Susu sapi sudah menjadi bagian dari minuman pelengkap 4 sehat 5 sempurna sejak lama. Bahkan, keberadaannya turut menginspirasi perkembangan vaksinasi cacar dan pasteurisasi. Akan tetapi, susu alternatif pengganti susu sapi sekarang sudah banyak beredar di pasaran, lho.
Beberapa di antaranya ada yang tersedia di supermarket, ada juga yang bisa kamu bikin sendiri di rumah. Kenapa kok bisa begitu? Sebab, susu sapi ternyata nggak selalu cocok buat semua orang.
Di Indonesia saja, ada 1 dari 14 hingga 50 orang (terutama anak-anak) yang alergi terhadap susu sapi. Kalau kamu salah satunya, mungkin daftar susu alternatif pengganti susu sapi ini bisa kamu coba!
Susu Alternatif Pengganti Susu Sapi yang Layak Dicoba

Ada dua kategori utama pengganti susu sapi, yaitu susu nabati (plant-based) dan hewani (animal-based). Pilihannya pun bervariasi dan siapa tahu dari daftar ini ada yang cocok dengan selera dan kebutuhan gizimu:
1. Susu Almond
Ngomongin soal susu alternatif pengganti susu sapi, maka susu almond termasuk yang paling populer. Teksturnya lembut dan ada rasa nutty yang gurih gitu. Jadi, buat yang baru mencoba susu nabati sebagai pengganti susu sapi, kamu akan lebih mudah menerima rasanya. Bisa kamu minum langsung atau kamu campur dengan smoothie dan kopi.
Selain rasanya yang enak, susu almond juga kaya akan nutrisi. Minuman ini mengandung vitamin E, magnesium, riboflavin, dan tiamin. Kalorinya pun sekitar sepertiga lebih rendah dari kandungan kalori susu sapi dalam takaran yang sama. Jadi, bagus untuk menjaga kadar gula darah kamu.
Selain tidak menaikkan gula darah, susu alternatif pengganti susu sapi ini juga bagus buat jantung, lho. Penelitian menemukan bahwa mengonsumsi almond dapat menurunkan risiko penyakit jantung dengan cara menurunkan trigliserida, meningkatkan HDL, sekaligus mengurangi LDL.
Sayangnya, susu alternatif satu ini terbilang rendah protein dan karbohidrat. Produk susu almond tanpa pemanis umumnya cuma mengandung sekitar 0,6% karbohidrat, sedangkan susu sapi mengandung sekitar 5% karbohidrat. Oleh karena itu, kamu perlu mendapatkan asupan nutrisi tersebut dari makanan lain.
2. Susu Rami
Pernah dengar susu rami? Sesuai namanya, susu alternatif pengganti susu sapi ini terbuat dari biji tanaman rami (flaxseed) yang terkenal padat gizinya. Biji rami merupakan sumber asam lemak omega-3 dan omega-6 nabati, yang dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular.
Selain itu, biji ini juga mengandung kalium, kalsium, seng, dan zat besi, serta vitamin A, D, dan E. Belum lagi, kandungan fitosterol dan magnesiumnya yang bagus untuk metabolisme, fungsi otot, dan pencegahan osteoporosis.
Untuk mengolahnya menjadi susu, kamu hanya perlu menyiapkan biji rami (yang sudah dikupas), air, sejumput sea salt, dan sedikit pemanis alami (kurma, madu, atau ekstrak vanili).
Dari segi rasa, susu ini bisa dibilang lebih unik ketimbang susu almond. Malah, rasanya hampir sama kayak rasa biji bunga matahari yang nutty, dengan sedikit hint tanah, dan sedikit manis.
3. Susu Hazelnut
Kalau kamu suka rasa kacang yang lebih bold, kamu bisa coba susu hazelnut sebagai susu alternatif pengganti susu sapi. Kamu bisa membeli produk susu hazelnut (usahakan pilih yang organik) di supermarket atau toko online dengan harga mulai dari Rp65.000-an atau membuatnya sendiri di rumah, lho.
Cukup dengan merendam 1 cangkir (200 gram) kacang hazel semalaman, tiriskan, lalu blender bersama 650 ml air matang, sedikit garam, dan madu. Kalau sudah halus, saring menggunakan kain bersih, pindahkan ke botol kaca, dan susu almond pun siap kamu nikmati.
Selain rendah kalori, susu alternatif pengganti susu sapi ini bebas gluten dan laktosa, lho. Susu hazelnut juga merupakan sumber vitamin B1, B2, dan B6 yang semuanya penting untuk pembentukan darah sehingga bagus banget untuk mencegah anemia dan penyakit jantung.
Kandungan asam lemak omega-3 ALA nabati di dalamnya sangat tinggi, dan telah terbukti membantu menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah tetap terkontrol. Terakhir, susu ini termasuk rendah FODMAP dan umumnya ditoleransi dengan baik oleh penderita penyakit autoimun.
4. Susu Kambing Murni
Tahukah kamu kalau di Yunani, Spanyol, dan Prancis, orang-orang lebih menyukai susu kambing ketimbang susu sapi? Sebab, susu yang berasal dari kambing (biasanya jenis Etawa) cenderung lebih kental dan creamy daripada susu sapi dan manfaat kesehatannya nggak kalah, termasuk lebih banyak nutrisi daripada susu sapi dan produk susu nabati.
Selain itu, susu alternatif pengganti susu sapi ini juga lebih mudah dicerna karena globula lemaknya jauh lebih kecil. Susu kambing juga merupakan sumber protein, kalsium, kalium, fosfor, magnesium, dan vitamin A yang sangat baik.
Kalau dari kualitas nutrisinya, susu kambing memiliki kandungan lemak dan kalori yang lebih tinggi ketimbang susu sapi, dan juga mengandung lebih banyak protein, vitamin, dan mineral.
Susu Alternatif Pengganti Susu Sapi, Tapi Harus Hati-Hati

Nggak semua susu alternatif otomatis lebih sehat. Kamu tetap perlu mengecek kandungan gula dan nutrisinya, seperti jenis-jenis susu di bawah ini:
1. Susu Kedelai
Termasuk pilihan favorit masyarakat, susu kedelai tidak mengandung kolesterol seperti susu sapi sehingga baik untuk jantung. Dalam hal nutrisi, susu alternatif ini paling mendekati susu sapi.
Akan tetapi, tahukah kamu kalau kedelai adalah salah satu alergen makanan utama yang umum terjadi, terutama pada anak-anak dan bayi? Selain itu, kedelai juga mengandung gula kompleks yang disebut oligosakarida.
Jika bakteri ususmu kesulitan memecah gula ini, maka gula tersebut akan berfermentasi di usus besar, menyebabkan kembung dan begah. Jadi, kalau kamu lagi punya masalah pencernaan, gastritis contohnya, sebaiknya jangan berlebihan mengonsumsi susu kedelai.
Penderita asam urat pun sebaiknya membatasi konsumsi susu kedelai. Sebab, susu alternatif pengganti susu sapi ini mengandung purin. Ketika tubuh tidak dapat memetabolisme semuanya, purin akan menumpuk, dan asam urat bisa kambuh.
2. Susu Oat
Bagi sebagian orang, susu oat adalah pengganti susu sapi yang bagus karena tinggi protein dan serat, serta lactose-free. Rasanya yang ringan dan teksturnya yang creamy juga menjadikannya salah satu susu alternatif pengganti susu sapi yang paling mudah diterima.
Akan tetapi, kebanyakan merek susu oat di pasaran mengandung tambahan gula dan zat pengental, lho. Beberapa merek bahkan mungkin mencampurnya dengan minyak olahan, seperti minyak canola yang dapat memicu peradangan dalam tubuh.
Jadi, kalau misalnya kamu masih ngotot ingin memilih susu oat, sebaiknya cek dulu label nutrisinya. Cek kandungan karbohidratnya, apakah bebas gluten, apakah ada tambahan zat pengental, perasa, dan minyak. Atau, kamu bisa membuatnya sendiri di rumah agar lebih yakin dengan bahan dan takarannya.
3. Rice Milk
Sekilas, rice milk atau susu beras mungkin terlihat seperti pilihan yang aman. Akan tetapi, kamu sebaiknya nggak buru-buru menjadikannya susu alternatif pengganti susu sapi.
Pasalnya, sebagian produk rice milk mengandung cukup banyak bahan tambahan. Di sisi lain, kandungan nutrisinya cenderung lebih rendah dibandingkan beberapa susu nabati lainnya.
Rice milk memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi sehingga bisa memicu kenaikan gula darah, nggak bagus juga buat kamu yang sedang menjaga berat badan. Pentingnya lagi, rice milk terbukti memiliki kadar arsenik anorganik yang lebih tinggi.
Bahkan, Food and Drug Administration (FDA) telah merekomendasikan agar wanita hamil, anak-anak, dan bayi untuk menghindari mengonsumsi rice milk.
Memilih susu alternatif pengganti susu sapi sebaiknya jangan asal ikut tren, ya. Kamu perlu mempertimbangkan lagi bagaimana kandungan nutrisi, gula, hingga alergen, apakah sesuai dengan kebutuhan tubuh kamu.
Baca juga:
- Jangan Gorengan Terus! Inilah 10 Menu Takjil Tanpa Minyak
- Rendah Kalori Tetapi Lezat, 8 Kue Tradisional Untuk Diet
- Panduan Wisata Malang Budget Rp1 Jutaan
- 14 Rekomendasi Aktivitas di Malang buat Sekeluarga!
Nikmatnya Me Time di Bobopod Alun-Alun Malang!

Nggak cuma menjaga kesehatan tubuh yang perlu kamu perhatikan. Kesehatan jiwa dan pikiran juga butuh perhatian. Nah, kalau kamu kebetulan ada rencana ke Malang, yuk, segarkan pikiran kamu sambil staycation di Bobopod Alun-Alun Malang.
Lokasinya tepat berseberangan dengan Alun-Alun Malang dan hanya sekitar 1,5 km dari Stasiun Malang. Penginapan ini juga sudah bersertifikasi Traveloka, lho! Total ada 66 pod yang dilengkapi meja compact, cermin, handuk, dan toiletries. Ada juga B-Pad yang bisa kamu gunakan untuk mengatur Mood Lamp, Bluetooth Speaker, hingga chat dengan host.
Kalau mau bersosialisasi atau sekadar mengisi perut, kamu bisa ke Area Komunal. Tersedia area indoor dan outdoor yang menghadap ke jalanan sekitar alun-alun. Di sini, ada beberapa pilihan makanan siap saji, mi instan, dan bubur, serta minuman.
Liburan makin hemat kalau kamu memanfaatkan promo Early Booking dari Bobobox. Dengan booking minimal 7 hari sebelum tanggal menginap, ada diskon up to 20% yang bisa kamu dapatkan. Lumayan, kan? Terlebih lagi, promo ini berlaku di semua lokasi Bobopod, Bobocabin, dan CRiB.
Jangan lupa download aplikasi Bobobox dan pesan pod favorit dengan harga terbaik!
Header image by: mirza mustofa via Unsplash




