Selain terkenal akan keindahan alam daratnya, Indonesia juga tersohor akan kekayaan alam bawah lautnya. Tak heran jika banyak wisatawan datang untuk menikmati tempat diving di Indonesia yang tersebar dari ujung barat hingga timur Nusantara.
Setiap tempat diving di Indonesia menawarkan pengalaman yang berbeda. Ada yang terkenal dengan pari manta; ada yang menjadi rumah bagi terumbu karang yang masih sehat. Sementara itu, destinasi lainnya menawarkan pengalaman muck diving, wreck diving, hingga pertemuan dengan hiu paus.
Musim sangat berpengaruh pada kondisi laut. Karena itu, kamu juga perlu mempertimbangkan waktu terbaik untuk berkunjung. Selain meningkatkan peluang bertemu biota laut tertentu, pemilihan musim juga bisa membantu kamu mendapatkan jarak pandang (visibility) dan kondisi arus yang lebih sesuai dengan kemampuanmu.
Rekomendasi Tempat Diving Indonesia Terbaik
Nah, kalau kamu sedang mencari tempat diving di Indonesia untuk liburan berikutnya, berikut 15 destinasi yang bisa kamu pertimbangkan pada 2026.
Raja Ampat (Papua Barat Daya)
Tempat diving Indonesia pertama sekaligus salah satu yang paling terkenal di dunia adalah Raja Ampat. Popularitasnya bukan tanpa alasan. Kawasan ini memiliki biodiversitas laut yang sangat tinggi dengan terumbu karang, ikan karang, dan biota laut lainnya yang berlimpah.
Beberapa wilayah yang menjadi pilihan favorit penyelam antara lain Pulau Misool, Pulau Salawati, Pulau Batanta, dan Pulau Waigeo.
Raja Ampat juga menawarkan pertemuan dengan pari manta dan pemandangan soft coral yang sangat menarik. Beberapa titik memiliki arus cukup kuat sehingga penyelam perlu menyesuaikan lokasi dengan kemampuan masing-masing.
Waktu terbaik untuk mengunjungi tempat diving di Indonesia ini berada pada Oktober–April.
Taman Nasional Komodo (Nusa Tenggara Timur)

Pulau Komodo mungkin identik sebagai rumah bagi komodo. Namun, kawasan Taman Nasional Komodo juga menyimpan kekayaan alam bawah laut yang nggak kalah menarik.
Tempat diving Indonesia ini menawarkan pengalaman drift diving dengan arus yang menantang, pertemuan dengan pari manta, serta peluang melihat berbagai biota pelagic. Salah satu lokasi yang terkenal adalah Manta Alley.
Karakter arus di beberapa titik membuat Komodo lebih cocok bagi penyelam yang sudah memiliki pengalaman dan memahami kondisi laut.
Mulai April 2026, kawasan Taman Nasional Komodo menerapkan kuota pengunjung harian sebanyak 1.000 orang. Karena itu, kamu perlu merencanakan kunjungan dan melakukan pemesanan melalui sistem resmi sebelum berangkat.
Nusa Penida (Bali)

Selain pantainya, Bali juga memiliki beberapa tempat diving Indonesia yang cukup populer di kalangan penyelam. Salah satunya adalah Nusa Penida.
Manta Point menjadi salah satu daya tarik utama karena peluang bertemu pari manta cukup tinggi hampir sepanjang tahun. Kalau beruntung, kamu juga bisa melihat mola-mola atau sunfish.
Musim kemunculan mola-mola biasanya berlangsung sekitar Juli–Oktober. Sementara itu, pari manta tetap menjadi salah satu alasan utama penyelam memilih Nusa Penida.
Karena popularitasnya cukup tinggi, Nusa Penida sudah bukan destinasi tersembunyi. Meski begitu, tempat diving Indonesia ini tetap layak masuk daftar jika kamu ingin menggabungkan liburan di Bali dengan aktivitas menyelam.
Wakatobi (Sulawesi Tenggara)
Selain Taman Nasional Bunaken, Taman Nasional Wakatobi juga menawarkan panorama bawah laut yang menarik. Kawasan ini termasuk salah satu tempat diving Indonesia yang terkenal dengan kondisi terumbu karangnya.
Perlindungan kawasan membantu menjaga kesehatan terumbu karang Wakatobi. Salah satu daya tariknya adalah house reef yang menawarkan pengalaman menyelam dengan akses yang relatif nyaman.
Wakatobi cocok untuk kamu yang ingin menikmati aktivitas diving sekaligus fasilitas resor premium. Kondisi perairannya yang relatif terjaga membuat kawasan ini tetap menjadi salah satu destinasi diving yang kuat pada 2026.
Bunaken & Selat Lembeh (Sulawesi Utara)

Sulawesi Utara nggak hanya memiliki Bunaken. Kamu juga bisa mengunjungi Selat Lembeh untuk mendapatkan pengalaman menyelam yang berbeda.
Taman Nasional Bunaken terkenal dengan wall diving yang menjadi ciri khasnya. Dinding bawah lautnya menawarkan pemandangan terumbu karang dan berbagai biota laut.
Sementara itu, Selat Lembeh terkenal sebagai surga muck diving dan fotografi makro. Kamu bisa menemukan berbagai critter unik seperti frogfish, flamboyant cuttlefish, dan beragam nudibranch.
Kombinasi Bunaken dan Selat Lembeh membuat Sulawesi Utara menjadi pilihan menarik bagi kamu yang ingin mencoba dua karakter tempat diving Indonesia dalam satu perjalanan.
Alor (Nusa Tenggara Timur)
Kepulauan Alor merupakan salah satu tempat wisata di Nusa Tenggara Timur yang terkenal dengan panorama alamnya. Namun, daya tarik Alor nggak berhenti di daratan.
Alam bawah laut Kepulauan Alor juga menjadi salah satu alasan penyelam datang ke kawasan ini.
Alor memiliki lebih dari 20 titik selam dengan kekayaan macro dan critter yang menarik. Beberapa biota unik menjadi daya tarik utama bagi penyelam yang gemar fotografi bawah laut.
Dibandingkan dengan beberapa destinasi yang sudah sangat populer, Alor masih terasa relatif tenang. Karena itu, tempat diving Indonesia ini cocok untuk kamu yang ingin menikmati pengalaman menyelam dengan suasana yang lebih sepi.
Kepulauan Banda (Maluku)
Kepulauan Banda sering kali dikaitkan dengan pantai cantik dan sejarah rempah-rempah. Namun, kawasan ini juga menyimpan beberapa tempat diving Indonesia yang menarik. Beberapa titik yang bisa kamu eksplorasi antara lain Sonegat, Pulau Keraka, dan Pulau Hatta.
Salah satu daya tarik Kepulauan Banda adalah peluang melihat schooling hammerhead yang terkenal pada September–November. Selain itu, kawasan ini juga menawarkan wall diving dengan pemandangan bawah laut yang dramatis.
Kamu bisa mempertimbangkan liveaboard jika ingin menjelajahi beberapa titik selam di kawasan Banda secara lebih efisien.
Kepulauan Derawan & Maratua (Kalimantan Timur)
Kepulauan Derawan di Kalimantan Timur menjadi tempat diving Indonesia berikutnya yang layak masuk daftar. Kawasan ini terdiri dari banyak pulau dengan kekayaan biota laut yang beragam.
Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, dan Pulau Maratua menjadi beberapa lokasi yang populer di kalangan penyelam.
Sangalaki terkenal dengan pari manta, sedangkan Maratua menawarkan pengalaman melihat barracuda tornado di Maratua Channel. Kamu juga bisa mengunjungi jellyfish lake di Kakaban untuk pengalaman yang berbeda.
Kombinasi ketiga pulau tersebut membuat Derawan dan Maratua menjadi salah satu tempat diving Indonesia dengan variasi pengalaman yang cukup lengkap.
Halmahera & Morotai (Maluku Utara)
Maluku Utara menawarkan pengalaman menyelam yang berbeda dari destinasi yang lebih populer. Halmahera kini makin menarik perhatian penyelam karena kawasan utaranya masih relatif remote dan memiliki banyak lokasi yang belum terlalu ramai.
Morotai sendiri menawarkan daya tarik utama berupa wreck diving. Kamu bisa mengeksplorasi bangkai pesawat dan kapal peninggalan Perang Dunia II yang berada di bawah laut.
Sementara itu, kawasan Halmahera menawarkan reef dan seamount yang masih relatif alami. Beberapa liveaboard juga mulai mengeksplorasi kawasan utara Maluku Utara.
Kalau kamu mencari tempat diving Indonesia untuk pengalaman yang lebih eksploratif, Halmahera dan Morotai patut masuk pertimbangan.
Teluk Cenderawasih (Papua)
Jika Raja Ampat terasa terlalu populer untuk perjalananmu, kamu bisa mengalihkan pilihan ke Teluk Cenderawasih.
Taman Nasional Teluk Cenderawasih merupakan salah satu kawasan konservasi laut yang luas di Indonesia.
Salah satu daya tarik utama tempat diving Indonesia ini adalah peluang menyelam bersama whale shark dan hiu. Pengalaman tersebut membuat Teluk Cenderawasih menjadi alternatif menarik bagi penyelam yang ingin bertemu biota laut berukuran besar.
Pulau Yoop dan Pulau Mioswaar juga bisa kamu pertimbangkan sebagai lokasi eksplorasi.
Pulau Weh (Aceh)

Tempat diving Indonesia nggak hanya tersebar di bagian timur. Di ujung barat Indonesia, kamu bisa menemukan Pulau Weh di Aceh.
Pulau Weh memiliki beberapa lokasi diving seperti Pulau Rubiah, Pulau Seulako, dan kawasan sekitar Sabang.
Visibility di Pulau Weh cenderung bagus hampir sepanjang tahun. Selain terumbu karang dan ikan, kawasan ini juga memiliki beberapa lokasi wreck yang menarik untuk dieksplorasi.
Suasananya yang relatif tenang membuat Pulau Weh cocok untuk kamu yang ingin menikmati tempat diving Indonesia tanpa keramaian destinasi yang lebih populer.
Sumbawa – Saleh Bay (Nusa Tenggara Barat)
Kalau kamu mencari destinasi baru yang sedang naik daun, Saleh Bay di Sumbawa bisa menjadi pilihan. Kawasan ini makin terkenal karena peluang untuk bertemu whale shark di sekitar bagan nelayan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu daya tarik utama dari tempat diving di Indonesia ini. Ditambah lagi, kondisi arus di beberapa area juga relatif bersahabat. Jadi, penyelam dengan berbagai tingkat pengalaman dapat mempertimbangkannya, dengan tetap menyesuaikan diri dengan kondisi laut saat kunjungan.
Dibandingkan Komodo atau Raja Ampat, Saleh Bay masih terasa lebih sepi. Hal ini membuatnya menarik bagi kamu yang ingin mencari pengalaman menyelam dengan suasana yang lebih tenang.
Triton Bay (Papua Barat)
Triton Bay sering mendapat julukan sebagai salah satu kawasan yang berpotensi menjadi “next frontier” setelah Raja Ampat. Lokasinya yang remote membuat perjalanan menuju tempat diving di Indonesia ini membutuhkan persiapan lebih matang.
Di bawah laut, kamu bisa menemukan soft coral yang menarik serta peluang untuk bertemu whale shark. Karakter kawasan yang masih relatif alami juga menjadi salah satu daya tarik utama Triton Bay.
Buat penyelam yang ingin menjelajahi destinasi yang belum seramai Raja Ampat, Triton Bay bisa menjadi pilihan yang menarik.
Karimunjawa (Jawa Tengah)

Tempat diving Indonesia berikutnya adalah Karimunjawa. Kawasan ini cocok untuk kamu yang ingin menikmati aktivitas diving tanpa harus bepergian terlalu jauh ke Indonesia bagian timur.
Karimunjawa ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 2001. Selain pantai dan pulau-pulau kecilnya, kawasan ini juga menawarkan berbagai titik diving.
Terdapat sekitar 30 titik diving dengan kedalaman yang bervariasi. Kondisinya membuat Karimunjawa cocok untuk penyelam pemula hingga tingkat intermediate.
Dibandingkan destinasi seperti Raja Ampat, Komodo, atau Wakatobi, Karimunjawa memang nggak berada pada level yang sama dalam hal biodiversitas. Namun, aksesnya yang lebih mudah dari Pulau Jawa membuatnya tetap menjadi pilihan praktis untuk belajar dan menikmati aktivitas diving.
Kepulauan Seribu (Jakarta)

Jakarta juga memiliki tempat diving Indonesia yang bisa kamu kunjungi tanpa harus pergi jauh. Kepulauan Seribu menjadi salah satu pilihan praktis untuk kamu yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya.
Beberapa lokasi seperti Pulau Sepa, Pulau Pramuka, Pulau Putri, dan pulau-pulau lainnya menawarkan titik diving yang bisa kamu eksplorasi.
Kepulauan Seribu cocok untuk pemula atau kamu yang ingin mencoba diving dalam perjalanan singkat. Aksesnya yang relatif mudah dari Jakarta menjadi keunggulan utama destinasi ini.
Namun, kualitas bawah laut Kepulauan Seribu secara umum nggak berada di level yang sama dengan banyak tempat diving Indonesia di kawasan timur. Karena itu, kamu bisa menjadikannya pilihan untuk weekend getaway atau pengalaman diving pertama sebelum mencoba destinasi yang lebih jauh.
Tips Memilih Tempat Diving Indonesia di 2026
Sudah menentukan destinasi yang ingin kamu kunjungi? Jangan hanya memilih berdasarkan foto bawah lautnya. Perhatikan beberapa hal berikut sebelum memesan perjalanan:
- Cek musim terbaik setiap destinasi karena visibility, arus, dan kemunculan biota tertentu dapat berubah sepanjang tahun.
- Sesuaikan tingkat kesulitan lokasi dengan kemampuan dan pengalaman diving-mu.
- Untuk destinasi remote seperti Raja Ampat, Banda, Halmahera, dan Triton Bay, pertimbangkan liveaboard agar kamu bisa menjangkau lebih banyak titik selam.
- Pesan perjalanan lebih awal untuk destinasi populer. Khusus Taman Nasional Komodo, perhatikan kuota pengunjung dan sistem reservasi yang berlaku pada 2026.
- Gunakan operator diving yang memiliki reputasi baik dan mengikuti standar keselamatan.
- Jangan lupa membawa perlengkapan yang sesuai dan memastikan kondisi peralatan sebelum masuk ke air.
Recharge Energi Usai Diving bareng Bobobox!

Seharian diving menikmati pesona laut Indonesia memang seru, tetapi juga cukup menguras stamina. Memilih tempat singgah yang nyaman dan tenang adalah kunci agar kamu bisa kembali berenergi untuk perjalanan berikutnya.
- Diving: Persiapan Penting agar Menyelam Lebih Aman dan Nyaman
- A Guide to Indonesia Scuba Diving: 7 Magical Spots You Can’t Miss
- Sudahkah Dapat Asupan Vitamin Sea? Ini Dia 13 Pantai Instagrammable di Tanah Air
- Travel Guide Pantai Boom: Destinasi Hits di Banyuwangi!
Bobobox siap jadi solusi akomodasi praktis usai petualangan baharimu. Kamu bisa pilih Bobopod untuk transit perkotaan yang serba hi-tech, atau melipir ke Bobocabin kalau ingin menikmati suasana alam yang sejuk dan damai.
Download aplikasi Bobobox di ponselmu sekarang untuk mengecek pilihan lokasi di sepanjang rute liburanmu, lalu dapatkan penawaran terbaik lewat promo Early Booking. Selamat mengeksplorasi keindahan bawah laut Nusantara!
Featured Photo: NEOM via Unsplash




