Dari sekian banyak oleh-oleh khas Banyumas, nopia jadi salah satu kuliner legendaris yang tetap bertahan hingga sekarang. Kue nopia dikenal dengan bentuk bulat pipih, kulit luar yang sedikit keras, dan isian manis legit yang bikin banyak orang ketagihan.
Dipanggang menggunakan tungku tradisional berbahan tanah liat, nopia menghadirkan aroma khas yang sulit ditemukan pada camilan modern. Tidak heran kalau makanan tradisional ini masih menjadi favorit wisatawan yang datang ke Purwokerto dan sekitarnya.
Bagi masyarakat Banyumas, makanan nopia bukan sekadar camilan biasa. Kue tradisional ini sudah menjadi bagian dari budaya dan identitas daerah sejak puluhan tahun lalu. Bahkan, banyak orang langsung teringat suasana kampung halaman ketika mencium aroma gula merah dan kelapa dari kue nopia yang baru matang.
Kalau kamu sedang mencari oleh-oleh khas daerah yang punya cita rasa autentik dan tahan lama, camilan satu ini bisa jadi pilihan yang menarik untuk dibawa pulang. Selain rasanya unik, proses pembuatannya juga masih mempertahankan cara tradisional sehingga kue ini memiliki karakter khas.
Apa Itu Nopia?
View this post on Instagram
Sebelum berburu oleh-oleh khas Banyumas, kamu perlu mengenal lebih dekat seperti apa sebenarnya nopia makanan tradisional ini.
Bentuk, Rasa, dan Tekstur Nopia
Nopia adalah kue tradisional khas Banyumas yang berbentuk bulat pipih, menyerupai bakpia, tetapi berukuran lebih besar. Meski sekilas tampak sederhana, kue nopia punya tekstur yang cukup unik dibandingkan camilan lainnya.
Bagian kulit luar camilan tradisional ini terasa agak keras dan renyah saat digigit, tetapi tetap memiliki sedikit tekstur kenyal. Sementara itu, bagian isiannya terasa lembut dengan rasa manis khas gula merah yang dipadukan dengan parutan kelapa.
Aroma panggangan dari tungku tradisional juga membuat makanan nopia terasa makin khas. Saat baru matang, harum gula merah dan kelapa langsung tercium kuat dan menggugah selera.
Bahan Utama Kue Nopia
Kue nopia berasal dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di daerah Banyumas. Meski sederhana, perpaduan bahan ini menghasilkan rasa yang autentik dan khas.
Beberapa bahan utama untuk membuat nopia antara lain:
- Tepung ketan putih
- Gula merah
- Kelapa parut
- Air
- Garam secukupnya
Sebagian besar pengrajin tradisional masih mempertahankan teknik memanggang menggunakan tungku tanah liat dengan kayu bakar atau arang. Teknik ini membuat rasa dan aroma kue tradisional ini lebih kaya dibandingkan dengan proses panggang modern menggunakan oven biasa.
Nopia Makanan Khas Mana?
Banyak orang penasaran nopia makanan khas mana karena kue ini cukup populer di berbagai daerah Jawa Tengah. Nyatanya, kue ini berasal dari wilayah Banyumas, khususnya Purwokerto dan sekitarnya.
Karena itu, saat kamu berkunjung ke Purwokerto, hampir semua toko oleh-oleh pasti menjual berbagai varian kue nopia dengan rasa dan ukuran yang berbeda.
Sejarah Nopia
Di balik rasanya yang manis dan sederhana, ternyata kue nopia memiliki sejarah panjang yang menarik untuk kamu ketahui.
Berawal dari Pengaruh Budaya Tionghoa
Menurut cerita masyarakat setempat, nopia berasal dari resep yang dibawa oleh pedagang Tionghoa pada era kolonial Belanda sekitar tahun 1920-an. Awalnya, camilan ini terinspirasi dari bakpia, lalu dimodifikasi dengan bahan lokal khas Banyumas.
Masyarakat Banyumas kemudian menyesuaikan isiannya dengan gula merah dan kelapa agar lebih sesuai dengan cita rasa lokal. Dari sinilah, makanan nopia mulai berkembang dan dikenal luas sebagai oleh-oleh khas daerah.
Menjadi Ikon Kuliner Banyumas
Seiring waktu, kue nopia berkembang dari tradisi rumahan menjadi usaha keluarga yang diturunkan secara turun-temurun. Banyak warga Purwokerto dan Ajibarang mulai memproduksi camilan ini dalam jumlah besar untuk dijual sebagai camilan khas Banyumas.
Karena tahan cukup lama, nopia menjadi oleh-oleh favorit para wisatawan. Jika disimpan dengan baik, kue ini bisa bertahan 1 sampai 2 minggu tanpa mengurangi cita rasanya.
Hingga sekarang, nopia makanan tradisional ini masih diproduksi dengan teknik manual agar cita rasa khasnya tetap terjaga.
Keunikan Nopia sebagai Ikon Oleh-Oleh Banyumas
Ada banyak alasan mengapa kue nopia tetap bertahan di tengah munculnya berbagai camilan modern.
Dipanggang Menggunakan Tungku Tradisional
Salah satu keunikan terbesar makanan nopia adalah proses pembuatannya yang masih menggunakan tungku tanah liat tradisional. Tungku ini biasanya dipanaskan menggunakan kayu bakar atau arang.
Proses pemanggangan tradisional membuat bagian kulit luar nopia matang sempurna dan menghasilkan aroma khas yang sulit ditiru oleh oven modern.
Saat melihat langsung proses pembuatannya, kamu akan merasakan suasana dapur tradisional yang hangat dengan aroma gula merah yang memenuhi ruangan.
Rasa Manis Khas Banyumas
Kue nopia berasal dari perpaduan rasa lokal yang sederhana tetapi kaya cita rasa. Isian gula merah dan kelapa memberikan rasa manis legit yang tidak berlebihan.
Beberapa produsen kini juga menghadirkan varian modern seperti cokelat, kacang, durian, hingga pandan. Meski begitu, rasa orisinal tetap menjadi favorit banyak orang karena terasa paling autentik.
Cocok Dijadikan Oleh-Oleh
Karena tahan lama dan mudah dibawa, nopia menjadi pilihan oleh-oleh praktis saat berkunjung ke Purwokerto. Kemasannya kini juga makin modern sehingga cocok dijadikan buah tangan untuk keluarga maupun teman.
Tidak sedikit wisatawan membeli kue tradisional ini dalam jumlah besar untuk dibagikan setelah pulang dari liburan di Banyumas.
Resep dan Cara Membuat Nopia
Selain membeli langsung di Banyumas, kamu juga bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah dengan bahan-bahan sederhana.
Bahan-Bahan Membuat Nopia
Berikut bahan yang biasanya digunakan untuk membuat nopia versi rumahan:
Bahan Kulit
- 500 gram tepung ketan putih
- 200 ml air hangat
- ½ sendok teh garam
Bahan Isian
- 300 gram gula merah sisir
- 150 gram kelapa parut
- 2 lembar daun pandan
- Sedikit air
Dengan bahan sederhana ini, kamu sudah bisa mencoba membuat kue nopia khas Banyumas sendiri di rumah.
Cara Membuat Nopia
Setelah semua bahan siap, berikut cara membuat nopia yang bisa kamu coba:
- Campurkan tepung ketan, garam, dan air hangat hingga adonan kalis.
- Diamkan adonan selama kurang lebih 30 menit agar teksturnya lebih lentur.
- Masak gula merah, kelapa, dan daun pandan hingga menjadi isian yang legit.
- Ambil sedikit adonan kulit lalu pipihkan.
- Masukkan isian gula merah dan bentuk bulat pipih.
- Panggang dengan api kecil hingga matang dan berwarna kecokelatan.
Cara membuat nopia memang membutuhkan kesabaran, terutama saat proses memanggang. Namun, aroma harum yang muncul selama proses memasak dijamin bikin tidak sabar untuk segera mencicipinya.
Tips agar Nopia Lebih Enak
Agar hasilnya lebih maksimal, ada beberapa tips yang bisa kamu coba:
- Gunakan gula merah berkualitas agar rasanya lebih legit.
- Jangan memanggang dengan api terlalu besar supaya kulit tidak cepat gosong.
- Gunakan kelapa parut segar agar aroma isiannya lebih harum.
- Simpan dalam wadah tertutup agar teksturnya tetap renyah.
Dengan teknik yang tepat, kamu bisa menikmati kue nopia buatan sendiri dengan rasa yang mendekati versi asli dari Banyumas.
Tempat Beli Nopia di Banyumas
Kalau kamu ingin membawa pulang nopia sebagai oleh-oleh, ada beberapa toko legendaris di Purwokerto dan Banyumas yang terkenal, lengkap, dan sering menjadi tujuan wisatawan. Tidak hanya menjual kue nopia, beberapa tempat ini juga menawarkan aneka camilan khas Banyumas lainnya.
Toko Oleh-Oleh Sawangan No.1
View this post on Instagram
Toko ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang mencari oleh-oleh khas Banyumas dengan pilihan yang paling lengkap. Selain nopia, kamu juga bisa menemukan berbagai camilan tradisional seperti mino, bakpia, keripik tempe, getuk, hingga klanting.
Menariknya lagi, tempat ini juga terkenal dengan olahan mendoannya yang unik. Ada menu mendoan jumbo berukuran hingga 1 meter dan mendoan pink yang sempat viral di media sosial.
Lokasinya berada di kawasan strategis dekat alun-alun Purwokerto, tepatnya di Jalan Mayjend Sutoyo No.23, Sawangan, Purwokerto Barat. Toko buka setiap hari pukul 06.00–21.00 WIB.
Tempe Kripik dan Mendoan Mirasa
View this post on Instagram
Masih berada di area Sawangan, Tempe Kripik dan Mendoan Mirasa juga jadi rekomendasi tempat untuk membeli makanan khas Banyumas, termasuk nopia.
Tempat ini dikenal sebagai salah satu warung mendoan legendaris di Purwokerto karena sudah berdiri sejak 1985. Selain menjual mendoan matang, tersedia juga mendoan mentah yang cocok dijadikan oleh-oleh.
Kamu juga bisa menemukan aneka camilan khas seperti keripik, tempe, dan nopia dengan cita rasa autentik Banyumas. Toko buka setiap hari pukul 08.00–19.30 WIB.
Tetap Asli Ny. Sutrisno
Kalau mencari pusat oleh-oleh yang populer di kalangan wisatawan, Tetap Asli Ny. Sutrisno wajib masuk daftar kunjungan.
Toko ini menawarkan beragam makanan khas Purwokerto seperti nopia, getuk goreng, bakpia, klanting, hingga aneka jajanan tradisional lainnya. Selain membeli camilan, kamu juga bisa menikmati beberapa kuliner siap santap seperti rujak buah, rujak sayur, dan gado-gado.
Lokasinya berada di Jalan Situmpur No.85, Karangbawang, Purwokerto Selatan dan buka setiap hari mulai pukul 07.00–20.30 WIB.
Toko Kedung Jati Purwokerto

Rekomendasi berikutnya adalah Toko Kedung Jati Purwokerto yang dikenal sebagai salah satu pusat oleh-oleh dengan harga cukup terjangkau.
Di sini kamu bisa menemukan berbagai makanan khas Banyumas mulai dari nopia, jenang, getuk goreng, klanting, aneka keripik, hingga camilan tradisional lainnya.
Lokasinya berada di Jalan Kongsen No.41, Karangbawang, Purwokerto Selatan dan buka setiap hari pukul 07.00–21.00 WIB.
Staycation Sejuk di Bobocabin Baturraden, Purwokerto

Setelah puas berburu kue nopia dan menikmati wisata kuliner khas Banyumas, waktunya kamu beristirahat di tempat yang nyaman dengan suasana alam yang sejuk.
Bobocabin Baturraden menawarkan pengalaman menginap dengan konsep glamping modern di tengah udara segar kawasan Baturraden.
Kabin modernnya dilengkapi dengan berbagai fasilitas nyaman seperti Smart Window untuk menikmati pemandangan alam langsung dari cabin dan Mood Lamp yang bisa diatur sesuai suasana hatimu.
Beristirahat dalam suasana tenang di sini akan membantumu melepas penat setelah seharian berkeliling mencari oleh-oleh. Pemandangan hijau khas pegunungan juga membuat pengalaman menginap terasa lebih rileks dan menyenangkan.
Selain menikmati suasana alam, kamu juga bisa mencoba berbagai aktivitas seru selama menginap. Mulai dari menikmati malam di area bonfire, bersantai menikmati udara dingin Baturraden, hingga memesan aktivitas tambahan melalui Boboplay.
Suasana yang tenang membuat tempat ini cocok untuk liburan keluarga, couple getaway, maupun short escape dari rutinitas harian.
Baca Juga:
Selain Taman Langit, Berikut 5 Wisata Menarik Lainnya di Kota Purwokerto!
Menggala Ranch, Wisata Alam Purwokerto yang Banyak Dombanya!
Tempe Mendoan, Ikon Kuliner Purwokerto yang Selalu Bikin Rindu
Kalau kamu sudah membayangkan hangatnya nopia ditemani udara sejuk Baturraden, mungkin ini waktu yang pas untuk merencanakan perjalanan ke Banyumas. Yuk, temukan berbagai penawaran menarik dengan download aplikasi Bobobox. Ikuti juga kuis DMDU dan dapatkan rekomendasi destinasi terbaik sesuai dengan kepribadianmu. Selamat berlibur!





