Festival Lampion Waisak Borobudur merupakan event paling ditunggu tiap tahunnya. Di acara ini, ribuan lampion diterbangkan ke langit malam hari, menciptakan suasana magis yang sulit dilupakan. Buat kamu yang berencana mengikuti perayaan Waisak di Borobudur, ini hal penting yang wajib diketahui!
Di tahun 2026, Festival Lampion Waisak Borobudur kembali menjadi magnet bagi umat Buddha, wisatawan domestik, hingga mancanegara yang ingin merasakan pengalaman Waisak secara lebih mendalam. Perpaduan antara ritual keagamaan, budaya, dan pariwisata menjadikan acara ini selalu dinanti dari tahun ke tahun.
Festival Lampion Waisak Borobudur 2026

Festival Lampion Waisak Borobudur merupakan puncak perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak yang dipusatkan di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Acara ini umumnya diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dan Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia, bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk pengelola kawasan Borobudur dan pemerintah daerah.
Yang membuat festival ini begitu istimewa adalah rangkaian acaranya yang menyatukan ritual keagamaan dengan pengalaman visual yang magis. Ribuan lampion dilepaskan secara bersamaan ke langit malam, menciptakan pemandangan yang ikonik dan sering disebut sebagai salah satu momen Waisak terindah di dunia.
Berdasarkan data pada tahun-tahun sebelumnya, acara ini selalu menyedot perhatian ribuan peserta. Pada perayaan 2025 misalnya, direncanakan sekitar 2.569 lampion diterbangkan, merepresentasikan tahun Buddhis saat itu. Jumlah wisatawan yang hadir bahkan bisa mencapai puluhan ribu, membuktikan betapa kuatnya daya tarik festival ini.
Makna & Filosofi Lampion Waisak
Lampion bukan sekadar hiasan cahaya. Dalam perayaan Waisak di Candi Borobudur, lampion melambangkan:
- Melambangkan pencerahan. Cahaya lampion seperti cahaya Dharma yang menerangi kegelapan batin.
- Harapan dan doa. Sebelum dilepas, peserta menuliskan doa dan harapan mereka, mencerminkan keinginan untuk kedamaian, kebahagiaan, dan pembebasan dari penderitaan.
- Kesatuan dan kebersamaan. Ribuan lampion yang terbang sekaligus menjadi simbol kebersamaan dan harapan kolektif umat manusia menuju hidup yang lebih damai.
Rangkaian Acara Lampion Waisak Borobudur

Festival lampion hanyalah puncak dari serangkaian acara Waisak di Borobudur yang berlangsung selama beberapa hari. Peziarah dan pengunjung akan merasakan pengalaman spiritual yang komprehensif. Berikut ini beberapa rangkaian acara yang biasanya dijalani peserta.
1. Wisata di Kompleks Candi
Sebelum festival dimulai, peserta mempunyai kesempatan eksplorasi kompleks Candi Borobudur. Kamu dapat menyusuri relief kuno, mengagumi stupa besar, atau sekadar menikmati suasana sore di situs warisan dunia UNESCO. Ini bukan hanya kesempatan foto, tetapi juga menyerap sejenak kedamaian di tempat bersejarah.
Jelang matahari terbenam jadi waktu favorit para pengunjung karena suasananya yang tenang dengan cahaya alami yang sangat fotogenik.
2. Meditasi & Menulis Doa
Menjelang pelepasan lampion, peserta akan diarahkan untuk mengikuti sesi meditasi singkat. Di sinilah esensi Waisak benar-benar terasa. Hening, khusyuk, dan penuh kesadaran.
Momen hening ini adalah bagian krusial. Peserta diajak bermeditasi untuk mencapai ketenangan batin. Sebelum pelepasan lampion, biasanya ada sesi menulis doa atau harapan di secarik kertas yang kemudian diikatkan pada lampion. Ini adalah cara personal untuk memanifestasikan niat baik.
3. Menyaksikan Pelepasan Lampion
Ini dia momen yang paling ditunggu. Pelepasan lampion dilakukan secara bertahap dalam dua sesi di malam hari. Ribuan orang berkumpul di Lapangan Kenari atau area sekitarnya untuk menerbangkan lampion secara bersamaan, menciptakan lautan cahaya di langit malam. Suasana khidmat dan indah ini dijamin bikin hati adem
.
Tiket Lampion Waisak Borobudur

Bagaimana cara ikut Waisak di Borobudur? Untuk bisa ikut dalam euforia ini, kamu memerlukan tiket khusus. Harga tiket Waisak ini berbeda dengan tiket masuk reguler Candi Borobudur. Tiketnya bersifat paket untuk acara festival lampion itu sendiri.
Harga Tiket
Harga tiket sangat bervariasi setiap tahunnya, tergantung paket yang ditawarkan (misalnya paket dengan lampion atau hanya masuk area). Sebagai gambaran, pada tahun 2024 dan 2025, harganya bisa berkisar antara Rp300.000 hingga lebih dari Rp500.000 per orang.
Besaran harga dapat berbeda setiap tahun, tergantung fasilitas dan kebijakan penyelenggara. Meski demikian, tiket yang ditawarkan umumnya sudah termasuk:
- 1 buah lampion
- Akses ke area pelepasan
- Sesi meditasi & doa bersama
Pembelian Tiket
Pembelian tiket biasanya dilakukan secara online melalui platform resmi seperti tiket.com, media sosial resmi Walubi atau website resmi penyelenggara perayaan Waisak di Borobudur, waisakborobudur.com. Tiket sering kali habis dalam waktu singkat. Jadi, segera lakukan pembelian tiket setelah melihat pengumuman resmi Waisak 2026 keluar.
Hal penting lainnya yang perlu kamu ketahui yaitu hindari membeli tiket dari calo atau sumber yang tidak resmi.
Syarat & Ketentuan (T&C)
Beberapa syarat dan ketentuan yang biasanya berlaku di antaranya yaitu:
- Tiket yang sudah dibeli umumnya tidak bisa di refund.
- Kuota peserta biasanya dibatasi demi alasan keselamatan dan kenyamanan.
- Peserta sering kali diwajibkan mengenakan pakaian berwarna putih (atasan dan bawahan) yang sopan dan rapi, sebagai simbol kesucian.
- Setiap peserta paket lampion akan mendapatkan satu atau dua buah lampion untuk diterbangkan.
- Tidak dianjurkan membawa lampion pribadi karena setiap lampion sudah ditentukan oleh panitia.
- Wajib mengikuti alur acara dan menjaga ketertiban serta kebersihan area candi.
Perayaan Waisak di Borobudur adalah pengalaman sekali seumur hidup yang wajib masuk bucket list kamu. Jadi, siap-siap pantengin informasi tiket Waisak Borobudur 2026 dan rencanakan perjalananmu sekarang!
Istirahat Nyaman setelah Waisak? Ke Bobopod Malioboro Aja!

Setelah mengikuti rangkaian Waisak Borobudur 2026 yang penuh makna dan energi spiritual, tubuh dan pikiran tentu butuh istirahat yang nyaman. Kalau kamu berencana melanjutkan perjalanan ke Jogja, menginap di Bobopod Malioboro bisa jadi pilihan ideal.
Terletak di Jalan Malioboro, Bobopod Malioboro adalah hotel kapsul yang nyaman, modern, serta strategis untuk tempat beristirahat sejenak usai perjalanan panjang. Kenapa menginap di Bobopod Malioboro?
- Lokasi Super Strategis. Hanya beberapa langkah dari Jalan Malioboro yang legendaris, dekat dengan Stasiun Tugu, dan gampang banget akses ke transportasi umum buat explore Jogja.
- Desain Modern dan Compact. Meskipun compact, pod-nya dirancang futuristik, bersih, dan estetik. Pas banget buat kaum milenial yang butuh spot foto keren dan istirahat berkualitas.
- Teknologi Cerdas. Kamu bisa atur pencahayaan pod, suhu AC, dan kunci pintu pakai aplikasi di smartphone kamu. Dijamin praktis dan aman.
Baca Juga
- Sejarah Candi Borobudur dan Cerita Menarik di Baliknya!
- Serba-Serbi Dieng Culture Festival 2026 Paling Dinanti
- 10 Spot Wisata Magelang Anti Mainstream Dijamin Bikin Kamu Terpukau
- 35 Tempat Wisata Jogja Populer di Kalangan Turis
Jarak dari Borobudur ke Jogja tidak terlalu jauh. Setelah malam penuh cahaya lampion, tidur nyenyak di Bobopod bisa jadi penutup perjalanan yang sempurna. Mau lebih praktis dan efisien? Segera download aplikasi Bobobox untuk dapatkan promo terbaik!
Featured Photo: Mario La Pergola via Unsplash





