Mana museum terkenal di dunia yang paling banyak wisatawan datangi? Kebanyakan orang pasti langsung tertuju pada Louvre di Paris. Padahal, masih ada museum lain yang menyedot perhatian wisatawan dari berbagai negara.
Di sisi lain, sempat viral pula soal teamLab Borderless Tokyo yang diklaim sebagai museum paling ramai berkat sertifikat Guinness World Records. Faktanya, rekor itu merujuk pada kategori “museum karya satu kelompok seni/artis”. Jadi, bukan museum terpopuler secara umum.
Nah, biar makin update, kita bahas yuk, daftar museum terkenal di dunia yang ramai dikunjungi wisatawan.
Museum Terkenal di Dunia Paling Ramai Pengunjung
Sebenarnya tidak ada daftar tetap atau baku tentang 10 besar museum terkenal di dunia. Beberapa sumber mengumpulkan data Global Attractions Attendance Report dari TEA (Themed Entertainment Association) yang dirilis tahunan. Laporan tersebut menjadi rujukan resmi terkait data kunjungan museum, taman hiburan, dan waterpark di seluruh dunia.
Ada juga yang menyusun statistik kunjungan secara terperinci seperti The Art Newspaper. Survei tahunan yang mereka lakukan fokus pada museum seni di seluruh dunia. Kebanyakan museum terbesar biasanya konsisten menyambut jutaan pengunjung per tahun.
FYI, daftar berikut berdasarkan statistik pengunjung tahunan di laman The Art Newspaper dan TEA Museum Index for 2024 sebagaimana dilansir dari Wikipedia. Kriterianya mencakup museum seni, sejarah, budaya, sejarah alam, dan museum sains. Tidak termasuk situs arkeologi, museum istana (seperti Palace Museum di Beijing), atau monumen bersejarah.
Selain itu, data pengunjung berasal dari tahun 2024 dan 2025 karena kawasan Amerika Utara dan Eropa menghitung per tahun kalender Masehi. Sedangkan kawasan Asia-Pasifik dan Inggris Raya mengacu pada tahun fiskal.
7 Museum Terkenal di Dunia
1. Museum Louvre, Paris, Prancis
Sepanjang tahun 2025, Museum Louvre mencatat angka 9 juta kunjungan. Berada di sisi kanan Sungai Seine menjadikan Louvre sebagai salah satu landmark kota Paris, selain Menara Eiffel dan Arc de Triomphe.
Museum Louvre pertama kali buka tahun 1793. Selama lebih dari dua abad, museum ini menyimpan sekitar 500.000 benda dan menampilkan 35.000 karya seni. Koleksi itu mencakup barang antik Mesir, Yunani, Romawi, seni Islam, patung, lukisan, seni dekoratif, dan cetakan.
Beberapa karya terkenal dunia bisa kamu jumpai di sini. Sebut saja, Mona Lisa karya Leonardo da Vinci dan patung Venus de Milo. Tentu saja belum sah ke Louvre kalau belum berpose di piramida kaca ikonik karya arsitek I.M. Pei. Saat ini Louvre ada di posisi teratas museum paling ramai wisatawan, termasuk untuk kategori museum seni.
2. Museum Nasional Tiongkok, Beijing, China
Bernama resmi National Museum of China, museum seni dan sejarah ini berlokasi di sebelah timur Lapangan Tiananmen, Beijing. Menempati bangunan seluas 200.000 m2, koleksinya mencapai 1,4 juta dan mengisi 48 ruang pameran.
Uniknya, usia museum ini relatif muda, yaitu baru berdiri pada 2003 secara hukum. Singkat cerita, Museum Nasional Tiongkok menggabungkan Museum Revolusi Tiongkok (sejak 1950) dan Museum Nasional Sejarah Tiongkok (1949). Namun, gedung ini resmi beroperasi tahun 1959 serta menjadikannya sebagai museum dengan luas bangunan tunggal terbesar di dunia.
Deretan koleksinya meliputi keramik kuno, kaligrafi, barang-barang giok, perunggu, patung Buddha, dan karya seni bertema realisme sosialis. Bahkan, kamu bisa melihat artefak manusia Yuanmou yang berusia 1,7 juta tahun. Ada juga peninggalan akhir dinasti Qing, dinasti kekaisaran terakhir sejarah negeri ini.
Pada tahun 2024 National Museum of China menerima kunjungan 6,9 juta wisatawan. Secara berkala museum ini juga menyelenggarakan pameran bertema hasil kolaborasi dengan institusi lain.
3. Vatican Museum, Vatikan
Posisi ketiga ada Museum Vatikan dengan sekitar 6,9 juta pengunjung sepanjang 2025. Museum publik negara kota terkecil di dunia ini memamerkan mahakarya Gereja Katolik dan kepausan selama ratusan tahun.
Museum Vatikan menyimpan sekitar 70.000 karya, tetapi hanya 20.000 karya yang bisa publik nikmati langsung. Adalah Paus Julius II sebagai pendiri museum ini pada awal abad ke-16. Mahakarya buatan Michelangelo menghiasi langit-langit dan dinding altar Kapel Sistina.
Sementara itu, hasil karya tangan terampil Raphael bisa kamu jumpai di Stanze di Raffaello yang masuk dalam rute kunjungan Museum Vatikan. Masih ada pula patung romawi kuno dan karya seni Renaisans lain yang begitu indah.
Jika kamu penikmat seni religi dan sejarah Gereja Katolik, Museum Vatikan adalah destinasi terbaik. Perlu kamu tahu, setiap hari Minggu pada akhir bulan, masyarakat dapat mengunjungi Museum Vatikan secara gratis. Sedangkan pada hari lain, kamu bisa membeli tiket online atau langsung di tempat.
4. Museum Shenzhen, Shenzhen, China
Museum Shenzhen merupakan museum terkenal di dunia selanjutnya. Menempati area 37.000 m2 dengan luas bangunan 18.000 m2, terdapat lebih dari 20.000 artefak sejarah dan budaya di museum ini. Bahkan, sebagian besar berasal dari kota Shenzhen sendiri.
Meski bangunan aslinya sudah ada sejak tahun 1981, tetapi baru tujuh tahun kemudian museum ini beroperasi resmi. Ada empat lokasi, yaitu Museum Seni Kuno Shenzhen, Museum Sejarah dan Kebudayaan Rakyat Shenzhen, Balai Pameran Reformasi dan Pembukaan Shenzhen, serta Museum Peringatan Markas Komando Gerilya Sungai Dongjiang.
Pameran tentang reformasi dan keterbukaan Tiongkok pada era 1980-an berada di tempat khusus. Di dalamnya menyimpan beberapa barang penting kunjungan Deng Xiaoping pada tahun 1992, seperti barang kantor dan furnitur kamar hotel sang negarawan.
Adapun jumlah kunjungan ke Museum Shenzhen pada 2024 menyentuh angka 6,8 juta orang. Jumlah ini tidak berbeda jauh dengan Museum Sains dan Teknologi Tiongkok yang menerima 6,4 juta wisatawan di tahun tersebut.
5. Museum Nasional Korea, Seoul, Korea Selatan
Popularitas Korea Selatan sebagai destinasi wisata beriringan dengan masuknya Museum Nasional Korea dalam daftar museum terkenal di dunia. Sepanjang tahun 2025 saja, sebanyak 6,5 juta orang datang berkunjung ke sini.
Berdiri pada tahun 1945, Museum Nasional Korea menduduki jajaran institusi kelas dunia yang wajib kamu sambangi. Mulai dari arsitektur bangunan yang menakjubkan hingga statusnya sebagai rumah harta karun nasional tak ternilai. Sebut saja, mahkota emas Silla dan patung Bodhisattva dari perunggu lapis emas berusia 1.400 tahun.
Jangan khawatir soal kendala bahasa. Deskripsi berbahasa Inggris detail menyertai hampir setiap tampilan. Jadi, kamu bisa memahami sejarah Korea dari zaman kuno sampai era modern dengan mudah.
Satu lagi, biaya masuk museum gratis untuk pameran permanen. Sementara itu, pameran khusus akan hadir bergantian dan kebanyakan berbayar. Jika kamu liburan ke Seoul, wajib tambahkan Museum Nasional Korea dalam itinerary ya!
6. Museum Britannia, London, Inggris
British Museum mencatatkan angka kunjungan 6,4 juta orang pada tahun 2025. Museum yang berlokasi di Bloomsbury, London ini mendedikasikan diri untuk sejarah manusia, seni, dan budaya. Koleksi permanennya saja mencapai 8 juta artefak sekaligus koleksi terbesar di dunia.
Budaya manusia sejak awal sampai sekarang terdokumentasikan dengan lengkap di museum yang berdiri tahun 1753 ini. Bermula dari koleksi dokter dan ilmuwan Inggris-Irlandia, Sir Hans Sloane, Museum Britannia lalu memamerkan koleksi dari dua juta tahun peradaban manusia.
Itu sebabnya area museum terbagi sesuai wilayah dan tema, seperti Mesir Kuno dan Sudan, Yunani dan Roma, Timur Tengah, Asia, serta Eropa dan Prasejarah. Kemudian, kamu juga dapat menemukan koleksi mumi dan Rosetta Stone dari Mesir Kuno, Parthenon Marbles dari Yunani, serta The Lewis Chessmen dari Skotlandia.
Masuk museum ini pun gratis, termasuk akses ke galeri koleksi permanen. Terbayang kan serunya menelusuri jejak sejarah peradaban manusia di Museum Britannia?
7. The Metropolitan Museum of Art, New York City, AS
Julukan The Met bersanding pada nama museum seni di ujung timur Central Park, New York City, Amerika Serikat. Koleksi tetap museum ini ada dua juta karya seni yang masuk dalam 19 departemen kuratorial.
Adapun nama The Met mengacu pada bangunan utama The Metropolitan Museum of Art, salah satu galeri seni terbesar di dunia. Koleksi permanen museum mencakup karya seni zaman Mesir Kuno, lukisan dan patung seniman klasik Eropa, serta koleksi dari Amerika maupun seni modern. Di sini kamu juga bisa menjumpai karya seni dari belahan dunia lain, seperti Asia, Afrika, dan Oseania.
Sekelompok warga Amerika, kebanyakan pengusaha, filantropis, seniman, serta cendekiawan, membuka museum ini pada tahun 1870. Tercatat sebanyak 5,9 juta orang datang ke sini selama tahun 2025. Dengan beragam koleksi yang ada, museum terkenal di dunia ini patut kamu kunjungi.
Baca Juga
- 5 Rekomendasi Museum di Medan
- Sejarah hingga Seni, 10 Museum di Bandung Ini Menarik Dijelajahi
- Ini Dia 9 Museum yang Wajib Kamu Kunjungi di Jakarta
- Wisata Religius dengan Berkunjung ke Makam Wali Songo
Wisata Museum Dekat Bobopod Juanda
Sudah mulai menyusun bucket list mau ke museum terkenal di dunia yang mana? Walaupun kamu belum bisa mewujudkannya dalam waktu dekat, ada lho pilihan lain yang lebih bersahabat dari segi waktu dan biaya.
Ya, kamu bisa main ke Museum Nasional Indonesia sambil staycation di Bobopod Juanda. Cukup berkendara sekitar 10 menit dari Bobopod Juanda, kamu dapat mengamati dari dekat 190.000 benda bersejarah.
Selesai jalan-jalan, waktunya istirahat di Bobopod Juanda. Nikmati nyamannya tidur dalam pod berteknologi tinggi. Lengkap dengan Mood Lamp dan Bluetooth Speaker yang bisa kamu kendalikan lewat B-Pad. Bisa juga bersantai sejenak di Communal Space.
Pas banget nih lagi ada promo Up to 20% Off for Early Bookings untuk reservasi sampai 31 Agustus 2026! Promo ini berlaku untuk pemesanan di fasilitas Bobopod, Bobocabin, dan CRiB (S&K berlaku). Unduh aplikasi Bobobox untuk cek lokasi, ketersediaan kamar, dan pemesanan.
Tunggu apalagi, segera jadwalkan agenda menginap di Bobopod sekarang!




