Mengulik Sejarah dan Arsitektur Megah Masjid Raya Medan

07 May 2026

Mengulik Sejarah dan Arsitektur Megah Masjid Raya Medan

Penulis

Bobobox

Di tengah hiruk-pikuk Kota Medan, berdiri sebuah bangunan megah yang jadi ikon sekaligus saksi sejarah panjang Sumatera Utara, yaitu Masjid Raya Medan. Masjid yang juga dikenal sebagai Masjid Raya Al Mashun ini terkenal lewat arsitekturnya yang unik, perpaduan gaya Timur Tengah, India, hingga Eropa dalam satu bangunan yang megah dan aesthetic

 

Bukan cuma jadi tempat ibadah utama bagi umat Muslim, masjid bersejarah ini juga termasuk destinasi wisata religi favorit karena lokasinya strategis di pusat kota dan punya nilai sejarah yang kuat bagi masyarakat Melayu Deli.

 

Bagi kamu yang sedang merencanakan liburan ke Medan, rasanya kurang lengkap kalau belum memasukkan tempat ini ke dalam itinerary. Yuk, kita bedah lebih dalam mengenai sejarah, keunikan arsitektur, hingga tips seru saat berkunjung ke sini!

 

Sejarah Masjid Raya Medan

 

masjid-raya-medan
Photo: Ivan Samudra Via Unsplash

 

Membahas tentang tempat ini tentu nggak bisa lepas dari benang merah sejarah Kesultanan Deli. Masjid Raya Al Mashun mulai dibangun pada tanggal 21 Agustus 1906 (1 Rajab 1324 H) di masa pemerintahan Sultan Ma'mun Al Rasyid Perkasa Alam. 

 

Sultan sengaja membangun masjid ini dengan sangat megah karena prinsip beliau: kemegahan masjid harus lebih utama ketimbang kemegahan istananya sendiri, yaitu Istana Maimun.

 

Keseluruhan proses pembangunan memakan waktu sekitar tiga tahun dan resmi selesai pada tanggal 10 September 1909. Sultan Ma’mun Al Rasyid sendiri yang memimpin salat Jumat pertama sebagai tanda peresmian masjid tersebut. Anggaran pembangunannya saat itu mencapai satu juta gulden, sebuah angka yang sangat fantastis pada zamannya.

 

Menariknya, Sultan tidak menanggung sendiri seluruh biaya tersebut. Tjong A Fie, seorang tokoh Tionghoa terkemuka dan saudagar kaya di Medan saat itu, turut menyumbangkan dana sebagai bentuk toleransi antarumat beragama yang kuat.

 

Arsitek asal Belanda, J.A. Tingdeman, merancang rumah ibadah ini dengan konsep yang sangat matang. Sultan sengaja mendatangkan berbagai bahan bangunan premium langsung dari luar negeri. Misalnya, marmer mewah untuk lantai dan pilar diimpor dari Italia dan Jerman, kaca patri berwarna-warni dari China, serta lampu gantung kristal yang megah langsung dari Prancis.

 

Hingga hari ini, bangunan masjid tetap kokoh berdiri dan mempertahankan keaslian bentuknya tanpa banyak mengalami perubahan struktur. Hal ini menjadikannya salah satu cagar budaya yang paling dilindungi sekaligus kebanggaan utama warga Kota Medan.

 

Daya Tarik Masjid Raya Medan

 

Masjid Raya Medan
Photo: Alhang Nanda via Google Maps

 

Saat kamu pertama kali menginjakkan kaki di areanya, kamu pasti langsung terpukau dengan keindahan visualnya. Masjid ini bukan sekadar tempat ibadah biasa, melainkan sebuah karya seni arsitektur lintas negara yang sangat menawan. Berikut adalah beberapa daya tarik utama yang membuat masjid ini selalu ramai dikunjungi wisatawan:

 

1. Perpaduan Arsitektur yang Unik dan Megah

 

Masjid Raya Medan punya bentuk tapak segi delapan (oktagonal) yang unik. Desain bergaya eklektik ini mencampurkan unsur-unsur arsitektur khas Timur Tengah, India (Mogul), dan Eropa (Gothic). 

 

Gaya Timur Tengah bisa kamu lihat dari bentuk kubah-kubah hitamnya yang melengkung pipih mirip dengan kubah Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh. Sementara itu, sentuhan Eropa terlihat jelas dari desain jendela kaca patri berukuran besar serta detail ukiran di dinding dalam masjid.

 

2. Interior yang Mewah dan Penuh Ornamen Artisanal

 

Begitu melangkah ke bagian dalam, mata kamu akan dimanjakan oleh langit-langit masjid yang tinggi dengan dekorasi ornamen tanaman dan geometris yang rumit. Pilar-pilar kokoh dari marmer Italia menyangga bagian dalam masjid dengan sangat anggun. 

 

Di bagian tengah ruangan, terdapat lampu gantung kristal antik seberat ratusan kilogram yang memancarkan cahaya hangat ke seluruh penjuru ruangan. Lampu yang didatangkan langsung dari Prancis ini nggak hanya menerangi, tapi juga menjadi pusat perhatian yang memukau para pencinta seni. 

 

3. Keindahan Masjid Raya Medan Malam Hari

 

Kalau kamu punya waktu senggang, cobalah datang untuk menikmati suasana Masjid Raya Medan malam hari. Ketika matahari terbenam, lampu-lampu sorot kekuningan mulai menyala dan menyinari seluruh fasad bangunan. 

 

Pantulan cahaya pada dinding marmer putih dan kubah hitamnya menciptakan pemandangan yang sangat dramatis, romantis, dan pastinya sangat instagrammable. Banyak fotografer lokal maupun turis yang sengaja berburu gambar Masjid Raya Medan pada momen-momen blue hour ini.

 

Lokasi dan Cara Menuju Masjid Raya Medan

 

Menemukan masjid ini sangatlah mudah karena lokasinya berada tepat di jantung kota. Alamat Masjid Raya Medan secara administratif terletak di Jalan Mahkamah No.74, Masjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara. 

 

Lokasinya ini hanya berjarak sekitar 200 meter dari Istana Maimun, jadi kamu bisa mengunjungi dua tempat bersejarah sekaligus dalam satu waktu jalan kaki. Untuk menuju ke lokasi, ada beberapa pilihan moda transportasi yang bisa kamu gunakan:

 

  • Kendaraan Pribadi atau Ojek Online: Ini adalah cara paling praktis. Kamu cukup mengetik "Masjid Raya Al Mashun" di aplikasi navigasi atau ride-hailing andalanmu.

 

  • Angkutan Kota (Angkot): Jika kamu ingin merasakan pengalaman lokal, banyak angkot di Medan yang rutenya melewati jalan utama di sekitar masjid ini. Kamu bisa naik angkot yang menuju ke arah Terminal Amplas atau Lapangan Merdeka.

 

  • Kereta Api: Jika kamu datang dari luar kota atau dari Bandara Kualanamu menggunakan kereta bandara (Railink), kamu akan turun di Stasiun Medan. Dari stasiun, jaraknya hanya sekitar 3 kilometer menuju masjid, dan kamu bisa melanjutkan dengan taksi daring atau bentor (becak bermotor) khas Medan.

 

Bagi kamu yang merencanakan liburan panjang di sekitar area ini, tidak perlu khawatir soal akomodasi. Ada banyak pilihan hotel dekat Masjid Raya Medan, mulai dari penginapan low-budget hingga hotel berbintang yang menawarkan pemandangan langsung ke kubah masjid yang megah dari jendela kamar.

 

Tips Berkunjung ke Masjid Raya Medan

 

Sebagai tempat ibadah yang aktif sekaligus destinasi wisata religi, ada beberapa hal penting, etika, serta aturan tidak tertulis yang wajib kamu perhatikan agar kunjunganmu tetap nyaman dan menghormati jamaah yang sedang beribadah. Apa aja? Yuk simak!

 

Berpakaian Sopan dan Menutup Aurat

 

Ini adalah aturan penting yang nggak boleh kamu abaikan. Bagi pria, diharuskan memakai celana panjang dan baju yang rapi. Lalu, pengunjung wanita wajib mengenakan pakaian longgar yang menutup lengan dan kaki, serta menggunakan jilbab atau kerudung. 

 

Apabila kamu lupa membawa kerudung, biasanya pihak pengelola masjid menyediakannya di area pintu masuk. Namun, pastikan kamu mengembalikan kerudung pinjaman tersebut dalam keadaan baik seusai berkeliling, ya. 

 

Waktu Terbaik untuk Berkunjung (Best Time to Visit)

 

Bob saranin kamu datang di pagi hari sekitar jam 08.00 - 10.00 WIB atau sore hari selepas salat Ashar. Pada waktu-waktu ini, cuaca Medan tidak terlalu terik dan pencahayaan alami sangat bagus untuk berfoto. 

 

Namun, hindari mengambil foto di dalam ruang utama saat waktu salat fardu sedang berlangsung. Dengan begitu, kamu nggak akan mengganggu kekhusyukan jamaah lain di masjid. 

 

Kemudian, khusus pada hari Jumat, sebaiknya hindari kunjungan wisata saat siang hari. Hal ini karena area masjid akan sangat padat oleh jamaah lokal yang melaksanakan ibadah salat Jumat.

 

Menjaga Kebersihan dan Ketenangan

 

Sebelum masuk ke area masjid, jangan lupa lepas alas kaki kamu terlebih dulu. Selama berada di dalam kawasan masjid, usahakan juga untuk tetap menjaga suara agar tidak terlalu ramai, apalagi kalau membawa anak kecil.  

 

Supaya suasana ibadah di area masjid tetap tenang, sebaiknya ubah ponselmu ke mode senyap atau getar. Tak lupa, beri pengertian kepada si kecil agar tidak berlari melintasi barisan jamaah yang sedang salat. 

 

Selain itu, hindari pula makan dan minum di area serambi utama sebagai bentuk menghormati jamaah lain dan kesucian masjid bersejarah ini.

 

Siapkan Uang Receh untuk Infaq dan Parkir

 

Masuk ke area masjid ini sebenarnya gratis, alias tidak dipungut biaya tiket masuk. Meski demikian, nggak ada salahnya kamu menyiapkan uang tunai sukarela untuk dimasukkan ke dalam kotak infak. 

 

Nantinya, uang tersebut akan digunakan untuk membantu biaya perawatan cagar budaya ini, serta untuk membayar jasa parkir kendaraan. Bawalah pecahan uang sepuluh atau dua puluh ribuan untuk memudahkan pembayaran.  

 

Puas Keliling Medan, Saatnya Healing ke Danau Toba!

 

bobocabin patra parapat
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Setelah puas menjelajahi keindahan arsitektur dan mempelajari sejarah Masjid Raya Medan yang sarat akan nilai budaya, saatnya kamu menyegarkan pikiran dari penatnya suasana kota. Sumatera Utara tidak hanya punya wisata religi yang menawan, tetapi juga menyimpan pesona alam kelas dunia yang luar biasa, salah satunya adalah keindahan Danau Toba.

 

Jika kamu mendambakan suasana liburan yang tenang dan dekat dengan alam usai berkeliling kota Medan, glamping modern adalah pilihan yang paling tepat. Kamu bisa langsung meluncur dan staycation di Bobocabin Kaldera atau Bobocabin Patra Parapat, Toba.

 

Di sini, kamu bisa merasakan sensasi menginap di tengah alam dengan tetap menikmati fasilitas berteknologi tinggi. Kamu bisa mengubah fitur Smart Window menjadi transparan untuk menikmati lanskap spektakuler Danau Toba yang legendaris langsung dari atas kasur. 

 

Menariknya lagi, hadirnya teknologi B-Pad memudahkan kamu untuk mengatur warna lampu ambient di dalam kabin sesuai mood sambil memutar musik favorit lewat koneksi Bluetooth.

 

Nggak perlu khawatir soal kenyamanan, karena setiap kabin sudah dilengkapi dengan sistem keamanan digital berbasis QR Code, pendingin ruangan (AC), serta kamar mandi dalam dengan hot shower yang siap menghangatkan tubuhmu di tengah sejuknya udara pegunungan. 

 

Baca Juga

 

 

Sore atau malam harinya, kamu bisa menutup hari dengan bersantai di area api unggun atau mengadakan pesta BBQ seru bersama orang-orang tersayang. Perpaduan petualangan urban di Medan dan ketenangan alam berteknologi canggih di Toba bakal bikin liburanmu di Sumatera Utara jadi pengalaman yang nggak terlupakan!

 

Yuk, rancang liburan seru versi kamu sekarang juga! Jangan lupa download aplikasi Bobobox ya. Kamu juga bisa ikutan DMDU quiz untuk cari tahu destinasi terbaik berdasarkan personality-mu. Jadi, sudah siap liburan ke Medan?