Bahaya asap rokok perlu diwaspadai karena paparan asapnya dapat membahayakan kesehatan, baik bagi perokok maupun orang di sekitarnya. Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 zat kimia, dengan setidaknya 70 di antaranya diketahui dapat menyebabkan kanker. Tidak ada tingkat paparan asap rokok yang benar-benar aman, termasuk bagi orang yang tidak merokok.
Tak hanya berbahaya untuk orang dewasa, bahaya asap rokok juga mengintai anak-anak dan ibu hamil. Risiko semakin meningkat saat lingkungan sekitarnya dihuni oleh banyak perokok. Menurut data WHO terbaru, paparan asap rokok orang lain menyebabkan lebih dari 1,6 juta kematian dini setiap tahun di seluruh dunia.
Kira-kira apa sajakah bahaya asap rokok yang dimaksud? Simak ulasannya berikut ini.
Bahaya Asap Rokok Merusak Kesehatan Tubuh

1. Risiko Kanker
Bahaya asap rokok bagi kesehatan pertama adalah meningkatkan risiko kemunculan kanker paru-paru. Pada perokok aktif, risiko terkena atau meninggal akibat kanker paru-paru sekitar 15–30 kali lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak merokok.
Sementara itu, perokok pasif yang tidak pernah merokok memiliki risiko kanker paru-paru sekitar 20–30% lebih tinggi jika tinggal bersama perokok.
Perokok memang memiliki kemungkinan 22 kali untuk mengalami kanker paru-paru dibanding bukan perokok. Walaupun begitu, bukan berarti kamu harus diam saja untuk menjadi perokok pasif.
Asap tembakau juga berkaitan dengan berbagai jenis kanker lainnya. Karena itu, paparan asap rokok bukan hanya masalah paru-paru, tetapi dapat berdampak pada kesehatan tubuh secara lebih luas.
2. Penyakit Jantung
Tak hanya kanker, bahaya asap rokok bagi kesehatan adalah meningkatnya risiko penyakit jantung. Perokok pasif memiliki risiko penyakit jantung koroner sekitar 25–30% lebih tinggi. Paparan asap rokok juga meningkatkan risiko stroke sekitar 20–30%.
Dampaknya bahkan dapat muncul dalam waktu singkat. Paparan asap rokok dapat memengaruhi fungsi pembuluh darah dan proses pembekuan darah. Jadi, makin sering seseorang terpapar, makin besar pula risiko gangguan kardiovaskular.
Dilansir my.clevelandclinic.org, perokok pasif dapat mengalami beberapa masalah jantung berdasarkan lama paparannya. Berikut ini adalah beberapa masalah yang mungkin muncul:
- Pembuluh aorta mengencang setelah terpapar asap rokok selama 5 menit.
- Pembekuan darah berlebih dan peningkatan penumpukan lemak di pembuluh darah setelah terpapar asap rokok selama 20 hingga 30 menit.
- Peningkatkan kemungkinan detak jantung yang tidak teratur dan memicu serangan jantung setelah terpapar asap rokok selama hingga 2 jam.
3. Membahayakan Kehamilan
Ibu hamil wajib menghindari asap rokok sebaik mungkin. Pasalnya, terlalu sering menghirup asapnya selama wanita hamil bakal membahayakan tak hanya ibunya tetapi juga janin yang dikandungnya.
Terpapar rokok menjadi salah satu faktor risiko terjadi hamil anggur atau kehamilan ektopik pada wanita. Kehamilan ini dapat berbahaya bagi si ibu jika tidak segera terdeteksi dan diobati.
Kelahiran prematur adalah salah satu yang bisa disebabkan oleh asap rokok. Bahaya asap rokok ini bisa disebabkan oleh kondisi terlepas sebagian atau sepenuhnya dari uterus sebelum melahirkan.
Selain kelahiran prematur, paparan asap rokok selama kehamilan juga berkaitan dengan risiko keguguran, bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR), gangguan pertumbuhan janin, hingga stillbirth atau bayi lahir mati.
Paparan asap rokok selama kehamilan juga dapat berdampak pada kesehatan anak setelah lahir.
4. Asma
Hindarkanlah anak-anak usia sekolah terlalu sering terpapar dari asap rokok. Pasalnya, bahaya asap rokok pada anak lainnya adalah berisiko mengalami munculnya asma yang terus memburuk.
Mempunyai riwayat asma dan menjadi perokok pasif adalah kombinasi yang buruk. Bahkan, anak-anak perokok pasif pengidap asma justru lebih mudah kambuh dibandingkan yang bukan.
Di samping itu, anak-anak berisiko untuk menggunakan obat asma dalam jangka waktu yang lebih lama. Oleh karenanya, ada baiknya jika kamu jauhkanlah anak-anak dari para perokok di sekitarnya.
Paparan asap rokok juga dapat membuat serangan asma menjadi lebih sering atau lebih parah. Pada anak-anak, kondisi ini bahkan dapat meningkatkan kebutuhan untuk mendapatkan perawatan medis.
5. Penyakit Paru Obstruktif Kronis
Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah bahaya asap rokok bagi kesehatan lainnya. Merokok merupakan salah satu penyebab utama PPOK. Sementara itu, paparan asap rokok sejak masa kanak-kanak juga dapat mengganggu perkembangan paru-paru dan meningkatkan risiko masalah pernapasan saat dewasa.
Perokok aktif akan memiliki risiko 3 hingga 4 kali lebih tinggi daripada yang bukan perokok. Namun, orang dewasa yang terpapar asap rokok saat masih anak-anak juga berisiko hal serupa.
Penyakit tersebut terjadi bukan tanpa alasan. Merokok tembakau akan secara signifikan membuat terjadinya memperlambat pertumbuhan dan perkembangan dari paru-paru.
Dampak paparan sejak kecil juga tidak selalu berhenti ketika seseorang beranjak dewasa. Kerusakan atau perkembangan paru yang tidak optimal dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap gangguan pernapasan dan polusi udara di kemudian hari.
6. Tuberkulosis
Tak hanya penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), berbagai penyakit berbahaya mengintai perokok aktif dan pasif. Satu di antaranya bagi yang sering terpapar asap rokok adalah terkena penyakit tuberkulosis.
Kurang lebih seperempat penduduk dunia mengidap tuberkulosis laten yang membuat mereka berisiko mengalami penyakit aktif. Merokok justru dapat melipatgandakan risiko terkena penyakit ini.
Orang yang terpapar ini juga bisa meningkatkan risikonya terkena tuberkulosis. Sebuah meta-analisis menemukan bahwa anak yang terpapar asap rokok memiliki risiko sekitar 1,64 kali lebih tinggi mengalami infeksi TB laten dan 3,41 kali lebih tinggi mengalami TB aktif.
Penyakit ini berbahaya karena merusak paru-paru, menurunkan fungsi paru, dan kematian karena gagal bernapas.
7. Infeksi Telinga
Lagi-lagi, inilah alasan utama mengapa kamu wajib menjauhkan anak-anak dari paparan asap rokok. Pasalnya, bahaya asap rokok bagi kesehatan lainnya adalah membuat anak berisiko terkena infeksi telinga.
Infeksi telinga tengah atau otitis media adalah kondisi saat tabung eustachius tersumbat dan bengkak. Paparan asap rokok meningkatkan risiko infeksi telinga tengah pada anak, dan risikonya dapat makin besar jika paparan terjadi terus-menerus di lingkungan rumah.
Risiko penyakit telinga tersebut akan bertambah jika sang ibu adalah seorang perokok. Jika si buah hati mengalaminya sejak dini, risiko mengalami gangguan pendengaran nantinya akan meningkat.
sumber: okadoc.com
8. Sindrom Kematian Bayi Mendadak
Bahaya asap rokok selanjutnya adalah munculnya sindrom kematian bayi mendadak. Kematian mendadak yang tidak terduga pada bayi ini biasanya terjadi saat bayi menjadi perokok pasif.
Kondisi naas ini biasanya terjadi saat bayi sedang tidur nyenyak tanpa sedang sakit apa pun. Bahkan, bayinya bisa meninggal secara tiba-tiba saat sedang berada dalam buaian sang ibu.
Sindrom ini cenderung menyerang bayi yang berusia kurang dari satu tahun. Risiko bayi yang tinggal dengan orang yang merokok lebih berisiko terkena penyakit satu ini seperti dilansir Mayo Clinic.
Risiko SIDS meningkat ketika ibu atau anggota keluarga merokok di rumah. Karena itu, bayi sebaiknya berada di lingkungan yang sepenuhnya bebas asap rokok, baik selama kehamilan maupun setelah lahir.
9. Penurunan Fungsi Paru
Penurunan fungsi paru adalah bahaya asap rokok lainnya bagi kesehatan. Kemunculan penyakit pernapasan lain ini kemungkinan besar dialami oleh anak-anak yang terus-terusan terpapar asap rokok.
Paru-paru sendiri akan terus bertumbuh pada usia anak-anak hingga 4 tahun. Ketika terpapar oleh asap rokok di usia ini, fungsi paru-paru akan menurun dan rentan terhadap kerusakan paru lainnya.
Bahkan, anak tersebut jadi lebih rentang mengalami masalah paru karena polusi udara atau hal lainnya. Oleh karena itu, ada baiknya jika menjauhkan anak-anak dari para perokok di sekelilingnya.
Paparan asap rokok pada masa kanak-kanak dapat menghambat pertumbuhan paru-paru. Dampaknya dapat bertahan hingga jangka panjang dan membuat anak lebih rentan terhadap gangguan pernapasan serta paparan polusi udara di kemudian hari.
10. Gangguan Kognitif
Paparan asap rokok membuat seseorang bisa menjadi seorang perokok pasif. Nah, bagi anak-anak, menjadi perokok pasif bisa merusak kemampuan anak untuk belajar.
Masalah ini tentu membawa bahaya jangka panjang bagi masa depannya. Sejumlah penelitian mengaitkan paparan asap rokok pada anak dengan gangguan perhatian, kemampuan belajar, perkembangan kognitif, dan IQ yang lebih rendah. Namun, dampaknya dapat berbeda-beda tergantung tingkat dan durasi paparan serta faktor lingkungan lainnya.
Oleh karena itu, klaim mengenai jumlah pasti anak yang mengalami keterlambatan membaca akibat asap rokok sebaiknya tidak digunakan tanpa sumber penelitian yang jelas.
11. Pneumonia dan ISPA pada Anak
Selain sepuluh bahaya di atas, bahaya asap rokok lainnya addalahh meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak. Anak yang terpapar asap rokok lebih rentan mengalami batuk, bronkitis, pneumonia, dan infeksi saluran pernapasan lainnya.
Asap rokok juga dapat mengganggu sistem pertahanan saluran napas dan fungsi imun. Akibatnya, anak dapat lebih mudah mengalami infeksi berulang, terutama jika tinggal di lingkungan yang sering terpapar asap rokok.
12. Thirdhand Smoke
Bahaya asap rokok tidak berhenti ketika rokok sudah mati. Thirdhand smoke adalah residu zat kimia dari asap rokok yang dapat menempel pada pakaian, rambut, karpet, sofa, dinding, hingga jok mobil. Residu ini dapat bertahan di berbagai permukaan dan menjadi sumber paparan baru, terutama bagi bayi dan anak-anak yang sering menyentuh lantai atau benda di sekitarnya.
Artinya, merokok di luar rumah memang dapat mengurangi paparan asap langsung, tetapi belum tentu sepenuhnya menghilangkan paparan residu asap rokok. Lingkungan rumah dan mobil sebaiknya tetap 100% bebas asap rokok.
13. Peningkatan Risiko Stunting
Di Indonesia, paparan asap rokok juga perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan masalah tumbuh kembang anak, termasuk stunting. Sejumlah penelitian di Indonesia menemukan adanya hubungan antara kebiasaan merokok orang tua, terutama ayah, dengan meningkatnya risiko stunting pada anak.
Salah satu mekanismenya bukan hanya paparan asap secara langsung, tetapi juga kondisi ekonomi keluarga. Pengeluaran untuk rokok dapat mengurangi anggaran yang seharusnya digunakan untuk makanan bergizi. Selain itu, paparan asap dapat berkontribusi terhadap infeksi berulang dan gangguan kesehatan yang pada akhirnya memengaruhi pertumbuhan anak.
Cara Melindungi Keluarga dari Bahaya Asap Rokok
Melihat banyaknya risiko tersebut, menciptakan lingkungan bebas asap rokok menjadi langkah penting untuk melindungi keluarga, terutama ibu hamil, bayi, dan anak-anak. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
- Jadikan rumah dan mobil sebagai area 100% bebas asap rokok.
- Jangan merokok di dekat anak, bahkan di ruangan yang memiliki ventilasi atau jendela terbuka.
- Jangan mengandalkan merokok di luar rumah sebagai satu-satunya perlindungan karena residu asap tetap dapat menempel pada pakaian dan rambut.
- Ajak anggota keluarga yang merokok untuk berhenti. Berhenti merokok merupakan cara paling efektif untuk mengurangi paparan asap rokok bagi diri sendiri maupun orang di sekitar.
Itulah tadi bahaya asap rokok bagi kesehatan yang perlu kamu waspadai, baik sebagai perokok aktif maupun pasif. Paparan asap rokok tidak hanya berdampak pada orang dewasa, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan ibu hamil, bayi, dan tumbuh kembang anak.
Tidak ada tingkat paparan asap rokok yang benar-benar aman. Karena itu, satu-satunya cara untuk memberikan perlindungan terbaik bagi keluarga adalah menciptakan lingkungan yang 100% bebas asap rokok sekaligus mendukung anggota keluarga yang ingin berhenti merokok.
Ciptakan Lingkungan Bebas Asap Rokok Bersama Bobobox

Menjaga kesehatan bisa dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk menciptakan lingkungan yang bebas asap rokok. Setelah menerapkan pola hidup yang lebih sehat, jangan lupa luangkan waktu untuk beristirahat dan melakukan recharge bersama Bobobox.
Baca Juga:
- Jangan Sakit! Ini Dia 11 Tips Menjaga Kesehatan Selama Traveling
- Jaga Kesehatan Tubuh dan Pikiran dengan Self-Care Routine Berikut!
- 7 Cara Menjaga Kesehatan Mental yang Mudah dilakukan!
- Agar Tetap Sehat, Simak 10 Tips Menjaga Kesehatan Tulang Ini
Unduh aplikasi Bobobox untuk melihat lokasi, ketersediaan kamar, dan berbagai promo menarik. Yuk, mulai hidup lebih sehat dan nikmati waktu istirahat yang lebih berkualitas!
Header image by: Raul Miranda via Unsplash




