dan Gaul!
- Wisata ke Hutan Limpakuwus Baturraden? Ini Kegiatan Serunya
- Lokawisata Baturraden: Tiket, Jenis Wisata, dan Beragam Aktivitas Serunya
- Sejarah Alun-Alun Purwokerto dan Kuliner Enak di Sekitarnya
Setelah seharian berkeliling kota dan mencicipi aneka kuliner khas Banyumas, menikmati getuk goreng hangat sambil bersantai di Bobocabin tentu menjadi pengalaman yang berkesan. Rencanakan kulineran seru di Purwokerto sambil menginap di Bobocabin
Baturraden.
Download aplikasi Bobobox sekarang untuk pengalaman menginap yang menyenangkan!
Featured Photo: Midori via Wikimedia Commons





