Wisata Istana Bogor: Sejarah, Lokasi, dan Tips Liburan

17 Jun 2026

Wisata Istana Bogor: Sejarah, Lokasi, dan Tips Liburan

Penulis

Bobobox

Istana Bogor adalah salah satu dari enam Istana Kepresidenan Indonesia yang menyimpan pesona sejarah, keasrian alam, dan arsitektur megah. Terletak di jantung kota hujan, destinasi heritage ini selalu berhasil menarik perhatian siapa saja yang melintas di depannya. 

 

Tidak heran jika wisata Istana Bogor menjadi pilihan favorit banyak orang untuk menikmati suasana kota yang sejuk sambil belajar sejarah. Kamu pasti sering melihat kerumunan pengunjung yang sibuk mengabadikan foto Istana Bogor dari luar pagar sambil memberi makan rusa-rusa imut, kan? 

 

Nah, sebelum kamu merencanakan kunjungan singkat akhir pekan nanti, yuk simak pembahasan lengkap mulai dari sejarah Istana Bogor, fasilitas, hingga aktivitas menarik yang bisa kamu lakukan di sekitarnya!

 

Sejarah Istana Bogor

 

Berdasarkan informasi dari laman resmi Kementerian Sekretariat Negara, berikut ini adalah sejarah Istana Bogor mulai dari rencana pembangunan hingga resmi menjadi kediaman presiden RI.

 

1. Berawal dari Tempat Peristirahatan

 

Pembangunan Istana Bogor bermula dari keinginan para pejabat Belanda di Batavia (Jakarta) untuk mencari lokasi tempat peristirahatan yang nyaman.

 

Dengan kondisi Batavia yang mulai sesak dan panas, mereka sangat mendambakan tempat yang nyaman, sejuk, dan tidak ramai di luar Batavia.

 

Pencarian lokasi pun dimulai. Gubernur Jenderal G.W Baron van Imhoff termasuk salah satu yang ikut serta terlibat.

 

Pada 10 Agustus 1744, gubernur yang memerintah antara 1743-1750 ini berhasil menemukan sebuah lokasi yang bagus dan strategis.

Namanya adalah Kampung Baroe, sebuah wilayah bekas Kerajaan Pajajaran yang ada di hulu Batavia.

 

Selang setahun, yaitu pada 1745, sang gubernur pun memerintahkan pembangunan tempat persinggahan tersebut. Tempat ini ia namai Buitenzorg, yang berarti bebas masalah atau kesulitan.

 

Van Imhoff rupanya ikut terlibat dalam pembuatan sketsanya. Ia mengadopsi arsitektur Blenheim Palace, yaitu kediaman Duke of Marlborough di Woodstock, Oxfordshire, Inggris.

 

Bangunannya sendiri terdiri dari tiga yang lantai yang dilengkapi dengan halaman luas dan terbuka.

 

Namun, hingga masa jabatannya berakhir, ia belum bisa merampungkan bangunan yang menjadi cikal bakal Istana Bogor ini.

 

Selain itu, pada tahun 1750-1754 juga terjadi pemberontakan rakyat Banten di bawah pimpinan Kiai Tapa dan Ratu Bagus Buang.

 

Kala itu, pasukan Banten menyerang sekaligus membakar kawasan Kampung Baroe hingga mengakibatkan kerusakan pada Buitenzorg.

 

Pengganti van Imhoff, Jacob Mossel yang menjabat antara 1750-1761, kemudian melanjutkan pembangunan Buitenzorg yang sudah rusak berat dengan tetap mempertahankan arsitekturnya.

 

Sejak itu, bangunan yang kini menjadi Istana Bogor terus mengalami perbaikan dan perluasan dari masa ke masa. Bangunan yang awalnya hanya tempat peristirahatan pun berubah menjadi istana.

 

2. Penambahan Kebun Raya Bogor

 

Saat Indonesia jatuh ke tangan Inggris pada 1811, Thomas Stamford Raffles ditunjuk menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

 

Selama mendiami Istana Bogor, dengan bantuan ahli botani bernama W. Kent, Raffles mengubah halaman istana menjadi sebuah taman bergaya Inggris klasik.

 

Dari sinilah keberadaan Kebun Raya Bogor bermula. Namun, bersamaan dengan jatuhnya Napolen pada 1816, Belanda kembali menguasai Indonesia.

 

Kedudukan gubernur pun digantikan oleh Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen yang memerintah dari tahun 1816-1826.

 

Taman Raffles diubah menjadi kebun raya atas ide ahli biologi bernama Abner, dengan pengarahan dari Profesor Caspar Georg Karl Reinwardt, ahli botani pendiri Herbarium Bogoriense.

 

Pada 18 Mei 1817, van der Capellen secara resmi memerintahkan pembangunan Kebun Raya Bogor dengan nama ’s Lands Plantentuin te Buitenzorg.

 

Pada 10 Oktober 1834, Istana Bogor kembali luluh lantak akibat guncangan gempa bumi dari letusan Gunung Salak, sehingga istana harus dibangun ulang.

 

Gaya arsitekturnya pun berubah, dan bangunannya juga tidak lagi bertingkat untuk menyesuaikan dengan kondisi rawan gempa.

Pembangunannya baru rampung pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Charles Ferdinand Pahud de Montages (1856-1861).

 

Selanjutnya, pada 1870, Istana Buitenzorg ditetapkan menjadi kediaman resmi para Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

 

Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (1936-1942) menjadi gubernur terakhir yang mendiami istana, sebelum menyerahkannya ke Jenderal Imamura dari pemerintah Jepang.

 

Totalnya, ada 44 gubernur yang pernah mendiami istana tersebut. 

 

3. Pasca Kemerdekaan

 

Sejak Januari 1950, pemerintah Indonesia akhirnya bisa menggunakan Istana Bogor.

 

Pemerintah resmi menjadikannya salah satu istana kepresidenan Indonesia sekaligus kediaman resmi presiden.

 

Pada masa ini, bangunan istana juga mengalami perubahan. Salah satunya adalah penambahan 10 pilar penopang bergaya Ionia pada tahun 1952.

 

Selain itu, mereka juga mengubah bentuk anak tangga yang setengah lingkaran menjadi lurus. 

 

Setiap jembatan kayu melengkung yang menghubungkan Gedung Utama dengan Gedung Sayap Kiri dan Kanan juga diubah menjadi koridor.

 

Memasuki 1968, Istana Bogor resmi dibuka untuk umum atas restu Presiden Soeharto. Selain itu, Istana Bogor juga pernah menjadi saksi beragam peristiwa penting, termasuk:

 

  • Konferensi Lima Negara (28-29 Desember 1954)
  • Penandatanganan Surat Perintah 11 Maret 1966
  • Forum JIM (Jakarta Informal Meeting) (25-30 Juli 1988)
  • Pertemuan para pemimpin APEC (15 November 1994)

 

Bagian Bangunan dan Koleksi Istana Bogor

 

Istana-Bogor-History
Photo: Elvira via Unsplash

 

Istana Bogor terdiri dari 37 bangunan dan menyimpan beragam koleksi seni dan bersejarah. Berikut ini adalah beberapa bangunan utama serta rincian koleksinya.

 

1. Gedung Induk

 

Dengan luas 500 m², Gedung Induk terdiri dari delapan ruangan:

 

  • Ruang Garuda (Ruang Resepsi serta tempat pertemuan besar dan sidang kabinet)
  • Ruang Teratai (ruang penerimaan tamu)
  • Ruang Film (ruang pemutaran film di masa Presiden Soekarno)
  • Ruang Makan
  • Ruang Kerja Presiden
  • Perpustakaan
  • Ruang Raja
  • Ruang Panca Negara

 

2. Gedung Utama Sayap Kiri

 

Gedung ini memiliki luas 511 m² dan diperuntukkan bagi para menteri yang menyertai tamu negara.

 

Di dalamnya, terdapat dua ruangan bernama Ruang Konferensi serta Ruang Tidur dan Ruang Tengah.

 

Ruang Konferensi pernah digunakan untuk Konferensi Lima Negara, sementara Ruang Tidur dan Tengah berfungsi sebagai tempat menginap presiden, tamu negara, dan tamu agung.

 

3. Gedung Utama Sayap Kanan

 

Gedung seluas 651 m² ini difungsikan sebagai tempat bermalam para tamu negara.

 

Di dalamnya, terdapat beberapa ruang tidur yang di masa pemerintahan Belanda pernah digunakan sebagai tempat bermalam para tamu gubernur jenderal.

 

4. Bangunan Lainnya

 

Selain gedung utama, Istana Bogor juga memiliki Gedung Serba Guna serta sejumlah pavilion, yaitu Paviliun Dyah Bayurini, Amarta, Madukara, Pringgondani, Dwarawati, dan Jodipati.

 

Sesuai namanya, Gedung Serba Guna berfungsi sebagai ruang serbaguna, seperti tempat pertemuan, penyelenggaraan kesenian, tempat artis, dan sebagainya.

 

Paviliun Byah Bayurini biasanya digunakan sebagai tempat istirahat presiden dan keluarga saat sedang berkunjung ke istana.

Jodipati adalah rumah kediaman kepala istana, sedangkan paviliun lainnya untuk para pejabat lain.

 

5. Koleksi Istana

 

Istana Bogor juga memiliki bangunan baru yang digagas oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yaitu Museum Kepresidenan Balai Kirti. Area ini dapat dikunjungi masyarakat umum.

 

Barang-barang asli yang sudah turun temurun ada di Istana Buitenzorg banyak yang rusak, hancur, dan bahkan hilang pada masa Perang Dunia II.

 

Oleh karena itu, koleksi yang tersimpan kebanyakan merupakan karya seni dan perabotan klasik istana dari awal tahun 1950. Sebagian besar adalah hadiah dari negara-negara asing.

 

Koleksi tersebut meliputi:

 

  • 3.205 buku
  • 448 lukisan (termasuk karya pelukis Basuki Abdullah, pelukis Rusia Egorovick Makowsky, dan pelukis Belanda Ernest Dezentjé)
  • 216 patung dari berbagai bahan (termasuk patung perunggu para presiden Indonesia)
  • 196 keramik
  • peta digital yang menggambarkan sejarah perkembangan wilayah Indonesia
  • film-film terkait peristiwa dan prestasi para presiden RI di ruang audio visual

 

Selain itu, Istana Bogor juga menyimpan:

 

  • tempat penyangga lilin kristal bergaya Bohemian
  • karpet langka dari Persia yang menghiasi ruang utama istana
  • lampu kristal Cekoslovakia
  • perabotan kayu Jepara
  • tengkorak harimau berlapis perak, hadiah dari Perdana Menteri Thailand, Thanom Kittikachorn, pada 1958
  • marmer dari Italia
  • lantai keramik mewah yang tersebar di area istana

 

Lokasi Istana Bogor dan Cara Menuju ke Sana

 

Lokasi Istana Bogor
Photo: Rafael Atantya via Unsplash

 

Mengenai lokasi Istana Bogor, tempat bersejarah ini berada di area yang sangat strategis di pusat Kota Bogor, Jawa Barat. Secara spesifik, alamat Istana Bogor berada di Jalan Ir. H. Juanda No. 1, Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Karena istana Bogor bertempat di jantung kota, kamu tidak akan kesulitan untuk menemukannya.

 

Total luas Istana Bogor mencapai sekitar 28,86 hektar, lengkap dengan halaman hijau luas yang dihuni oleh ratusan rusa tutul asal Nepal. Jika kamu mencari Istana Bogor alamat di aplikasi navigasi, lokasi ini berjarak sangat dekat dari Stasiun Bogor, yaitu hanya sekitar 1 hingga 1,5 kilometer saja.

 

Untuk menuju ke lokasi, ada beberapa opsi transportasi yang nyaman:

 

  • Naik KRL Commuter Line: Ini adalah opsi paling praktis. Kamu cukup naik KRL arah Bogor dan turun di Stasiun Bogor. Dari stasiun, kamu bisa berjalan kaki santai selama 10–15 menit atau naik angkutan kota (angkot) nomor 02 atau 03 langsung menuju area istana.
  • Menggunakan Kendaraan Pribadi: Jika kamu berangkat dari Jakarta via Tol Jagorawi, kamu bisa mengambil pintu keluar Tol Bogor (Baranangsiang). Dari sana, ikuti jalan utama menuju Sistem Satu Arah (SSA) mengelilingi Kebun Raya Bogor hingga sampai di depan gerbang utama istana.

 

Cara Mengunjungi Istana Bogor

 

Kompleks wisata ini terbuka untuk umum pada hari tertentu saja, yaitu:

 

  • Selasa-Jumat pukul 09.00-15.00
  • Sabtu dan Minggu pukul 09.00-14.00
  • Hari Senin dan libur nasional tutup  

 

Sebelum berkunjung, buatlah surat permohonan yang ditujukan kepada:

 

Yth. Kepala Museum Kepresidenan RI
Kompleks Istana Kepresidenan Bogor
Jl. Ir. H. Juanda No.1
Bogor

 

Selain itu, kamu juga perlu mencantumkan:

 

  • nomor kontak penanggung jawab rombongan, baik handphone maupun telepon
  • lampiran daftar nama peserta
  • fotokopi KTP
  • bukti hasil swab antigen 1×24 jam

 

Selanjutnya, surat dapat kamu kirim melalui website https://museumkepresidenan.id/ atau melalui balaikirtimuseumkepresidenanRI@gmail.com.

 

Pihak museum harus menerima surat permohonan tersebut paling lambat tiga hari sebelum waktu kunjungan.

 

Selama berkunjung, peserta perlu mengikuti tata tertib yang ada, yaitu:

 

  • berpakaian sopan dan rapi (laki-laki: kemeja, celana panjang, dan bersepatu; perempuan: baju berlengan, celana/rok panjang di bawah lutut, gaun di bawah lutut, dan bersepatu)
  • wajib memenuhi protokol kesehatan
  • jumlah peserta sesuai dengan daftar permohonan

 

Selain itu, ada juga larangan yang perlu kamu perhatikan, yaitu untuk tidak:

 

  • membawa tas, ransel, dan sejenisnya ke dalam museum
  • membawa makanan dan minuman
  • membawa senjata api, senjata tajam, dan obat-obatan terlarang
  • membawa binatang
  • berfoto di ruangan tertentu
  • menyentuh dan/atau memegang media/koleksi di museum

 

Perlu diingat, pihak istana bisa membatalkan atau menunda permohonan jika sewaktu-waktu ada acara di lingkungan istana, atau jika pengunjung tidak menaati peraturan yang berlaku.

 

Perbedaan Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor

 

kebun raya bogor
Photo: Rafael Atantya via Unsplash

 

Banyak orang sering keliru dan menganggap Istana Bogor serta Kebun Raya Bogor adalah satu tempat yang sama. Padahal, keduanya merupakan area terpisah walau lokasinya berdampingan dan saling berbatasan!

 

Sederhananya, Kebun Raya Bogor merupakan hasil karya dari gubernur jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen pada tahun 1817 atas gagasan Prof. Caspar Georg Karl Reinwardt, sebagai pusat botani dan konservasi tanaman. 

Sementara itu, Istana Bogor berfokus sebagai kediaman resmi kepresidenan dan tempat penerimaan tamu negara.

 

Perbedaan utama lainnya terletak pada akses masuk. Kebun Raya Bogor terbuka bebas untuk umum setiap hari dengan membeli tiket masuk wisata. Di sisi lain, Istana Bogor tidak selalu terbuka untuk umum secara bebas karena standar keamanan protokol kepresidenan. 

 

Akan tetapi, masyarakat umum tetap bisa menikmati keindahannya dari luar area halaman atau mengikuti program tahunan "Istana Bogor Open" (Istura) saat peringatan Hari Jadi Bogor. 

 

Walau sering dibandingkan dengan komplek kepresidenan lain seperti Istana Merdeka Bogor, suasana di Istana Bogor jauh lebih sejuk berkat paduan pepohonan rindang dari kebun raya di sekelilingnya.

 

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Sekitar Istana Bogor

 

Meskipun kamu mungkin tidak bisa setiap saat masuk ke dalam interior bangunan utama istana, area luar dan sekitar lingkungan istana menawarkan beragam aktivitas seru yang wajib kamu coba:

 

  1. Memberi Makan Rusa Tutul: Ini adalah aktivitas paling ikonis di depan pagar istana. Kamu bisa membeli wortel segar dari pedagang lokal di pinggir jalan dan memberikannya langsung kepada puluhan rusa tutul yang menggemaskan.
  2. Jogging dan Jalan Santai di Jalur Pedestrian: Pemerintah Kota Bogor telah menyediakan jalur pedestrian yang luas, rapi, dan sejuk di sepanjang Jalan Ir. H. Juanda. Jalur ini sangat nyaman untuk olahraga pagi atau sekadar jalan-jalan sore.
  3. Berburu Foto Estetik: Keindahan arsitektur neoklasik bangunan istana dipadu lanskap hijau nan asri menjadikan tempat ini spot foto favorit. Kamu bisa mengambil sudut foto terbaik berlatar belakang istana dan hamparan rumput hijau dari luar pagar.
  4. Wisata Kuliner Khas Bogor: Setelah puas beraktivitas, kamu bisa menjelajahi deretan kuliner khas di sekitar istana, mulai dari soto kuning, tauge goreng, hingga asinan Bogor yang segar.

 

Tempat Wisata dekat Istana Bogor

 

nilagiri
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Puas berkeliling di area istana? Jangan langsung pulang! Ada banyak destinasi menarik di sekitar pusat kota yang lokasinya berdekatan dan bisa kamu kunjungi dalam satu kali perjalanan:

 

1. Kebun Raya Bogor

 

Cukup menyeberang jalan, kamu sudah bisa menjelajahi kebun botani tertua di Asia Tenggara ini. Kamu bisa bersantai di bawah pohon-pohon raksasa, mengunjungi Taman Meksiko, atau berfoto di Jembatan Merah.

 

2. Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (MUNASAIN)

 

Tempat edukatif yang pas untuk belajar kekayaan hayati dan etnografi Indonesia, lokasinya hanya beberapa ratus meter dari gerbang istana.

 

3. Alun-Alun Kota Bogor

 

Spot kumpul populer warga yang terintegrasi langsung dengan Stasiun Bogor, cocok untuk bersantai sambil menikmati suasana sore.

 

4. Nilagiri Resto

 

Kalau kamu mencari tempat makan yang nyaman dengan suasana sejuk dan interior menawan setelah puas berwisata, kamu wajib mampir ke Nilagiri Resto. Restoran ini menyajikan aneka hidangan lezat yang pas banget buat melengkapi momen kulineran kamu di Bogor.

 

Sempurnakan Liburan di Bogor dengan Menginap di Bobocabin 

 

Bobocabin The Tavia
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Setelah seharian puas berkeliling menikmati wisata sejarah dan kulineran di pusat Kota Bogor, momen liburanmu tentu akan terasa lebih sempurna jika ditutup dengan pengalaman menginap yang berkesan. 

 

Jika kamu ingin melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan, meluncurlah ke kawasan Puncak dan nikmati pengalaman menginap seru di Bobocabin Gunung Mas atau Bobocabin The Tavia!

 

Bagi kamu yang menyukai pemandangan hijau nan asri, Bobocabin Gunung Mas menawarkan pengalaman menginap di tengah hamparan kebun teh dengan latar pemandangan gunung yang memukau. 

 

Sementara itu, jika kamu mencari suasana tenang di tengah rimbunnya pepohonan yang sejuk dan damai, Bobocabin The Tavia di kawasan Puncak siap memberikan privasi dan kenyamanan maksimal selama masa liburanmu.

 

Baca Juga

 

 

Kedua opsi cabin ini hadir membawa konsep glamping modern bernuansa high-tech yang menyatu harmonis dengan keindahan alam. Di sini, kamu bisa merasakan kemudahan fasilitas canggih seperti Smart Window, kontrol pencahayaan kamar via B-Pad, hingga area api unggun yang hangat untuk berkumpul di malam hari. 

 

Suasana tenang dan pemandangan alam memikat di kedua lokasi ini dijamin siap mengembalikan kesegaran pikiran dan energimu. Yuk, rencanakan liburan seru dan nyaman kamu sekarang juga! 

 

Kalau masih galau sama travel personamu, mending cobain dulu DMDU quiz dari Bobobox. Lewat tes singkat nan seru ini, kamu bisa menemukan destinasi liburan ideal yang dipersonalisasi sesuai karaktermu.

 

Jangan lupa juga, untuk langsung download aplikasi Bobobox supaya kamu bisa memesan cabin impianmu dengan mudah, mendapatkan promo menarik, dan menikmati kemudahan check-in serba praktis. Liburan santai di Bogor kini ada di genggamanmu!

 

Header image via kemenparekraf.go.id