Wisata ke Kawah Ijen adalah pengalaman yang tidak boleh dilewatkan bagi para pecinta alam. Terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, Kawah Ijen menyuguhkan fenomena alam unik yang hanya bisa ditemukan di dua tempat di dunia, yaitu blue fire Ijen.
Kawah Ijen di mana, sih? Kawah Ijen tepatnya berada di Cagar Alam Taman Wisata Ijen Bondowoso, Jawa Timur. Tahukah kamu ketinggian Kawah Ijen berapa mdpl? Dengan ketinggian 2.799 meter di atas permukaan laut (mdpl), kawasan ini menawarkan keindahan kawah belerang terbesar di dunia serta panorama matahari terbit yang spektakuler.
Jika kamu sedang mencari paket wisata Kawah Ijen atau ingin tahu cara ke Kawah Ijen, Bob akan membahas secara lengkap mengenai daya tarik, tips perjalanan, hingga tempat menginap terbaik selama petualanganmu di Banyuwangi. Simak artikel ini sampai habis, ya!
Daya Tarik Kawah Ijen Banyuwangi

Photo: Bobobox Internal Asset
Danau Asam
Berada di puncak Gunung Ijen, Kawah Ijen merupakan danau air asam yang sangat luas. Danau ini memiliki diameter 722 meter dan luas 0,41 kilometer persegi! Wah, bayangkan deh berapa banyak lapangan bola yang muat di kawan ini! Dilansir dari Global Volcanism Program Smithsonian Institution, danau ini merupakan danau air asam terbesar di dunia. Kadar pH airnya berkisar antara 0,5-0,13, lho! Ingat! Jangan mencoba berenang di danau ini, ya, karena kulitmu bisa terbakar!
Meskipun berbahaya untuk disentuh, danau ini tetap cantik untuk dilihat. Bahasa kerennya sih, beauty untouchable. Gradasi warna biru kehijauan pada air danau akan membuatmu terpukau. Kemegahan tebing-tebing yang mengelilingi danau juga akan membuatmu berdecak kagum. Tak jauh dari danau, kamu bisa melihat solfatara, kawah yang masih mengeluarkan uap dan asap belerang. Area ini penuh dengan sisa-sisa belerang yang berwarna kuning.
Area solfatara ini juga menjadi pusat penambangan belerang di Gunung Ijen. Belerang cair yang mengeras membentuk semacam stalaktik-stalaktit yang menggantung di tebing. Saat berkunjung, kamu bisa bertemu dengan para penambang yang bekerja keras mengolah dan membawa belerang-belerang ini secara manual.
Ya, mereka harus mengangkut belerang yang diambil dengan berjalan kaki ke pusat proses belerang. Wah! Berat sekali, ya, perjuangan mereka.
Eternal Blue Flame
Kalau grup musik asal Amerika Serikat, The Bangles punya hit single berjudul Eternal Flame, Kawah Ijen punya fenomena bernama Eternal Blue Flame. Pemberian julukan ini bukan tanpa alasan, lho! Untuk menyaksikan keindahan si api abadi biru, kamu perlu datang ke area ini di malam hari. Duh! Pasti melelahkan, ya!
Ditambah dengan medan yang cukup ekstrem, perjalanan di malam hari ke area kawah menjadi lebih sulit. Eits! Jangan khawatir! Pemandangan yang bisa kamu lihat setelahnya dijamin akan membayar semua rasa lelahmu.
Kalau di siang hari, kawasan solfatara ini didominasi oleh warna kuning, di malam hari pemandangan yang bisa kamu lihat berubah drastis. Di bawah lautan bintang, solfatara Ijen diwarnai oleh cahaya berwarna biru dan violet yang berkilau. Gas belerang yang menyembur keluar dari retakan-retakan di tanah terbakar dan menghasilkan api berwarna biru elektrik. Kamu juga tetap bisa melihat lidah api yang berwarna oranye. Pemandangan seperti ini tentunya tidak bisa kita lihat setiap hari dan wajib diabadikan.
Kekuatan semburan gas ini tidak main-main, lho! Dilansir dari National Geography, gas belerang ini dapat menyembur dari retakan tanah dan “melompat” hingga ketinggian sekitar 5 meter. Selain itu, panasnya bisa mencapai 600 derajat Celsius! Waduh! Kalau kena badan, bukan lagi terbakar, tapi lumer! Oleh karena itu, pastikan kamu tetap menjaga jarak aman saat melihat keajaiban alam ini, ya! Your safety should come first.
Sungai Belerang
Ini dia aktivitas lain yang bisa kamu lakukan kalau wisata ke Kawah Ijen. Selain lontaran api, kamu juga bisa menyaksikan fenomena sungai lahar biru di Kawah Ijen. Saat suhunya turun, gas belerang akan berubah menjadi cair. Nah, cairan ini kemudian berkumpul dan membentuk semacam sungai lahar yang mengalir di atas permukaan tanah. Lahar ini sangat panas, dengan warna kebiruan yang berpendar.
Pemandangan seperti ini akan membuatmu seolah-olah berada di dunia fantasi. Keajaiban alam ini bisa kamu lihat setiap malam. Inilah mengapa fenomena ini disebut eternal blue flame.
Lokasi Kawah Ijen

Photo: Bobobox Internal Asset
Kawah Ijen berada di Gunung Ijen yang berdiri megah di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso. Untuk mencapainya, kamu bisa menuju Pos Paltuding yang berjarak sekitar 64 kilometer dari pusat Bondowoso. Pos ini juga berperan sebagai pembatas kedua kabupaten dan titik awal para pendaki Gunung Ijen.
Nah, dari pos tersebut, kamu perlu berjalan kaki selama sekitar 90-120 menit menuju area kawah. Oh, ya! Perlu diingat bahwa untuk mencapai puncak gunung dan kawasan kawah, kamu hanya bisa berjalan kaki. Semua kendaraan harus dititipkan di Pos Paltuding demi alasan keselataman. Jarak dari pos ke puncak dan kawah gunung memang jauh—sekitar 3 kilometer berjalan kaki. Namun, seperti yang Bob bilang, semua usahamu akan terbayar saat tiba di sana.
Tiket Masuk ke Kawah Ijen

Photo: Endriqstudio via Pixabay
Untuk mendaki gunung dan melihat kecantikan kawah, kamu perlu membayar tiket masuk. Harganya berbeda, tergantung kepada kewarganegaraan pengunjung. Untuk wisatawan Indonesia, satu tiket dijual dengan harga Rp20.000 di hari kerja, dan Rp30.000 di akhir pekan. Sementara itu, untuk wisatawan mancanegara, satu tiket ditawarkan dengan harga Rp150.000 untuk weekday dan weekend.
Tiket ini bisa kamu beli di loket yang berada di Pos Paltuding. Loket buka sejak pukul 1 dini hari hingga 12 siang. Wah, pagi banget, ya! Tentu saja, karena kamu hanya bisa menikmati kecantikan si api abadi biru di malam hari. Saat langit mulai cerah, nyala api mulai mengecil. Jadi, pastikan kamu tidak sampai terlambat, ya!
Setelah puas berfoto dan menikmati kecantikan fenomena eternal blue flame, sekarang waktunya kamu mengejar matahari. Bukan lagunya Ari Lasso, ya! Di gunung, ada beberapa spot strategis yang bisa kamu tuju untuk menyambut sang surya. Dari sini, kamu bisa menikmati indahnya gradasi biru dan oranye saat matahari mulai terbit. Suasana yang syahdu dan udara pegunungan yang sejuk akan menemanimu membuka lembaran hari baru. What a cool way to start a day!
Tips Berkunjung ke Kawah Ijen Banyuwangi

Photo: Sergey Guk via Pexels
Sebelum mendaki ke Kawah Ijen, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan agar perjalananmu lebih aman dan nyaman. Berikut adalah tips yang bisa kamu terapkan:
1. Pastikan Fisik dalam Kondisi Prima
Pendakian ke Kawah Ijen memiliki rute yang cukup menanjak dengan jarak sekitar 3 km dari Pos Paltuding hingga puncak. Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima dengan menjaga pola makan sehat dan berolahraga ringan sebelum perjalanan. Jika memiliki riwayat penyakit pernapasan atau jantung, konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan pendakian.
2. Gunakan Masker Respirator untuk Perlindungan Maksimal
Gas belerang di Kawah Ijen cukup kuat dan bisa menyebabkan iritasi pernapasan jika dihirup tanpa perlindungan. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan masker respirator atau masker N95 yang bisa menyaring gas beracun.
Masker ini dapat disewa di pos pendakian jika kamu tidak membawanya sendiri. Jika kamu mengikuti paket tour kawah ijen, kamu juga bisa bertanya pada penyedia tour apakah mereka menyediakan penyewaan masker.
3. Pakai Pakaian Hangat dan Nyaman
Suhu di Kawah Ijen bisa mencapai 5 derajat Celcius pada dini hari. Pastikan memakai jaket tebal, celana panjang, sarung tangan, dan kaos kaki agar tetap hangat selama perjalanan. Hindari memakai pakaian berbahan tipis yang tidak bisa menahan suhu dingin.
Baca Juga: 15 Oleh-Oleh Khas Banyuwangi Paling Diburu Wisatawan
4. Senter atau Headlamp Wajib Dibawa
Pendakian ke Kawah Ijen dimulai pada dini hari saat kondisi masih gelap. Membawa senter atau headlamp sangat penting untuk membantu penerangan di jalur pendakian yang berbatu dan menanjak. Pilih headlamp agar tangan tetap bebas untuk berpegangan saat melewati medan terjal.
5. Siapkan Bekal Makanan dan Minuman Secukupnya
Tidak ada warung makan di sepanjang jalur pendakian, jadi penting untuk membawa air minum dan makanan ringan yang cukup. Pilih camilan yang mengandung energi tinggi seperti cokelat, kacang, atau roti untuk menjaga stamina selama perjalanan.
6. Gunakan Alas Kaki yang Cocok untuk Hiking
Medan di Kawah Ijen cukup berbatu dan licin, terutama saat turun dari puncak. Pakailah sepatu hiking atau sepatu olahraga dengan sol anti-slip agar perjalanan lebih nyaman dan aman. Hindari memakai sandal atau sepatu dengan sol licin yang bisa membahayakan selama pendakian.
Baca Juga: Eksotisme Taman Nasional Baluran, Afrika Kecil di Jawa
7. Bawa Obat-Obatan Pribadi dan Kotak P3K
Bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, jangan lupa membawa obat-obatan pribadi seperti obat anti-mabuk, obat maag, atau obat flu. Sediakan juga plester luka, minyak angin, dan obat pereda nyeri untuk berjaga-jaga jika mengalami cedera ringan selama pendakian.
8. Patuhi Aturan dan Jaga Kebersihan
Kawah Ijen adalah kawasan konservasi, jadi sangat penting untuk menjaga kebersihan dan tidak merusak lingkungan. Selalu bawa kembali sampahmu dan hindari merusak vegetasi di sekitar jalur pendakian. Ikuti instruksi petugas dan jangan memaksakan diri jika kondisi cuaca atau kesehatan tidak memungkinkan.
Jelajah Banyuwangi? Menginapnya di Bobocabin Kawah Ijen!

Photo: Bobobox Internal Asset
Setelah puas menikmati keindahan Kawah Ijen, kamu pasti butuh tempat istirahat yang nyaman. Bobocabin Kawah Ijen, Banyuwangi adalah pilihan tepat untuk menginap selama berlibur di Banyuwangi. Terletak tidak jauh dari kawasan wisata, Bobocabin menawarkan akomodasi modern dengan konsep kabin di tengah alam.
Keunggulan Bobocabin Kawah Ijen, Banyuwangi:
- Lokasi Strategis: Hanya terletak 500 meter dari titik awal pendakian Paltuding Ijen, lokasi ini memudahkan akses ke Kawah Ijen.
- Fasilitas Lengkap: Kabin dilengkapi dengan kasur empuk, kamar mandi dalam, dan B-Pad pintar untuk mengontrol pencahayaan serta suara.
- Pemandangan Alam yang Indah: Terletak di area hijau dengan udara segar, cocok untuk relaksasi setelah mendaki.
- Aktivitas Menarik: Tersedia api unggun, BBQ, dan beragam outdoor activities yang bisa dinikmati bersama keluarga atau teman.
- Privasi dan Keamanan Terjamin: Dengan konsep kabin eksklusif, kamu bisa menikmati momen istirahat dengan lebih tenang.

Photo: Bobobox Internal Asset
Dengan suasana yang nyaman dan fasilitas lengkap, Bobocabin Kawah Ijen adalah tempat menginap terbaik bagi para traveler yang ingin menjelajahi keindahan gunung Banyuwangi tanpa mengorbankan kenyamanan.
Wisata ke Kawah Ijen menawarkan pengalaman yang tak terlupakan, mulai dari blue fire Ijen, sungai belerang, hingga sunrise di puncak gunung. Agar perjalanan lebih lancar, pastikan kamu mempersiapkan fisik, membawa perlengkapan yang sesuai, serta memilih akomodasi yang nyaman seperti Bobocabin Kawah Ijen, Banyuwangi.
Jangan lupa, buat perjalananmu lebih praktis dengan download aplikasi Bobobox sekarang dan nikmati pengalaman menginap yang nyaman selama petualanganmu di Banyuwangi!
Featured photo: Maksym Ivashchenko via Unsplash
Penulis: Syifa Nuri Khairunnisa