6 Lokasi Pesugihan Indonesia Terpopuler dan Mitos Kelamnya

10 Aug 2026

6 Lokasi Pesugihan Indonesia Terpopuler dan Mitos Kelamnya

Penulis

Bobobox

Meskipun zaman sudah modern dan teknologi sangat maju, realitanya masih banyak yang percaya—bahkan mempraktikkan—pesugihan. Berbagai lokasi pesugihan Indonesia ramai didatangi, untuk melakukan berbagai ritual. Mulai dari pemberian sesajen, mandi kembang, pencurian kafan, hingga menyerahkan tumbal. 

 

Faktor himpitan ekonomi menjadi alasan utama orang-orang masih memercayai hingga menggantungkan hidupnya pada ilmu hitam seperti itu. Tepatnya, keinginan untuk kaya secara instan tanpa bekerja keras yang membuat pikiran mereka menjadi pendek dan memilih kesesatan tersebut sebagai jalan pintas.

 

Penasaran dengan lokasi pesugihan Indonesia yang paling sering menjadi tujuan? Yuk, simak daftar tempat pelaksanaan pesugihan yang populer di dalam negeri, ritual umum, hingga kisah kelam sebagai konsekuensi pelaksanaannya di bawah ini! Siap-siap merinding, ya!

 

6 Lokasi Pesugihan Indonesia Paling Populer

 

Tengkorak-Magic-Dukun-Sihir-Hallowen
Photo: freestocks via Unsplash

 

1. Gunung Kawi, Jawa Timur

 

Gunung Kawi merupakan lokasi pesugihan Indonesia terpopuler. Posisi tepatnya di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Semula, tempat ini menjadi keramat dan tujuan ziarah berkat kompleks makam dua tokoh sejarah yang dihormati, yaitu Eyang Soedjogo (Kyai Zakaria II) dan Raden Mas Iman Soedjono.

 

Namun, kurang dari satu abad ke belakang, Gunung Kawi justru semakin identik sebagai sebuah lokasi pesugihan Indonesia. Konon katanya, ritual pesugihan di sini terbilang sederhana. Beberapa di antaranya yaitu:

 

  • Pemberian persembahan atau sesajen.
  • Menggelar syukuran.
  • Mandi air kembang.
  • Ziarah ke makam hingga,
  • Sembahyang di area Kelenteng Dewi Kwan Im.

 

Ada pula salah satu mitos paling ikonik di Gunung Kawi, yaitu tentang Pohon Dewandaru. Masyarakat percaya bahwa jika daun atau buahnya jatuh menimpa pengunjung, orang tersebut akan segera terbebas dari belenggu kemiskinan. Akibatnya, orang-orang mencoba bersemedi berhari-hari atau sekadar berdiri di bawah pohonnya hingga berjam-jam untuk menangkap “keberuntungan” itu.
 

Di sisi lain, tidak sedikit pengunjung membantah adanya kegiatan pesugihan di sana karena mereka merasa tidak mempersembahkan tumbal apapun. Alih-alih menyebutnya pesugihan, mereka lebih menganggapnya sebagai kegiatan syukuran, ibadah, atau ziarah. Namun, tetap saja label sebagai lokasi pesugihan Indonesia terus menyebar.


Konon ada jenis ritual tersembunyi yang mewajibkan pemujanya mempersembahkan tumbal nyawa dalam kurun waktu satu tahun setelah mendapatkan kekayaan. Tumbal tersebut haruslah kerabat yang masih memiliki hubungan darah dan nantinya akan meninggal secara tiba-tiba untuk melipatgandakan harta sang pemuja.

 

2. Gunung Lawu, Jawa Tengah

 

Berdiri gagah di perbatasan Kabupaten Karanganyar (Jawa Tengah) dan Kabupaten Magetan (Jawa Timur), Gunung Lawu termasuk lokasi pesugihan Indonesia yang terkenal angker dan mistis. Di balik keindahan alamnya yang menakjubkan bagi para pendaki, gunung tersebut konon menyimpan banyak cerita gaib, seperti keberadaan Pasar Setan dan makhluk astral.
 

Orang-orang yang hendak meraup kekayaan lewat penguasa gaib Gunung Lawu biasanya akan memberikan sesajen khusus. Umumnya berisi bunga aneka warna (kembang setaman), dupa racikan khusus, barang berharga seperti perhiasan, hingga ayam cemani. Sesajen diletakkan di kaki gunung sebagai bentuk izin pendakian ke gua yang ada di puncak.

 

Mereka harus tiba sebelum matahari terbit, kemudian melakukan semedi dalam kondisi hening total hingga berhasil kontak dengan makhluk gaib. Saat itulah, pemuja bisa menyampaikan keinginannya. Bisikan gaib atau suara aneh yang terdengar di sekitar area meditasi biasanya dianggap sebagai pertanda bahwa permohonan sudah terkabul.

 

Namun, bayaran perjanjian ini tidak main-main. Pemuja wajib menyerahkan tumbal nyawa anggota keluarga secara berkala. Mitos menyebutkan bahwa jiwa tumbal tersebut akan menjadi pelayan di kerajaan gaib Gunung Lawu, sementara saat pemakaman di dunia nyata, jasadnya menjadi pohon pisang. Jika gagal menyediakan tumbal, maka nyawanya sendiri yang melayang.

 

3. Gunung Gede, Jawa Barat

 

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang membentang di wilayah Cianjur, Sukabumi, dan Bogor, Jawa Barat, juga menyimpan kisah sebagai lokasi pesugihan Indonesia yang tak kalah mencekam. Selain menjadi destinasi favorit pendaki, ada beberapa titik angker yang perlu diwaspadai, seperti Kandang Batu, Telaga Biru, dan Alun-alun Suryakencana.

 

Khususnya, di bagian tenggara gunung yang diyakini terdapat sebuah gubuk dan makam Raden Surya Kencana, putra dari pendiri kota Cianjur; Raden Aria Wiratanudatar. Di tempat itulah biasanya beberapa oknum menggelar ritual pesugihan. Biasanya, ritual tersebut berlangsung saat bulan purnama. 

 

Padahal, area menuju makam terbilang sulit karena jalannya yang terjal, licin dan menanjak. Namun, hal itu tidak menyurutkan niat menggelar ritual di lokasi pesugihan Indonesia tersebut. Sesampainya di tempat, mereka wajib melakukan ritual seperti menabur kembang setaman dan membakar kemenyan kualitas tinggi. 

 

Namun, yang paling ekstrem adalah berendam tanpa busana di kubangan lumpur semalaman. Saat fajar tiba, mereka baru boleh membersihkan diri dengan berguling di rerumputan yang basah oleh embun pagi. Wah, bisa masuk angin bahkan hipotermia kalau nekat melakukan ritual yang satu ini!
 

Menurut mitos yang beredar, ritual di lokasi pesugihan Indonesia satu ini termasuk ke dalam pesugihan Munding Seuri. Jenis pesugihan ini sangat kejam, karena mengharuskan anak pemuja menjadi tumbal dari keserakahan orang tuanya. Para pemuja harus ikhlas jika anak mereka mengalami cacat fisik permanen atau gangguan mental akibat ritual tersebut. 

 

Konon katanya, sebelum kontrak pesugihan mencapai kata sepakat, pemuja akan mendapatkan gambaran (terawangan) sebagai pilihan bentuk kecacatan anaknya. Kebanyakan, memilih anak—dan keturunan selanjutnya—memiliki bibir sumbing. Jika tidak ingin kecacatan fisik, maka pilihannya tinggal gangguan mental permanen. Kejam banget, ya!

 

4. Gunung Simpay, Jawa Barat

 

Lokasi pesugihan Indonesia berikutnya berpindah ke Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Tepatnya, Gunung Simpay yang terletak di Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi. Tempat berupa lahan keramat tersebut sudah terkenal sebagai tempat pesugihan dan ramai pengunjung dari berbagai daerah, khususnya yang sudah putus asa secara finansial.

 

Di lokasi pesugihan Indonesia ini, kamu akan menjumpai lebih dari satu pesarean atau makam tokoh leluhur desa yang hidup di zaman sebelum kemerdekaan. Makam-makam tersebut antara lain milik:

 

  • Buyut Saringsingan.
  • Kuwu Rongkah.
  • Syeh Semar Kuncung. 
  • Eyang Winanta Panenjoan (Aki Buyut Sakti) dan,
  • Eyang Surajaya.

 

Pengunjung yang datang ke tempat ini sebenarnya memiliki latar belakang beragam. Ada yang sekadar melakukan wisata religi dan doa bersama, tapi ada pula yang berniat sukses secara instan tanpa kerja keras. Bisa meminta naik jabatan, melunasi utang, menjadi miliarder dadakan dan lainnya.

 

Bagi yang ingin melakukan praktik pesugihan di Gunung Simpay, tidak semua orang diterima begitu saja. Juru kunci atau perantara wajib menghitung secara cermat hari lahir (weton) serta hitungan neptu calon pemuja wajib diperhitungkan secara cermat oleh juru kunci atau perantara. Biasanya, orang yang lahir pada hari Jumat tidak boleh mengikutinya.
 

Bagi calon pemuja yang lolos seleksi hitungan gaib, mereka akan diminta datang kembali pada tanggal-tanggal khusus, biasanya antara tanggal 25 - 4 saat leluhur gaib “berada di tempat”. Pelaku pesugihan lalu dibimbing menuju area makam Aki Buyut Sakti untuk memulai prosesi ritual selepas waktu magrib.

 

Sesajen wajib untuk menyambut kedatangan leluhur gaib di sana antara lain: 

 

  • Dua buah kelapa hijau.
  • Dua tusuk satai kambing muda.
  • Sembilan butir telur ayam kampung.
  • Lima jenis minuman dalam gelas, seperti teh manis, teh tawar, kopi pahit, kopi manis, dan air putih, serta, 
  • Lembaran uang kertas pecahan terbesar sebagai simbol permohonan harta.

 

5. Sendang Kemilon, Yogyakarta

 

Sendang Kemilon merupakan salah satu lokasi pesugihan Indonesia yang terkenal sangat mistis dan keramat. Tempat ini memiliki sumber mata air berupa kolam kebiruan. Meskipun cantik, tapi konon sejak zaman dahulu sudah menjadi tempat pemujaan sosok gaib legendaris; Nyi Blorong, oleh mereka yang haus akan harta dan kekuasaan duniawi.
 

Nyi Blorong sendiri—menurut urban legend yang tersebar di masyarakat, merupakan sosok panglima atau ratu gaib berkekuatan mistis tinggi dengan perawakan manusia setengah ular. Sosoknya terkenal selalu meminta tumbal setiap tahun kepada para pemujanya, sebagai syarat mempertahankan kekayaan dan kekuasaan yang mereka minta. 

 

Mitosnya, Nyi Blorong berdiam di titik pusaran gaib bagian tengah sendang—tepatnya merupakan lokasi kerajaannya berdiri. Sebab itu, tak jarang tersebar cerita misterius setiap tahun berupa orang yang tenggelam atau hilang akibat ditarik oleh energi gaib pusaran tersebut.
 

Untuk mengikuti prosesi di lokasi pesugihan Indonesia ini, aturan yang berlaku sangat ketat. Pelaku ritual wajib berjenis kelamin laki-laki dan datang seorang diri tanpa pendamping. Pemuja juga harus membawa perlengkapan sesajen komplit, seperti:

 

  • Kembang tujuh rupa.
  • Kelapa muda hijau.
  • Ayam cemani.
  • Dupa wangi dan beberapa bahan tirakat lainnya.

 

Di lokasi, pemuja harus melakukan semedi khusus untuk mengundang kehadiran sang ratu gaib dan bersedia mematuhi semua perintahnya. Jika ritual berhasil mencapai kesepakatan, pemujanya akan mendapatkan hadiah berupa sisik-sisik emas yang berasal dari tubuh ular Sisik emas ini juga berfungsi sebagai jimat pemikat untuk memperoleh kekayaan.

 

6. Gunung Wijil, Jawa Tengah

 

Terletak di Desa Kupang, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Gunung Wijil termasuk lokasi pesugihan Indonesia yang terbilang baru. Tempat ini sejatinya berupa bukit kapur rindang berketinggian sekitar 200 meter dan memiliki kompleks situs punden dan makam kuno bernama Hastana Hargomulyo.

 

Kompleks tersebut berisikan makam para tokoh trah Keraton Surakarta dan Pajang, seperti Syekh Joko, Ki Ageng Lokojoyo, serta Raden Ayu Yudorono. Meski saat ini Pemerintah Desa setempat gencar menata kawasan Gunung Wijil menjadi destinasi wisata desa, mitos dan rumor mengenai tempat ini sebagai lokasi pesugihan Indonesia tetap melekat.

 

Di area puncak Gunung Wijil, terdapat sebuah lempengan batu kapur memanjang yang menjorok ke arah tebing gersang yang dikenal dengan sebutan Watu Boyo (Batu Buaya). Konon, di titik inilah sebagian pelaku ritual menggelar prosesi pemanggilan makhluk gaib “Buto Ijo” untuk memohon kelancaran usaha, pelunas utang, hingga limpahan kekayaan.

 

Mitos beredar menyebutkan jika ikhtiar gaib mereka berhasil, pelaku akan bermimpi atau melihat penampakan anjing merah; hewan kesayangan penguasa gaib kawasan tersebut. Namun, hal itu tidak gratis. Pemuja harus membayarnya dengan menyediakan tumbal nyawa dari orang-orang terkasih. Kejam, ya!
 

Terlepas dari labelnya sebagai lokasi pesugihan Indonesia, mempertimbangkan kesakralan tempat ini berkat keberadaan kompleks makam kunonya, terdapat pantangan yang wajib pengunjung patuhi. Aturannya berupa larangan menggunakan perhiasan apapun dan wanita yang sedang datang bulan tidak boleh masuk area makam. Jika melanggar, siap-siap didatangi makhluk berkepala ular di dalam mimpi!

 

Baca Juga:

 

 

Staycation Nyaman Jauh dari Lokasi Pesugihan Indonesia di Bobopod

 

Kamar tidur Bobopod Airport CBC - hotel kapsul di indonesia
Photo: Bobobox Internal Asset


Banyak juga ya daftar lokasi pesugihan Indonesia? Jangan kepikiran buat ke sana ya, guys! Konsekuensinya berat banget dan seumur hidup! Lagi pula, lokasinya mistis, bikin merinding! Daripada ke tempat-tempat mistis kayak gitu, mending staycation anti angker di Bobopod, yuk!

 

Punya desain futuristik berupa hotel kapsul modern, kamu tidak akan merasakan hawa mistis apapun di sini. Apalagi, lokasinya yang tersebar di berbagai penjuru negeri juga selalu di pusat kota—yang pastinya ramai! Ditambah lagi berbagai fasilitas menarik dan canggih, bikin suasana menginapnya jauh dari kata seram!
 

Ada Mood Lamp yang pengaturan warna dan cahayanya bisa kamu atur sesuka hati dan WiFi super kencang yang bisa kamu pakai buat streaming, baca e-book, atau scrolling media sosial anti nge-lag. Bluetooth Speaker-nya juga asyik banget buat mendengarkan lagu atau memutar dongeng dan musik pengantar tidur.
 

Langsung download aplikasi Bobobox di App Store atau Play Store, ya! Kamu bisa booking, redeem voucher promosi, dan juga memfungsikannya sebagai keyless access buat masuk pod. Menginap nyaman, murah, dan pastinya jauh dari kesan mistis, ya Bobopod pastinya!

 

Header image by: Aleksandar Cvetanovic via Unsplash