Misi Blue Origin Jeff Bezos menarik perhatian dunia ketika pendiri Blue Origin itu ikut terbang ke luar angkasa. Dalam penerbangan tersebut, Jeff Bezos tidak berangkat sendirian. Ia terbang bersama tiga penumpang lain dalam misi NS-16 yang meluncur dari Texas Barat pada 20 Juli 2021.
Penerbangan ini menjadi misi berawak pertama dalam program New Shepard. Kehadirannya juga menandai langkah penting dalam perkembangan wisata antariksa komersial.
New Shepard membawa para penumpang menggunakan kapsul dengan sistem penerbangan otomatis. Karena itu, mereka tidak perlu mengendalikan wahana selama perjalanan. Sebaliknya, para penumpang dapat menikmati pemandangan Bumi dan merasakan kondisi tanpa bobot selama berada di luar angkasa.
Ingin tahu lebih lanjut tentang misi Blue Origin Jeff Bezos? Yuk, simak informasinya di bawah ini!
Fakta Misi Blue Origin Jeff Bezos yang Menakjubkan

Bezos Kecil Terpesona Pendaratan di Bulan
Apa yang membuat misi Blue Origin Jeff Bezos ini diluncurkan? Di balik pembentukan misi Blue Origin Jeff Bezos, ternyata ada fakta unik mengenai Jeff Bezos dan ketertarikannya pada luar angkasa.
Jeff Bezos mengaku bahwa saat berusia lima tahun, ia sangat menyukai hal-hal yang berkaitan dengan perjalanan luar angkasa. Ketertarikan tersebut semakin kuat setelah ia menyaksikan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin mendarat di Bulan pada 20 Juli 1969.
Kegemarannya terhadap perjalanan luar angkasa kemudian ia wujudkan saat dewasa. Jeff Bezos mendirikan Blue Origin pada 2000 untuk mendukung visinya tentang masa depan manusia di luar Bumi.
Penamaan roket dalam misi Blue Origin Jeff Bezos, yaitu New Shepard, juga memiliki kisah tersendiri. Blue Origin mengambil nama tersebut dari Alan Shepard, astronaut Amerika pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa pada 1961.
Seiring perkembangannya, Blue Origin tidak hanya mengembangkan New Shepard untuk penerbangan suborbital. Perusahaan tersebut juga mengembangkan roket New Glenn dan teknologi lain untuk mendukung misi ke orbit serta eksplorasi Bulan.
Siapa yang Ikut Terbang dengan Blue Origin?
Dalam misi Blue Origin Jeff Bezos, Bezos secara pribadi mengajak saudara laki-lakinya, Mark Bezos, untuk ikut terbang. Mark merupakan seorang investor sekaligus petugas pemadam kebakaran sukarelawan.
Selain Mark, Jeff Bezos juga mengajak Wally Funk, seorang perintis penerbangan berusia 82 tahun. Funk termasuk salah satu dari 13 pilot perempuan yang kemudian dikenal sebagai Mercury 13.
Pada awal 1960-an, Wally Funk dan para anggota Mercury 13 berhasil mengikuti serangkaian tes yang menyerupai pengujian astronaut Mercury 7 NASA. Namun, mereka tidak pernah mendapat kesempatan untuk mengikuti misi antariksa berawak.
Oliver Daemen kemudian melengkapi daftar penumpang dalam misi Blue Origin Jeff Bezos. Pemuda asal Belanda itu bergabung setelah pemenang lelang kursi senilai US$28 juta tidak dapat mengikuti penerbangan pertama.
Ayah Oliver kemudian membeli kursi tersebut untuk putranya. Karena itu, Oliver menjadi pelanggan berbayar pertama yang terbang bersama program New Shepard.
Saat mengikuti misi tersebut, Oliver Daemen berusia 18 tahun dan menjadi orang termuda yang pernah pergi ke luar angkasa pada saat itu. Sementara itu, Wally Funk berusia 82 tahun dan menjadi orang tertua yang pernah melakukan perjalanan ke luar angkasa.
Rekor keduanya kemudian berubah setelah penerbangan antariksa berikutnya. Namun, perjalanan Wally Funk dan Oliver Daemen tetap menjadi bagian penting dalam sejarah penerbangan berawak pertama Blue Origin.
Berlomba Terbang Lebih Tinggi
Roket dalam misi Blue Origin Jeff Bezos membidik ketinggian sekitar 106 kilometer. New Shepard kemudian melaju menuju luar angkasa dengan kecepatan hingga sekitar tiga kali kecepatan suara atau Mach 3.
Setelah mencapai ketinggian tertentu, roket pendorong memisahkan diri dari kapsul penumpang. Roket tersebut kemudian kembali ke Bumi dan melakukan pendaratan vertikal secara terpisah.
Sementara itu, kapsul membawa para penumpang hingga melewati garis Kármán. Garis yang berada pada ketinggian 100 kilometer ini sering digunakan sebagai batas antara atmosfer Bumi dan luar angkasa.
Para penumpang dapat merasakan kondisi tanpa bobot selama sekitar tiga hingga empat menit. Mereka juga bisa menikmati pemandangan Bumi dari jendela kapsul sebelum wahana kembali turun.
Setelah itu, kapsul kembali menuju Bumi dan mendarat di kawasan gurun Texas dengan bantuan parasut. Seluruh perjalanan misi NS-16 berlangsung sekitar 10 menit sejak roket lepas landas hingga kapsul mendarat kembali.
Waktu perjalanan tersebut memang lebih singkat daripada penerbangan Alan Shepard pada 1961. Namun, misi ini membawa para penumpangnya melampaui garis Kármán dan menjadi penerbangan berawak pertama dalam sejarah program New Shepard.
Rekam Jejak Blue Origin
Sebelum membawa manusia, Blue Origin telah melakukan sejumlah penerbangan uji New Shepard. Program tersebut membawa berbagai eksperimen ilmiah dan muatan penelitian.
Perusahaan juga menggunakan manekin bernama Mannequin Skywalker dalam beberapa pengujian. Manekin itu membantu tim mengumpulkan data selama tahap pengembangan wahana.
Penerbangan NS-16 menjadi penerbangan ke-16 program New Shepard sekaligus penerbangan berawak pertama. Setelah itu, Blue Origin melanjutkan sejumlah penerbangan berawak dan misi penelitian.
Hingga Januari 2026, New Shepard telah terbang 38 kali. Program tersebut juga membawa 98 manusia melampaui garis Kármán serta mengangkut lebih dari 200 muatan ilmiah dan penelitian.
Namun, Blue Origin mengumumkan jeda penerbangan New Shepard selama sedikitnya dua tahun. Perusahaan ingin mengalihkan sumber daya untuk mempercepat pengembangan program penerbangan manusia ke Bulan.
Era Wisata Antariksa Dibuka Blue Origin
Misi Blue Origin Jeff Bezos memperlihatkan perkembangan besar dalam industri penerbangan antariksa komersial. New Shepard menggunakan sistem otomatis sehingga penumpang tidak perlu mengendalikan wahana selama penerbangan.
Blue Origin juga merancang roket pendorong New Shepard untuk digunakan kembali. Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengembangkan akses ruang angkasa yang lebih berkelanjutan.
Setelah penerbangan perdana Jeff Bezos, Blue Origin terus membawa wisatawan, ilmuwan, dan tokoh dari berbagai bidang. Program ini memperluas gambaran tentang siapa yang dapat mengikuti penerbangan antariksa komersial.
Pada 2025, New Shepard menyelesaikan penerbangan berawak ke-14 melalui misi NS-34. Blue Origin kemudian melanjutkan penerbangan lain hingga NS-36 pada Oktober 2025.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa penerbangan Jeff Bezos bukan sekadar perjalanan pribadi. Misi NS-16 menjadi awal dari rangkaian penerbangan komersial yang lebih luas bagi Blue Origin.
Apa Rencana Selanjutnya?

Setelah penerbangan perdana Jeff Bezos, Blue Origin tidak hanya berfokus pada wisata antariksa. Perusahaan juga mempercepat pengembangan New Glenn, roket orbital berukuran besar untuk membawa berbagai muatan ke luar angkasa.
New Glenn berhasil menyelesaikan misi keduanya pada November 2025. Dalam misi tersebut, roket membawa dua wahana NASA ESCAPADE dan mendaratkan tahap pertamanya di platform laut.
Blue Origin juga terus mengembangkan teknologi untuk mendukung program eksplorasi Bulan. Pengembangan ini sejalan dengan ambisi perusahaan untuk membangun infrastruktur yang mendukung kehadiran manusia di luar Bumi.
Pada 2026, perusahaan tetap melanjutkan pengembangan infrastruktur dan pengujian teknologi New Glenn. Namun, program tersebut menghadapi beberapa tantangan dalam proses pengujian.
Pada Mei 2026, Blue Origin mengalami anomali saat pengujian kendaraan New Glenn. Perusahaan kemudian melakukan investigasi dan menargetkan kembalinya penerbangan setelah proses perbaikan selesai.
Sementara itu, Blue Origin juga membangun infrastruktur tambahan untuk mendukung frekuensi peluncuran New Glenn. Langkah ini menunjukkan fokus perusahaan terhadap penerbangan orbital dan eksplorasi antariksa jangka panjang.
Jadi, apakah kamu tertarik merasakan pengalaman melihat Bumi dari ketinggian luar biasa? Untuk sekarang, perjalanan antariksa mungkin masih terasa jauh. Namun, kamu tetap bisa mencari pengalaman liburan yang tidak kalah berkesan di Bumi.
Baca Juga
- 5 Kapal Pesiar Terbesar di Dunia, Megah Bak Kota Terapung!
- Pulau Socotra: Fakta Unik, Misteri, dan Panduan Berkunjung
- 24 Film Time Travel Terbaik yang Seru dan Mind-Blowing
- Fakta Negara Qatar: Negeri Kaya, Aman, dan Penuh Rekor Dunia
Cobain Pengalaman Seru Menginap di Bobocabin!

Setelah membayangkan petualangan jauh ke luar angkasa, kamu mungkin ingin merencanakan petualangan yang lebih dekat. Kamu bisa memilih destinasi alam untuk menikmati suasana baru dan beristirahat dari rutinitas.
Bobocabin menawarkan pengalaman menginap di tengah alam dengan sentuhan teknologi. Kamu bisa menikmati suasana pegunungan, hutan, atau destinasi alam lainnya sambil tetap mendapatkan kenyamanan selama menginap.
Nikmati fitur canggih Smart Window yang bisa kamu atur tingkat transparansinya, fasilitas penunjang lain seperti area api anggun, fun games seperti kartu UNO, congklak, hingga rental mini proyektor buat nonton film di dalam cabin.
Kamu juga bisa memanfaatkan promo Early Booking dengan kode BOOKEARLY. Promo ini menawarkan diskon hingga 20% untuk pemesanan sesuai syarat dan periode yang berlaku.
Yuk, rencanakan perjalananmu dan nikmati pengalaman menginap yang berbeda dengan download aplikasi Bobobox sekarang juga!
Header image by: NASA Hubble Space Telescope via Unsplash




