Bandara paling berbahaya di dunia bukan berarti bandara yang setiap pendaratannya berakhir dengan insiden. Namun, julukan ini biasanya lebih merujuk pada bandara dengan kondisi yang membuat proses lepas landas atau pendaratan jauh lebih menantang bagi pilot daripada bandara-bandara lain pada umumnya.
Bandara paling berbahaya di dunia seringnya meliputi bandara dengan landasan pacu yang pendek atau curam, lokasi di tengah pegunungan, berada di ketinggian ekstrem, dan lain sebagainya.
Beberapa faktor ini tak dimungkiri dapat meningkatkan tingkat kesulitan pendaratan atau lepas landas pesawat. Tak heran, pengalaman terbang di bandara dengan kondisi ekstrem juga bisa terasa lebih menegangkan bagi penumpang.
13 Bandara Paling Berbahaya di Dunia

Meski proses penerbangan tetap mengikuti prosedur keselamatan yang berlaku, melihat landasan yang pendek atau pegunungan yang menjulang dari balik jendela pesawat tentu bisa membuat adrenalin ikut terpacu. Bahkan tak berlebihan jika mengatakan bahwa rasanya seperti mendapat sedikit “uji nyali” sebelum benar-benar tiba di destinasi.
Nah, daripada makin penasaran, yuk, langsung saja simak 13 bandara paling berbahaya di dunia berikut, sebagaimana yang telah dirangkum Bob dari berbagai sumber!
1. Bandara Lukla, Nepal
Bagi kamu yang ingin berkunjung ke Gunung Everest, maka kamu akan melakukan pendaratan di Bandara Lukla yang dikenal berbahaya. Faktanya bandara satu ini memiliki landasan pacu bandara yang pendek dan terletak di antara pegunungan yang tinggi.
Bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 527 meter dengan kemiringan sekitar 11,7 persen. Selain itu, Tenzing-Hillary Airport berada di ketinggian sekitar 2.846 meter di atas permukaan laut. Karena itu, kondisi geografisnya membuat proses pendaratan dan lepas landas menjadi tantangan tersendiri bagi pilot.
2. Bandara Toncontin, Honduras
Bandara Toncontín di Tegucigalpa, Honduras, memiliki pendekatan yang menantang karena pilot harus menghadapi medan tinggi di sekitarnya.
Berdasarkan informasi dari Interesting Engineering, saat sebuah pesawat akan melakukan pendaratan, maka pesawat perlu melakukan putaran balik 45 derajat cepat untuk dapat lepas landas dengan sempurna. Padahal, di sini kamu tidak akan melihat landasan pacu untuk berputar karena bandara ini hanya memiliki landasan pacu yang lurus dan pendek.
3. Bandara Svalbard, Norwegia
Bandara berbahaya selanjutnya adalah Bandara Svalbard yang diklaim sebagai bandara paling utara di dunia. Pada masa awal operasionalnya, bandara ini belum memiliki lampu landasan yang memadai sehingga pilot hanya dapat menerbangkan pesawat pada siang hari.
Selain itu, lokasinya di kawasan Arktik juga membuat bandara ini memiliki kondisi operasional yang cukup unik. Pasalnya, lingkungan dan cuaca ekstrem dapat menjadi tantangan tersendiri bagi penerbangan.
4. Bandara Madeira, Portugal
Bandara Madeira yang berlokasi di Portugal ini dikenal memiliki landasan pacu yang pendek. Selain itu, lokasinya di kawasan pesisir dan medan pegunungan di sekitarnya membuat kondisi angin, termasuk perubahan arah dan kecepatan angin, menjadi salah satu tantangan penerbangan.
5. Bandara Courchevel, Prancis
Jika pada umumnya bandara di Prancis berdesain mewah, maka berbeda halnya dengan Bandara Courchevel yang terletak di Pegunungan Alpen Prancis.
Bandara satu ini faktanya memiliki landasan pacu yang sangat curam dan tidak memiliki fasilitas pencahayaan untuk pendaratan malam. Selain itu, kondisi salju di kawasan Alpen dapat menjadi tantangan tersendiri bagi operasional penerbangan.
6. Bandara Paro, Bhutan
Faktanya hanya sejumlah pilot terlatih yang memenuhi syarat untuk melakukan pendaratan aman di Bandara Paro, Bhutan. Hal ini dikarenakan bandara satu ini dikenal sangat berbahaya, salah satunya karena terletak di ketinggian 2.225 meter di atas permukaan laut dengan medan yang sangat ekstrem.
Lantaran cuacanya yang tak menentu, pilot umumnya hanya dapat menerbangkan pesawat di bandara ini saat kondisi memungkinkan penerbangan visual dan pada siang hari demi keselamatan.
7. Bandara Narsarsuaq, Greenland
Bandara Narsarsuaq merupakan salah satu bandara paling berbahaya di dunia lainnya karena memiliki landasan pacu yang ekstrem. Misalnya sering kali tertutup es, suhu dingin, salju tebal, serta kemungkinan terdampak abu vulkanik dari gunung berapi aktif di Islandia.
8. Bandara Gibraltar, Gibraltar
Bandara Gibraltar tak kalah berbahaya karena hanya memiliki satu landasan pacu yang memotong jalan utama kota. Dulu, hal ini membuat banyak kendaraan darat yang sedang melintas di jalan utama tersebut harus berhenti ketika pesawat mendarat atau lepas landas dari bandara ini.
Namun, sejak 2023, terowongan baru memungkinkan kendaraan melintas tanpa harus melewati runway.
9. Bandara Gisborne, Selandia Baru
Bandara satu ini terkenal unik dan berbahaya karena pihak bandara harus berkoordinasi dengan layanan kereta api nasional untuk mendaratkan pesawat di Bandara Gisborne. Sebab, Bandara Gisborne langsung melintasi jalan utama yang kemudian berhenti di tiga landasan pacu berumput.
10. MCAS Futenma, Okinawa Jepang
Pangkalan udara dari Jepang ini memiliki landasan pacu yang berada di tengah kota yang ramai. Faktanya, kawasan di sekitar MCAS Futenma merupakan area padat penduduk dan terdapat berbagai fasilitas publik, termasuk sekolah, yang berada di sekitar pangkalan udara tersebut.
11. Bandara Bert Mooney, Butte Montana
Bandara satu ini dikenal berbahaya karena kurangnya menara kendali yang membuat para pilot dituntut untuk dapat menavigasi berbagai penghalang saat mendarat.
12. Bandara Aspen atau Pitkin County, Colorado
Berdasarkan informasi dari Telegraph, bandara satu ini dilengkapi dengan landasan yang memiliki kemiringan dan gunung-gunung di sekitar Bandara Aspen. Hal ini membuat para pilot harus cukup terlatih untuk dapat mendarat dan lepas landas dari arah yang berlawanan saat menggunakan landasan pacu tunggal.
13. Bandara Regional Telluride, Colorado
Bandara berbahaya di dunia yang terakhir akan Bob bahasa adalah bandara Regional Telluride yang berada di Colorado, Amerika Serikat. Uniknya, bandara satu ini berlokasi lebih dari 9.000 kaki di atas permukaan laut dan membuat bandara satu ini menjadi bandara komersial tertinggi di Amerika Utara.
Di sekitar bandara ini, terdapat medan pegunungan dengan penurunan yang sangat curam di kedua ujung landasan pacu tunggal. Selain itu, kondisi angin kencang dapat menjadi tantangan bagi penerbangan.
Baca Juga
- Panduan Transportasi Bandara Kualanamu ke Medan, Lengkap dan Praktis
- Transportasi dari Bandara YIA ke Jogja: Mana yang Paling Cepat?
- Garuda Indonesia Buka Penerbangan Langsung Bandung–Bali, Ini Semua yang Perlu Kamu Tahu!
- Cara Mengatasi Jet Lag Pesawat: Tips Cepat & Tepat Biar Liburan Tetap Seru!
Setelah Mendarat, Saatnya Istirahat di Bobopod!

Kalau kamu baru saja tiba di suatu destinasi dan akhirnya mendarat dengan selamat di bandara, pastikan kamu beristirahat di tempat yang nyaman setelahnya. Terlebih lagi, setelah menempuh perjalanan panjang, tubuh tentu membutuhkan waktu untuk mengembalikan energi sebelum kembali beraktivitas.
Nah, kalau kamu ingin menikmati waktu istirahat yang nyaman dengan suasana berbeda, Bobopod Airport CBC, Tangerang, bisa menjadi pilihan yang menarik. Lokasinya sangat dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta dan menawarkan konsep hotel kapsul yang praktis sekaligus nyaman.
Di dalam pod, tersedia berbagai fasilitas penunjang untuk membuat waktu istirahatmu semakin menyenangkan, dari Mood Lamp yang bisa diatur sesuai suasana hati, Bluetooth Speaker untuk mendengarkan musik favorit, sampai fitur Sleep Meditation agar istirahat lebih berkualitas.
Bagaimana? Tertarik mencoba pengalaman menginap yang seru dan super nyaman bareng Bobobox? Yuk, langsung download aplikasi Bobobox sekarang juga!
Header image by: David Syphers via Unsplash




