17 Tempat Wisata Religi di Jakarta yang Unik dan Bersejarah

05 Feb 2026

17 Tempat Wisata Religi di Jakarta yang Unik dan Bersejarah

Penulis

Bobobox

Siapa bilang harus jauh-jauh ke luar kota untuk melakukan wisata religi? Di DKI Jakarta, kamu bisa menemukan banyak situs agama yang bersejarah, lho!

 

Selain masjid dan makam para tokoh suci, kamu bisa menemukan tempat lain seperti gereja dan masih banyak lagi. Semuanya memiliki keunikan tersendiri yang bikin worth it untuk dikunjungi.

 

Tanpa berlama-lama lagi, ini dia aneka tempat wisata religi di Jakarta yang terkenal!

 

Daftar Tempat Wisata Religi Jakarta

 

1. Masjid Istiqlal

 

8 Aktivitas Ramadan Agar Puasa Makin Berkah
Photo: Iqro Rinaldi via Unsplash

 

  • Alamat: Jalan Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10710 (5 menit dari Bobopod Juanda)
  • Jam buka: Setiap hari, 04.00-22.00 WIB
  • HTM: Gratis (area masjid), Rp5.000 (khusus area Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal)

 

Siapa sih, yang nggak kenal Masjid Istiqlal? Masjid terbesar di Asia Tenggara ini dibangun sebagai simbol rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia, makanya dinamai "Istiqlal" yang berarti "Merdeka". 

 

Sejarahnya unik banget, karena arsiteknya adalah Friedrich Silaban, seorang penganut Kristen Protestan yang memenangkan sayembara desain pada tahun 1955. Pembangunannya butuh waktu 17 tahun sampai akhirnya diresmikan pada 1978.   

 

Masjid ini jadi tempat wisata religi di Jakarta yang ikonik banget karena arsitekturnya bergaya modern minimalis, tapi menyimpan banyak simbolisme angka. 

 

Contohnya, kubah utamanya berdiameter 45 meter (tahun kemerdekaan), ditopang 12 pilar besar (tanggal lahir Nabi Muhammad SAW), dan punya menara tunggal setinggi 66,66 meter (representasi jumlah ayat Al-Qur'an).

 

Saat kemari, kamu bisa ikutan tur edukasi bareng pemandu resmi, melihat bedug raksasa seberat 2,3 ton dari kayu meranti berumur 300 tahun, atau mencoba melewati Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral.   

 

2. Masjid Si Pitung

 

  • Alamat: Jl. Marunda RT.09 / RW.01, Marunda, Cilincing, RT.3/RW.7, Marunda, Kec. Cilincing, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14150 (49 menit dari Bobopod Kota Tua)
  • Jam buka: 24 jam
  • HTM: Gratis

 

Kalau kamu lagi wisata religi ke Jakarta Utara, mampirlah ke Masjid Si Pitung alias Masjid Al Alam Marunda yang sudah ada sejak abad ke-16. 

 

Konon, masjid ini dibangun dalam waktu semalam saja oleh para aulia atau pasukan Fatahillah setelah menang melawan Portugis. Nama Masjid Si Pitung melekat karena sosok dalam legenda Betawi tersebut sering singgah di sini untuk mengaji, latihan silat, hingga bersembunyi dari kejaran kompeni Belanda.   

 

Bangunannya memang relatif mungil kalau dibandingkan dengan Masjid Istiqlal. Namun, masjid ini masih memiliki atap joglo dua susun dan empat tiang soko guru yang masih kokoh dari dulu sampai sekarang. Terus, ada lubang pengintai kecil yang dulu dipakai pasukan untuk memantau kapal Belanda di laut. 

 

Di Masjid Si Pitung, kamu bisa mencoba air dari sumur tua yang konon punya tiga rasa berbeda, mengikuti napak tilas perjuangan Pitung, atau sekadar menikmati semilir angin pantai karena lokasinya tepat di bibir laut.

 

3. Masjid Jami Keramat Luar Batang

 

  • Alamat: Jl. Luar Batang V No.10 7, RT.6/RW.3, Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14440 (8 menit dari Bobopod Kota Tua)
  • Jam buka: Setiap hari, 08.00-17.00 WIB
  • HTM: Gratis

 

Masjid satu ini adalah destinasi wisata religi favorit peziarah dari seluruh nusantara. Didirikan oleh Habib Husein bin Abubakar Alaydrus pada abad ke-18, konon jenazah beliau selalu kembali ke lokasi masjid meskipun sudah dibawa ke pemakaman umum. 

 

Kelihatannya seolah-olah beliau keluar dari kurung batang atau keranda, sehingga tempatnya dinamai Luar Batang.

 

Di dalam kawasan Masjid Jami Keramat Luar Batang, kamu akan menemukan Makam Habib Husein yang selalu ramai dan dikeramatkan. 

 

Oh iya, masjid ini punya kapasitas besar hingga 15.000 jemaah dan arsitektur yang sudah modern. Tapi, rasanya tetap terasa sakral. Jadi, kamu bisa kemari untuk mengikuti tahlilan atau acara Haul tahunan yang meriah tanpa harus berdesak-desakan.

 

4. Masjid At Tin

 

  • Alamat: Jl. Taman Mini I No.3, RW.3, Pinang Ranti, Kec. Makasar, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13560 (22 menit dari Bobopod Pancoran)
  • Jam buka: Setiap hari, 03.30-21.30 WIB
  • HTM: Rp25.000-Rp35.000 (sudah termasuk dalam tiket TMII)

 

Terletak di kawasan TMII, Masjid At Tin mulai dibangun tahun 1997 dan diresmikan pada Desember 1999 oleh keluarga mendiang Ibu Tien Soeharto sebagai bentuk penghormatan untuk beliau. Arsitekturnya unik banget karena didominasi bentuk panah dan pola geometris yang tegas.   

 

Filosofi bangunannya mendalam banget, lho! Kubahnya terbagi jadi tiga bagian yang melambangkan perjalanan hidup manusia di alam rahim, dunia, dan akhirat. Interiornya pun sangat luas karena nggak ada kolom di tengah.

 

Selain salat, kamu bisa jalan-jalan di halamannya yang asri seluas 7 hektar atau ikut kegiatan i'tikaf saat Ramadan.  

 

5. Masjid Perahu Baiturrahman

 

  • Alamat: Jl. Raya Casablanca No.38, RT.3/RW.5, Menteng Dalam, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870 (10 menit dari Bobopod ITC Kuningan)
  • Jam buka: 24 jam
  • HTM: Gratis

 

Di balik gedung-gedung tinggi kawasan Casablanca, ada Masjid Perahu Baiturrahman yang didirikan pada tahun 1963 oleh KH Abdurrahman Massum. Kenapa dinamai Masjid Perahu? Soalnya, ada bangunan berbentuk kapal raksasa di samping masjid utama.   

 

Bukan sekadar dekorasi, perahu tersebut berfungsi sebagai tempat wudhu dan toilet. Desainnya pun terinspirasi dari kisah kapal Nabi Nuh, lho! Terus, di dalamnya tersimpan Al-Qur'an raksasa berukuran 2x1 meter yang sampulnya terbuat dari kayu jati dan dikelilingi puluhan bebatuan giok cantik. 

 

Terus, di sini enaknya ngapain? Kamu bisa melihat koleksi batu permata milik pendiri masjid, berfoto di depan replika perahu, atau melakukan i'tikaf di ruangan khusus yang tenang di dalam perahu tersebut.   

 

Baca juga: Manfaat Wisata Religi untuk Kamu yang Suka Traveling

 

6. Jakarta Islamic Center (JIC)

 

  • Alamat: Jl. Kramat Jaya Raya No.1, RT.6/RW.1, Tugu Utara, Kec. Koja, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14260 (27 menit dari Bobopod Kota Tua)
  • Jam buka: Setiap hari, 08.00-16.00 WIB
  • HTM: Gratis

 

JIC dulunya adalah tempat lokalisasi besar bernama Kramat Tunggak, tapi memasuki tahun 2002, Gubernur Sutiyoso mengubahnya jadi pusat pengembangan agama Islam. 

 

Dulu, masjid ini punya bentang kubah tanpa tiang terpanjang se-Asia Tenggara (66 meter) dan menara setinggi 114 meter sesuai jumlah surat Al-Qur'an. Meski kubahnya sempat terbakar pada tahun 2022, pusat peradaban ini tetap aktif bergerak.   

 

Memang, sebagian besar kegiatan ibadah sudah dialihkan ke Convention Hall. Namun, kamu tetap bisa ikut kegiatan tahunan seru seperti Islamic Digital Fest atau JIC Halal Fair yang sering diadakan di sini. Terus, ada juga perpustakaan dengan koleksi yang lengkap. 

 

Oh iya, rencananya Jakarta Islamic Center akan menjalani revitalisasi besar-besaran yang dimulai pas awal tahun 2026. Kira-kira, gimana jadinya, ya? Ditunggu aja!  

 

7. Masjid Agung Al-Azhar

 

  • Alamat: Jl. Sisingamangaraja No.1, RT.2/RW.1, Selong, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110 (7 menit dari Bobopod Kebayoran Baru)
  • Jam buka: Setiap hari, 04.30-21.00 WIB
  • HTM: Gratis

 

Dibangun antara tahun 1953-1958 di Kebayoran Baru, masjid ini merupakan salah satu masjid modern pertama di Indonesia. Nama "Al-Azhar" diberikan langsung oleh Rektor Universitas Al-Azhar Kairo, Dr. Mahmoud Shaltut, pada 1960 sebagai bentuk apresiasi atas kemegahannya.

 

Masjid Agung Al-Azhar sangat lekat dengan sosok Buya Hamka yang dulu menjadi imam besarnya. Desainnya memadukan gaya Timur Tengah dengan sentuhan lokal, serta punya jendela-jendela besar yang bikin ruangannya penuh cahaya alami. 

 

Kalau wisata religi kemari, kamu bisa ngapain aja? Jangan lewatkan kesempatan mengunjungi perpustakaan Islam, ikut kursus bahasa Arab atau mubaligh, atau sekadar menikmati suasana tenang di tamannya yang rapi.

 

8. Kampung Arab Jakarta

 

  • Alamat: Jl. Pekojan Raya, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat (8 menit dari Bobopod Kota Tua)
  • Jam buka: 24 jam
  • HTM: Gratis

 

Kawasan ini dikenal sebagai "Kampung Arab" pertama di Jakarta karena sejak abad ke-18 menjadi tempat bermukimnya pendatang dari Hadramaut, Yaman, serta pedagang dari India. Nama lainnya, Pekojan, berasal dari kata "Koja" yang merujuk pada orang-orang muslim keturunan India.

 

Ada tujuh bangunan cagar budaya di sini, termasuk Masjid An-Nawier (1760) yang punya 33 pilar mengikuti jumlah tasbih dan Langgar Tinggi yang unik karena lantai bawahnya dipakai berdagang. 

 

Saat jalan-jalan ke Kampung Arab Jakarta, pastikan kamu nggak melewatkan walking tour bersama pemandu untuk menjelajahi gang-gang bersejarah, beli parfum vintage di toko legendaris seperti Toko Fatimah, atau kulineran hidangan kambing dan nasi kebuli yang rasanya juara banget.

 

Promo Bobopod Banner

 

9. Masjid Agung Sunda Kelapa

 

  • Alamat: Jl. Taman Sunda Kelapa No.16, Menteng, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310 (5 menit dari Bobopod Thamrin)
  • Jam buka: Setiap hari, 04.00-22.00 WIB
  • HTM: Gratis

 

Kalau disuruh bayangin gedung masjid, pasti yang langsung muncul di pikiran adalah bangunan dengan kubah berbentuk bundar. Namun, lain cerita sama tempat wisata religi di Jakarta satu ini!

 

Berada di kawasan Menteng, Masjid Agung Sunda Kelapa yang diresmikan oleh Ali Sadikin pada 1971 ini memiliki bentuk atap melengkung menyerupai kapal.

 

Konon, bentuk kapalnya melambangkan Pelabuhan Sunda Kelapa sekaligus posisi tangan orang yang sedang menengadah berdoa. Masjid ini juga punya jalur landai untuk lansia dan penyandang disabilitas, sehingga sangat gampang diakses.

 

Saat kemari, kamu bisa ikut kelas muallaf dalam bahasa Inggris/Indonesia, main basket di lapangannya, atau berburu kuliner kaki lima legendaris di halamannya yang selalu ramai setiap sore.   

 

10. Masjid Ramlie Musofa

 

  • Alamat: Blok I / 10, Jl. Danau Sunter Selatan No.12C - 14A, RT.13/RW.16, Sunter Agung, Kec. Tj. Priok, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14350 (19 menit dari Bobopod Juanda)
  • Jam buka: Setiap hari, 04.00-21.00 WIB
  • HTM: Gratis

 

Sekarang, nggak perlu jauh-jauh ke India kalau mau lihat Taj Mahal! Di depan Waduk Sunter ada Masjid Ramlie Musofa yang dibangun oleh mualaf Ramli Rasidin. Masjid megah ini diresmikan tahun 2016 sebagai simbol cinta untuk Tuhan dan keluarga.   

 

Seberapa mirip sama Taj Mahal, memangnya? Bayangin, dinding marmernya dihiasi kaligrafi surat Al-Fatihah dalam tiga bahasa: Arab, Indonesia, dan Mandarin. Bahkan, ada lift dan tempat wudhu dengan kursi khusus buat lansia dan difabel. 

 

Selain menikmati view Waduk Sunter dari tangga masjid yang megah, kamu bisa foto-foto estetik (asalkan tetap sopan) atau menghabiskan waktu merenung di ruang sholat utamanya yang adem.   

 

11. Masjid Cut Meutia

 

Masjid Cut Meutia.jpg
Photo: Photo: Masjid Cut Meutia Official Website

 

  • Alamat: Jl. Taman Cut Mutiah No.1 10, RT.10/RW.5, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10350 (7 menit dari Bobopod Thamrin)
  • Jam buka: 05.00-20.00 WIB (Jumat buka pukul 08.00 WIB)
  • HTM: Gratis

 

Bangunan ini awalnya bukan masjid, melainkan kantor biro arsitek Belanda N.V. Bouwploeg yang berdiri sejak 1879. Tempat ini sempat berfungsi sebagai kantor pos dan markas tentara Jepang sebelum akhirnya direnovasi menjadi masjid di era Ali Sadikin.   

 

Karena Masjid Cut Meutia aslinya gedung kantor, masjid ini nggak punya kubah dan arah kiblatnya miring 45 derajat terhadap posisi bangunan. Di lantai dua, kamu masih bisa menemukan brankas dokumen peninggalan era kolonial.

 

Untuk melengkapi pengalaman wisata religi di Masjid Cut Meutia, cobalah ikutan kegiatan seru bareng komunitas Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA), mampir ke Coffee Mosque Cut Meutia untuk ngopi murah di halaman masjid, atau sekadar mengagumi arsitektur art nouveau-nya yang sangat klasik.   

 

12. Gereja Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

 

gereja katedral jakarta
Photo: jakarta-tourism.go.id

 

  • Alamat: Jl. Katedral No.7B, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710 (6 menit dari Bobopod Juanda)
  • Jam buka: Setiap hari, 08.00-20.00 WIB
  • HTM: Gratis

 

Gereja yang lebih dikenal dengan sebutan Gereja Katedral Jakarta ini adalah tempat wisata religi paling populer buat para umat Katolik di ibu kota. Diresmikan pada tahun 1901, bangunannya dirancang oleh Pastor Antonius Dijkmans, SJ, dengan gaya neo gothic yang megah.   

 

Tiga menara besinya yang bernama Gading, Daud, dan Yakub didatangkan langsung dari Belanda. Terus, di setiap sudut interior gereja, ada stained glass window berwarna-warni yang menceritakan kisah jalan salib Yesus. Tampilannya jadi makin indah saat terkena cahaya matahari!

 

Setibanya di sini, kamu dapat mengunjungi Museum Katedral untuk melihat koleksi benda sejarah penyebaran Katolik atau duduk tenang melihat burung-burung merpati yang hidup bebas di halamannya.   

 

13. Makam Mbah Priok

 

  • Alamat: Jl. Maqom Keramat Syech Sayyid Mbah Priuk No.6, Koja, Kec. Tj. Priok, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14220 (28 menit dari Bobopod Kota Tua)
  • Jam buka: 24 jam
  • HTM: Gratis

 

Tempat wisata religi di Jakarta Utara satu ini merupakan makam Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad, seorang ulama dari Palembang yang wafat tahun 1756 dalam misi dakwah menuju Jawa. Nama Tanjung Priok sendiri diyakini berasal dari cerita periuk nasi beliau yang terbawa ombak ke pantai tersebut.

 

Makam Mbah Priok terkenal dengan nuansa kental khas Timur Tengah yang didominasi warna hijau emas, serta kaligrafi yang indah. 

 

Menariknya, orang-orang yang berziarah ke sini sering kali mengambil Air Barokah yang mengalir dari air terjun mini. Konon, air suci ini dipercaya bisa membawa berkah dan menyembuhkan penyakit, lho.

 

Selain itu, kamu juga bisa kulineran nasi kebuli dan kopi rempah di warung-warung sekitar makam kalau sudah selesai berziarah.

 

14. Gereja Immanuel Gambir

 

  • Alamat: Jl. Medan Merdeka Tim. No.10, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110 (8 menit dari Bobopod Juanda)
  • Jam buka: 10.00-17.00 WIB (Selasa-Sabtu), 06.00-18.00 WIB (Minggu), Senin tutup
  • HTM: Gratis

 

Kalau Jakarta punya Gereja Katedral untuk wisata religi agama Katolik, ada juga tempat wisata religi agama Kristen Protestan di ibu kota. Yup, apa lagi kalau bukan Gereja Immanuel Gambir?

 

Diresmikan pada tahun 1839 dengan nama Willemskerk untuk menghormati Raja Willem I, gereja ini punya gaya Indies Empire yang sangat simetris. Bentuk bangunannya bundar dengan pilar-pilar Doric yang tinggi. 

 

Di dalamnya, ada organ pipa antik buatan Jonathan Batz tahun 1843 yang suaranya masih megah sampai sekarang. Kamu bisa mendengarkan alunan musik dari organ tersebut saat kebaktian berlangsung. Namun, di luar itu, kamu dapat melihat langsung Alkitab Negara Belanda cetakan tahun 1748 saat berkunjung. 

 

15. Vihara Dharma Bakti

 

  • Alamat: Jl. Kemenangan III No.19 3, RT.3/RW.2, Glodok, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11120 (8 menit dari Bobopod Kota Tua)
  • Jam buka: Setiap hari, 06.00-16.00 WIB
  • HTM: Gratis

 

Inilah vihara tertua di Jakarta yang berdiri sejak 1650 di kawasan Petak Sembilan Glodok. Namanya berarti Kebajikan Emas sebagai pengingat agar manusia nggak cuma mengejar materi.   

 

Vihara Dharma Bakti alias Kim Tek Le terkenal dengan arsitektur khas Tiongkok yang penuh dengan warna merah emas, aroma dupa yang kuat, dan 27 patung dewa-dewi yang sangat mendetail. 

 

Di sini, kamu bisa melihat ritual peribadatan yang khidmat, mengamati patung Dewi Kwan Im yang selamat dari kebakaran hebat, atau berkunjung saat Imlek untuk melihat keramaian ribuan lilin.   

 

16. Vihara Bahtera Bakti Ancol

 

  • Alamat: Jl. Pantai Sanur V, RW.10, Ancol, Kec. Pademangan, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14430 (24 menit dari Bobopod Kota Tua)
  • Jam buka: Setiap hari, 06.00-18.00 WIB
  • HTM: Gratis

 

Vihara paling ikonik dari Jakarta nggak cuma ada di Glodok, lho! Justru, di Ancol kamu akan menemukan Vihara Bahtera Bakti. Sudah ada sejak tahun 1425, vihara ini dulunya bernama Klenteng Da Bo Gong. Uniknya, tempat ini menjadi simbol akulturasi antara budaya Tionghoa dan Islam.

 

Di dalam vihara terdapat makam Muslim, yaitu makam Siti Wati (seorang penari ronggeng) dan suaminya Sampo Soei Soe (juru masak Laksamana Cheng Ho). Nggak heran kamu bisa melihat orang dari berbagai agama datang berziarah dan tahlilan di sini.   

 

17. Pura Adhitya Jaya

 

  • Alamat: Jl. Daksinapati Raya No.10, RT.11/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220 (20 menit dari Bobopod Thamrin)
  • Jam buka: 24 jam
  • HTM: Gratis

 

Siapa bilang pura hanya bisa ditemukan di Bali? Sebentar dulu, soalnya ada Pura Adhitya Jaya di Jakarta! Diresmikan tahun 1972, ini adalah pura Hindu pertama yang dibangun di Jakarta. Suasananya tenang banget sampai-sampai bikin kamu lupa kalau lagi di tengah kemacetan Rawamangun.

 

Sebagaimana pura pada umumnya, arsitektur Pura Adhitya Jaya khas Bali banget dengan Gapura Candi Bentar dan taman yang hijau rindang. Di tengahnya ada candi enam tingkat yang megah untuk menaruh sesajen. 

 

Sebelum masuk ke pura, kamu akan dipinjamkan selendang kuning sebagai simbol pengikat niat buruk. Terus, kamu bisa ikut belajar tari Bali di area Wantilan atau melihat persiapan upacara besar seperti Nyepi.

 

Recharge Tenaga Sehabis Wisata Religi Jakarta di Bobopod

 

20 Hotel Kapsul di Jakarta yang Nyaman dan Terjangkau
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Keliling destinasi wisata religi di Jakarta bakal terasa lebih praktis kalau kamu berangkat dari Bobopod. Aksesnya dekat ke mana-mana, baik dengan jalan kaki, naik transportasi pribadi, maupun kendaraan umum seperti bus Transjakarta dan KRL Commuter Line atau MRT di sekitarnya.

 

Pengalaman menginap di Bobopod juga unik banget, lho! Begitu masuk ke Pod cuma bermodalkan scan kode QR di smartphone, kamu bisa langsung bersantai di atas kasur yang nyaman. Tenang, space-nya sangat luas, kok.

 

Kalau lagi ingin meditasi, tinggal aktifkan fitur Sleep Meditation lewat panel B-Pad untuk dengerin suara alam yang menenangkan. Kamu bahkan bisa mengatur warna Mood Lamp di dalam Pod melalui B-Pad biar suasananya lebih nyaman.

 

Bosan di dalam Pod aja? Kamu bisa mampir ke Communal Area. Fasilitasnya lengkap, mulai dari Wi-Fi ngebut buat lanjutin kerjaan sampai microwave buat yang bawa bekal makanan. Bahkan, beberapa cabang Bobopod Jakarta menyediakan kursi pijat kalau kamu pegal sehabis seharian jalan-jalan, lho!

 

Gimana, makin tertarik buat segera berangkat? Jangan lupa booking lewat aplikasi Bobobox ya, biar liburan kamu makin hemat pakai promo yang tersedia!

 

 

Featured Photo: Mosquegrapher via Unsplash