Fakta Hotel Kapsul: dari Jepang sampai Jadi Fasilitas Haji!

31 Aug 2026

Fakta Hotel Kapsul: dari Jepang sampai Jadi Fasilitas Haji!

Penulis

Bobobox

Hotel kapsul pertama kali hadir di Jepang dan selama beberapa tahun terakhir berkembang pesat di berbagai penjuru dunia. Penamaannya sendiri bersumber dari bentuk kamarnya yang menyerupai sebuah kapsul. Namun, tahukah kamu bahwa ada banyak fakta hotel kapsul yang belum orang ketahui meskipun kini telah menjelma jadi penginapan favorit?

 

Mulai dari asal mula pendirian hotel anti-mainstream ini, penutupan di Cina, hingga dukungan BUMN di Indonesia, mungkin akan mengejutkanmu. Yuk, kulik bersama tentang 7 fakta menarik dari capsule hotel ini. Kamu juga akan menemukan alasan di balik “booming”-nya model penginapan ini di kalangan wisatawan.

 

6 Fakta Hotel Kapsul yang Bikin Melongo

 

Kamar tidur Bobopod Airport CBC
Photo: Bobobox Internal Asset

 

1. Capsule Inn; Hotel Kapsul Pertama di Dunia

 

Sesuai penjelasan singkat di awal, Negeri Sakura Jepang merupakan negara pertama yang menginisiasi pendirian hotel berkonsep kapsul. Jepang memang tidak pernah berhenti berinovasi menciptakan hal-hal unik dan nyentrik, tapi efisien dan berteknologi tinggi—termasuk soal akomodasinya. 

 

Indonesia baru mengenal konsep hotel kapsul selama beberapa tahun terakhir, bukan? Menariknya, hotel kapsul pertama di dunia justru sudah beroperasi di Jepang pada 1 Februari 1979 dengan nama Capsule Inn. Hebatnya lagi, hotel tersebut masih beroperasi hingga saat ini, lho!

 

Bangunan legendaris ini merupakan hasil rancangan arsitek ternama asal Jepang, Kisho Kurokawa, pionir gerakan arsitektur Metabolism. Kurokawa sebelumnya telah menciptakan bangunan modular ikonik Nakagin Capsule Tower di Tokyo tahun 1972. Setelahnya, ia fokus mematangkan konsep hotel kapsul komersial ini.

 

Lokasi Capsule Inn di Osaka—yang merupakan salah satu jantung kota di Jepang, membuat penginapan kapsul tetap eksis. Lokasinya sangat strategis dan menyediakan beberapa opsi kamar.  Ada kamar kapsul dengan tipe regular dan juga lebar (wide type). Kedua tipe ini sama-sama ramai peminat, terutama wisatawan internasional di Jepang.

 

Fakta hotel kapsul lainnya dari Capsule Inn ini adalah semula hanya menerima tamu para pekerja kantoran pria. Hal itu menyesuaikan ritme kerja mereka yang sering lembur dan jauh jika pulang ke rumah. Seiring berkembangnya industri pariwisata, Capsule Inn kemudian menyediakan lantai khusus wanita (female only floor).

 

2. Alasan Pendirian Hotel Kapsul

 

Kamu juga pasti tahu kalau Jepang menjunjung tinggi kedisiplinan dalam berbagai aspek, terutama pekerjaan. Sebanding dengan produktivitas dan kesempurnaan hasil kerja mereka. Namun, untuk mencapai hal itu, banyak pekerja di Jepang cenderung bekerja lembur sampai larut malam.

 

Apalagi setelahnya mereka tidak selalu bisa lekas pulang, karena mengikuti tradisi nomikai atau minum bersama rekan kerja untuk mempererat hubungan. Jika sudah begitu, sisa waktu istirahat pasti sangat sedikit sementara rumah jauh dan transportasi umum sudah tidak beroperasi.

 

Oleh karena itu, hotel kapsul dekat kantor menjadi solusi pilihan menginap yang praktis, bersih, dan aman bagi mereka. Terlebih, dengan waktu istirahat yang singkat, biaya sewanya sangat murah. Berawal dari fakta hotel kapsul satu ini, akhirnya semakin banyak yang mendirikan akomodasi serupa di Jepang.

 

3. Adanya Fasilitas Tambahan

 

Jika kamu mengira ruangan hotel kapsul cenderung kecil sehingga fasilitasnya kurang memadai, maka anggapanmu salah besar. Banyak penginapan model ini yang menyediakan complimentary facility atau fasilitas tambahan yang umum tersedia seperti free high speed WiFi. 

 

Sebelum memutuskan menginap di salah satu hotel kapsul, kamu bisa mencari tahu tentang fasilitas yang satu ini. Bisa tanya langsung pada resepsionis hotel atau mencari informasi daring. Jangan sampai karena tidak tahu—dan tidak bertanya—kamu jadi rugi karena menggunakan jaringan internet pribadi.


Selain WiFi kencang, hotel kapsul modern saat ini juga menyediakan fasilitas tambahan lain yang makin bikin betah. Mulai dari stopkontak, lampu pintar (smart lamp), AC, dan lainnya yang bisa kamu gunakan sendiri di dalam kamar. 

 

Belum lagi fasilitas untuk bersama yang terawat dan bersih. Ada kamar mandi bersama dengan pancuran air hangat, loker penyimpanan barang dengan kunci digital, hingga area komunal. Kamu bisa menginap sambil memperluas koneksi dengan berkenalan dengan sesama tamu hotel.

 

4. Ditutup di Tiongkok, Booming di Indonesia

 

Fakta hotel kapsul yang satu ini mungkin agak bikin heran dan sedikit mengejutkan. Jadi, hotel berkonsep kapsul dari Jepang ini lambat laun mulai menjamur di banyak negara termasuk Tiongkok. Sekitar tahun 2012 tren hotel kapsul mulai booming hingga sangat mudah ditemukan di berbagai penjuru kota.

 

Namun, pada tahun 2017, pemerintah Tiongkok mulai menutup operasional hotel kapsul dari kota Shanghai, Beijing, dan Chengdu. Alasan penutupan tersebut adalah atas dasar keselamatan tamu. Sebab, pemerintah menilai penginapan futuristik itu belum mampu memenuhi standar kelayakan dalam faktor keselamatan—terutama jika terjadi kebakaran. 

 

Menariknya, sebenarnya penginapan model kapsul justru lebih dulu masuk ke Indonesia di tahun 2006. Tepatnya di kawasan wisata Bali, tetapi baru mulai booming 12 tahun kemudian pada periode 2017-2018 seiring maraknya tren solo traveling. Bukan sekadar tren sementara, saat ini hotel kapsul bahkan beroperasi di hampir seluruh penjuru negeri.

 

Namun, kamu tenang saja jika ingin menginap di hotel kapsul. Sebab, sejauh ini kamarnya sudah memenuhi standar kelayakan, baik dari keamanan maupun kebersihan. Jadi kamu tidak perlu ragu untuk memasukkannya sebagai salah satu bucket list penginapan yang akan kamu kunjungi selanjutnya ya!

 

5. Didukung Badan Usaha Milik Negara RI

 

Berbeda dengan Tiongkok yang berujung perselisihan panjang pengelola hotel dengan pemerintah, hotel kapsul di Indonesia justru mendapatkan respon positif pemerintah. Hal ini terbukti dengan fakta hotel kapsul telah mendapatkan dukungan resmi dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).  

 

Pemerintah Indonesia melalui BUMN turut mendirikan penginapan berkonsep kapsul. Dulu, ada beberapa yang beroperasi di dekat pelabuhan dan bandara beberapa kota, tapi saat ini hanya tersisa dua. Ada di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Ngurah Rai dengan model sewa perjam atau harian.


Penutupan di hotel kapsul BUMN lain terjadi saat masa COVID-19 yang melemahkan sektor pariwisata sehingga biaya operasional tidak mencukupi. Sementara itu, untuk dua cabang yang tersisa, hingga saat ini masih menjadi pilihan favorit penumpang yang sedang transit. Mereka menginginkan kamar istirahat yang nyaman dan terjangkau.

 

6. Fasilitasi Jemaah Haji, Pemerintah Arab Impor Hotel Kapsul!

 

Tren hotel kapsul tidak hanya terjadi di negara asalnya, Jepang, dan Indonesia, kok! Bahkan, negara Timur Tengah tidak ketinggalan dalam memanfaatkan kepraktisan dan kenyamanan hotel kapsul ini. Pemerintah Saudi Arabia tanpa ragu mengimpor kamar kapsul langsung dari Jepang yang terjamin kualitasnya.

 

Langkah impor ini bertujuan untuk memfasilitasi istirahat yang nyaman bagi jamaah haji. Pemerintah Saudi Arabia merasa bahwa hotel kapsul merupakan pilihan yang lebih efisien dari berbagai aspek daripada membangun hotel baru. Mulai dari biaya, waktu pengerjaan, hingga finishing, penginapan kapsul lebih unggul. 

 

Bahkan para jamaah di Mina menjelang prosesi pelemparan jumroh mendapatkan layanan istirahat gratis selama 3 jam di kamar kapsul tersebut. Strategi tersebut efektif dalam mengurai kepadatan jamaah, sekaligus memberikan ruang istirahat yang sejuk sehingga meminimalisir insiden dehidrasi. Solusi cerdas dan tepat sasaran!

 

Baca Juga:

 

 

Hotel Kapsul 100-ribuan Hadir di Indonesia

 

Kamar tidur Bobopod Airport CBC
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Terkesima dengan serangkaian fakta tentang penginapan unik ini? Kamarnya tidak terlalu luas, tapi fasilitasnya cukup lengkap, nyaman, dan pastinya hadir dengan harga terjangkau! Kalau kamu ingin mencoba pengalaman baru menginap di hotel kapsul, menginap saja di Bobopod by Bobobox!

 

Keunggulan Bobopod dari hotel kapsul lainnya banyak, lho! Pertama, memiliki banyak cabang di kota-kota besar Indonesia. Ada di Jakarta, Bandung, Semarang, sampai Malang. Cabang mana pun yang paling dekat, kamu tinggal berangkat saja ke sana! Pas banget jadi tempat buat staycation biar nggak stres! 

 

Selain lokasi strategis dan harga murah mulai 100-ribuan saja, kamu juga bisa pakai Wi-Fi gratis sepuasnya yang pastinya kencang banget! Ada Mood Lamp yang cahayanya bisa kamu atur sesuka hati. Tambah lagi Bluetooth Speaker buat bikin ruang karaoke pribadi di dalam pod. Kunci kamarnya juga bisa dilakukan lewat aplikasi, lho!

 

Tunggu apa lagi? Yuk, pesan kamar kapsulmu sekarang. Caranya mudah, download aplikasi Bobobox di HP, lalu pilih Bobopod terdekat. Happy staycation!