Banyak orang mencari tahu fakta unik bunga krisan karena tanaman bernama ilmiah Chrysanthemum (atau serunai) ini memancarkan pesona keindahan serta aroma khas yang menenangkan. Masyarakat pun kerap menggunakan bunga ini sebagai buket cantik, dekorasi pernikahan, hingga karangan bunga untuk berbagai acara istimewa.
Secara fisik, bunga krisan memamerkan kelopak meruncing dan bertumpuk rapi yang membentuk lingkaran atau cawan memikat. Di Indonesia, para pencinta flora juga menjadikan bunga krisan sebagai salah satu bunga potong paling populer.
Para petani bahkan telah mengembangkan sentra budidaya tanaman ini di berbagai daerah, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Menariknya, bunga krisan juga menawarkan daya tahan yang cukup lama setelah panen, yakni mampu bertahan segar sekitar 1–2 minggu jika kamu merawatnya dengan baik.
Deretan Fakta Unik Bunga Krisan, Pencinta Bunga Wajib Tahu
Selain indah dan populer, bunga krisan juga memiliki sejumlah fakta unik dan menarik yang mungkin belum kamu ketahui sebelumnya. Apa saja fakta unik bunga krisan itu? Yuk, simak faktanya di bawah ini!

Tercatat Sejak Ribuan Tahun Lalu
Para petani Tiongkok tercatat mulai membudidayakan bunga krisan sejak sekitar abad ke-15 SM, atau lebih dari 3.000 tahun yang lalu. Legenda setempat bahkan meyakini bahwa bunga krisan menyimpan kekuatan kehidupan, sehingga masyarakat kuno memanfaatkannya sebagai tanaman herbal.
Karena itu, mereka mengolah kelopak bunga, daun, dan batangnya sebagai hidangan sayuran. Masyarakat juga kerap menyeduh bunga dan daun krisan sebagai teh untuk relaksasi, sementara para tabib tradisional merebus akar tanaman ini untuk meredakan sakit kepala.
Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah setempat bahkan menamai sebuah kota dengan sebutan "Chu-Hsien" (Kota Krisan). Kata chu sendiri merujuk pada sebutan untuk bunga krisan dalam bahasa Tiongkok.
Simbol Kekaisaran Jepang
Antara abad keenam hingga delapan, pengaruh budaya Tiongkok membawa tanaman krisan masuk ke Jepang. Kala itu, para kaisar suka menjadikan krisan sebagai hadiah. Mereka sangat terpikat oleh bunga bernama kiku ini, sehingga krisan pun segera memperoleh status kebangsawanan.
Pada zaman itu, hanya kalangan tertentu yang boleh menanam krisan. Kekaisaran Jepang kemudian menjadikan bunga ini sebagai segel dan simbol resmi Kaisar, serta menetapkannya sebagai lambang penghargaan tertinggi negara, yaitu The Supreme Order of the Chrysanthemum.
Tidak hanya itu, masyarakat Jepang juga merayakan Hari Krisan Nasional yang terkenal sebagai Festival of Happiness setiap tanggal 9 September sejak tahun 910.
Fakta Unik Bunga Krisan Sebagai Simbol Kematian
Memasuki abad ke-17, para penjelajah membawa krisan ke negara-negara Eropa seperti Swedia dan Inggris, lalu menyebarkannya ke berbagai wilayah lain. Lalu pada abad ke-18, para petani di Amerika Serikat pun mulai mengembangkan krisan untuk kepentingan komersial, seperti dekorasi rumah dan industri florist.
Kendati memberi kesan bahagia di Amerika Serikat, masyarakat di beberapa negara Eropa justru mengenal krisan sebagai bunga kematian. Mereka kerap menjadikan bunga ini sebagai dekorasi upacara pemakaman atau meletakkannya di atas makam sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum.
Di Prancis, Belgia, Italia, Spanyol, hingga Polandia, masyarakat kerap mengaitkan bunga krisan putih dengan peringatan All Saints' Day dan tradisi ziarah makam. Di Jepang sendiri, perias bunga juga sering merangkai krisan putih untuk suasana duka.
Terkenal Sebagai Bunga Musim Gugur
Jika tulip adalah bunga musim semi, maka krisan merupakan penanda musim gugur. Bunga krisan umumnya mulai bermekaran pada awal musim gugur sehingga menjadi bunga favorit untuk bulan November.
Selain itu, bunga krisan termasuk salah satu dari Empat Tanaman Agung Tiongkok bersama bunga plum, anggrek, dan bambu. Keempatnya sering muncul dalam lukisan maupun puisi klasik sebagai lambang empat musim.
Awalnya Hanya Berwarna Kuning
Fakta unik bunga krisan berikutnya adalah bahwa tanaman ini awalnya hanya berbunga kuning saja. Menurut sejarahnya, botanis asal Swedia, Karl Linnaeus, memberikan nama chrysanthemum yang berasal dari bahasa Yunani, yakni chrysos (emas) dan anthemon (bunga).
Awalnya, masyarakat hanya mengenal bunga krisan sebagai bunga kecil berwarna kuning. Namun, para petani yang membudidayakannya selama berabad-abad berhasil melahirkan berbagai warna baru, seperti putih, merah muda, ungu, lavender, merah, oranye, hingga tembaga.
Saat ini, para ahli mencatat ada puluhan spesies liar serta ribuan kultivar hasil persilangan. Bentuk bunganya pun beraneka ragam, mulai dari pompon, daisy-like, spider, spoon, hingga quill.
Makna Berdasarkan Negara
Bergantung pada negara tempatnya tumbuh, krisan memiliki makna yang berbeda. Di Tiongkok, bunga krisan menjadi simbol kekayaan, umur panjang, serta kehidupan baru. Karena itu, orang biasanya memberikan bunga ini kepada bayi yang baru lahir.
Sementara di Jepang, bunga krisan melambangkan kebangsawanan, kebahagiaan, cinta, dan kejujuran. Karena itu, bunga ini sering muncul pada dekorasi, aksesori, kimono, hingga koin 50 yen Jepang.
Kemudian, di Amerika Serikat, bunga krisan melambangkan optimisme dan kebahagiaan. Namun, hal ini tidak berlaku di kawasan New Orleans yang menggunakannya sebagai simbol penghormatan kepada orang yang telah meninggal.
Sementara itu, masyarakat Australia sering memberikan bunga krisan pada Hari Ibu karena nama panggilannya, yaitu mum, terdengar persis seperti sebutan untuk ibu.
Makna Berdasarkan Warna
Fakta menarik bunga krisan yang lainnya berkaitan dengan warnanya yang masing-masing memiliki arti berbeda. Apa saja?
- Merah melambangkan cinta dan gairah.
- Kuning melambangkan keceriaan dan persahabatan, tetapi dalam beberapa budaya juga berarti cinta yang tak terbalas.
- Putih melambangkan kesucian, kesetiaan, dan ketulusan, meski di sejumlah negara Eropa serta sebagian Asia juga identik dengan suasana duka.
- Ungu melambangkan harapan kesembuhan dan misteri.
- Pink melambangkan kasih sayang, kelembutan, dan umur panjang.
- Hijau melambangkan kesehatan, kelahiran kembali, dan keberuntungan.
- Oranye melambangkan semangat, antusiasme, dan kebahagiaan.
Karena memiliki makna cinta, kejujuran, dan ketulusan, bunga krisan menjadi bunga resmi untuk merayakan ulang tahun pernikahan ke-13.
Teh Krisan yang Kaya Manfaat
Fakta unik bunga krisan berikutnya, yakni masyarakat Tiongkok telah lama memanfaatkan krisan dalam pengobatan tradisional. Beberapa penelitian laboratorium menunjukkan bahwa bunga krisan mengandung senyawa antioksidan dan antiinflamasi yang berpotensi membantu menjaga kesehatan tubuh.
Selain itu, kandungan lutein dan vitamin A pada varietas tertentu dapat mendukung kesehatan mata. Produsen teh sendiri umumnya mengeringkan bunga krisan berwarna kuning atau putih.
Jika ingin mengonsumsinya, pastikan kamu membeli bunga krisan berstandar food-grade dan bebas pestisida, ya. Bagi ibu hamil, ibu menyusui, atau kamu yang memiliki alergi terhadap tanaman keluarga Asteraceae, pastikan kamu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum meminumnya secara rutin.
Insektisida Alami
Bunga krisan mengandung senyawa pyrethrin yang berfungsi sebagai insektisida alami. Pyrethrin terdiri dari beberapa senyawa yang efektif melawan nyamuk, lalat, semut, kutu, hingga ngengat.
Meski demikian, industri umumnya mengekstraksi dan mengolah pyrethrin melalui proses kimiawi khusus. Itulah mengapa, hasilnya tampak berbeda dengan tanaman hias krisan segar di halaman rumahmu.
Salah Satu Bunga Potong Terpopuler di Dunia
Dunia perdagangan bunga juga mencatat krisan sebagai salah satu komoditas bunga potong terpopuler. Para florist sangat menyukai krisan karena mampu mempertahankan keindahannya di dalam vas (vase life) selama 1–2 minggu.
Di Indonesia, para petani umumnya membudidayakan bunga krisan di dataran tinggi berhawa sejuk, seperti Cipanas (Jawa Barat), Bandungan (Jawa Tengah), hingga Batu (Jawa Timur).
Tips Merawat Bunga Krisan agar Tetap Segar
Kalau kamu membeli atau mendapat hadiah bunga krisan potong, ada beberapa cara perawatan ekstra yang bisa kamu lakukan agar bunganya tidak cepat layu dan warnanya tetap cerah:
Potong Batang Secara Miring (Sudut 45 Derajat)
Sebelum kamu memasukkannya ke dalam vas, potong sekitar 1–2 cm bagian bawah batang secara miring. Gunakan pisau atau gunting tanaman yang tajam agar jaringan pembuluh batang tidak memar atau rusak. Potongan miring ini sangat penting untuk memperluas area penyerapan air, sehingga bunga bisa terhidrasi secara maksimal.
Rutin Ganti Air dan Bersihkan Vas
Ganti air vas setiap 1–2 hari sekali untuk mencegah penumpukan bakteri yang bisa menyumbat ujung batang. Saat mengganti air, pastikan kamu juga mencuci bagian dalam vas hingga tidak ada lendir yang menempel. Jangan lupa berikan nutrisi khusus bunga potong (flower food) atau campuran sedikit gula dan beberapa tetes cuka agar krisan tetap mendapat nutrisi.
Perhatikan Titik Penempatan Vas
Letakkan vas di area yang sejuk dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Jauhkan bunga dari paparan sinar matahari langsung, embusan angin kencang (contohnya, jangan taruh langsung di bawah AC), dan suhu panas.
Selain itu, pastikan vas tidak kamu taruh bersebelahan dengan buah-buahan matang seperti apel, pisang, atau tomat. Buah-buahan tersebut melepaskan gas etilen yang dapat mempercepat proses penuaan, membuat kelopak krisan rontok dan layu lebih awal.
Bersihkan Daun yang Terendam Air
Sebelum menyusun bunga ke dalam vas, petik dan buang semua daun yang berada di bagian bawah batang. Pastikan tidak ada daun yang terendam air. Daun yang basah dan terendam akan sangat cepat membusuk, yang kemudian memicu pertumbuhan jamur serta bakteri. Bakteri inilah yang sering kali membuat air menjadi keruh, berbau busuk, dan menghalangi batang menyerap air bersih.
Nikmati Keindahan Bunga Krisan Sambil Staycation Nyaman

Kalau melihat hamparan bunga krisan yang bermekaran membuatmu ingin refreshing, tak ada salahnya untuk merencanakan liburan singkat ke destinasi wisata bunga atau dataran tinggi yang sejuk. Agar perjalanan makin nyaman, kamu bisa menginap bersama Bobobox.
Baca juga
- Jangan Sampai Salah Pilih! Kenali Makna Dari Bunga-Bunga Berikut Ini.
- Tidak Hanya Cantik Saat Masih Segar, Bunga-Bunga Berikut Ini Juga Cantik Jika Dikeringkan, Loh!
- Serasa di Luar Negeri, Inilah 12 Taman Bunga Terindah di Indonesia
- 7 Destinasi Wisata Taman Bunga Tercantik yang Wajib Kamu Kunjungi!
Dengan pilihan Bobopod di pusat kota maupun Bobocabin yang dekat dengan alam, kamu bisa menikmati pengalaman staycation yang praktis dan nyaman. Jangan lupa manfaatkan promo Up to 20% Off for Early Bookings yang berlaku hingga 31 Agustus 2026 untuk pemesanan Bobopod, Bobocabin, dan RiB.
Yuk, unduh aplikasi Bobobox untuk melihat lokasi, mengecek ketersediaan kamar, dan mendapatkan berbagai penawaran menarik!
Header image by: Tadeusz Zachwieja via Unsplash




