Pernah dengar tentang lagu City Pop Indonesia? Genre ini memang kurang familier di blantika musik Indonesia. Wajar, karena aliran musik ini berasal dari Jepang dan meledak di tahun ‘70 sampai ’80-an. Jadi city pop merupakan genre yang memadukan unsur musik barat seperti funk, disko, jazz fusion, R&B, dan soft rock.
Aliran tersebut dianggap mewakili gaya hidup kosmopolitan Jepang yang modern dan mewah—tepat saat mengalami lonjakan ekonomi pesat (economy boom). Menariknya, pada rentang waktu yang sama, blantika musik Indonesia pun tengah mengalami “demam” city pop.
Buat kamu yang penasaran dengan aliran musik satu ini tapi versi penyanyi Indonesia, banyak banget rekomendasi lagu yang bisa kamu nikmati. Berikut daftar 8 lagu “lawas” dengan genre city pop asli Indonesia yang pastinya tetap easy listening hingga sekarang!
8 Rekomendasi Lagu City Pop Indonesia yang Populer
1. Chrisye – Juwita
Rekomendasi aliran lagu yang lebih populer dengan sebutan “Pop Kreatif” di Indonesia ini yang pertama datang dari Alm. Chrisye yang legendaris. Milenial—dan sebagian Gen Z—pasti nggak asing dengan beliau. Karya-karyanya begitu hebat dan tak lekang oleh zaman. Salah satu lagu yang cukup ikonik dari beliau adalah Juwita.
Lagu ini rilis tahun 1978 dalam album Sabda Alam di bawah naungan Musica Studios. Perpaduan unsur pop, disko, dan sedikit funk di dalamnya terasa megah dan groovy. Aransemen musiknya merupakan karya musisi jenius Jockie Soerjoprajogo, sementara liriknya merupakan kerja sama Junaedi Salat dan Chrisye.
Pada tahun 2019, Aya Anjani; penyanyi indie berbakat—sekaligus putri Jockie Soerjoprajogo—merilis versi remake Juwita. Aya merilisnya sebagai tribute untuk sang ayah. Meskipun tetap mempertahankan nuansa nostalgia era 70-an, karakter vokal Aya sukses memberikan warna baru dalam karya klasik ini.
2. Dodo Zakaria & Utha Likumahuwa – Akira
“Akira” jadi salah satu lagu city pop Indonesia yang wajib kamu dengarkan. Rilis tahun 1986, lagu ini merupakan gubahan Alm. Dodo Zakaria dengan lirik puitis karya Deddy Dhukun. Dalam membawakan lagu berenergi tinggi ini, Dodo menggandeng Alm. Utha Likumahuwa; si vokalis bersuara emas.
Memiliki tempo sedang (mid-tempo), lagu ini pas banget kamu dengarkan sambil leisure driving siang hari. Elemen city pop-nya terasa sangat kental melalui permainan synthesizer yang futuristik, aksen tiupan brass section bertenaga, serta ketukan drum presisi. Apalagi vokal Utha yang kaya nuansa soul & jazz, berhasil menyampaikan isi lagu dengan sempurna.
Lagu ini merupakan salah satu trek dari album bertajuk “Mallisa”. Hebatnya, meskipun merupakan album pertama, tapi Dodo Zakaria sukses menggandeng banyak penyanyi ternama. Mulai dari Vina Panduwinata, Dian Pramana Poetra, dan Nicky Astria turut menyumbangkan suara emas mereka untuk album ini! Keren banget, ‘kan!
3. Fariz RM – Sakura
Lagu yang satu ini tentu nggak terlalu asing di telinga generasi muda—daripada dua judul sebelumnya. Menariknya, lagu kaya milik Fariz RM ini rilis tahun 1979 atau sudah lebih dari empat dekade. “Sakura” sukses menggebrak blantika musik Indonesia berkat aransemen yang sangat unik.
Liriknya pun cukup berbeda pada masa itu, karena menghadirkan monolog dalam bahasa Jepang oleh Megumi Hiyoshi di bagian pembuka. Fakta keren lainnya tentang lagu ini adalah Fariz RM memainkan hampir seluruh instrumen sendiri. Keren banget memang musisi senior yang satu ini.
Lagu Sakura ini merupakan ciptaan asli Fariz RM dengan lirik karya Jimmy Paais. Namun, versi Fariz RM sejatinya merupakan versi kedua, yang pertama dinyanyikan oleh Grace Simon sebagai OST film “Sakura dalam Pelukan”. Lucunya, karena versi Fariz RM sangat meledak, lagu ini jadi wajib dinyanyikan setiap beliau tampil di panggung.
Pada tahun 2002, salah satu diva pop Indonesia, Rossa, merilis versi remake lagu Sakura ini. Namun, berbeda dengan versi aslinya yang kental nuansa fusion jazz, versi Rossa lebih modern dengan aransemen dance-pop kontemporer. Pilihan yang tepat karena bikin Gen Z jadi familiar dengan lagu ini!
4. Utha Likumahuwa – Esok Kan Masih Ada
Lagu city pop Indonesia tidak selalu memiliki irama up beat yang ramai. Contohnya lagu dari Alm. Utha Likumahuwa yang satu ini, lebih slow—cocok untuk menemani momen berkendara santai. Rilis tahun 1983, Esok Kan Masih Ada merupakan karya Alm. Dodo Zakaria dan masuk ke album Bersatu dalam Damai.
Menonjolkan elemen soul dan smooth jazz, lagu ini menggabungkan gesekan orkestra yang halus dengan petikan gitar elektrik yang hangat. Liriknya memancarkan pesan optimisme yang kuat, mengajak pendengarnya tetap ceria dan tenang. Hingga saat ini, Esok Kan Masih Ada bisa kamu nikmati di berbagai platform streaming, lho!
5. Elfa’s Singers – Pesta
Sebelum Berharap Tak Berpisah milik Reza Artamevia menjadi anthem wajib tempat-tempat nongkrong anak muda perkotaan, lagu ini sudah duluan. Trek energik Pesta dibawakan grup vokal legendaris Elfa’s Singers dan merupakan karya maestro Elfa Secioria dengan lirik dari Wieke Gur.
“Pesta” memadukan unsur disko, funk, dan boogie dengan sangat apik. Kekuatan utama lagu ini terletak pada aransemen vokal grup empat suara yang sangat harmonis dan rumit khas binaan Elfa Secioria. Iringan balutan brass section yang meriah serta bass groove-nya, sukses memancing pendengar untuk ikut bergoyang.
Tidak heran jika sukses menjadi anthem party sejati bagi generasi 80-an. Namun, sampai sekarang lagu ini tetap populer. Terbukti, band pop-punk asal Bandung; Rocket Rockers merilis versi recycle-nya tahun 2004 dengan aransemen musik cadas energik yang berbeda dari versi aslinya.
6. Yanti Kosasih – Cinta Senada
Pernah dengar September milik Mariya Takeuchi atau mungkin suka Love Trip dari Takako Mamiya? Hmm… Kayaknya kamu akan suka dengan rekomendasi lagu city pop Indonesia satu ini. Rilis tahun 1983 di bawah label JK Records, trek berjudul Cinta Senada merupakan lagu dari Yanti Kosasih.
Aransemen musiknya terbilang ringan, tapi memiliki rhythm section yang catchy, cocok untuk menemani momen chill out kamu. Dominasi instrumen synthesizer ceria berpadu indah dengan vokal Yanti Kosasih yang lembut, menghasilkan nuansa mirip lagu-lagu pop Jepang era 80-an.
Lagu Cinta Senada menjadi salah satu trek dalam album Titik-Titik Air Mata. Meskipun nama Yanti Kosasih terasa kurang familiar, tapi karya-karyanya termasuk dalam kategori hidden gem di industri. Apalagi lagu “Cinta Senada” ini yang masih menjadi salah satu masterpiece dari genre city pop lokal.
7. Utha Likumahuwa – Sesaat Kau Hadir
Satu lagi karya Alm. Utha Likumahuwa yang masuk dalam daftar ini melalui lagu “Sesaat Kau Hadir”. Lagu ini pertama kali mengudara di Festival Lagu Populer Indonesia 1987 dan menghadirkan nuansa musik klasik dengan sentuhan pop yang khas. Karya musik indah tersebut merupakan hasil kolaborasi composer Budi Bachtiar dan Bram Manusama.
Liriknya menggambarkan kehadiran seseorang yang membuat hidup kita terasa beggitu berarti. Balutan electric piano yang manis, slap bass dominan, dan tiupan aksesn saxophone di dalamnya sukses menciptakan irama yang megah dan romantis.
Walaupun tergolong lagu lawas, tapi masih banyak generasi muda yang menikmati lagunya hingga saat ini. Apalagi saat berkendara malam hari (night drive) dengan pasangan. Memutar lagu dengan vokal Uthe yang bertenaga dan penuh penghayatan ini pasti akan menciptakan momen manis yang indah.
8. Vina Panduwinata – Dia
Rekomendasi lagu city pop Indonesia berikutnya adalah karya salah satu diva Pop, yaitu Vina Panduwinata yang bertajuk “Dia”. Lagu ini sudah rilis sejak 1984 dan menjadi trek dalam album Citra Ceria. Lagu ciptaan Randy Anwar ini memiliki aransemen yang groovy, tercipta dari sentuhan maestro Addie MS.
Di tahun 1997, penyanyi Reza Artamevia menyanyikan lagu ini dengan aransemen pop R&B yang lebih modern. Lagu ini menjadi trek dalam album debutnya di bawah bimbingan Ahmad Dhani, bertajuk Keajaiban. Hadir dalam aransemen berbeda dan dinyanyikan oleh dua diva pop Indonesia menunjukkan jika lagu ini sangat berkualitas.
Baca Juga:
- Bikin Baper, Udah Dengerin 26 Lagu Romantis untuk Pacar?
- Nostalgia Bareng Bob Dengan 11 Lagu Indonesia 2000an Berikut Ini!
- 14 Band 2000an Populer yang Mengajakmu Bernostalgia!
- 16 Lagu K-Pop Buat Playlist Liburanmu
Nostalgia Lagu City Pop Indonesia di Bobopod

Banyak bukan lagu “Pop Kreatif” lokal yang masih populer dan easy listening hiingga sekarang? Mendengarkan—atau bernostalgia dengan lagu-lagu di atas tidak harus sambil menyetir keliling kota, kok. Bisa sambil tiduran, baca buku, atau bahkan bekerja—untuk meningkatkan mood.
Apalagi, kalau memutar lagunya sambil staycation di Bobopod yang pastinya seru! Di setiap pod sudah tersedia Bluetooth Speaker, jadi kamu bisa menghubungkan laptop atau ponselmu ke speaker untuk mendengarkan lagu-lagu kesukaanmu. Rasanya kayak punya ruang karaoke pribadi!
Kalau lagunya nggak ada di perangkat atau kamu lebih suka platform streaming, manfaatkan saja WiFi hotel untuk mengaksesnya! Soal kasur dan bantal sebagai alat utama buat rebahan, tenang saja karena di Bobopod terjamin empuk dan bersih. Lampu yang bisa diatur seperti karaoke room juga pasti bikin suasana lebih mantap.
Nostalgia dengan lagu-lagu lawas sambil staycation nyaman ini bisa kamu dapatkan dengan memesan pod sekarang juga. Caranya mudah, kamu hanya perlu download aplikasi Bobobox, lalu booking Bobopod terdekat yang ingin kamu singgahi. Mudah banget, ‘kan?
Featured Photo: Eylül Kuşdili via Pexels




