Pengin bawa pulang cerita dan kenangan manis liburan di Sumba buat orang-orang tercinta di rumah? Nggak ada salahnya memberikan mereka oleh-oleh khas Sumba!
Umumnya, oleh-oleh Sumba menyimpan banyak simbolisme dan filosofi budaya daerah tersebut.
Nah, apa aja oleh-oleh khas Sumba yang bisa kamu bawa pulang? Yuk, cari tahu di sini!
Rekomendasi Oleh-Oleh Sumba
1. Kain Tenun

Kawasan Sumba identik dengan kain tenun yang khas dan bernilai spiritual tinggi. Oleh-oleh khas Sumba ini umumnya dibuat secara manual dengan proses panjang yang meliputi pembuatan motif, pemintalan benang, penenunan, hingga pewarnaan menggunakan bahan alami.
Selain itu, kain tenun Sumba juga menawarkan beragam motif penuh makna terkait kehidupan manusia. Makanya, nggak heran kalau kain tenun khas Sumba umumnya dipasarkan dengan harga cukup tinggi. Satu lembar kain bisa dijual mulai dari harga Rp100 ribuan sampai puluhan juta, bergantung pada ukuran, kerumitan motif, dan kepadatan kain.
Jadi, kalau kamu mencari oleh-oleh Sumba bernilai seni tinggi untuk diberikan kepada orang tua, atasan, atau kolega, kain tenun merupakan pilihan yang oke banget. Kamu bisa membelinya di Kampung Adat Raja Prailiu, Kampung Lambanapu, atau Rumah Budaya Sumba.
Baca Juga: Bukan Lagi Peuyeum, Ini Dia 7 Oleh-Oleh Khas Bandung Kekinian Yang Harus Kamu Coba!
2. Perhiasan Mamuli
Mamuli merupakan perhiasan berupa anting berbentuk organ reproduksi perempuan, seperti vagina, rahim, serviks, dan ovarium. Dalam tradisi adat Sumba, mamuli biasanya diberikan oleh pihak laki-laki saat melamar perempuan sebagai simbol kesuburan dan kewanitaan.
Dulu, perhiasan ini terbuat dari emas, tapi sekarang bahan dan bentuknya udah berkembang. Kamu juga bisa menjumpai mamuli dalam bentuk lain, seperti bros dan liontin yang terbuat dari perak, tembaga, sampai kuningan.
Keragaman tersebut bikin mamali punya harga yang bervariasi, biasanya dijual mulai dari Rp100 ribuan di pasar dan butik. Kamu bisa membelinya buat oleh-oleh untuk istri, ibu, maupun dipakai sendiri.
3. Sisir Haikara
Haikara merupakan sirkam atau sisir tancap yang saat digunakan tampak seperti sebuah mahkota kecil. Dulunya, aksesori satu ini cuma dipakai oleh perempuan kerajaan, tapi sekarang udah umum dipakai di kalangan masyarakat.
Bahannya pun terbilang unik, yaitu dari cangkang penyu yang dibuat tipis melengkung dengan beragam motif menarik, seperti rusa, ayam, hingga lobster. Namun, untuk menjaga kelestarian penyu, kini sisir haikara juga tersedia dari bahan kayu.
Menarik banget, nih, buat dikasih ke ibu, pasangan, atau anak yang suka memakai aksesori rambut! Kamu bisa membeli sisir haikara dengan harga mulai dari Rp150 ribuan.
4. Lulu Amah
Kalau kamu pengin bawa pulang sesuatu yang unik dari Sumba, lulu amah adalah salah satu pilihannya. Mirip dengan mamuli, oleh-oleh Sumba ini juga dibawa pihak laki-laki saat melamar perempuan.
Bedanya, lulu amah berbentuk kalung yang terbuat dari jalinan kepang kawat tembaga. Jalinan tersebut membentuk silinder dengan bagian tengah yang kosong.
Lalu, bagian kedua ujung tali lulu amah biasanya berbentuk menyerupai kelamin laki-laki. Karena keunikannya ini, banyak orang membawa pulang lulu amah buat dijadikan aksesori sehari-hari atau sekadar pajangan.
5. Ukiran Tulang Kerbau
Masih cari oleh-oleh khas Sumba yang lebih antimainstream? Ukiran tulang kerbau bisa jadi pilihanmu!
Tulang kerbau sendiri memang sangat identik dengan tradisi masyarakat Sumba yang kerap menggantungkannya di depan atau sudut rumah. Sebagai buah tangan, ukiran tulang kerbau bisa kamu jumpai dalam beragam bentuk, mulai dari gelang, kalung, hiasan ruangan, hingga ukiran besar.
Buat yang tertarik, kamu bisa mencarinya di tempat kerajinan, galeri seni, atau kampung adat. Oleh-oleh seperti ini cocok diberikan buat teman, keluarga, atau kolega yang suka mengoleksi barang-barang tradisional.
6. Anahida
Anahida atau multi salak adalah perhiasan berupa gelang atau kalung manik-manik sebesar biji jagung, yang terbuat dari batu alam berwarna oranye.
Dulu, anahida sangat identik dengan keturunan raja karena hanya mereka yang menggunakannya. Tapi sekarang, hampir semua perempuan Sumba, baik anak muda maupun orang tua, sering memakai perhiasan ini.
Bahkan, kamu juga dapat membelinya sebagai oleh-oleh Sumba dengan harga mulai dari Rp100 ribuan. Untuk anahida berbentuk liontin, kamu bisa sekaligus memasangkannya dengan mamuli. Kombinasi ini cocok buat diberikan sebagai set perhiasan untuk istri, pacar, atau ibumu.
7. Kaleku
Kaleku adalah tas tradisional masyarakat Sumba yang dulunya berfungsi sebagai tempat menyimpan sirih dan pinang. Para perempuan biasa memakai tas ini untuk menghadiri acara adat atau kematian.
Biasanya, kaleku terbuat dari anyaman kulit pohon gaharu atau lembaran daun pandan hutan yang sudah dikeringkan. Sampai sekarang, masih banyak kaleku yang diproduksi secara handmade di kampung-kampung Sumba. Jadi, kalau kamu mencari oleh-oleh khas Sumba berupa produk kerajinan tangan, kaleku adalah pilihan yang menarik.
Baca Juga: Bingung Cari Oleh-Oleh Dari Bali? Simak Rekomendasi Tempat Oleh-Oleh Bali Berikut Ini
8. Kacang Mete

Nggak cuma punya banyak aksesori unik, Sumba juga surganya oleh-oleh makanan enak. Salah satu yang nggak boleh kamu lewatkan adalah kacang mete.
Soalnya, Sumba—tepatnya daerah Sumba Barat Daya—adalah salah satu penghasil kacang mete terbesar di Nusa Tenggara Timur. Kualitas metenya patut diacungi jempol, dengan daging tebal dan gurih yang cocok jadi camilan untuk menemani kegiatanmu sehari-hari.
Kamu bisa membeli kacang mete khas Sumba dalam bentuk masih mentah maupun yang udah diolah dengan atau tanpa minyak. Varian rasanya juga beragam, mulai dari original hingga pedas. Oleh-oleh makanan ini dapat kamu temukan di kawasan Tambolaka dan Waingapu.
9. Kaparak
Selain kacang mete, Sumba juga punya buah tangan unik yang lezat bernama kaparak. Ia terbuat dari olahan jagung tumbuk dan kacang tanah tumbuk yang disangrai tanpa minyak.
Ada juga beberapa kaparak yang menambahkan kelapa ke dalam adonannya untuk memperkaya tekstur. Sebagai pemanis, masyarakat Sumba biasanya menggunakan gula pasir.
Meski dibuat tanpa pengawet, kaparak bisa bertahan hingga berbulan-bulan, sehingga cocok banget dijadikan oleh-oleh Sumba buat teman kantor maupun keluarga. Mau dinikmati sendiri pun nggak masalah, kamu bisa menyantapnya dengan teh atau kopi hangat.
10. Sambal Maloto
Buat kamu pencinta pedas, sambal maloto wajib masuk list oleh-oleh buat kamu bawa pulang dari Sumba. Produk satu ini terbuat dari cabai rawit lokal Pulau Sumba yang terkenal pedas, cocok jadi teman makan nasi panas dan aneka lauk pauk.
Sambal berwarna kehitaman ini tersedia di warung dan toko oleh-oleh khas Sumba. Biasanya, sambal maroto dikemas dalam kemasan jar tertutup rapat sehingga aman dibawa untuk perjalanan jauh.
11. Biji Kopi Sumba

Coffee lovers wajib bawa pulang kopi khas Sumba! Kopi Sumba umumnya merupakan jenis robusta yang tumbuh di dataran tinggi, lembap, dan dingin. Ada dua daerah yang terkenal akan hasil kopinya, yaitu Wewewa dan Kodi di Sumba Barat Daya.
Kopi dari Tanah Sumba terkenal memiliki cita rasa pahit dan pekat dengan hint cokelat serta rempah-rempah. Nggak heran kalau kopi khas Sumba pernah ditetapkan sebagai kopi terenak di Indonesia oleh Festival Kopi Nusantara 2017.
Baca juga: 28 Oleh-Oleh Khas Indonesia untuk Orang Asing
12. Kue Manggulu
Manggulu adalah kudapan khas Sumba yang terbuat dari pisang kering, lalu dicampur dengan kacang tanah dan gula merah. Begitu digigit, bakal langsung terasa tekstur kenyal dari pisang dan renyah khas kacang. Tambahan gula merah memberikan rasa manis legit yang menggugah selera.
Biasanya, kue manggulu dibungkus dengan daun pisang kering sehingga bisa tahan lama. Cocok banget, nih, dijadikan oleh-oleh Sumba buat keluarga di rumah, teman dekat, atau sebagai camilan sehari-hari.
13. Jagung Titi
Kalau kamu lebih suka camilan gurih, jagung titi bakal cocok dengan seleramu! Pembuatannya cukup unik, yakni jagung ditumbuk halus dan dicampur dengan kelapa parut. Adonan tersebut kemudian digoreng tanpa minyak hingga rasanya mirip popcorn.
Banyak warga Sumba yang menjadikan jagung titi sebagai lauk pendamping, tapi bisa juga kamu nikmati sebagai camilan. Apalagi, sekarang jagung titi juga dijual dalam berbagai rasa, mulai dari original, manis, hingga pedas.
Selain untuk dinikmati sendiri, jagung titi juga cocok dijadikan oleh-oleh buat teman kantor untuk sharing snack di sela-sela bekerja.
14. Tongal
Oleh-oleh khas Sumba nggak cuma berupa makanan. Ada juga suvenir menarik bernama tongal, yaitu dompet atau tas yang terbuat dari kayu. Lalu, di bagian atasnya terdapat ukiran berbentuk seseorang yang menunggang kuda.
Banyak lelaki Sumba yang melilitkan tongal di pinggang mereka dan menjadikannya kotak tembakau. Tapi sekarang, tongal juga dijual sebagai oleh-oleh. Kamu bisa membelinya untuk dipajang di rumah atau sebagai hadiah untuk kolega.
15. Patung Kayu
Lagi cari dekorasi unik untuk di rumah? Atau mungkin kamu pengin memberi hadiah untuk atasan dan kolega di kantor? Kamu bisa beli patung kayu sebagai oleh-oleh Sumba!
Menggunakan kayu lokal, kerajinan tangan satu ini diukir dalam motif khas Sumba, seperti kuda Sumba, motif leluhur, atau yang terinspirasi dari tokoh budaya. Karena termasuk handmade, patung kayu khas Sumba memiliki nilai seni yang tinggi.
16. Parang Sumba
Sumba memiliki senjata tradisional berupa parang yang bagian gagangnya berbentuk ramping, lalu melebar sampai ke ujung. Bentuk ini membuat parang Sumba jadi “gesit” di udara. Uniknya lagi, gagang tersebut umumnya terbuat dari gading gajah atau tanduk kerbau sehingga memberikan nilai seni tersendiri.
Dulu, parang Sumba ini hanya dipakai oleh kalangan bangsawan, khusus untuk berburu kepala musuh. Seiring berjalannya waktu, senjata tradisional ini sekarang lebih banyak dijadikan pajangan. Cocok banget dijadikan oleh-oleh buat teman atau keluargamu yang mengoleksi barang-barang tradisional atau pajangan bernuansa etnik.
17. Madu Hutan Sumba

Madu hutan Sumba dihasilkan dari lebah yang mengumpulkan nektar dari bunga-bunga liar sehingga memiliki cita rasa manis alami dengan aroma floral. Kamu bisa membelinya sebagai oleh-oleh khas Sumba untuk orang tua atau teman yang menyukai produk alami.
Di Sumba, madu hutan biasanya dijadikan pemanis untuk berbagai makanan dan minuman, misalnya sebagai topping pada roti atau dicampurkan ke dalam teh panas. Selain itu, kamu juga bisa langsung mengonsumsinya sebagai suplemen kesehatan untuk membantu menjaga stamina tubuh.
Lebih Praktis Belanja Oleh-oleh Sumba dengan Menginap di Bobocabin

Mulai dari kain tenun, aneka camilan, kopi, sampai kerajinan tangan, belanja oleh-oleh di Sumba bisa menjadi cara untuk “membawa pulang” sedikit keindahan pulau ini.
Mau lebih gampang dapetin oleh-oleh Sumba autentik langsung dari sumbernya? Kamu bisa menginap di Bobocabin Umarato, Sumba buat sekalian staycation ala private beach eksklusif! Lokasinya strategis untuk mengeksplor spot-spot lokal maupun berburu oleh-oleh dari produsen dan pengrajin setempat.
Selama menginap, kamu juga bisa ikut berbagai paket tur yang tersedia: mulai dari horse riding di Pantai Rua, jungle ride naik ATV di Umarato, belajar produksi mete di Talasi Weetabula, sampai keliling spot hidden gem di Sumba seperti Savana Puru Kambera, Desa Praijing, dan Bukit Wairinding. Cocok banget buat kamu yang pengin merasakan liburan autentik dan berkesan!

Soal kenyamanan, kamu juga nggak perlu khawatir karena fasilitas di dalam Cabin sudah dirancang untuk memaksimalkan waktu istirahatmu. Seluruh Cabin memiliki king-size bed, AC, private bathroom, serta kettle jug buat bikin teh dan kopi. Nggak ketinggalan B-Pad buat mengatur Smart Window, Mood Lamp dengan ambient lighting, sampai Bluetooth Speaker yang bisa terhubung dengan smartphone.
Pengalaman menginap di Bobocabin Umarato, Sumba juga semakin lengkap dengan adanya berbagai fasilitas tambahan yang bisa disewa. Beberapa di antaranya termasuk games Uno Stacko, Uno Cards, bean bag, painting DIY kit, dan mini fireworks.
Jadi, tunggu apa lagi? Rencanakan liburan ke Sumba sekarang juga dan download aplikasi Bobobox biar booking Cabin dan atur itinerary jadi lebih praktis!
Featured photo: Unsplash





