Menjaga produktivitas tetap stabil merupakan salah satu kewajiban pekerja profesional. Namun, praktiknya tidak semudah itu karena banyak faktor yang dapat mengacaukan ritme dan hasil kerja seseorang. Sebab itu, penting untuk mempelajari cara tetap produktif saat bekerja untuk mencegah kekacauan berlarut hingga menjatuhkan kredibilitasmu.
Beban tugas yang menumpuk, kelelahan emosional, hingga kondisi fisik yang kurang sehat hanya sebagian kecil dari penyebab performa kerja seseorang yang kacau. Jangan sampai situasi semacam ini terjadi padamu. Yuk, simak cara untuk menjaga kinerja kerjamu tetap stabil, bahkan meroket!
8 Cara Tetap Produktif Saat Bekerja yang Terbukti Ampuh

1. Hindari Mengerjakan Pekerjaan Secara Bersamaan (Multitasking)
Mampu mengerjakan banyak tugas secara bersamaan atau multitasking acap kali dianggap sebagai keahlian hebat. Padahal, penelitian modern di bidang neurosains justru menunjukkan sebaliknya, yaitu mengerjakan tugas secara multitasking yang mengakibatkan penurunan produktivitas. Kok bisa?
Secara biologis, otak manusia tidak dirancang untuk memproses dua atau lebih tugas kognitif berat secara simultan. Jadi, saat kamu melakukan multitasking, otakmu sebenarnya tidak mengerjakan keduanya secara berbarengan, melainkan memindahkan fokus bergantian dengan cepat (task-switching).
Padahal, proses task-switching ini menyerap energi otak yang sangat besar, hingga menyebabkan konsentrasi terpecah tidak karuan. Akibatnya, kamu rentan membuat kesalahan fatal dalam pengerjaan tugas, proses penyelesaian lebih lambat, bahkan tidak satu pun yang selesai dengan maksimal.
Maka dari itu, cobalah untuk beralih ke metode single-tasking atau menyelesaikan tugas satu per satu. Buang keinginan untuk mengerjakan dua atau lebih tugas secara berbarengan. Nantinya, kamu bisa melihat kualitas hasil kerjamu yang sebenarnya dan peningkatan produktivitas secara signifikan.
2. Singkirkan Smartphone-mu Untuk Sementara Waktu
Bagaikan dua sisi mata uang, smartphone bisa menjadi alat penunjang produktivitas yang hebat, tapi juga dapat berperan sebagai perusak fokus nomor satu saat bekerja. Salah satu bentuk gangguan terbesar dari gawai yang mengacaukan produktivitasmu tidak lain munculnya notifikasi di layar.
Biasanya, setiap kali notifikasi berbunyi atau layar gawaimu menyala, otak secara otomatis akan terdorong memeriksanya. Hal itu merupakan efek dopamin instan yang memicu keingintahuan besar. Niat awalnya memang hanya sebentar—memeriksa notifikasi saja, tapi tanpa sadar berubah menjadi aktivitas panjang.
Sekali memegang gawai, kamu tanpa sadar akan mengakses aplikasi-aplikasi lainnya. Mulai dari menjelajah media sosial, membaca berita, melihat toko daring (marketplace), hingga asyik berbalas pesan. Begitu sadar, sudah menghabiskan waktu puluhan menit atau berjam-jam.
Jika ini pemicunya, cara tetap produktif saat bekerja yang bisa kamu coba adalah menerapkan digital detox mikro selama jam kerja. Langkah paling sederhana adalah membalikkan layar ponsel menelungkup di atas meja sehingga notifikasi tidak tampak. Tentunya perangkat juga harus dalam mode “diam” (silent).
Jika masih kurang, aktifkan mode “Jangan Ganggu” (DND) atau mode pesawat (airplane mode) yang otomatis memblokir segala jenis notifikasi. Bila perlu—terutama saat mengerjakan tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, “asingkan” dulu ponselmu. Tempatkan di dalam tas lalu simpan di loker atau ruangan lain sementara waktu.
3. Buatlah To-do List
Cara tetap produktif saat bekerja selanjutnya adalah dengan membuat to-do list atau daftar rencana kerja harian. Hal ini efektif meningkatkan produktivitas karena banyak pekerja gagal menyelesaikan pekerjaan hanya karena tidak tahu harus memulai dari mana.
To-do list membantu memindahkan beban ingatan tentang urutan pekerjaan ke media tertulis sehingga otak lebih siap untuk tugas berikutnya. Bagi daftar pengerjaan tersebut menjadi dua kategori:
- Sangat penting dan mendesak, seperti tugas dengan tenggat waktu mepet yang harus lekas selesai dalam hitungan jam atau hari.
- Penting tapi tidak mendesak, berupa proyek jangka panjang yang membutuhkan perencanaan matang.
Berikutnya, kamu wajib mengerjakan tugas sesuai dengan catatan yang telah tersusun di atas. Komitmen tinggi penting karena perencanaan saja tidak akan berhasil tanpa konsistensi dalam pengerjaannya. Nah, selain membuat alur kerja lebih terorganisir, to-do list juga bisa berfungsi sebagai penanda pencapaian target pribadimu.
4. Mencoba Latihan Interval
Bagi pekerja kantoran maupun remote, sebagian besar pekerjaan dilakukan dengan duduk—biasanya di depan komputer atau laptop. Padahal, duduk terlalu lama apalagi tanpa jeda, justru dapat menurunkan kinerja otak hingga mengakibatkan produktivitas merosot. Hal ini akibat peredaran darah dan oksigen ke otak yang berjalan lebih lambat daripada saat tubuh bergerak.
Cara tetap produktif saat bekerja dengan situasi tersebut adalah dengan menerapkan metode latihan interval kognitif. Teknik ini berfokus pada mengerjakan pekerjaan dengan fokus tanpa distraksi selama 25 menit lalu istirahat 5-10 menit. Tujuannya adalah menciptakan waktu istirahat untuk otak agar bisa lebih segar pada sesi berikutnya.
Kerja tanpa jeda pada otak rentan banget memicu burn out alias kelelahan emosional. Otak terasa jadi berkabut sehingga tidak bisa berpikir dengan baik dan tentunya tidak dapat mengerjakan tugas secara maksimal. Lantas, pada waktu jeda tersebut, kegiatan apa saja yang bisa kamu lakukan?
Kamu bisa melakukan aktivitas fisik ringan seperti mengatur pernapasan, olahraga otot leher dan pundak, atau sekadar berjalan santai mengambil air minum. Sederhana dan mudah, tapi efektif merelaksasi otot yang tegang serta melancarkan aliran darah dan oksigen ke otak. Sangat cukup untuk mengembalikan energi dan menyegarkan tubuh maupun pikiran.
5. Dengarkan Lagu Favorit
Mendengarkan musik saat bekerja bisa menjadi cara ampuh untuk meningkatkan fokus, membakar semangat, serta memblokir kebisingan sekitar. Namun, pastikan kantormu tidak menerapkan aturan larangan memutar musik, ya. Kamu bisa menggunakan headphone atau earphone agar suara musiknya tidak mengganggu rekan kerjamu.
Soal pilihan lagu, kamu bisa menyesuaikan dengan preferensi pribadi. Namun, jika ingin meningkatkan produktivitas kerja, sebaiknya:
- Musik instrumental, klasik atau ambient sound untuk mengerjakan tugas dengan konsentrasi tinggi seperti menulis, coding, dan analisis data. Musik tanpa lagu mencegah otak terdistraksi oleh liriknya.
- Lagu yang energik dengan ritme musik cepat untuk tugas rutin dan administratif seperti pemeriksaan berkas. Jenis lagu seperti ini bisa merangsang dopamin yang memperbaiki suasana hati serta mengisi ulang energi.
6. Tata Tempat Kerja Senyaman Mungkin
Cara tetap produktif saat bekerja berikutnya adalah menata tempat kerja senyaman mungkin. Sering kali, meja kerja berantakan yang penuh tumpukan kertas hingga kabel-kabel yang tidak rapi menjadi penyebab buyarnya konsentrasi. Alhasil suasana hati jadi buruk dan tidak bisa mengerjakan tugas dengan baik.
Jadi, mulailah menciptakan area kerja yang bikin kamu bersemangat dan fokus dengan cara:
- Sortir dokumen yang masih dalam pengerjaan dan sudah selesai. Jika sudah jarang atau sudah tidak terpakai, simpan di laci atau rak arsip. Jadi, meja kerjamu nggak penuh dengan tumpukan kertas.
- Terapkan prinsip minimalis dengan hanya meletakkan barang-barang esensial di atas meja, seperti laptop, buku catatan, alat tulis, dan air minum.
- Perhatikan ergonomi kerja dengan mengatur posisi monitor sejajar pandangan mata dan memakai kursi ergonomis untuk mencegah nyeri leher dan punggung.
- Atur pencahayaan agar cukup terang sehingga aman untuk penglihatan.
Tempat kerja yang terorganisir dan ergonomis sangat membantu menghemat waktu maupun tenaga dalam bekerja. Energi tidak terserap habis sehingga produktivitas bisa lebih optimal.
7. Jaga Asupan Saat Makan Siang
Siapa yang suka makan sembarangan atau bahkan lupa mengisi perut saat istirahat siang? Saat jeda tersebut, kamu wajib makan dengan benar, ya! Tidak memanfaatkan waktu jeda tersebut dengan baik artinya menyiksa diri sendiri. Asam lambung bisa naik dan rasa sakitnya yang menyiksa bikin nggak bisa menyelesaikan tugas.
Usahakan memilih jenis dan porsi makanan yang tepat. Hindari mengonsumsi makanan dan minuman dengan cita rasa kuat—seperti manis dan asin—terlalu banyak. Sebab, bisa memicu fenomena food coma atau rasa kantuk berat dan tubuh lemas tidak bertenaga. Gunakan panduan sederhana berikut untuk memilih asupan saat makan siang:
- Memperbanyak protein seperti dada ayam, ikan, telur, dan tahan lama yang menjaga stamina dan memberi rasa kenyang lebih lama.
- Tambahkan serat dan antioksidan melalui sayuran hijau dan buah-buahan segar. Ini penting untuk membantu kelancaran sistem pencernaan dan menjaga fungsi kognitif otak.
- Batasi karbohidrat seperti nasi putih porsi besar dan makanan bersantan karena energinya cepat meluap—membuatmu lebih mudah lapar.
- Perbanyak konsumsi air putih agar tubuh cukup terhidrasi sepanjang hari yang membantu meningkatkan fokus.
8. Maksimalkan Waktu Istirahat
Cara tetap produktif saat bekerja yang terakhir adalah memaksimalkan waktu beristirahat dan meningkatkan kualitasnya. Faktanya, mengerjakan pekerjaan tanpa jeda justru akan menurunkan produktivitasmu karena daya tangkap otak jadi lebih rendah. Bukan lekas selesai, bisa-bisa hasil kerjamu justru kacau balau.
Salah satu waktu yang bisa kamu manfaatkan adalah jam istirahat makan siang. Cukup tidur singkat 15-30 menit (power nap) sudah cukup. Meskipun sebentar, faktanya aktivitas ini memberikan banyak manfaat, yaitu:
- Memulihkan kesegaran sistem saraf pusat yang membantu otak lebih siap menerima instruksi baru.
- Memperbaiki suasana hati (mood) dan mengurangi tingkat stres.
- Meningkatkan daya ingat, konsentrasi, serta kemampuan pemecahan masalah.
- Mengembalikan stamina fisik secara instan untuk menghadapi sesi kerja sore hari.
Baca Juga:
- 10 Tips Desain Kantor di Rumah yang Nyaman & Produktif
- 10 Rekomendasi Musik untuk Kerja agar Fokus dan Makin Produktif
- 8 Kota untuk Pekerja Remote yang Ideal, No 1 Ada di Indonesia!
- Habis Libur Terbitlah Holiday Hangover, Ini Tips Mengatasinya
Cara Tetap Produktif Saat Bekerja di Bobopod

Cara-cara di atas menegaskan bahwa produktif itu bukan bekerja tanpa jeda, melainkan tahu mulai darimana dan kapan harus beristirahat. Nah, selain menyelesaikan tugas di kantor, kamu bisa mencari suasana baru yang lebih nyaman dan tenang. Caranya, alihkan tempat kerjamu di Bobopod saja!
Hotel kapsul futuristik ini siap banget untuk kamu ubah jadi ruang kerja pribadi dan jadi booster ajaib untuk menuntaskan tugas-tugas yang ada. Sudah tersedia Wi-Fi yang bisa kamu gunakan berkomunikasi, mengirim data, dan mengumpulkan informasi tambahan terkait pekerjaanmu. Pastinya bikin pekerjaan jadi lebih cepat selesai!
Ada juga Bluetooth speaker untuk memutar musik favorit atau penambah fokus selama kamu mengerjakan tugas-tugas tersebut. Nah, tingkat pencahayaan dan warna lampu juga bisa kamu atur sesuai kebutuhan. Pas banget untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Kalau capek, tinggal tidur saja sebentar!
Tertarik buat pindah tempat kerja sebentar tapi tidak memengaruhi produktivitas—bahkan membantu meningkatkannya? Yuk, download aplikasi Bobobox dan pilih cabang Bobopod terdekat dari kantormu, lalu pesan kamarnya!
Header image by: Vitaly Gariev via Unsplash




